TS
wapranger
Magical Girl Imouto Chan
Genre : Family, slice of life, fantasy
Ini adalah kisah keseharian Mia, si bungsu. Baik itu berhubungan dengan sihir ataupun tidak.
Character
Mia

source : http://danbooru.donmai.us/posts/728683?tags=ech
“Kau tahu karakter Imouto dari Onichan Oniichan? Mia itu versi IRLnya. Baik dari badannya yang mungil, suara yang manis, bahkan sampai dengan sikapnya yang berusaha bersikap dewasa walau jatuhnya malah kekanak-kanakan mirip banget Imouto di Onichan Oniichan. Bedanya dengan Imouto, Imouto bisa melakukan excorsim, sedangkan Mia tidak. Mia hanya bisa melakukan sihir.”
Rangga

source : http://www.zerochan.net/357956
“Kakak nyebelin! Kerjaannya cuma nonton kartun di laptop, nyanyi – nyanyi pake bahasa jepang, terus gangguin Mia! Mia heran walau kerjanya cuma males – malesan, kenapa dia selalu punya uang buat beli mainan ama komik tiap bulan ya? Sampai - sampai kamarnya penuh ama komik dan mainan. Apa kakak dapet duit dari jualin barang – barang yang dia buat?”
Index
prolog1
prolog2
Quote:
Ini adalah kisah keseharian Mia, si bungsu. Baik itu berhubungan dengan sihir ataupun tidak.
Spoiler for character:
Character
Quote:
Mia

source : http://danbooru.donmai.us/posts/728683?tags=ech
“Kau tahu karakter Imouto dari Onichan Oniichan? Mia itu versi IRLnya. Baik dari badannya yang mungil, suara yang manis, bahkan sampai dengan sikapnya yang berusaha bersikap dewasa walau jatuhnya malah kekanak-kanakan mirip banget Imouto di Onichan Oniichan. Bedanya dengan Imouto, Imouto bisa melakukan excorsim, sedangkan Mia tidak. Mia hanya bisa melakukan sihir.”
- Pendapat Rangga terhadap adiknya, Mia.
Quote:
Rangga

source : http://www.zerochan.net/357956
“Kakak nyebelin! Kerjaannya cuma nonton kartun di laptop, nyanyi – nyanyi pake bahasa jepang, terus gangguin Mia! Mia heran walau kerjanya cuma males – malesan, kenapa dia selalu punya uang buat beli mainan ama komik tiap bulan ya? Sampai - sampai kamarnya penuh ama komik dan mainan. Apa kakak dapet duit dari jualin barang – barang yang dia buat?”
- Pendapat Mia terhadap kakaknya, Rangga.
Index
prolog1
prolog2
Quote:
Original Posted By Oniichan's note
Ini adalah konsep yang udah lama terpendam. Berawal dari kalimat mahou shoujo imouto chan (magical girl imouto chan –this is better actually) yang entah kenapa catchy banget buat saya. Maka berkembanglah cerita ini dengan sendirinya.
Anyway terima kasih banyak buat Lala, Cero, dan WAJ yang pernah saya tanya-tanyain tentang imouto. Thanks juga buat thread imouto club di forum sebelah dan Best imouto di AMH awards.
Ini adalah konsep yang udah lama terpendam. Berawal dari kalimat mahou shoujo imouto chan (magical girl imouto chan –this is better actually) yang entah kenapa catchy banget buat saya. Maka berkembanglah cerita ini dengan sendirinya.
Anyway terima kasih banyak buat Lala, Cero, dan WAJ yang pernah saya tanya-tanyain tentang imouto. Thanks juga buat thread imouto club di forum sebelah dan Best imouto di AMH awards.
Diubah oleh wapranger 14-04-2014 20:59
0
2.9K
Kutip
22
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
wapranger
#14
Spoiler for prologue 2:
“Kak, antar Mia ke toko buku yuk!” kata Mia suatu hari.
Kakaknya yang sedang bersantai sambil menonton berita di sofa memandang adiknya sebentar lalu tersenyum.
“Oniichan,” kata sang kakak. "Panggil kakak Oniichan dulu."
Mia memutarkan bola matanya. “Ayolah, sekalian kakak beli komik.”
“Niichan udah pesen online tuh,” balas sang kakak. “Tapi jika mau memanggil Oniichan....”
“Iiih!” kata Mia sebal sambil berjalan kepintu dapur dan berteriak “Mama! Kakak ga mau nganter Mia ke toko buku!”
Tidak ada balasan apapun. Mia mengintip ke dapur dan tidak ada siapa-siapa. Ia lalu berteriak sekali lagi di dekat ruang kerja akan tetapi tetap tidak ada jawaban. Sang kakak hanya tersenyum melihat hal itu.
“Kau melupakan satu hal, Imouto” kata Rangga sambil berjalan mendekati adiknya yang kebingungan mencari ibunya.
“Jurus rahasiamu, untuk memanggil greatest entitiy, tidak akan berhasil kau gunakan hari ini. Kau tahu kenapa?” bisik Rangga.
Mia yang melihat kakaknya mendekatinya, secara refleks melompat mundur hingga ia menabrak tembok. Satu tangan Rangga lalu memegang tembok dan ia mendekatkan wajahnya ke Mia.
“Karena mama sedang arisan!”
Mia menggembungkan pipinya. Ia menepis tangan kakaknya lalu berjalan ke luar rumah. Begitu gadis mungil itu sampai di depan pintu, ia membalikkan badannya.
“Jika kakak gak mau nganterin Mia, Mia teleport nih!” katanya kesal. Asap – asap putih keluar dari lubang pori – pori yang membesar di sekujur tubuhnya.
“Dan membiarkanmu keliatan telanjang oleh semua orang?”
Seluruh asap ditubuh Mia langsung saja menghilang bersamaan dengan Mia yang menutup tubuhnya. Seakan-akan dia memang sedang telanjang sekarang.
“Kau lupa, Imouto. kemampuan teleportmu hanya bisa memindahkan tubuhmu, tidak bisa meneleport benda ataupun pakaianmu.” Rangga kembali mendekati adiknya sambil memperbaiki letak kacamata.
Ia berdiri sebentar di depan Mia sambil tersenyum. Sebuah senyum yang seakan – akan ingin menunjukkan siapa yang memegang kekuasan.
“Jika kau ingin pergi ke toko buku sekarang, Imouto,” lanjut Rangga. “Satu – satunya opsi adalah, Onii~chwan.”
Mia melipat kedua tangannya di dada lalu memalingkan wajahnya. Rangga tersenyum melihat tingkah adiknya itu.
“Kalau kakak tidak ingin mengantar,” kata Mia sambil tersenyum penuh kemenangan. “Mia akan naik angkot.”
Rangga terdiam tidak percaya.
Sambil tersenyum, Mia berjalan perlahan ke arah pintu pagar. Rangga hanya bisa terdiam kaget melihat adiknya makin mendekati pintu pagar. Sedikit demi sedikit Mia semakin mendekati pintu pagar dan begitu ia memegang pagar,
“Tu- tunggu sebentar, Mi” kata Rangga khawatir. “Ka- kamu gila? Apa kamu ga liat berita di TV?"
Mia tersenyum lebar. ia tahu bahwa ia telah menang. Kakaknya akan mengantarnya.
"Anak – anak kecil pada diculik di angkot! belum lagi dirudapaksa dan dimutilasi. Apa kamu ga takut diculik, hah?”
“Eh!! Mia bukan anak kecil!”
“Pokoknya tunggu sebentar kakak pake baju dulu entar kakak anter.” Lanjut Rangga tergesa-gesa. “Jangan pergi dulu!”
Mia mendengus. Walaupun ia berhasil membujuk kakaknya untuk mengantarnya, ia sekarang menjadi kesal disamakan dengan anak kecil.
Quote:
Original Posted By Oniichan's note
Sebuah chapter spesial! Besok adik saya ultah jadi post ini adalah hadiah buat ngerayain ultahnya. Dipost sekarang soalnya takut besok saya sibuk. Then, Selamat ulang tahun adikku
Untuk Chapter selanjutnya, mungkin bulan depan dan kedepannya mungkin bakal banyak curahan cinta penulis terhadap Imouto di author note. Jadi pantengin terus ya
Btw, kalo formatnya kaya gini enak dibaca ga sih? Maksudnya dialognya digabung2 gitu.
Sebuah chapter spesial! Besok adik saya ultah jadi post ini adalah hadiah buat ngerayain ultahnya. Dipost sekarang soalnya takut besok saya sibuk. Then, Selamat ulang tahun adikku

Untuk Chapter selanjutnya, mungkin bulan depan dan kedepannya mungkin bakal banyak curahan cinta penulis terhadap Imouto di author note. Jadi pantengin terus ya

Btw, kalo formatnya kaya gini enak dibaca ga sih? Maksudnya dialognya digabung2 gitu.
Diubah oleh wapranger 14-04-2014 21:03
0
Kutip
Balas