TS
hafidkurnia
Penjelajah Dimensi

Quote:
Penjelajah dimensi, mewakili setiap part part kehidupan/pemikiran ane, fiksi maupun nyata.
Makanya ane namain penjelajah dimensi kalo mau buat harus inget inget kejadian yang pernah ane alamin maupun yang belum pernah ane alamin hahahaha
salam kenal agan, aganwati!! mari berpesta puisi!! InsyaAllah gak bakal puisi aje yang ane post haha
Makanya ane namain penjelajah dimensi kalo mau buat harus inget inget kejadian yang pernah ane alamin maupun yang belum pernah ane alamin hahahaha

salam kenal agan, aganwati!! mari berpesta puisi!! InsyaAllah gak bakal puisi aje yang ane post haha
selamat menikmati puisi karya ane
kalau mau nulis juga boleh kok monggo monggo sangat di anjurkan
kalau mau nulis juga boleh kok monggo monggo sangat di anjurkan

Spoiler for INDEX:
-Puisi-
AmC
Yuyu Kangkang
Rahwana
Ratna Manggali
Hari yang terbaik
Jeritan Buih Buih Putih di Pesisir
Amuk"Kusni"
"Mencari" Peng(h)asi(l)an
Hujan Bersenandung Asmara
Hujan Akan Berhenti (?)
Horizon Kelabu
Balada Bunga dan Rumput
Benang Kaku
Balada Rokok dan Korek
Ada dan Tiada
Indahnya Putus Asa
Demi Sebuah Perjuangan
Semesta Bimbang
Minum
Jernih?
Sanjak Asap
Angan-angan
Bahagialah Teman!
Sekali Lagi, Satu Kesempatan Lagi
Alami
Dunia, Mengajari Kita Untuk Ikhlas
Hanya Kita, yang Bisa
Hitam, Dibalik Doamu
Sudah-sudah
Bersih, Seperti Salju
Selamat Tinggal
Aku
Hantam
Lebur dan Hancur
Perhatikan
Senja
Belajar Berhitung
Depresi si marka jalan
Perlahan
Percayalah
Penyair Telah Mati
Kota Seribu Bunga
Ayo Main!
(Tak)
Lelaki Kapal Kertas
Jangan Sekali - sekali
Jangan Sekali - sekali II
Jangan Sekali - sekali III
Beranda ku
Untitled
Untitled II
Untitled III
Paradox
Sejenak
T_T
Rusa Betina
-Musikalisasi Puisi-
Sajak Rumput Liar
-Teori Puisi-
Gaya Bahasa Kiasan
Analisis Puisi "Menemukan Makna dalam Puisi" (Roman Ingarden)
Sastra Cyber
-Ebook-
Perjalanan Rasa
AmC
Yuyu Kangkang
Rahwana
Ratna Manggali
Hari yang terbaik
Jeritan Buih Buih Putih di Pesisir
Amuk"Kusni"
"Mencari" Peng(h)asi(l)an
Hujan Bersenandung Asmara
Hujan Akan Berhenti (?)
Horizon Kelabu
Balada Bunga dan Rumput
Benang Kaku
Balada Rokok dan Korek
Ada dan Tiada
Indahnya Putus Asa
Demi Sebuah Perjuangan
Semesta Bimbang
Minum
Jernih?
Sanjak Asap
Angan-angan
Bahagialah Teman!
Sekali Lagi, Satu Kesempatan Lagi
Alami
Dunia, Mengajari Kita Untuk Ikhlas
Hanya Kita, yang Bisa
Hitam, Dibalik Doamu
Sudah-sudah
Bersih, Seperti Salju
Selamat Tinggal
Aku
Hantam
Lebur dan Hancur
Perhatikan
Senja
Belajar Berhitung
Depresi si marka jalan
Perlahan
Percayalah
Penyair Telah Mati
Kota Seribu Bunga
Ayo Main!
(Tak)
Lelaki Kapal Kertas
Jangan Sekali - sekali
Jangan Sekali - sekali II
Jangan Sekali - sekali III
Beranda ku
Untitled
Untitled II
Untitled III
Paradox
Sejenak
T_T
Rusa Betina
-Musikalisasi Puisi-
Sajak Rumput Liar
-Teori Puisi-
Gaya Bahasa Kiasan
Analisis Puisi "Menemukan Makna dalam Puisi" (Roman Ingarden)
Sastra Cyber
-Ebook-
Perjalanan Rasa
Diubah oleh hafidkurnia 22-06-2017 23:18
0
15.6K
Kutip
78
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Poetry
6.2KThread•6.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
hafidkurnia
#12
Quote:
Spoiler for Balada Bunga dan Rumput:
Aku dan kamu
Bagai rumput dan bunga
Aku yang hanya bisa melihat keindahanmu dari bawah
Dan kau melihat cakrawala luas, di kagumi banyak orang
aku dan kamu
angin dan serbuk bunga
apa kata kata ku terbawa angin bercampur serbuk?
menjadi satu sajak cinta yang panjang berkelana ke bunga?
pada siang itu
di tangga putih abu abu, kita bertemu
walaupun sekilas dan terkesan tabu
selama satu tahun tak bertemu, kelopakmu semakin cantik ternyata
entah sadar atau tidak
kau selalu mendukung dan membantu bangkit dari kehidupan yang berantakan
entah sadar atau tidak
kau merubah hidupku sampai saat ini
apa kamu tidak sadar
apa kamu berlagak tidak menahu
aku sudah mengagummu sejak putih biru
dan di pesantren dahulu, apa kamu masih ingat?
tiba saatnya impian semua orang pada saat itu
pelepasan yang sekarang dia, aku sebut kakak kelas
raut senyum jelas berada, seakan melihat dia berlarian di padang bunga
bersama burung berkicauan melihat cakrawala terang
ku coba hubungi “mau kemana”
kebisuan yang menusuk menampar bibir
mungkin masih ingin merayakan kemenangannya batinku
ah tapi seratus delapan puluh derajat ternyata
sekarang berbeda dan sangat berbeda
orang yang aku kagumi sejak lima tahun yang lalu
seakan tak mau lagi mengenal rumput yang di bawahnya sejak lama itu
sekarang
bunga yang indah dan rumput yang merungkuk
putus asa yang luar biasa
dan kerisauan yang tiada habis di kalbu
“tetaplah menjadi rumput yang berjuang”
terdengar sayup sayup suara
Ah mungkin perasaanku saja
Balada Bunga dan Rumput -2012
0
Kutip
Balas