Kaskus

Story

audrianramantaAvatar border
TS
audrianramanta
3 KONTRAKAN 1 KOST
3 KONTRAKAN 1 KOST
INTRO

Spoiler for NEW COVER:


Halo agan dan aganwati sekalian...setelah lama jadi silent reader akhirnya aku mutusin juga untuk nyeritain kisah hidupku yang kayak permen nano-nano (itu lho yang manis asem asin rame rasanyaemoticon-Ngakak). Sebelum aku nyeritain kisah ini aku mau kenalin diri dulu.Namaku Rian dan ini nama asli ku lho (terus agan harus bilang "wow" gitu?emoticon-Ngakak).Cukup namaku aja yang asli dan nama tokoh-tokoh lain aku samarin ya (Takut kena UU Pencemaran Polusi Udara...eh Pencemaran Nama Baik maksudnya emoticon-Malu (S)).

Sekarang umurku 24 tahun dan baru aja masuk kuliah S2 di kota Jogja berhati nyamanemoticon-Jempol.Sebelumnya aku kuliah S1 Teknik Sipil di Malang.Kota yang dulunya kota bunga dan berubah jadi kota ruko sekarang...hehehehe.
Durasi kisah ini terjadi 6 tahun lalu saat aku masih unyu-unyu bau penyu (halah...emoticon-Hammer2),masih jadi mahasiswa teknik yang penuh suka duka sampai aku jadi seperti ini (Seperti apa ya??emoticon-Bingung (S)).Semoga aja aku bisa terus Update kisahnya ya...jangan lupa kalo berkenan bisa kasih emoticon-Rate 5 Starudah cukup kok apalagi yang ngasih emoticon-Blue Guy Cendol (L)

Intinya Selamat menikmati Kisah ini...emoticon-Angkat Beer

Quote:


Spoiler for PRAKONTRAKAN (Before 2007- 2007):


Spoiler for KONTRAKAN PERTAMA (2007-2008):


Spoiler for KONTRAKAN KEDUA (2008-2009):


Spoiler for KONTRAKAN KETIGA (2009-2011):

Index 2

Index 3
Polling
0 suara
Siapa karakter favorit agan di thread ini?
Diubah oleh audrianramanta 02-10-2013 06:58
fhy544Avatar border
efti108Avatar border
bagasdiamara269Avatar border
bagasdiamara269 dan 29 lainnya memberi reputasi
30
1.3M
3.4K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.2KAnggota
Tampilkan semua post
audrianramantaAvatar border
TS
audrianramanta
#688
PART 15 Red Dress

" Who let the dogs out..." teriak kami kepada pak Jamban

"woof, woof, woof, woof !! " jawab Pak jamban gak mau kalah

" Who let the dogs out woof, woof, woof, woof" kami di dalam mobil itu nyanyi bareng semacam chor dadakan, level suaranya bahkan mengalahkan Bahaman pemilik asli lagu itu di Mp3 player mobil kami

Laju mobil membawa separuh perjalanan kami menuju kota Surabaya, suasana didalam mobil emang in the hoy bin ajeb-ajeb ditambah lagu superkenceng menggetarkan dada.

Pak Jamban dan kami didalam mobil nyanyi gak aturan sepanjang perjalanan, meruntuhkan dinding tebal antara kami, seperti gak ada dosen ataupun mahasiswa di dalam mobil itu.

"You...setel lagu yang lain, yang lebih asik lah!" ujar pak jamban, lupa umur.

"Oke Pak...Beres!!" ujar Dota yang sedari tadi kebagian peran operator lagu. Dan mendadak lagu udah berganti menjadi Don't Punk with my heart nya Black Eyed Peas.

"Wah I gak ngerti lagunya yang ini!" ujar Jamban protes.

"Nyantai pak, nih ada liriknya di hape saya" ujar Yanu sambil nyerahin hapenya ke Jamban. Dan kontan Jamban yang hatinya lagi
seneng,mendadak gila lagi, mengeluarkan suara sumbangnya ala Giant di film animasi doraemon.

Aku melirik dari kaca spion tengah, melihat dengan geli raut muka jamban yang sedang asik merem melek nyanyi gak jelas sambil tertawa-tawa dan dia gak sadar bahwa mungkin besok dia udah gak bisa tertawa lagi seperti itu.
_____________________________________________________________

Suasana kota surabaya di malam minggu itu tampak gemerlapan diantara lalu lalang mobil dan gedung-gedung menjulang yang kami lewati seakan-akan mengukuhkan kota surabaya sebagai kota yang tak pernah tidur.

Perlahan aku lambatkan kecepatan mobilku, dan kuparkiran di parkiran club malam itu.

"Oke udah nyampek, yuk " ujarku kepada mereka.

"You semua masuk ya, I bayar semua minuman kalian"

"Waah....sip pak" ujar Dedi, yang pastinya gak akan pernah ketinggalan urusan dugem seperti ini.

Singkat cerita kami pun sudah berada di dalam club itu,dan bertepatan dengan malam minggu, maka club itu, yang notabennya berisi sama orang-orang berada tampak memenuhi hingar bingar club itu. Permainan lampu diskotik ditambah laser yang menyilaukan mata membuat mataku sedikit pusing. Aku sampai susah payah mengetikkan Sms ke Rena, menanyakan posisinya malam itu.

"Ren, kita udah di dalem club, kamu dimana?"

Namun SMS gak dibalasnya, mungkin dia masih dalam perjalanan, batinku berkata.

Aku layangkan pandanganku ke sudut bangku kosong di tengah hiruk pikuk pengunjung.

"Tuh ada bangku kosong, duduk disana dulu aja!!" teriakku kepada mereka mencoba mengalahkan lagu dugem yang cumiakan telinga.

"You berempat duduk aja dulu, I mau cari cewek langganan I disana" ujar Jamban sambil nunjuk ke arah kerumunan wanita hot pant yang menggiurkan mata dan membuat otong merana.

"Oke pak kita duduk dulu, bapak mau minum apa, biar kita pesankan" teriak Dedi yang dari tadi udah semangat ingin meneguk semacam vodka dan sejenisnya.

"I wine yang paling enak, bilang saja Mr.Jamran Wine, waiternya sudah ngerti kesenangan I" ujar Jamban meninggalkan kami berempat sambil petantang petenteng sok aksi dan gak inget umur.

Entah kenapa atau mungkin hari ini malam minggu, soalnya banyak sekali wanta-wanita malam berseliweran seperti etalase berjalan di sekitar kami. Aku sudah curi-curi pandang aja berharap mungkin pandanganku bisa menarik satu aja cewek disekitar sini...maklum ternyata aku baru sadar sudah lama banget gak ke tempat seperti ini. Seakan-akan ada gejolak masa muda (cieeee....kayak aku udah tua aja) yang menyodok jiawaku sampai ke ubun-ubun.

"Anjriiit....tua bangka tuh main sosor aja ke cewek-cewek disana, kita kalah bro" ujar Dedi kepadaku sambil nunjuk Jamban, yang sedang nepokin pantat bulatnya seorang cewek sambil tertawa cekikikan....bener-bener dosen cabul sedunia si Jamban.

"Udah, emang dunianya disini si Jamban, , aduh....si Rena kemana ya, kok gak bales SMS ku" ujarku khawatir sambil dari tadi ngecekin Hape.

"Mungkin di jalan anaknya Bro.....eh Kampret kalian berdua kok pada diem aja sich dari tadi...ngomong apa gitu kek!" teriak Dedi ke arah dua makhluk bernama Dota dan Yanu yang dari tadi diem aja pucet,gak mengeluarkan suara.

"Ded, aku keluar aja ya...aku kok grogi disini" ujar Dota gemeteran soalnya Dota ternyata baru pertama kali ke tempat dugem.

"Iya rek....tiba-tiba nanti aku dirudapaksa sama cewek-cewek disana tuh, gimana dong!" ujar Yanu gak kalah takutnya. Ternyata dua orang ini klop, sama-sama belum ada pengalaman di dunia gemerlap.

"Ya enak toh, asah otong, biar tambah runcing...wkwkwkwkw" ujarku yang dari tadi agak kegeeran diliatin seorang cewek di kejauhan, yang ngelihat dengan tatapan ingin menerkam.

"Udah kalian berdua gak boleh kemana-mana, cemen banget!...katanya kemarin berani c*kemoticon-Mad (S)" ujar Dedi, sambil narikin bajunya Dota dan Yanu yang sudah mau kabur aja dari tadi.

Waiter saat itu, sudah mendekati kami menawarkan menu, dan seperti biasa leadernya siapa lagi kalau bukan Dedi, dia sudah hafal luar kepala sama hal beginian.

"Mas, saya pesan wine favoritnya mr.jamran"

"Oke Mr.Jamran, apa lagi mas" ujar waiter yang ternyata sesuai dengan omongan Jamban, otomatis mencatat wine favorit Jamban...hebat bener....

"Jack Daniels satu sama Chevas regalnya medium size aja Mas, eh kalian berdua pesen apa?" tanya Dedi ke arah Yanu dan Dota yang dari tadi masih aja pucet pasi.

"Anu....mas saya pesen air putih ajaemoticon-Cape d... (S)" ujar Dota salah konsep

"Saya Es teh aja Mas" tambah Yanu gak mau kalah, dan kedua makhluk ini sukses membuat Waiternya melongo heran gak jadi mencatat pesanan.

"Kampret kamu pikir, disini Warteg, sekalian aja pesen sekoteng gitu ya!emoticon-Mad (S)" ujar Dedi sambil sibuk jitakin kepala Dota dan Yanu.

"Ya udah mas Orange juice nya aja dua" ujarku kepada waiter yang masih melongo memandang Dota dan Yanu.

"Baik mas, ditunggu pesanannya 5 menit" Setelah mencatat Waiter itu akhirnya meninggalkan kami sambil geleng-geleng kepala. plus nyengir.

Bersebelahan dengan waiter itu, ada seorang wanita seksi yang mendekati kami. Red dreesnya yang bisa dikatakan minim sukses menonjolkan tonjolan yang perlu ditonjolkan.

Wangi semerbak parfum sudah menerjang kami saat cewek itu semakin mendekat saja ke arah kami.

"Kalian disni toh, sorry telat tadi ada urusan bentar di rumah" ujar cewek yang gak lain gak bukan Rena itu kepada kami. Kami berempat terdiam sambil menatap Rena dan sibuk nelen ludah masing-masing

Coba aja saat itu aku lagi kalap, mungkin sudah kugeret Rena ke sudut ruangan sepi dan menjamah tubuhnya yang indah di depanku. Tatapannya hari itu beda sekali, benar-benar liar dan sekali lagi dia bagaikan magnet berkemampuan super.

Rena cuek, duduk di antara kami, lebih tepatnya duduk disampingku, sambil membenarkan Dress nya sehingga mau gak mau, belahan bukit itu tampak bervisualisasi di mataku. Memang...Yusa gak salah sama pilihannya untuk menjebak Jamban, soalnya mataku pun saat itu sudah terjebak dengan keindahan tubuh Rena. Tiba-tiba....

Spoiler for Lagi-lagi si Otong:


"Woi....Yan ngelamun aja, di ajak ngobrol dari tadi jawab dong" ujar Rena membuyarkan lamunanku dengan Otong.

"Eh apa Ren, kamu nanya apa tadi?" ujarku kayak orang baru bangun tidur.

"Si Jamban itu yang di sebelah sana kan? " tanya Rena sambil nunjukn Jamban yang sedang membawa masuk 2 daun muda ke area privasi yang lebih panas di bagian belakang club.

"Iya bener tuh namanya si Jamban....ancur abis kan Ren"

"Ganteng sich kalo diliat dari monas, tapi Si Jamban kayak blasteran gitu"
"Iya bapaknya katanya orang belanda asli.....eh Ded kate nang endi? (Ded mau kemana?)" aku bertanya ke Dedi yang pada berdiri entah mau ngeluyur kemana.

"Aku ke pojokan sana dulu, ada target berkeliaran bro, bentar lagi balik bye" ujar Dedi sambil meninggalkan kami.

"Yan...kita berdua diluar aja ya...." ujar Dota meratap.

"Iya Yan....aku dari tadi udah di missed call sama Rena, aku kan belum izin sama Doi" ujar Yanu.

"Ya udah tapi bentar aja ya, terus yang jagain minuman kalo dateng siapa?" ujarku.

"Yaaaa....gak apa-apa, toh dibayarin sama Jamban kan, ya udah yan kita cabut dulu ya kalo ada apa-apa SMS aja bye..." Yanu dan Dota pun pergi meninggalkan aku dan Rena saat itu.

Sementara minuman tak lama kemudian datang, segera aku tuangkan minuman itu dan meneguknya dengan cepat.

"Grogi ya, deket aku" ujar Rena tersenyum kecil sambil menyumutkan rokok di bibirnya yang sensual.

"G-gak juga,hehehehe,gak minum nih,mumpung masih banyak kalo Dedi udah dateng, bakalan di embat habis sama anaknya" ujarku basa-basi.

"Nanti aja" jawabnya pendek.

Obrolan itu pun terhenti sampai disitu, aku gak tau ngomong apa sama Rena. Rasanya otak buntu gak ada topik yang mau diobrolin....15 menit berlalu, dalam keheninganku ditengah dentuman musik dugem itu, tiba-tiba Rena menarik tanganku.

"Eh mau kemana Ren?emoticon-Bingung (S)" tanyaku.

"Udah ikut aja, aku pinjem kamu bentar ya, kita panas-panasin Jamban"

Aku pun dibawa Rena...menuju ruang yang lebih panas lagi....

(BERSAMBUNG)
Diubah oleh audrianramanta 07-03-2013 08:27
indrag057
sormin180
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.