- Beranda
- The Lounge
Flash Fiction
...
TS
Cold.Fire
Flash Fiction
Sudah pernah mendengar istilah "Flash Fiction"?
Belum? Apa sih itu Flash Fiction?
Yuk, kita coba mengenal lebih lanjut apa itu Flash Fiction.
Jadi, berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan kalau Flash Fiction (FF) adalah sebuah Cerita Singkat (lebih singkat dari Cerpen). Yang biasanya hanya berkisar dari 100 s/d 1.000 atau 2.000 kata saja, meski kadang bisa juga kurang dari 100 kata.
Yang menjadi tantangan dalam membuat FF ini adalah bagaimana membuat cerita sesingkat mungkin tetapi dapat menuangkan semua ide cerita sehingga pembaca dapat mengerti apa yang ingin di sampaikan oleh pengarang.
Karena hal tersebutlah maka kadang FF terasa belum Komplit, yang mengakibatkan cerita kadang terasa mengambang tanpa akhir yang jelas. Hal ini yang membuat pembaca harus memiliki imajinasi lebih untuk dapat memahami apa yang maksud si pengarang.
Pertama-tama, Ane mau menegaskan, kalo kita-kita yang nyumbang Cerita di Trid ini tuch ga ada yang penulis profesional. Kita cuma suka aja nulis dan berbagi cerita serta kreasi.
Dan, Ane juga ga perduli cerita yang di tulis tuch masuk ke Kategori FF kah atau tidak. Bagi Ane selama ada yang mau berkreasi di Trid Ane ini, pasti dan harus untuk di hargai. Entah di hargai dengan segelas Cendol kah atau sekedar masuk ke dalam rangkuman FF Sumbangan Kaskuser.
Ane akui, ada beberapa FF Sumbangan Kaskuser yang sama sekali ga bisa di katakan sebagai FF, tapi cuma sekedar corat-coret ungkapan karya saja.
Tapi, disini Ane bukan Kritikus, bukan Pak Guru, bukan Dosen, apalagi Ahli Sastra. Ane disini hanya seorang yang mencoba berkreasi dan mengajak orang lain untuk berkarya.
Maka dari itu, semua sumbangan cerita pasti Ane rangkum.
Nach, untuk FF sendiri, ada istilah Twist di dalam penulisan FF. Yaitu akhiran cerita yang tak tertebak sebelumnya.
FF yang baik itu adalah FF yang tepat dalam penentuan Judul, Prolog, Isi, dan Epilog. Semua itu harus bersinergi untuk menceritakan sebuah cerita yang utuh dengan kata-kata yang sesedikit mungkin.
Coba dhe Agan baca-baca lagi. Saat Agan menemukan satu cerita yang pas Agan baca mulai dari Judul, masuk ke Prolog, Isi, dan tiba-tiba sampai ke Epilog yang ternyata sama sekali beda dari sangkaan Agan sebelumnya, itulah FF. Dan, disitulah Seninya FF
Yach, segitu aja sich yang bisa Ane coba jelaskan, secara Ane juga Nubie di dalam FF ini
Selamat Menikmati, Gan
Contoh FF hasil karangan TS
Buat teman-teman Kaskuser, ayo, kembangkan kreativitas dan sumbangkan FF versi kalian disini

Belum? Apa sih itu Flash Fiction?
Yuk, kita coba mengenal lebih lanjut apa itu Flash Fiction.
Spoiler for Flash Fiction:
Flash fictionadalah karya fiksi yang sangat singkat, bahkan lebih ringkas daripada cerita pendek. Walaupun tidak ada ukuran jelas tentang berapa ukuran maksimal sebuah flash fiction, umumnya karya ini lebih pendek dari 1.000 atau 2.000 kata. Rata-rata flash fiction memiliki antara 250 dan 1.000 kata. (Sebagai perbandingan, ukuran cerita pendek berkisar antara 2.000 dan 20.000 kata. Rata-rata panjangnya antara 3.000 dan 10.000 kata.)
Beberapa karya di Indonesia sudah menyebut flash fiction dengan beberapa nama. Graffiti Imaji terbitan Yayasan Multimedia Sastra, sebagai contoh, adalah antologi "cerpen pendek". Flash! Flash! Flash! terbitan Gradien menyebut dirinya sebagai kumpulan "cerita sekilas". Sejumlah sastrawan juga menyebutnya sebagai "cerita mini", disingkat "cermin". Semua ini mengacu pada rupa flash fiction yang sepertinya dirancang untuk dibaca sekaligus.
Keterbatasan jumlah kata flash fiction sendiri sering kali memaksa beberapa elemen kisah (protagonis, konflik, tantangan, dan resolusi) untuk muncul tanpa tersurat; cukup hanya disiratkan dalam cerita. Secara ekstrem, prinsip ini dicontohkan oleh Ernest Hemingway dalam cerita enam katanya, "Dijual: sepatu bayi, belum pernah dipakai."
Satu jenis flash fiction menggunakan jumlah kata yang spesifik. Contohnya cerita lima puluh lima kata atau cerita seratus kata.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Flash_fiction
Beberapa karya di Indonesia sudah menyebut flash fiction dengan beberapa nama. Graffiti Imaji terbitan Yayasan Multimedia Sastra, sebagai contoh, adalah antologi "cerpen pendek". Flash! Flash! Flash! terbitan Gradien menyebut dirinya sebagai kumpulan "cerita sekilas". Sejumlah sastrawan juga menyebutnya sebagai "cerita mini", disingkat "cermin". Semua ini mengacu pada rupa flash fiction yang sepertinya dirancang untuk dibaca sekaligus.
Keterbatasan jumlah kata flash fiction sendiri sering kali memaksa beberapa elemen kisah (protagonis, konflik, tantangan, dan resolusi) untuk muncul tanpa tersurat; cukup hanya disiratkan dalam cerita. Secara ekstrem, prinsip ini dicontohkan oleh Ernest Hemingway dalam cerita enam katanya, "Dijual: sepatu bayi, belum pernah dipakai."
Satu jenis flash fiction menggunakan jumlah kata yang spesifik. Contohnya cerita lima puluh lima kata atau cerita seratus kata.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Flash_fiction
Jadi, berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan kalau Flash Fiction (FF) adalah sebuah Cerita Singkat (lebih singkat dari Cerpen). Yang biasanya hanya berkisar dari 100 s/d 1.000 atau 2.000 kata saja, meski kadang bisa juga kurang dari 100 kata.
Yang menjadi tantangan dalam membuat FF ini adalah bagaimana membuat cerita sesingkat mungkin tetapi dapat menuangkan semua ide cerita sehingga pembaca dapat mengerti apa yang ingin di sampaikan oleh pengarang.
Karena hal tersebutlah maka kadang FF terasa belum Komplit, yang mengakibatkan cerita kadang terasa mengambang tanpa akhir yang jelas. Hal ini yang membuat pembaca harus memiliki imajinasi lebih untuk dapat memahami apa yang maksud si pengarang.
Spoiler for Tambahan dari Kaskuser:
Quote:
Original Posted By skytrivia►Flash Fiction atau Fiksi Mini sudah dikenal beberapa tahun lalu sebenarnya.
Kalau punya twitter, coba main ke @fiksimini
Setiap hari akun itu akan melemparkan tema flash fiction (pakai istilah fiksi mini). Selain itu ada @FM_Rush yang tiap hari Minggu akan melemparkan tema di tiap jam nya. Seru deh....
Banyak akun2 yang jago banget nulisnya dan berhasil bikin merinding. Kalau ingin tahu apa fiksi mini/flash fiction/apalah istilahnya, bisa baca buku kumcernya Agus Noor - Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia.
Atau kalau punya blog coba search fiksi mini, banyak penulis yang menulis karya mereka di blog2.
Fiksi Mini/Flash Fiction di twitter tak harus gamblang menjelaskan alur cerita karena keterbatasan jumlah karakter yg cuma 140 atau kurang. Jadi keluasan cara pandang dan nalar pembacalah yang menentukan berhasil tidaknya sebuah tulisan.
Karena terlalu singkat, twist di ending itu semacam kewajiban agar semakin enak dibaca. Misal:
"@teddysnur: @fiksimini PELURU MELETUS. Aku tertegun, seharusnya pistol air ini menyemprot muka Ayah."
Semoga membantu.
Kalau punya twitter, coba main ke @fiksimini
Setiap hari akun itu akan melemparkan tema flash fiction (pakai istilah fiksi mini). Selain itu ada @FM_Rush yang tiap hari Minggu akan melemparkan tema di tiap jam nya. Seru deh....
Banyak akun2 yang jago banget nulisnya dan berhasil bikin merinding. Kalau ingin tahu apa fiksi mini/flash fiction/apalah istilahnya, bisa baca buku kumcernya Agus Noor - Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia.
Atau kalau punya blog coba search fiksi mini, banyak penulis yang menulis karya mereka di blog2.
Fiksi Mini/Flash Fiction di twitter tak harus gamblang menjelaskan alur cerita karena keterbatasan jumlah karakter yg cuma 140 atau kurang. Jadi keluasan cara pandang dan nalar pembacalah yang menentukan berhasil tidaknya sebuah tulisan.
Karena terlalu singkat, twist di ending itu semacam kewajiban agar semakin enak dibaca. Misal:
"@teddysnur: @fiksimini PELURU MELETUS. Aku tertegun, seharusnya pistol air ini menyemprot muka Ayah."
Semoga membantu.
Quote:
Original Posted By skytrivia►Flash fiction ini sebenernya semacam 'penolong' bagi penulis fiksi yang sedang mampat ide alias writer's block. Semacam jalan keluar bagi mereka yang sudah ngebet menulis tapi kata-kata tak bisa (atau tak mau) dituangtuliskan. Biasanya sih, setelah masa writer's block lewat, mereka akan mengembangkannya dalam sebuah cerita pendek.
Twist ending itu semacam kejutan di akhir cerita atau akhiran cerita yang dipelintir situasinya hingga membuat pembaca serasa ditohok saking shocknya. Fungsinya apa? Agar gampang diingat oleh pembaca. Yang bisa membuat pembaca mengeluarkan emosi (marah, takut, benci, senang, perasaan lucu dll) setelah membaca flash fiction.
Twist ending itu semacam kejutan di akhir cerita atau akhiran cerita yang dipelintir situasinya hingga membuat pembaca serasa ditohok saking shocknya. Fungsinya apa? Agar gampang diingat oleh pembaca. Yang bisa membuat pembaca mengeluarkan emosi (marah, takut, benci, senang, perasaan lucu dll) setelah membaca flash fiction.
Spoiler for Komeng:
Quote:
Original Posted By felix3290►Kakak TS maw nanya , bagusnya FF dmn nya gan? apa karena lebih singkat jadi lebih mudah dipahami ga ribet bacanya drpd cerpen ? karena mnurut ane , cuman beda kata2 nya saja, tp secara garis besar perspsi dgn cerpen hampir sama.
Pertama-tama, Ane mau menegaskan, kalo kita-kita yang nyumbang Cerita di Trid ini tuch ga ada yang penulis profesional. Kita cuma suka aja nulis dan berbagi cerita serta kreasi.
Dan, Ane juga ga perduli cerita yang di tulis tuch masuk ke Kategori FF kah atau tidak. Bagi Ane selama ada yang mau berkreasi di Trid Ane ini, pasti dan harus untuk di hargai. Entah di hargai dengan segelas Cendol kah atau sekedar masuk ke dalam rangkuman FF Sumbangan Kaskuser.
Ane akui, ada beberapa FF Sumbangan Kaskuser yang sama sekali ga bisa di katakan sebagai FF, tapi cuma sekedar corat-coret ungkapan karya saja.
Tapi, disini Ane bukan Kritikus, bukan Pak Guru, bukan Dosen, apalagi Ahli Sastra. Ane disini hanya seorang yang mencoba berkreasi dan mengajak orang lain untuk berkarya.
Maka dari itu, semua sumbangan cerita pasti Ane rangkum.
Nach, untuk FF sendiri, ada istilah Twist di dalam penulisan FF. Yaitu akhiran cerita yang tak tertebak sebelumnya.
FF yang baik itu adalah FF yang tepat dalam penentuan Judul, Prolog, Isi, dan Epilog. Semua itu harus bersinergi untuk menceritakan sebuah cerita yang utuh dengan kata-kata yang sesedikit mungkin.
Coba dhe Agan baca-baca lagi. Saat Agan menemukan satu cerita yang pas Agan baca mulai dari Judul, masuk ke Prolog, Isi, dan tiba-tiba sampai ke Epilog yang ternyata sama sekali beda dari sangkaan Agan sebelumnya, itulah FF. Dan, disitulah Seninya FF

Yach, segitu aja sich yang bisa Ane coba jelaskan, secara Ane juga Nubie di dalam FF ini

Selamat Menikmati, Gan

Quote:
Original Posted By Cold.Fire►
Ooh.... Filosofi Kopi itu kumpulan Cerpen kan yach? Ane juga belum baca sich
Tapi, setau Ane itu Kumpulan Cerpen dhe. CMIIW
Nach, kalo FF itu, banyak yang bilang di Trid ini, kaya Cerpennya Cerpen.
Aturan bakunya sich ga jelas juga soal FF. Soalnya emang bukan bentuk tulisan yang bener-bener ada aturannya. Lebih kaya ke hobi aja. IMHO
Ada yang bilang, FF tuch berkisar antara 250 - 2.000 kata.
Tapi, pada kenyataannya, Ernest Hemingway menciptakan FF hanya dengan 6 kata aja loh, dan ternyata mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat luas, sedunia bahkan
Ada juga yang spesifik dalam membuat sebuah karya FF, kaya yang tepat 50 kata, 100 kata, 250 kata, dll.
Tapi, untuk Ane pribadi, ga gitu suka yang spesifik berapa kata kaya gitu. Kenapa, karena bagi Ane sebuah karya dan imajinasi tidak bisa di batasi oleh apapun

Nach, karena itu, bagi Ane FF mempunyai sebuah teori sendiri. Ane tegaskan kalo ini Menurut Pendapat Ane Pribadi yach, IMHO, CMIIW
So, bagi Ane, FF adalah:
1. Judul
Penentuan judul bagi Ane adalah hal yang mutlak penting banget. Gimana kita bisa menentukan judul, yang pada akhir cerita bisa menjelaskan keseluruhan makna cerita yang mau kita sampaikan ke pembaca.
2. Prolog, Isi, Epilog
Nach, disini nich sebuah FF itu bakal berasa bagus apa ga-nya
Gimana kita bisa membuat Prolog yang jelas, Isi yang jelas, dan Epilog yang nge-Twist, dan semua itu masih disertakan tantangan harus menggunakan kata-kata yang sesedikit mungkin.
3. Twist
Di dalam FF, dikenal istilah Twist, yang artinya adalah
Jadi, bagaimana pembaca dibawa oleh penulis untuk menyelami isi pikiran si penulis. Mulai dari membaca judul pasti pembaca udah mulai nebak, seperti apakah ceritanya. Pas baca Prolog dan Isi, ini bisa dibuat oleh penulis menjadi 2 cara, yang pertama, masih sesuai sama judulnya. Yang kedua, kok kayanya ga sesuai yach sama judulnya?
Bagi Ane, penentuan FF ada di Epilog, dimana pada akhirnya ternyata muncul Twist yang membuat pembaca kaget/shock/ternganga, ternyata..... Begitu toh ceritanya. Tiba-tiba pembaca pada saat membaca Epilog dan dapet Twistnya, semua jadi jelas.
Antara Judul, Prolog, Isi, dan Epilog, semua nyambung.
Ada beberapa pengarang FF yang justru membuat akhiran FF nya menjadi ngambang, dengan tujuan membiarkan pembaca mengembangkan imajinasinya untuk mendapat jawaban bagaimana cerita itu berakhir.
Ane sich ga gitu suka dengan cara ini. Sebab, bagi Ane pembaca mau membaca cerita kita aja udah merupakan sebuah apresiasi untuk penulis.
Nach, Ane mau bagaimana caranya pada akhirnya Pembaca bisa mendapatkan makna yang ingin disampaikan oleh Penulis. Bisa sama-sama bisa ngerasain Feelnya
Tantangan utamanya adalah, "Bagaimana membuat Pembaca tidak bisa menebak makna ceritanya sebelum membaca Epilog"
Terus, pada saat pembaca membaca Epilog, mereka juga mesti paham, apa yang mau disampaikan oleh penulis.
Dan, semua itu harus di rangkum dengan kata yang sesedikit mungkin
4. Jumlah Kata
Meski banyak yang menentukan, bahkan ada yang mengharuskan FF berjumlah kata tertentu, tapi bagi Ane ini ga relevan. Bagi Ane penulis itu yang penting bebas dulu bagaimana mau mengapresiasikan karyanya.
Toh pada kenyataannya FF yang beredar luas banyak kok jenisnya. Ada yang mulai dari hanya 1 kata bahkan.
Yang penting adalah bagaimana Pembaca bisa mendapatkan pesan makna yang ingin disampaikan oleh Penulis
--------------
Well, kurang lebih sich kaya gitu yach Teori FF kalo menurut Ane.
Di tunggu loh Karya Agan disini. Coba di baca-baca karya-karya FF di Trid ini, Gan, ada puluhan loh. Termasuk juga karya FF TS
Di tunggu yach, Gan
Ooh.... Filosofi Kopi itu kumpulan Cerpen kan yach? Ane juga belum baca sich

Tapi, setau Ane itu Kumpulan Cerpen dhe. CMIIW
Nach, kalo FF itu, banyak yang bilang di Trid ini, kaya Cerpennya Cerpen.
Aturan bakunya sich ga jelas juga soal FF. Soalnya emang bukan bentuk tulisan yang bener-bener ada aturannya. Lebih kaya ke hobi aja. IMHO
Ada yang bilang, FF tuch berkisar antara 250 - 2.000 kata.
Tapi, pada kenyataannya, Ernest Hemingway menciptakan FF hanya dengan 6 kata aja loh, dan ternyata mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat luas, sedunia bahkan

Quote:
For sale: baby shoes, never worn.
Ada juga yang spesifik dalam membuat sebuah karya FF, kaya yang tepat 50 kata, 100 kata, 250 kata, dll.
Tapi, untuk Ane pribadi, ga gitu suka yang spesifik berapa kata kaya gitu. Kenapa, karena bagi Ane sebuah karya dan imajinasi tidak bisa di batasi oleh apapun


Nach, karena itu, bagi Ane FF mempunyai sebuah teori sendiri. Ane tegaskan kalo ini Menurut Pendapat Ane Pribadi yach, IMHO, CMIIW

So, bagi Ane, FF adalah:
1. Judul
Penentuan judul bagi Ane adalah hal yang mutlak penting banget. Gimana kita bisa menentukan judul, yang pada akhir cerita bisa menjelaskan keseluruhan makna cerita yang mau kita sampaikan ke pembaca.
2. Prolog, Isi, Epilog
Nach, disini nich sebuah FF itu bakal berasa bagus apa ga-nya

Gimana kita bisa membuat Prolog yang jelas, Isi yang jelas, dan Epilog yang nge-Twist, dan semua itu masih disertakan tantangan harus menggunakan kata-kata yang sesedikit mungkin.
3. Twist
Di dalam FF, dikenal istilah Twist, yang artinya adalah
Quote:
Original Posted By skytrivia►Flash fiction ini sebenernya semacam 'penolong' bagi penulis fiksi yang sedang mampat ide alias writer's block. Semacam jalan keluar bagi mereka yang sudah ngebet menulis tapi kata-kata tak bisa (atau tak mau) dituangtuliskan. Biasanya sih, setelah masa writer's block lewat, mereka akan mengembangkannya dalam sebuah cerita pendek.
Twist ending itu semacam kejutan di akhir cerita atau akhiran cerita yang dipelintir situasinya hingga membuat pembaca serasa ditohok saking shocknya. Fungsinya apa? Agar gampang diingat oleh pembaca. Yang bisa membuat pembaca mengeluarkan emosi (marah, takut, benci, senang, perasaan lucu dll) setelah membaca flash fiction.
Twist ending itu semacam kejutan di akhir cerita atau akhiran cerita yang dipelintir situasinya hingga membuat pembaca serasa ditohok saking shocknya. Fungsinya apa? Agar gampang diingat oleh pembaca. Yang bisa membuat pembaca mengeluarkan emosi (marah, takut, benci, senang, perasaan lucu dll) setelah membaca flash fiction.
Jadi, bagaimana pembaca dibawa oleh penulis untuk menyelami isi pikiran si penulis. Mulai dari membaca judul pasti pembaca udah mulai nebak, seperti apakah ceritanya. Pas baca Prolog dan Isi, ini bisa dibuat oleh penulis menjadi 2 cara, yang pertama, masih sesuai sama judulnya. Yang kedua, kok kayanya ga sesuai yach sama judulnya?
Bagi Ane, penentuan FF ada di Epilog, dimana pada akhirnya ternyata muncul Twist yang membuat pembaca kaget/shock/ternganga, ternyata..... Begitu toh ceritanya. Tiba-tiba pembaca pada saat membaca Epilog dan dapet Twistnya, semua jadi jelas.
Antara Judul, Prolog, Isi, dan Epilog, semua nyambung.
Ada beberapa pengarang FF yang justru membuat akhiran FF nya menjadi ngambang, dengan tujuan membiarkan pembaca mengembangkan imajinasinya untuk mendapat jawaban bagaimana cerita itu berakhir.
Ane sich ga gitu suka dengan cara ini. Sebab, bagi Ane pembaca mau membaca cerita kita aja udah merupakan sebuah apresiasi untuk penulis.
Nach, Ane mau bagaimana caranya pada akhirnya Pembaca bisa mendapatkan makna yang ingin disampaikan oleh Penulis. Bisa sama-sama bisa ngerasain Feelnya

Tantangan utamanya adalah, "Bagaimana membuat Pembaca tidak bisa menebak makna ceritanya sebelum membaca Epilog"
Terus, pada saat pembaca membaca Epilog, mereka juga mesti paham, apa yang mau disampaikan oleh penulis.
Dan, semua itu harus di rangkum dengan kata yang sesedikit mungkin

4. Jumlah Kata
Meski banyak yang menentukan, bahkan ada yang mengharuskan FF berjumlah kata tertentu, tapi bagi Ane ini ga relevan. Bagi Ane penulis itu yang penting bebas dulu bagaimana mau mengapresiasikan karyanya.
Toh pada kenyataannya FF yang beredar luas banyak kok jenisnya. Ada yang mulai dari hanya 1 kata bahkan.
Yang penting adalah bagaimana Pembaca bisa mendapatkan pesan makna yang ingin disampaikan oleh Penulis

--------------
Well, kurang lebih sich kaya gitu yach Teori FF kalo menurut Ane.
Di tunggu loh Karya Agan disini. Coba di baca-baca karya-karya FF di Trid ini, Gan, ada puluhan loh. Termasuk juga karya FF TS

Di tunggu yach, Gan

Contoh FF hasil karangan TS

Spoiler for Boss:
Quote:
Boss(110 Kata)
Surya mematikan komputernya setelah sebelumnya mengirimkan e-mail ke bagian Audit Kantor Pusat dan di CC ke Boss. Jam dinding menunjukan pukul 11 malam. Penat yang dirasakan oleh Surya, yang meski bernama Surya tetapi ternyata jarang melihat terbit dan tenggelamnya Sang Surya karena sibuk bekerja. Dengan langkah gontai, Surya meninggalkan gedung kantornya menuju kos-an di ujung kota.
Pagi-pagi jam 7, Surya sudah duduk manis lagi di depan komputernya, ditemani secangkir kopi hitam. Jam 10 Boss baru datang. "Sudah selesai semua laporan Auditnya, Sur? Yang perlu di stempel sudah kamu stempel?"
"Belum, Pak, kemarin CS sudah pulang, Stempel di mereka."
"Lalu, apa saja yang kamu kerjain kemarin sampai malam begitu di kantor?!"
-didi-
9 Oktober 2012
Surya mematikan komputernya setelah sebelumnya mengirimkan e-mail ke bagian Audit Kantor Pusat dan di CC ke Boss. Jam dinding menunjukan pukul 11 malam. Penat yang dirasakan oleh Surya, yang meski bernama Surya tetapi ternyata jarang melihat terbit dan tenggelamnya Sang Surya karena sibuk bekerja. Dengan langkah gontai, Surya meninggalkan gedung kantornya menuju kos-an di ujung kota.
Pagi-pagi jam 7, Surya sudah duduk manis lagi di depan komputernya, ditemani secangkir kopi hitam. Jam 10 Boss baru datang. "Sudah selesai semua laporan Auditnya, Sur? Yang perlu di stempel sudah kamu stempel?"
"Belum, Pak, kemarin CS sudah pulang, Stempel di mereka."
"Lalu, apa saja yang kamu kerjain kemarin sampai malam begitu di kantor?!"
-didi-
9 Oktober 2012
Spoiler for Anak Bebek:
Quote:
Anak Bebek(175 Kata)
Hari Senin pagi, terlihat Agung berjalan gontai menuju ke ruangan Ibu Manager, demi paksaan dari teman-teman sekantor sebagai Jubir, sekaligus resiko jabatan sebagai Wakil Manager. Memang sulit menghadapi perawan tua yang satu itu. Keras kepala, tidak pengertian, belum lagi tabiatnya yang sudah terkenal aneh bin ajaib.
Setelah mengetuk pintu, Agung mengutarakan maksud kedatangannya.
"Selamat pagi, bu." "Pagi." Sahut Ibu Manager singkat.
"Maaf, mau bertanya, Harpitnas hari Jumat kita libur ga yah?"
"Tidak dong. 'Kan PT. Gajah Selonjoran juga tidak libur, nanti ga enak loh kalau kita libur. Kita kan satu grup sama mereka, sebelahan pula kantor kita."
"Baiklah, bu." Agung meninggalkan ruang Ibu Manager dengan langkah gontai, di iringi tatapan kecewa teman-teman lain yang sedari tadi memperhatikan.
* * * * *
Hari Rabu pagi, kembali Agung terpaksa memasuki ruang Ibu Manager, kembali karena paksaan dari teman-teman.
"Pagi, bu. Sapa Agung." "Pagi." Sahut Ibu Manager singkat.
"Bu, hari Jumat kita jadi libur tidak? PT. Gajah Selonjoran libur loh."
"Lalu? Biar saja. Mereka yah mereka, kita yah kita. Kita kan beda sama mereka. Kamu jangan ikut-ikutan gitu dong, kaya anak bebek!"
-didi-
10 Oktober 2012
Hari Senin pagi, terlihat Agung berjalan gontai menuju ke ruangan Ibu Manager, demi paksaan dari teman-teman sekantor sebagai Jubir, sekaligus resiko jabatan sebagai Wakil Manager. Memang sulit menghadapi perawan tua yang satu itu. Keras kepala, tidak pengertian, belum lagi tabiatnya yang sudah terkenal aneh bin ajaib.
Setelah mengetuk pintu, Agung mengutarakan maksud kedatangannya.
"Selamat pagi, bu." "Pagi." Sahut Ibu Manager singkat.
"Maaf, mau bertanya, Harpitnas hari Jumat kita libur ga yah?"
"Tidak dong. 'Kan PT. Gajah Selonjoran juga tidak libur, nanti ga enak loh kalau kita libur. Kita kan satu grup sama mereka, sebelahan pula kantor kita."
"Baiklah, bu." Agung meninggalkan ruang Ibu Manager dengan langkah gontai, di iringi tatapan kecewa teman-teman lain yang sedari tadi memperhatikan.
* * * * *
Hari Rabu pagi, kembali Agung terpaksa memasuki ruang Ibu Manager, kembali karena paksaan dari teman-teman.
"Pagi, bu. Sapa Agung." "Pagi." Sahut Ibu Manager singkat.
"Bu, hari Jumat kita jadi libur tidak? PT. Gajah Selonjoran libur loh."
"Lalu? Biar saja. Mereka yah mereka, kita yah kita. Kita kan beda sama mereka. Kamu jangan ikut-ikutan gitu dong, kaya anak bebek!"
-didi-
10 Oktober 2012
Spoiler for Jakarta, 17:30 WIB:
Quote:
Jakarta, 17:30 WIB(101 Kata)
Tidak seperti biasanya, jalanan Jakarta lenggang sekali sore ini. Bagus memacu mobilnya dengan kecepatan 150 km/jam, di jalanan protokol kota Jakarta pada jam pulang kerja. Luar biasa!
Senyum terulas di bibir Bagus, membayangkan sebentar lagi akan bertemu dengan istri dan anaknya di rumah.
Tiba-tiba senyum Bagus menghilang, demi mendengar klakson yang meraung ganas dari mobil di belakangnya, mengisyaratkan agar Bagus lekas menjalankan mobilnya.
Dengan menggerutu Bagus mulai memacu mobilnya, di kecepatan 20 km/jam. Sekilas Bagus melirik ke kaca spion, yang memantulkan bayangan gedung kantornya yang ditinggalkannya 30 menit yang lalu.
Terlihat juga Avanza merah yang baru saja mengklaksonnya, membangunkannya dari lamunan.
-didi-
11 Oktober 2012
Tidak seperti biasanya, jalanan Jakarta lenggang sekali sore ini. Bagus memacu mobilnya dengan kecepatan 150 km/jam, di jalanan protokol kota Jakarta pada jam pulang kerja. Luar biasa!
Senyum terulas di bibir Bagus, membayangkan sebentar lagi akan bertemu dengan istri dan anaknya di rumah.
Tiba-tiba senyum Bagus menghilang, demi mendengar klakson yang meraung ganas dari mobil di belakangnya, mengisyaratkan agar Bagus lekas menjalankan mobilnya.
Dengan menggerutu Bagus mulai memacu mobilnya, di kecepatan 20 km/jam. Sekilas Bagus melirik ke kaca spion, yang memantulkan bayangan gedung kantornya yang ditinggalkannya 30 menit yang lalu.
Terlihat juga Avanza merah yang baru saja mengklaksonnya, membangunkannya dari lamunan.
-didi-
11 Oktober 2012
Spoiler for Belahan Jiwa:
Quote:
Belahan Jiwa(227 Kata)
Kutatap wajahku di cermin, membayangkan pernikahan yang sebentar lagi akan kujalani, meski pikiranku melayang ke masa tujuh tahun yang lalu.
Masih jelas teringat, di hari pertama semester satu, bagaimana Sisca memasuki ruang kuliahku. Di saat pertama aku melihatnya, saat itu juga aku mengetahui bahwa dia adalah belahan jiwaku. Dengan rambut hitam lurus panjangnya, dengan wajahnya yang seakan selalu dihiasi senyum, dan tatapan matanya yang seakan selalu tertawa. Dia berjalan lurus kearahku, tanpa ragu duduk di sebelahku. Tak perlu waktu lama, kami langsung bersahabat baik.
Mulai saat itu, tiada hari yang kulalui tanpa mendengar suaranya. Hampir setiap hari kami berhubungan. Bertemu langsung, lewat telepon, atau bahkan hanya smsan. Berbagi suka dan duka. Berbagi impian dan cita-cita. Dan, betapa aku menyadari kalau aku begitu mencintainya, begitu membutuhkannya.
Tapi, adat budaya, norma, serta Agama lah yang pada akhirnya menghalangiku untuk bersatu dengannya.
“Tunggu disini yah, sayang, mama mau masuk dulu. Di temenin sama sus yah.” Kudengar suara Sisca diluar kamar, membujuk anaknya agar mau menurut ditinggal sebentar sama Suster.
Sisca melangkah masuk dengan senyum itu, senyum tulus yang menandakan bahwa dia benar-benar berbahagia untukku. Membuatku hampir tak kuasa menahan tangis.
“Kamu mempesona, Ka.” Katanya dengan tatapan kagum dimatanya, yang hanya dapat kubalas dengan senyum, menahan agar air mata ini tak mengalir.
“Kamu sungguh mempesona, Ka.” Ulangnya. “Kamu cantik sekali. Aku yakin, saat melihatmu nanti di altar, betapa akan berbahagianya suamimu.”
-didi-
11 Oktober 2012
Kutatap wajahku di cermin, membayangkan pernikahan yang sebentar lagi akan kujalani, meski pikiranku melayang ke masa tujuh tahun yang lalu.
Masih jelas teringat, di hari pertama semester satu, bagaimana Sisca memasuki ruang kuliahku. Di saat pertama aku melihatnya, saat itu juga aku mengetahui bahwa dia adalah belahan jiwaku. Dengan rambut hitam lurus panjangnya, dengan wajahnya yang seakan selalu dihiasi senyum, dan tatapan matanya yang seakan selalu tertawa. Dia berjalan lurus kearahku, tanpa ragu duduk di sebelahku. Tak perlu waktu lama, kami langsung bersahabat baik.
Mulai saat itu, tiada hari yang kulalui tanpa mendengar suaranya. Hampir setiap hari kami berhubungan. Bertemu langsung, lewat telepon, atau bahkan hanya smsan. Berbagi suka dan duka. Berbagi impian dan cita-cita. Dan, betapa aku menyadari kalau aku begitu mencintainya, begitu membutuhkannya.
Tapi, adat budaya, norma, serta Agama lah yang pada akhirnya menghalangiku untuk bersatu dengannya.
“Tunggu disini yah, sayang, mama mau masuk dulu. Di temenin sama sus yah.” Kudengar suara Sisca diluar kamar, membujuk anaknya agar mau menurut ditinggal sebentar sama Suster.
Sisca melangkah masuk dengan senyum itu, senyum tulus yang menandakan bahwa dia benar-benar berbahagia untukku. Membuatku hampir tak kuasa menahan tangis.
“Kamu mempesona, Ka.” Katanya dengan tatapan kagum dimatanya, yang hanya dapat kubalas dengan senyum, menahan agar air mata ini tak mengalir.
“Kamu sungguh mempesona, Ka.” Ulangnya. “Kamu cantik sekali. Aku yakin, saat melihatmu nanti di altar, betapa akan berbahagianya suamimu.”
-didi-
11 Oktober 2012
Spoiler for Index FF TS:
Buat teman-teman Kaskuser, ayo, kembangkan kreativitas dan sumbangkan FF versi kalian disini

Diubah oleh Cold.Fire 04-07-2014 15:58
0
66.7K
Kutip
1.3K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•107.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Cold.Fire
#637
Lanjutan FF TS 

Spoiler for Tobat:
Quote:
Tobat(216 kata)
Jaka mengisap rokoknya dalam-dalam, memenuhi paru-parunya dengan asap, dan menghembuskannya dengan nikmat. Sambil memejamkan mata, tersungging sekilas senyuman dibibirnya.
Teringat dibenaknya kejadian bertahun-tahun yang lalu. Saat Ia menikahi istrinya, saat kelahiran anak lelaki satu-satunya, saat Ia memukuli istri dan anaknya dengan ikat pinggang, saat Ia merampok bank demi bank yang ada di kotanya, saat Ia membunuh Satpam bank tempatnya merampok juga beberapa Teller serta Customer Service yang tak sengaja terkena peluru nyasar dari pistolnya.
Senyuman telah berubah menjadi gurat-gurat kesedihan dibibirnya, terurai oleh air mata yang jatuh menetes dipipi keriputnya.
Tapi, itu semua adalah masa lalu. Ia telah menjalani hukumannya, 20 tahun di penjara, dan Ia telah bertobat. Ia telah berdamai dengan dirinya, juga dengan istri dan anaknya. Mereka telah memaafkannya. Dan itu adalah Anugerah terindah yang pernah di terima seumur hidupnya.
Dengan berusaha menenangkan diri, Ia bangkit berdiri. Dengan menarik nafas dalam, Ia dengan pasti melangkahkan kakinya mengambil air wudhu lalu menjalankan ibadah Sholat Maghrib. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama Ia kembali menjadi Imam bagi isti dan anaknya.
Waktu menunjukkan pukul 18:28 saat Ia selesai Sholat. Selesai istri dan anaknya mencium tangannya, Ia memeluk mereka erat-erat. Dengan tabah Ia melangkahkan kaki menuju pintu dan membukanya, diikuti oleh istri dan anaknya.
“Sudah siap, Pak?”
“Siap, Dik,” jawabnya kepada petugas, yang akan mengantarkannya ke ruang gas.
-didi-
19 Februari 2013
Jaka mengisap rokoknya dalam-dalam, memenuhi paru-parunya dengan asap, dan menghembuskannya dengan nikmat. Sambil memejamkan mata, tersungging sekilas senyuman dibibirnya.
Teringat dibenaknya kejadian bertahun-tahun yang lalu. Saat Ia menikahi istrinya, saat kelahiran anak lelaki satu-satunya, saat Ia memukuli istri dan anaknya dengan ikat pinggang, saat Ia merampok bank demi bank yang ada di kotanya, saat Ia membunuh Satpam bank tempatnya merampok juga beberapa Teller serta Customer Service yang tak sengaja terkena peluru nyasar dari pistolnya.
Senyuman telah berubah menjadi gurat-gurat kesedihan dibibirnya, terurai oleh air mata yang jatuh menetes dipipi keriputnya.
Tapi, itu semua adalah masa lalu. Ia telah menjalani hukumannya, 20 tahun di penjara, dan Ia telah bertobat. Ia telah berdamai dengan dirinya, juga dengan istri dan anaknya. Mereka telah memaafkannya. Dan itu adalah Anugerah terindah yang pernah di terima seumur hidupnya.
Dengan berusaha menenangkan diri, Ia bangkit berdiri. Dengan menarik nafas dalam, Ia dengan pasti melangkahkan kakinya mengambil air wudhu lalu menjalankan ibadah Sholat Maghrib. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama Ia kembali menjadi Imam bagi isti dan anaknya.
Waktu menunjukkan pukul 18:28 saat Ia selesai Sholat. Selesai istri dan anaknya mencium tangannya, Ia memeluk mereka erat-erat. Dengan tabah Ia melangkahkan kaki menuju pintu dan membukanya, diikuti oleh istri dan anaknya.
“Sudah siap, Pak?”
“Siap, Dik,” jawabnya kepada petugas, yang akan mengantarkannya ke ruang gas.
-didi-
19 Februari 2013
Spoiler for Bulan:
Quote:
Bulan(58 kata)
Malam terasa begitu dingin, akibat dari hujan yang turun seharian. Tapi, tidak ada yang dapat menghalanginya untuk berbicara pada kekasihnya.
Mereka mengasihaninya. Mereka prihatin kepadanya. Mereka bilang dia gila.
Tapi, gilakah dia karena mencintainya?
"Yank, malam ini dingin banget."
Dia diatap rumahnya.
"Kamu kedinginan ga disana?"
Menatap bulan.
"Andai kamu ada disini, yank."
Berbicara.
"Aku kangen."
Kepada kekasihnya.
-didi-
25 Februari 2013
Malam terasa begitu dingin, akibat dari hujan yang turun seharian. Tapi, tidak ada yang dapat menghalanginya untuk berbicara pada kekasihnya.
Mereka mengasihaninya. Mereka prihatin kepadanya. Mereka bilang dia gila.
Tapi, gilakah dia karena mencintainya?
"Yank, malam ini dingin banget."
Dia diatap rumahnya.
"Kamu kedinginan ga disana?"
Menatap bulan.
"Andai kamu ada disini, yank."
Berbicara.
"Aku kangen."
Kepada kekasihnya.
-didi-
25 Februari 2013
Spoiler for Cinta dalam Senyum:
Quote:
Cinta dalam Senyum(134 kata)
Eve menatap Wempi, lelaki yang pernah begitu mencintainya, tertawa kecil kepadanya.
Tersenyum Eve saat mengingat masa lalu. Saat Wempi dengan tingkah bodohnya selalu mendatangi meja kerjanya, mencari-cari alasan hanya untuk sekedar bertemu dengannya. Atau hanya sekedar mondar mandir didepannya, tersenyum-senyum tanpa sebab.
Tapi, tetap saja Eve tidak pernah dapat jatuh cinta kepadanya.
“Ting...” bunyi nada BBM dari Hp Eve, terbaca olehnya pesan dari suaminya bahwa Ia sudah di tunggu di lobby.
“Wem, ini terakhir kalinya yah aku datang kesini. Jaga diri yah. Bye, Wem.” Sekilas Eve memegang tangan Wempi, seraya berlalu meninggalkannya.
Wempi menatap kosong ke arah Eve yang semakin jauh meninggalkannya, dengan senyum yang masih tersungging, sesekali tertawa kecil.
Keluar dari ruangan itu, dengan menarik nafas panjang, Eve melangkahkan kakinya dengan mantap. Menuju lobby, memasuki mobil, dan meninggalkan Rumah Sakit Jiwa Waras Sentosa.
-didi-
25 Februari 2013
Eve menatap Wempi, lelaki yang pernah begitu mencintainya, tertawa kecil kepadanya.
Tersenyum Eve saat mengingat masa lalu. Saat Wempi dengan tingkah bodohnya selalu mendatangi meja kerjanya, mencari-cari alasan hanya untuk sekedar bertemu dengannya. Atau hanya sekedar mondar mandir didepannya, tersenyum-senyum tanpa sebab.
Tapi, tetap saja Eve tidak pernah dapat jatuh cinta kepadanya.
“Ting...” bunyi nada BBM dari Hp Eve, terbaca olehnya pesan dari suaminya bahwa Ia sudah di tunggu di lobby.
“Wem, ini terakhir kalinya yah aku datang kesini. Jaga diri yah. Bye, Wem.” Sekilas Eve memegang tangan Wempi, seraya berlalu meninggalkannya.
Wempi menatap kosong ke arah Eve yang semakin jauh meninggalkannya, dengan senyum yang masih tersungging, sesekali tertawa kecil.
Keluar dari ruangan itu, dengan menarik nafas panjang, Eve melangkahkan kakinya dengan mantap. Menuju lobby, memasuki mobil, dan meninggalkan Rumah Sakit Jiwa Waras Sentosa.
-didi-
25 Februari 2013
Spoiler for Panti Jompo:
Quote:
Panti Jompo(158 kata)
Aku melihat Nadia tertegun kala Heru memasuki ruang tamu. Ekspresi terkejut perlahan berubah menjadi senyum. Lalu berlanjut dengan tetesan air mata yang mulai menuruni pipi keriput Nadia.
Saat tatapan mata mereka bertemu, aku dapat melihat cinta disana. Seolah waktu bertahun-tahun yang memisahkan mereka menjadi tak berarti. Saat itu aku mengerti apa arti dari cinta yang tak lekang oleh waktu.
Dengan senyum dan tatapan penuh cinta, perlahan Heru berjalan menghampiri Nadia. Dengan lembut diraihnya tangan Nadia, membimbingnya berdiri dari kursi roda. Dengan penuh kasih dikecupnya kening Nadia lalu dipeluknya erat, seolah takkan dilepaskannya lagi kekasih hatinya itu.
Dan, aku tahu bahwa kali ini mereka memang tidak akan terpisahkan lagi. Kulihat mereka berjalan bergandengan tangan menuju pintu depan, menuju ke teduhnya temaram senja, lalu menghilang.
Kutatap jasad Nadia yang mulai mendingin di kursi rodanya, dengan senyum yang menghiasi wajah rentanya.
Sekarang, kembali aku menunggu dia yang entah kapan akan menjemputku. Dan, seiring dengan semakin menurunnya senja, akupun perlahan mulai menghilang.
-didi-
03 Juni 2014
Aku melihat Nadia tertegun kala Heru memasuki ruang tamu. Ekspresi terkejut perlahan berubah menjadi senyum. Lalu berlanjut dengan tetesan air mata yang mulai menuruni pipi keriput Nadia.
Saat tatapan mata mereka bertemu, aku dapat melihat cinta disana. Seolah waktu bertahun-tahun yang memisahkan mereka menjadi tak berarti. Saat itu aku mengerti apa arti dari cinta yang tak lekang oleh waktu.
Dengan senyum dan tatapan penuh cinta, perlahan Heru berjalan menghampiri Nadia. Dengan lembut diraihnya tangan Nadia, membimbingnya berdiri dari kursi roda. Dengan penuh kasih dikecupnya kening Nadia lalu dipeluknya erat, seolah takkan dilepaskannya lagi kekasih hatinya itu.
Dan, aku tahu bahwa kali ini mereka memang tidak akan terpisahkan lagi. Kulihat mereka berjalan bergandengan tangan menuju pintu depan, menuju ke teduhnya temaram senja, lalu menghilang.
Kutatap jasad Nadia yang mulai mendingin di kursi rodanya, dengan senyum yang menghiasi wajah rentanya.
Sekarang, kembali aku menunggu dia yang entah kapan akan menjemputku. Dan, seiring dengan semakin menurunnya senja, akupun perlahan mulai menghilang.
-didi-
03 Juni 2014
Spoiler for Cinta Tak Harus Memiliki:
Quote:
Cinta Tak Harus Memiliki(186 kata)
Ternyata aku merindukannya. Tadinya aku pikir kalau aku tidak bisa memilikinya, lebih baik kalau tidak perlu bertemu lagi. Tapi, sekarang malah aku jadi lebih memikirkannya, lebih merindukannya.
Aku sudah mengenalnya sejak kami bayi, karena kebetulan kami tinggal bertetangga. Umur kamipun sebaya, sehingga sejak dari TK sampai lulus SMA kami selalu bersama. Ke sekolah berangkat bareng juga pulangnya. Diam-diam aku mulai mencintainya.
Setelah lulus SMA, karena keadaan perekonomian keluargaku tidak sebaik dirinya, maka aku tidak dapat melanjutkan kuliah. Dan, semenjak dia kuliah, hubungan kami mulai renggang. Dia sibuk dengan kuliahnya sedangkan aku sendiri menjadi penggangguran. Saat aku tidak sedang interview, hanya dia saja yang selalu kupikirkan.
Lalu tiba-tiba dia mempunyai pacar.
Hatiku begitu sakit saat aku mengetahuinya. Apalagi saat aku melihat dia bercanda-canda dengan pacarnya di teras rumahnya. Saat itulah aku berpikir mungkin lebih baik kalau aku tidak lagi bertemu dengannya.
Sekarang aku menyesal. Karena ternyata aku tetap memikirkannya. Aku tetap merindukannya, bahkan lebih dari sebelumnya. Dan, ternyata hatiku malah terasa lebih sakit dari sebelumnya.
Aku menyesal, saat malam itu aku menyelinap ke kamarnya dan menindih tubuhnya. Lalu mencekik lehernya hingga nyawa meninggalkan raganya.
Ya, aku menyesal.
-didi-
12 Juni 2014
Ternyata aku merindukannya. Tadinya aku pikir kalau aku tidak bisa memilikinya, lebih baik kalau tidak perlu bertemu lagi. Tapi, sekarang malah aku jadi lebih memikirkannya, lebih merindukannya.
Aku sudah mengenalnya sejak kami bayi, karena kebetulan kami tinggal bertetangga. Umur kamipun sebaya, sehingga sejak dari TK sampai lulus SMA kami selalu bersama. Ke sekolah berangkat bareng juga pulangnya. Diam-diam aku mulai mencintainya.
Setelah lulus SMA, karena keadaan perekonomian keluargaku tidak sebaik dirinya, maka aku tidak dapat melanjutkan kuliah. Dan, semenjak dia kuliah, hubungan kami mulai renggang. Dia sibuk dengan kuliahnya sedangkan aku sendiri menjadi penggangguran. Saat aku tidak sedang interview, hanya dia saja yang selalu kupikirkan.
Lalu tiba-tiba dia mempunyai pacar.
Hatiku begitu sakit saat aku mengetahuinya. Apalagi saat aku melihat dia bercanda-canda dengan pacarnya di teras rumahnya. Saat itulah aku berpikir mungkin lebih baik kalau aku tidak lagi bertemu dengannya.
Sekarang aku menyesal. Karena ternyata aku tetap memikirkannya. Aku tetap merindukannya, bahkan lebih dari sebelumnya. Dan, ternyata hatiku malah terasa lebih sakit dari sebelumnya.
Aku menyesal, saat malam itu aku menyelinap ke kamarnya dan menindih tubuhnya. Lalu mencekik lehernya hingga nyawa meninggalkan raganya.
Ya, aku menyesal.
-didi-
12 Juni 2014
Diubah oleh Cold.Fire 12-06-2014 16:17
0
Kutip
Balas