Musim yang sedang kulalui sekarang adalah
Summer, musim yang selalu memberikan semangat serta kesenangan serta dengan liburannya yang tergolong panjang.
Mengapa? Karena
Summerselalu identik dengan pantai, tempat untuk berenang, memecah semangka, selancar, dan oh ya yang paling disukai lelaki sepertiku, gadis – gadis cantik dengan
Bikini-nya.
Namun kali ini berbeda, aku sama sekali tidak pergi ke pantai, karena masalah internal serta adikku yang diam – diam meninggalkanku sendiri di rumah, dan hanya menitipkan sebuah catatan kecil yang memberitahu bahwa dia selaku anggota OSIS, sedang mengikuti kegiatan sekolah di luar kota.
Sebetulnya sih, aku bisa untuk pergi ke pantai sendiri, namun adikku ternyata bukan hanya diam – diam meninggalkanku, tapi juga diam – diam meminjam tabunganku.
Aku ingin marah, namun itu hanya akan memperkeruh suasana, yah, setidaknya dia masih memberiku uang makan serta camilan.
Dan kini aku hanya duduk di kursi teras, mengamati suasana malamnya
Summer.
Untuk yang pertama, karena
Summer pada dasarnya adalah musim yang sangat panas, otomatis malamnya juga begitu, meski sedikit lebih dingin, untunglah aku sudah menyiapkan segelas teh dingin, yang dapat menyejukan suasana.
Ketika aku sedang menikmati teh dingin ini, tiba – tiba tertangkap di telingaku sebuah bunyi, yang sangat nyaring.
Hmm... Cukup jarang untuk mendengarnya, mengingat suara tersebut biasanya terdengar di pedesaan, suara khasnya tonggeret, dan bila didengar lebih seksama, suara tersebut terdengar seperti suara senar biola yang digesek kasar, sebuah hal yang membuatku tertawa sendiri.
Oh ya, dan satu hal lagi yang membuatku sangat senang mengamati malam ini, yaitu...
Rasi bintang.
Sebuah pola yang dibentuk oleh bintang – bintang di langit, yang senantiasa memberikan cahaya pada langit yang gelap gulita selain sang rembulan.
Dan satu rasi bintang yang paling kuingat, kini menampakkan dirinya kepada kota ini.
Corona Australis.
Sang mahkota selatan, yah, mungkin karena kami tinggal di selatan, makanya aku menjadi selalu ingat dengan kumpulan cahaya tersebut.
Itu bukanlah rasi bintang yang terkenal layaknya dua belas zodiak, namun memiliki kenangan bagi diriku sendiri, karena itulah rasi bintang yang pertama diberitahu oleh... dia.
Yah, sudah cukup untuk mengamati langit malam sekarang, karena suara tonggeret yang makin merusak suasana, dan lebih baik aku tidur sekarang, sambil memikirkan sebuah hukuman untuk adikku.
Hmm, yang enak apa ya?
Fin