Cerita NYATA Misteri : Pengalaman Hidup Seorang Indigo
TS
HotPinkCilla
Cerita NYATA Misteri : Pengalaman Hidup Seorang Indigo
Permisi agan"~
Ane lagi bikin cerita tentang hidup ane yang bisa lihat makhluk gaib dari kecil
CTRL-D ya soalnya bakal berlanjut
Jamin 100% x 100 kalo bukan repost soalnya ini kisah hidup ane sendiri.
dan beberapa character akan ane sensor (bukan nama asli) untuk menghargai privasi mereka.
SAMPLE CERITA :
Spoiler for Pendahuluan:
Pendahuluan
Malam mulai mendingin. Aku memandang kobaran api unggun yang berwarna kuning keemasan. Kami bernyanyi melingkari api unggun, hari ini hari terakhir latihan leadership kami. Aku menoleh ke belakang, tepat dibelakangku terdapat pohon bouganville merah muda yang bersinar keemasaan terkena cahaya kobaran api. Sangat gelap, namun dapat dengan jelas aku melihat sebuah bayangan. Bayangan seorang pria dengan wajah yang rusak memandangiku. Ia mengenakan kemeja abu-abu dengan noda tanah yang sangat jelas dan celana hitam tanpa mengenakan alas kaki. Berdiri dengan pandangan kosong dan tidak bergerak. Walaupun tidak dapat kulihat secara kasat mata, namun aku mengetahui ia ada disana, tepat dibelakangku. Ah... sudah biasa, pikirku.
Ya, aku memang terbiasa melihat hal-hal gaib. Tetapi rasa takut masih ada, dan aku mencoba memberanikan diri karena aku menganggap diriku adalah seorang yang pemberani. Kemampuan ini kudapatkan sejak kecil, aku mulai melihat “mereka” sejak SD, tidak dapat kuingat kapan tepatnya karena aku mengira mereka hanyalah sebuah imajinasi yang kuciptakan. Sampai aku belajar bahwa itu adalah mata bathinku yang terbuka sehingga aku dapat melihat keberadaan mereka. Setiap kali aku melihat mereka, yang kulakukan hanyalah diam dan berpaling. Sampai suatu saat aku tergoda untuk belajar berkomunikasi dengan mereka. Mungkin keren kalo kita bisa mengendalikan mereka sebagai bodyguard kita, pikirku.
Aku mulai mencari banyak cara untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Aku mencari dan bertanya pada semua sumber, internet yang yang paling utama. Aku kemudian masukk ke sebuah forum dan menemukan banyak orang yang ternyata sama denganku. Mereka lebih berpengalaman dan mempunyai banyak cerita menarik. Tetapi yang kudengar hanyalah cerita-cerita mereka dan aku harus mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk dapat belajar lebih jauh.
Banyak cerita yang akan kuceritakan disini. Bab per bab menceritakan kisahku, pengalaman menarik tentang duniaku yang menjadi satu dengan dunia mereka. Semakin dalam mendalami dunia mereka, semakin aku tidak bisa melepas mereka. Kejadian yang lucu dan sedih. Bahkan kisah cintaku juga menjadi sebuah hal yang supranatural.
Spoiler for Chapter 1-Part 1:
Chapter 1 : Rumah Bekas Kuburan Belanda
Dulu, aku tinggal di sebuah rumah yang cukup besar. Terlalu besar mungkin untuk tinggal berdua dengan ibuku. Luasnya 1000m2. Kami hanya tinggal berdua dengan satu orang pembantu dan seorang suster untukku. Usiaku masih 6 tahun dan aku adalah anak tunggal sehingga aku butuh teman bermain. Ibuku adalah seorang arsitektur yang tak hanya membangun rumahku, tetapi juga rumah sebelah. Ketika itu rumah sebelah sudah terjual dan yang membeli seorang Pak Haji dengan istrinya. Karena kami cukup akrab, aku memanggil mereka dengan sebutan “Papa Aji dan Mama Aji”. Maklum ibuku sering pergi kerja dan pulang sore sehingga aku lebih sering bermain dengan mereka. Rumahku saat itu terbilang cukup angker karena banyak sekali penampakan dan karena aku masih kecil aku tidak begitu mengerti dan yang sering diganggu adalah ibuku.
Suatu hari, Ibuku sedang pergi bekerja. Pembantuku sedang membersihkan pekarangan depan sehingga aku hanya berdua dengan susterku. Kami memutuskan ke pekarangan belakang. Di belakang rumahku terdapat banyak pohon buah, ada mangga, jambu, jeruk dan macam-macam tanaman lainnya. Terdapat juga sebuah kolam ikan yang cukup besar dan diatas kolam ikan tersebut terdapat teraso. Disamping kolam ikan terdapat pintu jeruji besi yang menghubungkan rumahku dengan rumah sebelah. Di pintu itulah aku, susterku dan Papa Aji sedang mengobrol. Kami asik mengobrol sampai kira-kira pukul empat.
Tiba-tiba aku mendengar suara mobil dari pekarangan depan dan suara ibuku memanggil.
“Cilla! Via!”. Itulah yang kudengar. Suaranya sangat jelas. Via adalah nama susterku. Kami langsung berlari ke depan untuk menyambut sang ibu. Tetapi ketika kami sampai depan rumah, kami melihat pekarangan kosong. Tidak ada mobil. Hanya semen tertumpuk di samping rumah karena rumahku masih dibangun. Aku dan susterku berpandangan.
“Sus, tadi denger mama pulang kan?” tanyaku.
“Iyah, tadi manggil kan ya?” tanya susterku balik.
“Tadi suara mama jelas banget kok” kataku dan susterku mengangguk. Kami kebingungan dan memutuskan untuk kembali masuk dan langsung menuju pintu belakang. Papa Aji masi menunggu disana.
“Papa Aji tadi denger suara mama manggil ga?” tanyaku.
“Nggak.” jawabnya sambil menggelengkan kepala.
“Loh tadi yang manggil siapa?” tanya kami kebingungan. Papa Aji hanya tersenyum. Maklum istrinya dapat melihat apa yang ada dirumahku. Nanti akan kuceritakan semuanya apa yang ada dirumahku. Sesuai dengan pengalaman kami tinggal dirumah tersebut.
[Sesi Live] NEWS!
Dear Readers,
Sesi live akan diadakan setiap hari selasa dan kamis pada pukul 11.00 - 12.00 malam. Live diadakan di Bigo.
Untuk yang belum follow akun Bigo, @aiharustory.
Topik akan diumumkan setiap paginya pukul 8.00 pagi di Facebook Page.
Jadi, untuk Q&A bisa disiapkan lebih dahulu.
Live dimulai tanggal 27 Desember.
STAY TUNE YA!
Salam hangat,
Hotpinkcilla
buat yang uda kasiiii...~~~ thank youuuuu sooo much
Semester selanjutnya, aku sudah tidak menempati kosan itu lagi. Rumahku sudah jadi. Aku akan bercerita apa yang kutemui di kampusku.
Tahun 2010, aku sudah menjadi bagian dari HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan). Sebelum masuk, kami biasanya mengadakan pameran pada saat UPH Festival. Saat itu, kami menginap di ruang 214 yang akan kami jadikan ruang pameran.
Kami menggunakan banyak cat acrylic dan menggambar di panel besar. Waktu sudah mulai malam dan aku hanya berdua dengan temanku. Entah bagaimana, obrolan kami berujung pada hal mistis dan temanku bertanya,
“Lo ga bisa ngobrol ya ama mereka?” dan aku menjawab.
“Gue ga bisa denger suaranya”.
“Emang denger apa?” tiba-tiba secara spontan seorang anak kecil dengan gaun pesta yang agak bule mukanya muncul didepanku. Aku kaget. Anak itu melompat mengitari cat-cat kami dan panel-panel raksasa. Yang pasti dia bukan manusia. Ini pertama kalinya aku mendengar suara jin. Aku terpana sampai anak kecil itu menghilang di jendela belakang.
Setelah itu, yang pegang kunci ruangan 214 datang dan kami sempat mengobrol. Ia mengatakan bahwa UPH masuk kaskus untuk cerita horornya. Terutama gedung B, gedung yang kupakai. Karena penasaran aku mencarinya dan membaca ceritanya. Mulai dari lukisan yang bisa berkedip dan studio foto.
Besoknya, aku ingin membuktikannya. Aku pergi melihat lukisan yang mereka katakan bisa berkedip. Lama sekali aku memandangi lukisan itu sekitar 15 menit. Tidak terjadi apa-apa. Akhirnya aku menyerah dan melanjutkan pekerjaanku di ruang 214. Ketika hari sudah mulai malam, aku pergi mencari makan. Aku makan di Benton dan kembali sekitar jam 7. Aku melewati terowongan dimana lukisan itu berada. Kembali aku terdiam penasaran didepannya. Kemudian aku melihat sesuatu yang samar. Aku melihat bayangan putih menembus tembok ke arahku. Aku berlari ketakutan. KUNTILANAK dengan mata merah dan wajah marahnya mengejarku. Aku berlari menuju ruang 214 dan langsung membuka pintu.
“BRAKK” semua seniorku yang sedang mengerjakan pameran langsung melihat kearahku kaget.
“Kenapa Cil?” tanya salah satu senior.
“Gila... gue dikejar kunti” semua langsung pucat. Mereka tak ingin mendengar lagi ceritaku.
Tak hanya itu. Banyak yang kutemui di kampusku. Seorang wanita dengan gaun pengantin dilantai satu. Sangat cantik dan hanya berjalan mengitari lantai satu.
Suatu hari, aku ingat semeter dua. Bahkan dosenku pun tau aku dapat “melihat”. Aku menunggu kelas mulai, aku tertidur di dalam kelas yang kosong. Kemudian aku terbangun oleh suara tawa. Seorang anak sekitar 12 tahun membangunkanku. Ia duduk diatas mejaku dan tersenyum. Penampilannya tidak menakutkan. Hanya saja ia terus menggangguku. Ia berpindah-pindah mengitariku sampai dosenku masuk.