Kaskus

Food & Travel

wewintjAvatar border
TS
wewintj
Japan A to Z: All about Travelling in Japan
Halo. Permisi mimin dan momod serta sepuh dan seluruh kaskuser traveller. Permisi newbie mau bikin thread. Ane lihat tidak ada thread yang mencakup tentang semua hal tentang Jepang, jadi semoga thread ini bisa sesuai pada tempatnya. Di sini ane mau sajikan informasi tentang Jepang dari A sampai Z. Semoga bisa menjadi tempat komunikasi dan sharing mengenai traveling ke Jepang. Segala pertanyaan, saran, tambahan, dll diterima dengan senang hati. emoticon-Kiss

Tentang Saya
Saya adalah orang Indonesia, hobi flashpacking (semacam backpacking namun sedikit berbeda) yang tinggal di Tokyo, Jepang. Saya sudah pernah datang ke Jepang sebagai wisatawan, sebagai murid, dan juga sekarang kerja di Jepang dan berbisnis dengan orang Jepang jadi semoga saya punya sedikit gambaran tentang Jepang dari berbagai perspektif yang berbeda deh. Hehehe.

Sekilas Tentang Jepang
Jepang, atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Japan, atau Nihon dalam bahasa Jepang itu sendiri, adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Negara yang sering dijuluki sebagai Negeri Sakura atau Negeri Matahari Terbit ini adalah perpadauan antara masa lalu dan masa depan. Teknologi canggih, deretan pencakar langit, fashion dan gaya hidup modern berkembang bersama tradisi dan kebudayaan yang telah berumur ribuan tahun. Jepang adalah suatu teater kontradiksi. Banyak perusahaan dan korporasi Jepang, ambillah contoh Mitsubishi, Toyota, Nissan, Honda, Canon, dll mendominasi di dunia. Namun ketika membaca berita finansial sepertinya Jepang sedang dalam masalah keuangan yang parah. Banyak kota besar di Jepang sangat modern dan berteknologi tinggi, namun bangunan kayu klasik dan kuil keluarga berumur ratusan tahun masih dapat ditemukan di sebelah kondominium mewah yang harga sewanya mencapai ¥2.000.000 atau sekitar Rp 200.000.000,- per bulan. Anime-anime yang cute bertebaran, namun pornografi yang paling hardcore pun dapat ditemukan di tempat yang sama. Ketika saya tinggal di apartemen saya dulu yang jelek, dari jendela kecil tempat saya merokok di malam hari bisa dilihat suatu kondominium mewah yang di dalamnya terdapat baying-bayang TV raksasa yang lebih tinggi dari manusia. Di apartemen saya yang sekarang ini meskipun relatif modern dengan toilet otomatis ber-touchscreen (ya, beneran), dari balkon saya masih bisa melihat suatu balkon apartemen kecil berpintu geser kayu, di mana seorang kakek sepuh akan keluar beberapa kali sehari untuk melihat bonsai-bonsainya. Begitu juga pemandangan para eksekutif Jepang yang berdasi dan berjas, namun melakukan pembicaraan bisnis duduk tanpa kursi sambil menikmati teh hijau panas. Kebudayaan yang amat beragam ini menurut saya akan membuat kemungkinan anda akan bosan di Jepang menjadi kecil sekali.

Sejarah Jepang
Kepulauan Jepang mulai dihuni mulai 50.000 tahun lalu menurut bukti-bukti arkeologi. Menurut legenda yang ada di masyarakat, Kaisar Jimmu memerintah mulai abad ke-7 sebelum Masehi dan terus menerus menurunkan tahtanya sampai kekaisaran yang sekarang ini. Namun para arkeolog dan sejarawan mengatakan bahwa menurut bukti-bukti yang ada, kekaisaran ini dimulai dari abad ke-3 Masehi yang disebut sebagai Periode Kofun, dimana Jepang mendapat pengaruh kuat dari China, mulai penggunaan sumpit, agama Buddha Mahayana, sampai permainan Go.

Pada Periode Asuka, Jepang mulai memiliki pemerintahan sentral dan baru pada Periode Nara, Jepang memiliki kekaisaran yang kuat beribukota di Nara. Kemudian pada Periode Heian ibukota Jepang dipindahkan ke Kyoto. Pengaruh China juga sangat kuat pada masa ini sehingga tak heran kebudayaan Jepang ada mirip-miripnya dengan China. Kemudian ada Periode Kamakura dan Periode Muromachi. ketika para samurai memiliki kekuatan politik. Samurai terkuat yang memiliki pengaruh ini disebut Shogun. Terjadilah perang turun-temurun antar penguasa daerah ini sampai Tokugawa Ieyasu berhasil menyatukan kembali Jepang pada tahun 1600. Shogun Tokugawa memerintah dari Edo atau yang hari ini disebut sebagai Tokyo.

Selama ribuan tahun sejarahnya, kontak Jepang hanya dilakukan dengan China dan Korea. Hal ini berubah ketika sebuah kapal AS dibawah kepemimpinan Matthew Perry mendarat di Yokohama pada 1854 dan memaksa Jepang membuka diri untuk perdagangan dengan dunia barat. Perjanjian pun ditandatangani dan para shogun pun kehilangan kekuasaan ketika timbul Restorasi Meiji pada 1867. Restorasi Meiji ini mirip pemaksaan globalisme pada masyarakat Jepang namun ternyata memiliki pengaruh baik bagi modernisasi. Industri Jepang sangat berkembang setelah Restorasi meiji, dibuktikan dengan perkembangan teknologi, universitas, pabrik-pabrik, bangunan dari batu bata, serta pembangunan bandara serta rel kereta api. Perkembangan Jepang sangat pesat pada masa ini, bahkan gempa bumi pada 1923 yang menghancurkan lebih dari 70% Tokyo dan membunuh 100.000 orang, nyaris tidak dapat menghentikan perkembangan ini.

Jepang yang memiliki wilayah sempit dan sumber daya yang terbatas, akhirnya melakukan invansi ke China. Pada 1895 Jepang menguasai Taiwan, Korea, dan sebagian Manchuria. Bahkan pada 1905 Jepang mengalahkan Rusia, yang dicatat sebagai kejutan sekaligus titik balik sejarah bahwa bangsa Asia bisa mengalahkan bangsa Eropa yang pada waktu itu dianggap tak terkalahkan. Pada 1931 Jepang melakukan serangan total ke China dan pada 1941 telah memiliki armada yang amat kuat. Tahun itulah Jepang menyerang Pearl Harbor, menghancurkan armada Pasifik Amerika Serikat sebagai persiapan menguasai Asia Tenggara yang kaya sumber daya alam. Bersekutu dengan Jerman dan Italia dalam perang yang dikenal sebagai Perang Dunia ke-II ini, akhirnya Jepang menyerah ketika bom atom meledak di Hiroshima dan Nagasaki. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Jepang diduduki bangsa asing, dan kekaisaran kehilangan kekuasaannya. Jepang mulai saat itu menjadi bangsa demokratis dengan Amerika Serikat membangun pangkalan perangnya di sana. Jepang tidak lama-lama dalam kehancuran akibat kalah perang. Hanya sepuluh tahun setelah bom atom, Hiroshima dan Nagasaki telah kembali menjadi pusat ekonomi yang kuat seperti sebelum perang. Produk-produk Jepang membanjiri pasar negara barat dan korporasi besar di Jepang semakin menggurita. Dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan para pengusaha (sering disebut sebagai Japan Inc. di barat), bangsa kepulauan kecil yang hancur dalam perang telah kembali sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Namun tiada pesta yang tak berakhir. Pertumbuhan yang pesat ini juga akhirnya usai. Bursa saham Tokyo, Nikkei, akhirnya kolaps pada 1989, turun berantakan. Harga real estate jatuh sampai sepertiga, bursa saham turun sampai setengah, ditambah lagi sebuah gempa besar di Kobe pada 1995. Ditambah lagi utang pemerintah yang mencapai 2x GDP, permasalahan menuanya usia penduduk, dan masih banyak lagi, membuat tahun 1990 an disebut sebagai “lost decade” di Jepang. Akhirnya Jepang pun dilewati oleh China. Jepang memang dalam krisis, namun ekonominya masih tetap sangat tinggi untuk standar dunia sekalipun. GDP daerah Kanto (Tokyo dan sekitarnya) masih setara dengan keseluruhan Britania Raya. GDP daerah Kansai (Osaka dan sekitarnya) masih setara dengan keseluhan negeri Belanda.

Orang Jepang
Sebagai sebuah negara kepulauan yang relative terisolasi dari bangsa asing selama berabad-abad, populasi Jepang relatif sangat homogen. Lebih dari 97% warga Jepang adalah orang asli Jeapng. Minoritas kebanyakan dari etnis China dan Korea, dengan total sekitar 2 juta jiwa. Orang Jepang dikenal dengan kesopanannya dan dikenal cukup ramah pada pendatang. Generasi muda Jepang biasanya tertarik untuk bertemu dan berteman dengan wisatawan asing.

Namun ada juga orang-orang Jepang yang tertutup pada bangsa asing. Orang-orang ini dapat dibagi menjadi 2. Pertama, mereka yang memang rasis dan malas berurusan dengan orang asing (外人 gaijin). Kedua, orang yang malu saja. Banyak teman bule saya yang bercerita bahwa orang Jepang terutama generasi tua agak enggan berbicara dengan mereka karena takut tidak bisa bahasa Inggris. Banyak pula teman Jepang saya yang berkata bahwa mereka mengaku sungkan bila berbicara dengan orang Eropa, dll karena malu akan kemampuan berbahasa Inggrisnya.

Diubah oleh wewintj 21-03-2013 22:46
monkeydfarlyAvatar border
monkeydfarly memberi reputasi
1
715.4K
10K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Mancanegara
Mancanegara
KASKUS Official
5.9KThread3.6KAnggota
Tampilkan semua post
wewintjAvatar border
TS
wewintj
#1
Budaya Jepang
Kebudayaan Jepang sangat unik karena dulu sempat terisolasi untuk waktu yang sangat panjang. Kebudayaan China lah yang amat berpengaruh di Jepang. Bahkan orang yang bisa menulis huruf Mandarin akan sangat terbantu ketika ingin belajar kanji Jepang.

Untuk keagamaan, Jepang memiliki dua tradisi religius, yang pertama adalah Shinto (神道), agama animisme yang memiliki sejarah panjang di Jepang. Kedua adalah Buddhisme. Agama nasrani dibawa oleh para pendatang dan misionaris Eropa, dulu dilarang dan dihancurkan pada masa shogun, namun sekarang mulai mendapatkan tempat di hati masyarakat Jepang. Islam, Hinduisme juga dapat ditemui namun pengikutnya kebanyakan hanya pendatang. Agama selain Shinto dan Buddhisme hanya kecil sekali prosentasenya.

Secara keseluruhan, orang Jepang kebanyakan tidak religius. Meskipun mereka sering datang ke kuil untuk berdoa dan ketika festival keagamaan, ajaran dan doktrin agama nyaris tidak mempengaruhi kebudayaan sehari-hari. Pernah diadakan polling, ternyata orang Jepang 80% Shinto, 80% Buddhis. Karena orang Jepang biasa tidak membedakan antara kuil yang dikunjungi antara Buddha atau Shinto. Bahkan banyak kuil Buddhisme dan Shinto yang terletak berdampingan tanpa pagar. Banyak pula dikatakan orang Jepang adalah penganut Shinto ketika hidup namun Buddhis ketika meninggal, karena biasanya pernikahan dan festival mengikuti tradisi Shinto dan pemakaman mengikuti tradisi Buddhisme. Agama nasrani dapat diamati secara kultural. Banyak orang yang punya kuil Shinto namun pada bulan Desember pasang pohon natal. Santa Klaus, lomba menghias telur paskah juga dapat ditemui di sekolah-sekolah Jepang terutama yang di kota besar.

Untuk hiburan, biasanya orang Jepang akan minum bir sepulang kerja. Dan ketika pulangnya kemalaman dan ketinggalan kereta, mereka akan tidur di stasiun atau taman dan cepat-cepat mengambil kereta pertama waktu subuh ke rumah, mandi, dan langsung berangkat ke tempat kerja. Jangan kaget melihat pemandangan ini di Jepang. Selain minum bir, karaoke (カラオケ) juga sangat popular. Begitu juga dengan pachinko, lotere, dan bentuk perjudian lain. Untuk permainan, Go (囲碁 igo), shogi (将棋), Mahjong (麻雀 mājan) merupakan game yang terkenal di Jepang. Sedangkan olahraga yang paling populer adalah baseball.


Musim di Jepang

Musim Semi (Spring) dimulai pada Maret sampai Juni dengan berkembangnya bunga sakura. Suhunya hangat namun tidak panas, dan jarang terjadi hujan.

Musim Panas (Summer) dimulai pada Juni, jadi sangat panas pada Juli dan Agustus (mencapai 35-40 derajat Celcius di Tokyo), saya sering kabur di Hokkaido kalau terlalu panas. Banyak sekali festival menarik pada musim panas ini, termasuk festival kembang api (花火大会 hanabi taikai)

Musim Gugur (Fall) dimulai pada September. Banyak sekali angin topan namun masih lebih baik cuacanya dibanding pada musim panas.


Musim Dingin (Winter) pada akhir November sampai akhir Februari. Tokyo dan Osaka biasanya tidak terlalu dingin. Tokyo juga minim salju, jarang sekali turun salju, kalaupun turun hanya tipis dan tidak bertahan lama. Di Hokkaido baru banyak saljunya, di Sapporo sangat menarik festival es pada musim dingin ini.


Kota-Kota di Jepang


Jepang dibagi menjadi 9 daerah yaitu:
Hokkaido, pulau di utara yang penuh salju di musim dingin
Tohoku (Aomori, Miyagi, Akita, Fukushima, dll), di sebelah utara pulau Honshu, banyak seafood yang enak dan tempat terjadinya gempa bumi dan tsunami yang menghantam reactor nuklir di Fukushima beberapa waktu lalu.
Kanto (Tokyo, Yokohama, Gunma, Ibaraki, Chiba, Saitama, dll)
Kansai (Osaka, Mie, Kyoto, Nara, Hyogo, Kobe) pusat kebudayaan
Chubu (Niigata, Toyama, Nagano, Shizuoka, Nagoya, Aichi, dll.) tempatnya gunung Fuji
Chugoku (Tottori, Okayama, Hiroshima, dll)
Shikoku (Kagawa, Kochi, Tokushima)
Kyushu (Saga, Fukuoka, Nagasaki, Kagoshima, Miyazaki)
Okinawa, di ujung selatan Jepang, memiliki budaya yang relatif berbeda dengan bagian Jepang yang lain.

Kota-kota yang populer di kalangan wisatawan adalah Tokyo, Kanazawa, Hiroshima, Nagasaki, Osaka, Kyoto, Nara, Sapporo, dan Sendai.


Visa Jepang untuk WNI

Informasi Visa, Bagian Konsuler Kedutaan Besar Jepang di Jakarta

Menurut definisi pihak imigrasi Jepang, arti kata visa adalah “sebuah rekomendasi yang diberikan kepada warga negara asing untuk dapat masuk ke negara Jepang dan bukan berarti izin mutlak atau jaminan untuk dapat masuk ke negara Jepang. Keputusan terakhir untuk dapat masuk atau tidak ke negara Jepang akan diberikan oleh pihak Imigrasi Jepang pada saat mendarat di Jepang.”

Meskipun tertulis begitu, kecil kemungkinan bila sampai ditolak masuk waktu di bandara Jepang meskipun punya visa.
Ada beberapa macam visa Jepang, namun yang biasa untuk wisatawan adalah VISA KUNJUNGAN SEMENTARA (WISATA) DENGAN BIAYA SENDIRI. Syaratnya:
.
1. Paspor, udah jelas
2. Formulir permohonan visa dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm), ini ada bisa didownload di websitenya kedubes Jepang
3. Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili), udah jelas
4. Fotokopi Kartu Mahasiswa (hanya bila masih mahasiswa), udah jelas
5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang), bisa berupa tiket booking (gak usah bayar)
6. Jadwal Perjalanan (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang), ada formatnya yang bisa didownload
7. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu), udah jelas
8. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan kayak buku tabungan, rekening koran, dll. selama 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya)

Untuk masalah pengajuan visa, yang perlu diketahui gini aja. Kenapa kok perlu visa kalau mau ke Jepang? Karena Indonesia penghasilannya (baca: gaji) sangat rendah dan banyak sekali orang yang berusaha mencari peruntungan dengan jadi imigran gelap ke Jepang. Mereka ini biasanya pergi pakai VISA WISATA, tapi gak pulang-pulang dan tinggal illegal di Jepang. Karena itulah untuk mengeluarkan visa, pihak Jepang harus yakin bahwa anda tidak akan jadi imigran gelap, jadi untuk visa anda akan lebih mudah diterima bila anda: 1) berpenampilan meyakinkan, sopan, gak kayak bajingan (u know what I mean), dan bukan orang yang gak beres (Jepang tentunya gak pengen wilayahnya dimasuki orang yang potensial jadi perusuh). 2) anda bersih dari catatan kriminal, dll. 3) Duit anda banyak, anda punya penghasilan tetap, dll jadi anda kayaknya gak akan perlu jadi imigran gelap di Jepang. Ngapain juga, toh di Indonesia gue tajir atau setidaknya terjamin hidup gue. Gitu kasarannya. 4)Passport anda riwayatnya baik atau banyak stempelnya, itu membuat orang kedubes percaya bahwa anda memang hobi jalan-jalan dan agak berkurang kecurigaannya bahwa anda akan jadi imigran gelap. Apalagi kalau ada visa Eropa (schengen) atau USA, biasanya udah 100% lolos karena mereka tahu mau dapet 2 visa itu penyaringannya ketat banget dan udah qualified masuk Jepang kalau udah masuk USA atau schengen.

Anggaplah untuk 1 hari stay di Jepang anda harus punya tabungan 1 juta tapi anda kan sebenarnya bisa menghemat jadi setengahnya. Kalau anda mau di Jepang 14 hari tapi cuma punya uang 10 juta, anda booking pesawatnya, permohonan visanya 5 hari saja. Pasti anda dikasih 15 hari. Begitu juga kalau mau sebulan, coba ajukan 17 hari visa pasti dikasih 30 hari. Karena untuk WNI cuma ada 15 hari dan 30 hari untuk kunjungan singkatnya.

Untuk yang passport masi kosong? Uang di tabungan minim? Tenang gan! Bisa! Teman ane pernah keliling Jepang hampir 1 bulan dan visa 30 harinya disetujui hanya dengan duit 10 juta di rekening. Tapi dia di itinerarynya minta 17 hari saja, berikut visanya turis cuma 15 atau 30 hari ya dia dikasih 30 hari. Teman ane lainnya visa 15 hari disapprove hanya dengan 5 juta di rekening dan booking hostel udah jelas semua. Jadi intinya, gak sesusah itu kok dapet visa Jepang!



Diubah oleh wewintj 28-03-2013 18:26
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.