- Beranda
- Mancanegara
Japan A to Z: All about Travelling in Japan
...
TS
wewintj
Japan A to Z: All about Travelling in Japan
Halo. Permisi mimin dan momod serta sepuh dan seluruh kaskuser traveller. Permisi newbie mau bikin thread. Ane lihat tidak ada thread yang mencakup tentang semua hal tentang Jepang, jadi semoga thread ini bisa sesuai pada tempatnya. Di sini ane mau sajikan informasi tentang Jepang dari A sampai Z. Semoga bisa menjadi tempat komunikasi dan sharing mengenai traveling ke Jepang. Segala pertanyaan, saran, tambahan, dll diterima dengan senang hati. 
Tentang Saya
Saya adalah orang Indonesia, hobi flashpacking (semacam backpacking namun sedikit berbeda) yang tinggal di Tokyo, Jepang. Saya sudah pernah datang ke Jepang sebagai wisatawan, sebagai murid, dan juga sekarang kerja di Jepang dan berbisnis dengan orang Jepang jadi semoga saya punya sedikit gambaran tentang Jepang dari berbagai perspektif yang berbeda deh. Hehehe.
Sekilas Tentang Jepang
Jepang, atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Japan, atau Nihon dalam bahasa Jepang itu sendiri, adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Negara yang sering dijuluki sebagai Negeri Sakura atau Negeri Matahari Terbit ini adalah perpadauan antara masa lalu dan masa depan. Teknologi canggih, deretan pencakar langit, fashion dan gaya hidup modern berkembang bersama tradisi dan kebudayaan yang telah berumur ribuan tahun. Jepang adalah suatu teater kontradiksi. Banyak perusahaan dan korporasi Jepang, ambillah contoh Mitsubishi, Toyota, Nissan, Honda, Canon, dll mendominasi di dunia. Namun ketika membaca berita finansial sepertinya Jepang sedang dalam masalah keuangan yang parah. Banyak kota besar di Jepang sangat modern dan berteknologi tinggi, namun bangunan kayu klasik dan kuil keluarga berumur ratusan tahun masih dapat ditemukan di sebelah kondominium mewah yang harga sewanya mencapai ¥2.000.000 atau sekitar Rp 200.000.000,- per bulan. Anime-anime yang cute bertebaran, namun pornografi yang paling hardcore pun dapat ditemukan di tempat yang sama. Ketika saya tinggal di apartemen saya dulu yang jelek, dari jendela kecil tempat saya merokok di malam hari bisa dilihat suatu kondominium mewah yang di dalamnya terdapat baying-bayang TV raksasa yang lebih tinggi dari manusia. Di apartemen saya yang sekarang ini meskipun relatif modern dengan toilet otomatis ber-touchscreen (ya, beneran), dari balkon saya masih bisa melihat suatu balkon apartemen kecil berpintu geser kayu, di mana seorang kakek sepuh akan keluar beberapa kali sehari untuk melihat bonsai-bonsainya. Begitu juga pemandangan para eksekutif Jepang yang berdasi dan berjas, namun melakukan pembicaraan bisnis duduk tanpa kursi sambil menikmati teh hijau panas. Kebudayaan yang amat beragam ini menurut saya akan membuat kemungkinan anda akan bosan di Jepang menjadi kecil sekali.
Sejarah Jepang
Kepulauan Jepang mulai dihuni mulai 50.000 tahun lalu menurut bukti-bukti arkeologi. Menurut legenda yang ada di masyarakat, Kaisar Jimmu memerintah mulai abad ke-7 sebelum Masehi dan terus menerus menurunkan tahtanya sampai kekaisaran yang sekarang ini. Namun para arkeolog dan sejarawan mengatakan bahwa menurut bukti-bukti yang ada, kekaisaran ini dimulai dari abad ke-3 Masehi yang disebut sebagai Periode Kofun, dimana Jepang mendapat pengaruh kuat dari China, mulai penggunaan sumpit, agama Buddha Mahayana, sampai permainan Go.
Pada Periode Asuka, Jepang mulai memiliki pemerintahan sentral dan baru pada Periode Nara, Jepang memiliki kekaisaran yang kuat beribukota di Nara. Kemudian pada Periode Heian ibukota Jepang dipindahkan ke Kyoto. Pengaruh China juga sangat kuat pada masa ini sehingga tak heran kebudayaan Jepang ada mirip-miripnya dengan China. Kemudian ada Periode Kamakura dan Periode Muromachi. ketika para samurai memiliki kekuatan politik. Samurai terkuat yang memiliki pengaruh ini disebut Shogun. Terjadilah perang turun-temurun antar penguasa daerah ini sampai Tokugawa Ieyasu berhasil menyatukan kembali Jepang pada tahun 1600. Shogun Tokugawa memerintah dari Edo atau yang hari ini disebut sebagai Tokyo.
Selama ribuan tahun sejarahnya, kontak Jepang hanya dilakukan dengan China dan Korea. Hal ini berubah ketika sebuah kapal AS dibawah kepemimpinan Matthew Perry mendarat di Yokohama pada 1854 dan memaksa Jepang membuka diri untuk perdagangan dengan dunia barat. Perjanjian pun ditandatangani dan para shogun pun kehilangan kekuasaan ketika timbul Restorasi Meiji pada 1867. Restorasi Meiji ini mirip pemaksaan globalisme pada masyarakat Jepang namun ternyata memiliki pengaruh baik bagi modernisasi. Industri Jepang sangat berkembang setelah Restorasi meiji, dibuktikan dengan perkembangan teknologi, universitas, pabrik-pabrik, bangunan dari batu bata, serta pembangunan bandara serta rel kereta api. Perkembangan Jepang sangat pesat pada masa ini, bahkan gempa bumi pada 1923 yang menghancurkan lebih dari 70% Tokyo dan membunuh 100.000 orang, nyaris tidak dapat menghentikan perkembangan ini.
Jepang yang memiliki wilayah sempit dan sumber daya yang terbatas, akhirnya melakukan invansi ke China. Pada 1895 Jepang menguasai Taiwan, Korea, dan sebagian Manchuria. Bahkan pada 1905 Jepang mengalahkan Rusia, yang dicatat sebagai kejutan sekaligus titik balik sejarah bahwa bangsa Asia bisa mengalahkan bangsa Eropa yang pada waktu itu dianggap tak terkalahkan. Pada 1931 Jepang melakukan serangan total ke China dan pada 1941 telah memiliki armada yang amat kuat. Tahun itulah Jepang menyerang Pearl Harbor, menghancurkan armada Pasifik Amerika Serikat sebagai persiapan menguasai Asia Tenggara yang kaya sumber daya alam. Bersekutu dengan Jerman dan Italia dalam perang yang dikenal sebagai Perang Dunia ke-II ini, akhirnya Jepang menyerah ketika bom atom meledak di Hiroshima dan Nagasaki. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Jepang diduduki bangsa asing, dan kekaisaran kehilangan kekuasaannya. Jepang mulai saat itu menjadi bangsa demokratis dengan Amerika Serikat membangun pangkalan perangnya di sana. Jepang tidak lama-lama dalam kehancuran akibat kalah perang. Hanya sepuluh tahun setelah bom atom, Hiroshima dan Nagasaki telah kembali menjadi pusat ekonomi yang kuat seperti sebelum perang. Produk-produk Jepang membanjiri pasar negara barat dan korporasi besar di Jepang semakin menggurita. Dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan para pengusaha (sering disebut sebagai Japan Inc. di barat), bangsa kepulauan kecil yang hancur dalam perang telah kembali sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia.
Namun tiada pesta yang tak berakhir. Pertumbuhan yang pesat ini juga akhirnya usai. Bursa saham Tokyo, Nikkei, akhirnya kolaps pada 1989, turun berantakan. Harga real estate jatuh sampai sepertiga, bursa saham turun sampai setengah, ditambah lagi sebuah gempa besar di Kobe pada 1995. Ditambah lagi utang pemerintah yang mencapai 2x GDP, permasalahan menuanya usia penduduk, dan masih banyak lagi, membuat tahun 1990 an disebut sebagai “lost decade” di Jepang. Akhirnya Jepang pun dilewati oleh China. Jepang memang dalam krisis, namun ekonominya masih tetap sangat tinggi untuk standar dunia sekalipun. GDP daerah Kanto (Tokyo dan sekitarnya) masih setara dengan keseluruhan Britania Raya. GDP daerah Kansai (Osaka dan sekitarnya) masih setara dengan keseluhan negeri Belanda.
Orang Jepang
Sebagai sebuah negara kepulauan yang relative terisolasi dari bangsa asing selama berabad-abad, populasi Jepang relatif sangat homogen. Lebih dari 97% warga Jepang adalah orang asli Jeapng. Minoritas kebanyakan dari etnis China dan Korea, dengan total sekitar 2 juta jiwa. Orang Jepang dikenal dengan kesopanannya dan dikenal cukup ramah pada pendatang. Generasi muda Jepang biasanya tertarik untuk bertemu dan berteman dengan wisatawan asing.
Namun ada juga orang-orang Jepang yang tertutup pada bangsa asing. Orang-orang ini dapat dibagi menjadi 2. Pertama, mereka yang memang rasis dan malas berurusan dengan orang asing (外人 gaijin). Kedua, orang yang malu saja. Banyak teman bule saya yang bercerita bahwa orang Jepang terutama generasi tua agak enggan berbicara dengan mereka karena takut tidak bisa bahasa Inggris. Banyak pula teman Jepang saya yang berkata bahwa mereka mengaku sungkan bila berbicara dengan orang Eropa, dll karena malu akan kemampuan berbahasa Inggrisnya.

Tentang Saya
Saya adalah orang Indonesia, hobi flashpacking (semacam backpacking namun sedikit berbeda) yang tinggal di Tokyo, Jepang. Saya sudah pernah datang ke Jepang sebagai wisatawan, sebagai murid, dan juga sekarang kerja di Jepang dan berbisnis dengan orang Jepang jadi semoga saya punya sedikit gambaran tentang Jepang dari berbagai perspektif yang berbeda deh. Hehehe.
Sekilas Tentang Jepang
Jepang, atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Japan, atau Nihon dalam bahasa Jepang itu sendiri, adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Negara yang sering dijuluki sebagai Negeri Sakura atau Negeri Matahari Terbit ini adalah perpadauan antara masa lalu dan masa depan. Teknologi canggih, deretan pencakar langit, fashion dan gaya hidup modern berkembang bersama tradisi dan kebudayaan yang telah berumur ribuan tahun. Jepang adalah suatu teater kontradiksi. Banyak perusahaan dan korporasi Jepang, ambillah contoh Mitsubishi, Toyota, Nissan, Honda, Canon, dll mendominasi di dunia. Namun ketika membaca berita finansial sepertinya Jepang sedang dalam masalah keuangan yang parah. Banyak kota besar di Jepang sangat modern dan berteknologi tinggi, namun bangunan kayu klasik dan kuil keluarga berumur ratusan tahun masih dapat ditemukan di sebelah kondominium mewah yang harga sewanya mencapai ¥2.000.000 atau sekitar Rp 200.000.000,- per bulan. Anime-anime yang cute bertebaran, namun pornografi yang paling hardcore pun dapat ditemukan di tempat yang sama. Ketika saya tinggal di apartemen saya dulu yang jelek, dari jendela kecil tempat saya merokok di malam hari bisa dilihat suatu kondominium mewah yang di dalamnya terdapat baying-bayang TV raksasa yang lebih tinggi dari manusia. Di apartemen saya yang sekarang ini meskipun relatif modern dengan toilet otomatis ber-touchscreen (ya, beneran), dari balkon saya masih bisa melihat suatu balkon apartemen kecil berpintu geser kayu, di mana seorang kakek sepuh akan keluar beberapa kali sehari untuk melihat bonsai-bonsainya. Begitu juga pemandangan para eksekutif Jepang yang berdasi dan berjas, namun melakukan pembicaraan bisnis duduk tanpa kursi sambil menikmati teh hijau panas. Kebudayaan yang amat beragam ini menurut saya akan membuat kemungkinan anda akan bosan di Jepang menjadi kecil sekali.
Sejarah Jepang
Kepulauan Jepang mulai dihuni mulai 50.000 tahun lalu menurut bukti-bukti arkeologi. Menurut legenda yang ada di masyarakat, Kaisar Jimmu memerintah mulai abad ke-7 sebelum Masehi dan terus menerus menurunkan tahtanya sampai kekaisaran yang sekarang ini. Namun para arkeolog dan sejarawan mengatakan bahwa menurut bukti-bukti yang ada, kekaisaran ini dimulai dari abad ke-3 Masehi yang disebut sebagai Periode Kofun, dimana Jepang mendapat pengaruh kuat dari China, mulai penggunaan sumpit, agama Buddha Mahayana, sampai permainan Go.
Pada Periode Asuka, Jepang mulai memiliki pemerintahan sentral dan baru pada Periode Nara, Jepang memiliki kekaisaran yang kuat beribukota di Nara. Kemudian pada Periode Heian ibukota Jepang dipindahkan ke Kyoto. Pengaruh China juga sangat kuat pada masa ini sehingga tak heran kebudayaan Jepang ada mirip-miripnya dengan China. Kemudian ada Periode Kamakura dan Periode Muromachi. ketika para samurai memiliki kekuatan politik. Samurai terkuat yang memiliki pengaruh ini disebut Shogun. Terjadilah perang turun-temurun antar penguasa daerah ini sampai Tokugawa Ieyasu berhasil menyatukan kembali Jepang pada tahun 1600. Shogun Tokugawa memerintah dari Edo atau yang hari ini disebut sebagai Tokyo.
Selama ribuan tahun sejarahnya, kontak Jepang hanya dilakukan dengan China dan Korea. Hal ini berubah ketika sebuah kapal AS dibawah kepemimpinan Matthew Perry mendarat di Yokohama pada 1854 dan memaksa Jepang membuka diri untuk perdagangan dengan dunia barat. Perjanjian pun ditandatangani dan para shogun pun kehilangan kekuasaan ketika timbul Restorasi Meiji pada 1867. Restorasi Meiji ini mirip pemaksaan globalisme pada masyarakat Jepang namun ternyata memiliki pengaruh baik bagi modernisasi. Industri Jepang sangat berkembang setelah Restorasi meiji, dibuktikan dengan perkembangan teknologi, universitas, pabrik-pabrik, bangunan dari batu bata, serta pembangunan bandara serta rel kereta api. Perkembangan Jepang sangat pesat pada masa ini, bahkan gempa bumi pada 1923 yang menghancurkan lebih dari 70% Tokyo dan membunuh 100.000 orang, nyaris tidak dapat menghentikan perkembangan ini.
Jepang yang memiliki wilayah sempit dan sumber daya yang terbatas, akhirnya melakukan invansi ke China. Pada 1895 Jepang menguasai Taiwan, Korea, dan sebagian Manchuria. Bahkan pada 1905 Jepang mengalahkan Rusia, yang dicatat sebagai kejutan sekaligus titik balik sejarah bahwa bangsa Asia bisa mengalahkan bangsa Eropa yang pada waktu itu dianggap tak terkalahkan. Pada 1931 Jepang melakukan serangan total ke China dan pada 1941 telah memiliki armada yang amat kuat. Tahun itulah Jepang menyerang Pearl Harbor, menghancurkan armada Pasifik Amerika Serikat sebagai persiapan menguasai Asia Tenggara yang kaya sumber daya alam. Bersekutu dengan Jerman dan Italia dalam perang yang dikenal sebagai Perang Dunia ke-II ini, akhirnya Jepang menyerah ketika bom atom meledak di Hiroshima dan Nagasaki. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Jepang diduduki bangsa asing, dan kekaisaran kehilangan kekuasaannya. Jepang mulai saat itu menjadi bangsa demokratis dengan Amerika Serikat membangun pangkalan perangnya di sana. Jepang tidak lama-lama dalam kehancuran akibat kalah perang. Hanya sepuluh tahun setelah bom atom, Hiroshima dan Nagasaki telah kembali menjadi pusat ekonomi yang kuat seperti sebelum perang. Produk-produk Jepang membanjiri pasar negara barat dan korporasi besar di Jepang semakin menggurita. Dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan para pengusaha (sering disebut sebagai Japan Inc. di barat), bangsa kepulauan kecil yang hancur dalam perang telah kembali sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia.
Namun tiada pesta yang tak berakhir. Pertumbuhan yang pesat ini juga akhirnya usai. Bursa saham Tokyo, Nikkei, akhirnya kolaps pada 1989, turun berantakan. Harga real estate jatuh sampai sepertiga, bursa saham turun sampai setengah, ditambah lagi sebuah gempa besar di Kobe pada 1995. Ditambah lagi utang pemerintah yang mencapai 2x GDP, permasalahan menuanya usia penduduk, dan masih banyak lagi, membuat tahun 1990 an disebut sebagai “lost decade” di Jepang. Akhirnya Jepang pun dilewati oleh China. Jepang memang dalam krisis, namun ekonominya masih tetap sangat tinggi untuk standar dunia sekalipun. GDP daerah Kanto (Tokyo dan sekitarnya) masih setara dengan keseluruhan Britania Raya. GDP daerah Kansai (Osaka dan sekitarnya) masih setara dengan keseluhan negeri Belanda.
Orang Jepang
Sebagai sebuah negara kepulauan yang relative terisolasi dari bangsa asing selama berabad-abad, populasi Jepang relatif sangat homogen. Lebih dari 97% warga Jepang adalah orang asli Jeapng. Minoritas kebanyakan dari etnis China dan Korea, dengan total sekitar 2 juta jiwa. Orang Jepang dikenal dengan kesopanannya dan dikenal cukup ramah pada pendatang. Generasi muda Jepang biasanya tertarik untuk bertemu dan berteman dengan wisatawan asing.
Namun ada juga orang-orang Jepang yang tertutup pada bangsa asing. Orang-orang ini dapat dibagi menjadi 2. Pertama, mereka yang memang rasis dan malas berurusan dengan orang asing (外人 gaijin). Kedua, orang yang malu saja. Banyak teman bule saya yang bercerita bahwa orang Jepang terutama generasi tua agak enggan berbicara dengan mereka karena takut tidak bisa bahasa Inggris. Banyak pula teman Jepang saya yang berkata bahwa mereka mengaku sungkan bila berbicara dengan orang Eropa, dll karena malu akan kemampuan berbahasa Inggrisnya.
Diubah oleh wewintj 21-03-2013 22:46
monkeydfarly memberi reputasi
1
715.4K
10K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Mancanegara
5.9KThread•3.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
wewintj
#2
Datang ke Jepang
Jika naik pesawat ke Tokyo, ada 2 airport yakni Haneda Airport (HND) dan Narita Airport (NRT). Saya lebih suka Haneda sebab dekat dari pusat kota dan juga tempat tinggal saya di Shinjuku. Narita cukup jauh dari kota dan kalau tidak terpaksa saya akan menghindari untuk menggunakan Narita. Kalau ke Osaka, biasanya penerbangan internasional akan ke Kansai International Airport (KIX). Di luar ketiga airport tersebut, biasanya jarang sekali penerbangan internasional dari Indonesia. Dari Indonesia, ada direct flight ke Tokyo menggunakan Garuda, kalau gak salah dari Soekarno-Hatta (CGK) dan dari Denpasar (DPS). Berangkatnya malam, sampainya pagi. Sangat bagus karena tidak buang waktu. AirAsia juga ada sampainya malam-malam jam 11 (sering jemput teman). Sementara saya sendiri pengguna setia Cathay Pacific, ada beberapa flight ke Hongkong. Cathay Pacific terbang juga dari Jakarta, Surabaya, dan Denpasar.
Kalau naik kapal? Mungkin kalau ada yang bosan naik pesawat, ada kapal ferry internasional dari Busan ke Fukuoka namun biasanya malah lebih mahal dibanding pesawat. Saya pernah coba JR Kyushu Ferry dari Fukuoka ke Busan sekali jalan hampir ¥15.000 dan waktu perjalanan sekitar 4 jam. Katanya ada juga Busan ke Osaka, sekitar 20 jam tapi saya gak pernah naik jadi kurang tahu. Untuk ke dan dari China ada beberapa kapal juga, antara Shanghai ke Osaka, Tianjin ke Osaka, dll. Untuk ke Rusia juga ada, ke pulau Sakhalin dari Wakkanai. Ke Vladivostok juga ada tapi memakan waktu sekitar 3 hari. Perjalanan naik kapal ini sangat tidak direkomendasikan untuk orang yang baru pertama kali ke Jepang. Mungkin buat yang sudah sering sampai bosan dengan yang biasa-biasa.
Tempat Tinggal Selama di Jepang
Ya, Jepang memang sangat mahal. Tokyo misalnya, jangankan kita melihat dari mata orang Indonesia saja. Dari mata dunia pun Tokyo termasuk yang paling mahal. Berkali-kali Tokyo mendapat predikat kota termahal di dunia. Memang mencari tempat tinggal yang murah di Jepang terutama untuk jangka waktu pendek / wisatawan cukup susah. Kalau mau disini dalam waktu lama, biaya itu akan lebih terjangkau. Selama pengalaman saya di Jepang, ternyata mitos Jepang itu mahal banget, dll itu tidak 100% benar. Berikut beberapa Youth hostels (ユースホステル yūsu hosuteru), yang recommended, ini sepengetahuan saya saja kalau ada tambahan silahkan PM akan saya masukin juga:
TOKYO
Ini saya baru nemu ada orang Indonesia yang menyewakan apartemen harian di Tokyo, bukan Tokyo sih tepatnya Chiba. Itu deket Disneyland Tokyo tapi lumayan jauh sama Shinjuku, dll. Tertulis 290.000, sepertinya lumayan harganya dan karena faktor orang Indonesianya juga, mungkin ybs bisa menolong kalau ada perlu apa-apa, tolong yang udah pengalaman ke sini kasih review yeah.. Apartemen Harian di Chiba, deket Disneyland Tokyo
[URL="http://www.aizuya-inn.com "]Aizuya Inn[/URL]
di Taito-ku, dekat Ueno. Mulai ¥2200, kalau stay lebih lama bisa dapet harga diskon sampai ¥2000. Coba tawar menawar saja, bisa dinego.
Khaosan Tokyo Guesthouse.
Ini mereka ada beberapa cabangnya, langsung ke websitenya saja. Mulai ¥2000. Yang di Sumida-ku yang jaga agak bajingan, harus dihindari. Untuk info kalau memang terpaksa di sana, bisa tanya.
Sakura Hostel.
Ini juga lumayan tapi agak mahal sedikit, mulai ¥2500
K's House Backpacker's Hostel
ini lumayan terkenal, katanya teman ane sih bagus tapi agak mahal mulai ¥3000
OSAKA
Guesthouse Osaka. Ini dia spesialisnya guesthouse di Osaka. Punya banyak cabang. Ramah sekali. Sehari mulai ¥2000, kalau sebulan bisa ¥40.000 an, bisa bantu carikan apartemen dll. Silahkan cek di website mereka
J Hoppers mulai ¥2500, silahkan buka J Hoppers
KYOTO
J Hoppers mulai ¥2500.
K's House Backpacker's Hostel
mulai ¥2500
HIROSHIMA
K's House Backpacker's Hostel
mulai sekitar ¥2000
SAPPORO
DK Guesthouse Sapporo mulai ¥1500 semalam, kalau bulanan bisa ¥20.000 Coba cek di sini.
Ino's Place Sapporo mulai ¥3000
Makanan Selama di Jepang
Banyak orang yang bilang biaya hidup di Jepang ngeri banget. Ya memang mahal tapi sebenarnya tidak semahal itu juga asal kita makannya juga gak rewel. Saya pernah membuktikan bahwa dalam sebulan ¥10.000 itu cukup kalau makan dirumah saja.
Kalau makan diluar makanan barat, makanan yang aneh-aneh kayak Brazil, Meksiko, India, sashimi/sushi memang mahal, tapi ada juga beberapa yang murah terutama Yoshinoya (ini banyak terkenal di kalangan mahasiswa dan pekerja kantoran karena ada menu-menu sekitar ¥300), Ramen, Curry Rice kalau di pusat kota kayak Shinjuku, Shibuya, Ueno, Tokyo Station, dll bisa ¥600 an, kalau di pinggiran bisa ¥400. Yang kayak Yoshinoya lainnya ada Tenya (てんや), MOS Burger, Beckers (ini punyanya JR atau perusahaan kereta maka banyak di subway… murah), Ootoya (大戸屋), Soup Stock Tokyo (macem-macem sop!), Lotteria (burger), First Kitchen (pizza, pasta, dll) Coco Ichibanya (macem-macem kare), fastfood barat kayak Wendy's, KFC, McDonald, restaurant chain lokal tapi namanya barat kayak Jonathan's, Skylark, Denny's, Royal Host, Sunday Sun, Volks, untuk kopi Starbucks dan Doutor Café. Dan kalau anda mau juga bisa cari di convenience strore (semacam Indomaret, Alfamart gitu lah) seperti Sunkus, 7-Eleven, Lawson, Marusho, dll itu ada banyak makanan bento (set nasi kotak), mie, spaghetti, dll dengan harga dibawah ¥500. Mie instant dapat ditemukan dimana-mana sekitar ¥100, air mineral ¥150 yang 2L, biasanya di hostel banyak yang disediakan secara gratis. Ingat air ini kalau di convenience store yang di pusat kota biasanya lebih mahal. Teh oolong, teh hijau, dll yang besar 2L sekitar ¥200, milk tea sekitar ¥300. Mie siap makan seperti Pop-Mie gitu juga bisa ditemukan dimana-mana.
Kalau memang agan-agan beneran pengen ngirit, saya sarankan bawa abon, mie, dll dari Indonesia.
Kalau makanan semacam sushi gitu biasanya 1 set isi 8 sekitar ¥800 kalau di supermarket, kalau di depot spesialis atau di restoran biasa bisa ¥1500-¥5000. Di warung sushi langganan ane di dekat Edogawabashi ¥2000 isi 8. Kalau sashimi beli di restoran mahal, bisa 2-3x lipatnya sushi sebab sashimi gak pake nasi. Jangan heran. Dagingnya lebih mahal lah. Sashimi kalau memang harga gak masalah bisa makan di Tsukiji Market, ada yang 1 slicenya ¥3000. Kalau pengen hemat makan sashimi bisa ke supermarket malem-malem biasanya didiskon sampai 60-80% sebab orang Jepang bener-bener mau yang segar. Tapi ini biasanya masih enak dan gak bikin sakit perut kok, sebab saya sering banget beli. Anda harus rebutan sama orang ekspatriat Afrika biasanya suka juga sashimi murah tapi mereka bukan buat dimakan tapi buat digoreng.
Untuk yang upper class makanannya banyak sekali gan, di Ginza ada fine dining yang 1 gelas air mineralnya dihargai ¥6000. Itu silahkan agan cari sendiri, gak bakal habis di Tokyo.
Untuk snack kue-kue dll, banyak banget ditemui biasanya sekitar ¥100-¥300 per kue.
Itu harga-harga di atas ane jelasin berdasarkan kondisi kota besar kayak Tokyo dan Osaka, untuk kota-kota lainnya bisa lebih murah. Bisa kurang sekitar 30%. Kalau di Okinawa apalagi semakin murah. Intinya di Tokyo kalau ngirit, sehari ¥1000 itu bisa banget.
Sistem Pembayaran di Jepang
Uang di Jepang adalah YEN, atau kalau bule bilangnya JPY. Simbolnya 円 biasa banyak di toko-toko, dalam bahasa Jepang dibaca “en” tanpa huruf y. Sekarang ini kursnya sekitar 90-95 yen untuk 1 US Dollar, kalau dalam rupiah sekitar 100 sampai 110 rupiah per yen.
Koin yen ada 1 yen (silver), 5 yen (tembaga berlubang), 10 (tembaga), 50 (silver lobang), 100 (silver), dan 500 yen (ada yang gold ada yang silver). Hati-hati dan ingatlah bahwa koin 100 yen anda itu nilainya lebih dari 10.000 rupiah, dan 500 yen anda lebih dari 50.000 rupiah. Jangan sampai jatuh! Hehehe.
Uang kertas ada 1000, 2000, 5000, dan 10.000 yen. Tapi kayaknya agan-agan gak akan nemu yang 2000 karena jarang banget. Ane dalam sebulan ini baru nemu 2. Jangan takut beli 100 yen bayar pakai 10.000, gak akan dimarahi oleh kasirnya.
Di Jepang, usahakan bawa cash karena budaya asia timur memang biasanya lebih suka pakai uang yang kelihatan mata, jangan kaget kalau banyak orang Jepang yang bawa uang ratusan juta di tasnya... cukup umum. Kecuali kafe, hotel yang modern baru punya credit card. Itupun kadang ada minimal pembeliannya.
Agan kalau ke Jepang saya sarankan tukar JPY dari Indonesia karena di Jepang susah banget mau nukarin rupiah. Atau kalau gak pengen bawa cash banyak, bisa ke ATM atau di Jepang disebut キャッシュコーナー kyasshu kōnā (dari bahasa inggris “cash corner”, “pojok tunai”. Tapi ingat bahwa ATM ini kebanyakan TIDAK MENERIMA KARTU DEBIT BANK ASING, ada pilihan lain yakni cashing (キャッシング kyasshingu), bisa tarik tunai dari credit card. ATM yang bisa dipakai kartu asing antara lain 7 BANK, biasa di 7-Eleven. JP Bank (ゆうちょ Yū-cho) atau bank kantor pos. Citibank, HSBC (香港上海銀行)dan bank internasional lain. Paling enak pakai 7 BANK karena buka 24 jam dan gampang ditemui (7-Eleven).
Kejahatan di Jepang minim gan, jadi gak usah takut bawa cash banyak Dompet jatuh asal jelas namanya, e-mailnya, dll kebanyakan pasti dibalikin sama orangnya yang nemu. Kalau dompet hilang coba cari pos polisi tulisan KOBAN. Polisinya biasanya akan ramah dan helpful tapi kadang kurang bisa bahasa Inggris kendalanya.
Jangan memberikan TIP di Jepang karena akan dianggap sebagai penghinaan. Biasanya tip sudah masuk dalam service charge 2%, 5% dll yang ditarik oleh restoran.
Jika naik pesawat ke Tokyo, ada 2 airport yakni Haneda Airport (HND) dan Narita Airport (NRT). Saya lebih suka Haneda sebab dekat dari pusat kota dan juga tempat tinggal saya di Shinjuku. Narita cukup jauh dari kota dan kalau tidak terpaksa saya akan menghindari untuk menggunakan Narita. Kalau ke Osaka, biasanya penerbangan internasional akan ke Kansai International Airport (KIX). Di luar ketiga airport tersebut, biasanya jarang sekali penerbangan internasional dari Indonesia. Dari Indonesia, ada direct flight ke Tokyo menggunakan Garuda, kalau gak salah dari Soekarno-Hatta (CGK) dan dari Denpasar (DPS). Berangkatnya malam, sampainya pagi. Sangat bagus karena tidak buang waktu. AirAsia juga ada sampainya malam-malam jam 11 (sering jemput teman). Sementara saya sendiri pengguna setia Cathay Pacific, ada beberapa flight ke Hongkong. Cathay Pacific terbang juga dari Jakarta, Surabaya, dan Denpasar.
Kalau naik kapal? Mungkin kalau ada yang bosan naik pesawat, ada kapal ferry internasional dari Busan ke Fukuoka namun biasanya malah lebih mahal dibanding pesawat. Saya pernah coba JR Kyushu Ferry dari Fukuoka ke Busan sekali jalan hampir ¥15.000 dan waktu perjalanan sekitar 4 jam. Katanya ada juga Busan ke Osaka, sekitar 20 jam tapi saya gak pernah naik jadi kurang tahu. Untuk ke dan dari China ada beberapa kapal juga, antara Shanghai ke Osaka, Tianjin ke Osaka, dll. Untuk ke Rusia juga ada, ke pulau Sakhalin dari Wakkanai. Ke Vladivostok juga ada tapi memakan waktu sekitar 3 hari. Perjalanan naik kapal ini sangat tidak direkomendasikan untuk orang yang baru pertama kali ke Jepang. Mungkin buat yang sudah sering sampai bosan dengan yang biasa-biasa.
Tempat Tinggal Selama di Jepang
Ya, Jepang memang sangat mahal. Tokyo misalnya, jangankan kita melihat dari mata orang Indonesia saja. Dari mata dunia pun Tokyo termasuk yang paling mahal. Berkali-kali Tokyo mendapat predikat kota termahal di dunia. Memang mencari tempat tinggal yang murah di Jepang terutama untuk jangka waktu pendek / wisatawan cukup susah. Kalau mau disini dalam waktu lama, biaya itu akan lebih terjangkau. Selama pengalaman saya di Jepang, ternyata mitos Jepang itu mahal banget, dll itu tidak 100% benar. Berikut beberapa Youth hostels (ユースホステル yūsu hosuteru), yang recommended, ini sepengetahuan saya saja kalau ada tambahan silahkan PM akan saya masukin juga:
TOKYO
Ini saya baru nemu ada orang Indonesia yang menyewakan apartemen harian di Tokyo, bukan Tokyo sih tepatnya Chiba. Itu deket Disneyland Tokyo tapi lumayan jauh sama Shinjuku, dll. Tertulis 290.000, sepertinya lumayan harganya dan karena faktor orang Indonesianya juga, mungkin ybs bisa menolong kalau ada perlu apa-apa, tolong yang udah pengalaman ke sini kasih review yeah.. Apartemen Harian di Chiba, deket Disneyland Tokyo
[URL="http://www.aizuya-inn.com "]Aizuya Inn[/URL]
di Taito-ku, dekat Ueno. Mulai ¥2200, kalau stay lebih lama bisa dapet harga diskon sampai ¥2000. Coba tawar menawar saja, bisa dinego.
Khaosan Tokyo Guesthouse.
Ini mereka ada beberapa cabangnya, langsung ke websitenya saja. Mulai ¥2000. Yang di Sumida-ku yang jaga agak bajingan, harus dihindari. Untuk info kalau memang terpaksa di sana, bisa tanya.
Sakura Hostel.
Ini juga lumayan tapi agak mahal sedikit, mulai ¥2500
K's House Backpacker's Hostel
ini lumayan terkenal, katanya teman ane sih bagus tapi agak mahal mulai ¥3000
OSAKA
Guesthouse Osaka. Ini dia spesialisnya guesthouse di Osaka. Punya banyak cabang. Ramah sekali. Sehari mulai ¥2000, kalau sebulan bisa ¥40.000 an, bisa bantu carikan apartemen dll. Silahkan cek di website mereka
J Hoppers mulai ¥2500, silahkan buka J Hoppers
KYOTO
J Hoppers mulai ¥2500.
K's House Backpacker's Hostel
mulai ¥2500
HIROSHIMA
K's House Backpacker's Hostel
mulai sekitar ¥2000
SAPPORO
DK Guesthouse Sapporo mulai ¥1500 semalam, kalau bulanan bisa ¥20.000 Coba cek di sini.
Ino's Place Sapporo mulai ¥3000
Makanan Selama di Jepang
Banyak orang yang bilang biaya hidup di Jepang ngeri banget. Ya memang mahal tapi sebenarnya tidak semahal itu juga asal kita makannya juga gak rewel. Saya pernah membuktikan bahwa dalam sebulan ¥10.000 itu cukup kalau makan dirumah saja.
Kalau makan diluar makanan barat, makanan yang aneh-aneh kayak Brazil, Meksiko, India, sashimi/sushi memang mahal, tapi ada juga beberapa yang murah terutama Yoshinoya (ini banyak terkenal di kalangan mahasiswa dan pekerja kantoran karena ada menu-menu sekitar ¥300), Ramen, Curry Rice kalau di pusat kota kayak Shinjuku, Shibuya, Ueno, Tokyo Station, dll bisa ¥600 an, kalau di pinggiran bisa ¥400. Yang kayak Yoshinoya lainnya ada Tenya (てんや), MOS Burger, Beckers (ini punyanya JR atau perusahaan kereta maka banyak di subway… murah), Ootoya (大戸屋), Soup Stock Tokyo (macem-macem sop!), Lotteria (burger), First Kitchen (pizza, pasta, dll) Coco Ichibanya (macem-macem kare), fastfood barat kayak Wendy's, KFC, McDonald, restaurant chain lokal tapi namanya barat kayak Jonathan's, Skylark, Denny's, Royal Host, Sunday Sun, Volks, untuk kopi Starbucks dan Doutor Café. Dan kalau anda mau juga bisa cari di convenience strore (semacam Indomaret, Alfamart gitu lah) seperti Sunkus, 7-Eleven, Lawson, Marusho, dll itu ada banyak makanan bento (set nasi kotak), mie, spaghetti, dll dengan harga dibawah ¥500. Mie instant dapat ditemukan dimana-mana sekitar ¥100, air mineral ¥150 yang 2L, biasanya di hostel banyak yang disediakan secara gratis. Ingat air ini kalau di convenience store yang di pusat kota biasanya lebih mahal. Teh oolong, teh hijau, dll yang besar 2L sekitar ¥200, milk tea sekitar ¥300. Mie siap makan seperti Pop-Mie gitu juga bisa ditemukan dimana-mana.
Kalau memang agan-agan beneran pengen ngirit, saya sarankan bawa abon, mie, dll dari Indonesia.
Kalau makanan semacam sushi gitu biasanya 1 set isi 8 sekitar ¥800 kalau di supermarket, kalau di depot spesialis atau di restoran biasa bisa ¥1500-¥5000. Di warung sushi langganan ane di dekat Edogawabashi ¥2000 isi 8. Kalau sashimi beli di restoran mahal, bisa 2-3x lipatnya sushi sebab sashimi gak pake nasi. Jangan heran. Dagingnya lebih mahal lah. Sashimi kalau memang harga gak masalah bisa makan di Tsukiji Market, ada yang 1 slicenya ¥3000. Kalau pengen hemat makan sashimi bisa ke supermarket malem-malem biasanya didiskon sampai 60-80% sebab orang Jepang bener-bener mau yang segar. Tapi ini biasanya masih enak dan gak bikin sakit perut kok, sebab saya sering banget beli. Anda harus rebutan sama orang ekspatriat Afrika biasanya suka juga sashimi murah tapi mereka bukan buat dimakan tapi buat digoreng.
Untuk yang upper class makanannya banyak sekali gan, di Ginza ada fine dining yang 1 gelas air mineralnya dihargai ¥6000. Itu silahkan agan cari sendiri, gak bakal habis di Tokyo.
Untuk snack kue-kue dll, banyak banget ditemui biasanya sekitar ¥100-¥300 per kue.
Itu harga-harga di atas ane jelasin berdasarkan kondisi kota besar kayak Tokyo dan Osaka, untuk kota-kota lainnya bisa lebih murah. Bisa kurang sekitar 30%. Kalau di Okinawa apalagi semakin murah. Intinya di Tokyo kalau ngirit, sehari ¥1000 itu bisa banget.
Sistem Pembayaran di Jepang
Uang di Jepang adalah YEN, atau kalau bule bilangnya JPY. Simbolnya 円 biasa banyak di toko-toko, dalam bahasa Jepang dibaca “en” tanpa huruf y. Sekarang ini kursnya sekitar 90-95 yen untuk 1 US Dollar, kalau dalam rupiah sekitar 100 sampai 110 rupiah per yen.
Koin yen ada 1 yen (silver), 5 yen (tembaga berlubang), 10 (tembaga), 50 (silver lobang), 100 (silver), dan 500 yen (ada yang gold ada yang silver). Hati-hati dan ingatlah bahwa koin 100 yen anda itu nilainya lebih dari 10.000 rupiah, dan 500 yen anda lebih dari 50.000 rupiah. Jangan sampai jatuh! Hehehe.
Uang kertas ada 1000, 2000, 5000, dan 10.000 yen. Tapi kayaknya agan-agan gak akan nemu yang 2000 karena jarang banget. Ane dalam sebulan ini baru nemu 2. Jangan takut beli 100 yen bayar pakai 10.000, gak akan dimarahi oleh kasirnya.
Di Jepang, usahakan bawa cash karena budaya asia timur memang biasanya lebih suka pakai uang yang kelihatan mata, jangan kaget kalau banyak orang Jepang yang bawa uang ratusan juta di tasnya... cukup umum. Kecuali kafe, hotel yang modern baru punya credit card. Itupun kadang ada minimal pembeliannya.
Agan kalau ke Jepang saya sarankan tukar JPY dari Indonesia karena di Jepang susah banget mau nukarin rupiah. Atau kalau gak pengen bawa cash banyak, bisa ke ATM atau di Jepang disebut キャッシュコーナー kyasshu kōnā (dari bahasa inggris “cash corner”, “pojok tunai”. Tapi ingat bahwa ATM ini kebanyakan TIDAK MENERIMA KARTU DEBIT BANK ASING, ada pilihan lain yakni cashing (キャッシング kyasshingu), bisa tarik tunai dari credit card. ATM yang bisa dipakai kartu asing antara lain 7 BANK, biasa di 7-Eleven. JP Bank (ゆうちょ Yū-cho) atau bank kantor pos. Citibank, HSBC (香港上海銀行)dan bank internasional lain. Paling enak pakai 7 BANK karena buka 24 jam dan gampang ditemui (7-Eleven).
Kejahatan di Jepang minim gan, jadi gak usah takut bawa cash banyak Dompet jatuh asal jelas namanya, e-mailnya, dll kebanyakan pasti dibalikin sama orangnya yang nemu. Kalau dompet hilang coba cari pos polisi tulisan KOBAN. Polisinya biasanya akan ramah dan helpful tapi kadang kurang bisa bahasa Inggris kendalanya.
Jangan memberikan TIP di Jepang karena akan dianggap sebagai penghinaan. Biasanya tip sudah masuk dalam service charge 2%, 5% dll yang ditarik oleh restoran.
Diubah oleh wewintj 05-09-2013 00:36
0