- Beranda
- Stories from the Heart
JUST ONE !!! (based true story)
...
TS
chumchumcuit
JUST ONE !!! (based true story)
ijinkan saya untuk menuliskan cerita ini, dan sekarang saya sudah memenuhi janji sahabatku yang saat ini sedang bahagia, I MISS YOU ...
Kisah ini, adalah kisah seorang teman sekaligus sahabat yang berharap tidak ada lagi seseorang yang takut karena tak sempurna.
Setiap manusia hidup memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing yang diberi oleh Sang Pencipta.
Sekarang tinggal kita mau menerima kekurangan kita, sebagai sebuah kelebihan atau hanya meratapi kekurangan yang kita miliki sebagai sebuah musibah.
Cerita ini yang berbicara bukan aku (pemilik akun) tetapi seorang teman dan juga sahabat, sebut saja dia ALE.
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24 Bag.1
Part 24 Bag.2
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
Part 49
Part 50
Part 51
Part 52
Part 53
Part 54
Part 55
Part 56
Part 57
Part 58
Part 59
Part 60
Part 61
Part 62
Part 63
Part 64
Part 65
Part 66
Part 67
Part 68
Part 69
Part 70
Part 71
Part 72
Part 73
Part 74 (Special For Arman)
Part 75
Part 76
Part 77
Part 78
Part 79
Part 80
Part 81
[URL=”https://www.kaskus.co.id/show_post/5195d54505346af121000005/436/part-82”]Part 82[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/5195ff444f6ea10533000000/442/part-83”]Part 83[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/51979df7601243327a000007/454/part-84”]Part 84[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/5198b68748ba548c5400000c/462/part-85”]Part 85[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/519a154abe29a01a7e00000e/483/part-86”]Part 86[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/519c5bb68127cfc041000014/496/part-87”]Part 87[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/519c65d9552acf9a3a000005/497/part-88”]Part 88[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/519cccff4f6ea10571000006/504/part-89”]Part 89[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/519ddc4a05346a102f00000b/517/part-90”]Part 90[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/519dec6f48ba54bc75000006/518/part-91”]Part 91[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/519eeec2532acf6b17000004/528/part-92”]Part 92[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/519f2c025b2acf2846000005/538/part-93”]Part 93[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/51a03c984f6ea11114000001/546/part-94”]Part 94[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/51a08d28be29a0104d00000c/550/part-95”]Part 95[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/51a0c7b7bbf87bb61f00000f/553/part-96”]Part 96[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/51a31ac038cb176a2d000001/559/special-from-rena”]SPECIAL FROM RENA[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/51a385120a75b4c731000007/565/part-97”] Part 97[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/51a4d9421cd719103e000001/573/part-98”] Part 98[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/51a75e3320cb174c66000004/583/part-99”] Part 99[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/51a9d7367c12434d5c000001/592/part-100”] Part 100[/URL]

Kisah ini, adalah kisah seorang teman sekaligus sahabat yang berharap tidak ada lagi seseorang yang takut karena tak sempurna.
Setiap manusia hidup memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing yang diberi oleh Sang Pencipta.
Sekarang tinggal kita mau menerima kekurangan kita, sebagai sebuah kelebihan atau hanya meratapi kekurangan yang kita miliki sebagai sebuah musibah.
Cerita ini yang berbicara bukan aku (pemilik akun) tetapi seorang teman dan juga sahabat, sebut saja dia ALE.
Spoiler for THE RULE (WAJIB BACA !!!):
hai agan/sist semua...
sebelum baca cerita ane, dipersilahkan membaca rule ini dulu :
1. kalian boleh tanya apa saja yang penting jaga PRIVASI ane
2. no junk, no flamer dan segalanya yang akhirnya bikin cerita ini gulung tikar
3. sebelum coment, kalian bisa baca rule SFTH jadi nggak asalan dan lebih cerdas lagi
4. masalah update, condisional ya takutnya ane selaku TS sedang ada kesibukan yang ngebuat update'an tersendat
5. rule lain menyusul
terima kasih sebelumnya...
selamat membaca
sebelum baca cerita ane, dipersilahkan membaca rule ini dulu :
1. kalian boleh tanya apa saja yang penting jaga PRIVASI ane
2. no junk, no flamer dan segalanya yang akhirnya bikin cerita ini gulung tikar
3. sebelum coment, kalian bisa baca rule SFTH jadi nggak asalan dan lebih cerdas lagi
4. masalah update, condisional ya takutnya ane selaku TS sedang ada kesibukan yang ngebuat update'an tersendat
5. rule lain menyusul
terima kasih sebelumnya...
selamat membaca
Spoiler for INDEX 1-100:
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24 Bag.1
Part 24 Bag.2
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
Part 49
Part 50
Part 51
Part 52
Part 53
Part 54
Part 55
Part 56
Part 57
Part 58
Part 59
Part 60
Part 61
Part 62
Part 63
Part 64
Part 65
Part 66
Part 67
Part 68
Part 69
Part 70
Part 71
Part 72
Part 73
Part 74 (Special For Arman)
Part 75
Part 76
Part 77
Part 78
Part 79
Part 80
Part 81
[URL=”https://www.kaskus.co.id/show_post/5195d54505346af121000005/436/part-82”]Part 82[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/5195ff444f6ea10533000000/442/part-83”]Part 83[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/51979df7601243327a000007/454/part-84”]Part 84[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/5198b68748ba548c5400000c/462/part-85”]Part 85[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/519a154abe29a01a7e00000e/483/part-86”]Part 86[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/519c5bb68127cfc041000014/496/part-87”]Part 87[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/519c65d9552acf9a3a000005/497/part-88”]Part 88[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/519cccff4f6ea10571000006/504/part-89”]Part 89[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/519ddc4a05346a102f00000b/517/part-90”]Part 90[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/519dec6f48ba54bc75000006/518/part-91”]Part 91[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/519eeec2532acf6b17000004/528/part-92”]Part 92[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/519f2c025b2acf2846000005/538/part-93”]Part 93[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/51a03c984f6ea11114000001/546/part-94”]Part 94[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/51a08d28be29a0104d00000c/550/part-95”]Part 95[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/51a0c7b7bbf87bb61f00000f/553/part-96”]Part 96[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/51a31ac038cb176a2d000001/559/special-from-rena”]SPECIAL FROM RENA[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/51a385120a75b4c731000007/565/part-97”] Part 97[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/51a4d9421cd719103e000001/573/part-98”] Part 98[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/51a75e3320cb174c66000004/583/part-99”] Part 99[/URL]
[URL=”http://www.kaskus.co.id/show_post/51a9d7367c12434d5c000001/592/part-100”] Part 100[/URL]
Spoiler for PART 1:
BRUUUUUUUUUUKKKKKKKKKKKKKK …!!!
Sebuah kuda besi yang entah dari mana arahnya, menghantam tubuh kecilku ini…
PART 1
Saat itu tahun 2005 hujan turun dengan lebatnya, entah pada saat itu tanggal berapa tetapi yang ku ingat sedang musim hujan.
Aku ALE, seorang siswa SMU negeri dan aku duduk di kelas 2 IPA 2. Tidak ada yang istimewa dari seorang siswa sepertiku, sekolah, tugas, bermain game, ngurus organisasi, pulang ke kost. Itu dia kegiatanku sehari-hari.
Ya walaupun kehidupanku tak istimewa, tapi ada sebuah kejadian yang membuatku istimewa bahkan sampai saat ini. Sebuah kejadian yang membuat aku benar-benar berubah.
Aku punya seorang teman, dia adalah orang yang paling sabar mendengarkan keluh kesahku.
Selalu sabar menghadapiku yang ya bisa dibilang kelakuanku yang moody. Dia cantik, lucu, apalagi kalau dia lagi cemberut tambah ngegemesin.
Dia adalah teman yang sempurna buatku, dia RENA. Kami berdua kenal cukup lama, tapi kami tidak satu kampus. Oke stop, bicarakan RENA bisa gede kepala dia dibilang gitu, hehehehehhe…
Rena, sedikit cerita awal kami bertemu dan menjadi teman dan sahabat sampai saat ini. Kami adalah sama-sama anak organisasi, kami sama-sama anak OSIS di sekolah kami masing-masing. Iya, kami berbeda sekolah. Aku bersekolah di sekolah negeri dan Rena di sekolah swasta. Kami dipertemukan di salah satu event yang sedang aku dan sekolahku adakan. Sekolah rena seluruh siswinya wajib menggunakan jilbab. Saat itu kami mencari ruang OSIS, yang kebetulan satu-satunya orang yang ada di ruangan itu hanya Rena.
Aku : assalamualaikum…
Rena : …
Aku : assalamualaikum…
Rena : …
Nah lho, nih orang kenapa nggak denger?
Disana aku melihat seorang cewek yang sedang sibuk membuka lemari, sepertinya itu lemari yang berisi file-file penting. Aku mencoba mendekatinya. Lalu…
Aku : hey.. ucapku sambil menepuk bahunya.
Rena : astagfirullah!!!
Aku : eh, maaf? Maaf nggak ada maksud mengagetkan..
Rena : hummmft, kaget aku… eh, maaf-maaf.. kalian dari smu ** ya???
Aku : iyah, kami dari smu .. mau ketemu dengan Rena, Renanya ada?
Rena : sampai lupa, aku Rena ..
Aku : aku Ale, dan ini teman saya Roni.
Rena : silahkan duduk, ada apa nih? Eh, sory ya agak berantakan nih ruangan
…
Mampus, senyum Rena manis banget.
Aku : jadi gini, maksud kedatangan kami berdua ini…
Disana aku dan temanku menjelaskan maksud kedatangan kami ke sekolah
Rena. Disitu Rena dengan sangat serius memperhatikan kami berdua.
Aku : gitu ren…
Rena : oke deh, nanti aku bicarakan sama temen-temenku. Tentang gimana-gimananya nanti aku kabari. Hmmm, untuk CP aku menghubungi sapa nih?
Aku : aku aja Ren, kebetulan aku yang jadi ketua panitianya. Catet ya 0853xxxxxxx …
Rena : oke, makasih ya
Lagi-lagi rena melontarkan senyumnya lagi. Iyalah sama tamu masak mau dicemberutin.
Aku : oke kalau gitu kami tunggu kabarnya, terima kasih sebelumnya.
Rena : sama-sama
Aku : kami permisi dahulu … assalamualaikum …
Rena : waalaikumsalam …
Ya itulah pertemuan singkat kami yang berakhir dengan persahabatan kami sampai sekarang.
Kembali ke kisah ku.
Kami menjalani hubungan jarak jauh LDR
. Mau nggak jauh gimana, smu kami berbeda dan hubungan pertemanan kami hanya via telepon dan sms. Suatu hari sudah waktu pulang sekolah.
Dreeeettttt….dreeeetttt….(hapeku bergetar)
Rena : kampreeeeeeeeet, dimana kamu???\
Ini dia ajaibnya si RENA, walaupun kalau diliat dari luar dia kelihatan kalem tapi ampuuuun deh, sekali mukul beghhhhh sakit gan
… nggak tau ya nih anak makan apa.
Tapi RENA, dia temanku. Kita ada panggilan kesayangan, aku panggil dia JELEK dan seprti yang kalian lihat dia panggil aku KAMPRET. Oke lanjuuuuut…..
Aku : aku lagi di sekolah jeleeek? Ada apa?
Rena : nggak ada apa-apa sih… hmmm… jalan yuk lagi bête nih??
Aku : ok deh, ntar aku jemput ya jeleeek …
Rena : oke kampreeeeeeeettttt…
Sampai disini dulu sms’an sama Rena, karena hari ini aku ada les. Dan ya ampuuuuuuun, lupa bawa tugasku.
ini masih awal kisah, selamat menikmati para momon dan mimin. maaf juga kalo tulisan berantakan ...
Sebuah kuda besi yang entah dari mana arahnya, menghantam tubuh kecilku ini…
PART 1
Saat itu tahun 2005 hujan turun dengan lebatnya, entah pada saat itu tanggal berapa tetapi yang ku ingat sedang musim hujan.
Aku ALE, seorang siswa SMU negeri dan aku duduk di kelas 2 IPA 2. Tidak ada yang istimewa dari seorang siswa sepertiku, sekolah, tugas, bermain game, ngurus organisasi, pulang ke kost. Itu dia kegiatanku sehari-hari.
Ya walaupun kehidupanku tak istimewa, tapi ada sebuah kejadian yang membuatku istimewa bahkan sampai saat ini. Sebuah kejadian yang membuat aku benar-benar berubah.
Aku punya seorang teman, dia adalah orang yang paling sabar mendengarkan keluh kesahku.
Selalu sabar menghadapiku yang ya bisa dibilang kelakuanku yang moody. Dia cantik, lucu, apalagi kalau dia lagi cemberut tambah ngegemesin.
Dia adalah teman yang sempurna buatku, dia RENA. Kami berdua kenal cukup lama, tapi kami tidak satu kampus. Oke stop, bicarakan RENA bisa gede kepala dia dibilang gitu, hehehehehhe…

Rena, sedikit cerita awal kami bertemu dan menjadi teman dan sahabat sampai saat ini. Kami adalah sama-sama anak organisasi, kami sama-sama anak OSIS di sekolah kami masing-masing. Iya, kami berbeda sekolah. Aku bersekolah di sekolah negeri dan Rena di sekolah swasta. Kami dipertemukan di salah satu event yang sedang aku dan sekolahku adakan. Sekolah rena seluruh siswinya wajib menggunakan jilbab. Saat itu kami mencari ruang OSIS, yang kebetulan satu-satunya orang yang ada di ruangan itu hanya Rena.
Aku : assalamualaikum…
Rena : …
Aku : assalamualaikum…
Rena : …
Nah lho, nih orang kenapa nggak denger?

Disana aku melihat seorang cewek yang sedang sibuk membuka lemari, sepertinya itu lemari yang berisi file-file penting. Aku mencoba mendekatinya. Lalu…
Aku : hey.. ucapku sambil menepuk bahunya.
Rena : astagfirullah!!!

Aku : eh, maaf? Maaf nggak ada maksud mengagetkan..
Rena : hummmft, kaget aku… eh, maaf-maaf.. kalian dari smu ** ya???
Aku : iyah, kami dari smu .. mau ketemu dengan Rena, Renanya ada?
Rena : sampai lupa, aku Rena ..
Aku : aku Ale, dan ini teman saya Roni.

Rena : silahkan duduk, ada apa nih? Eh, sory ya agak berantakan nih ruangan
…Mampus, senyum Rena manis banget.

Aku : jadi gini, maksud kedatangan kami berdua ini…
Disana aku dan temanku menjelaskan maksud kedatangan kami ke sekolah
Rena. Disitu Rena dengan sangat serius memperhatikan kami berdua.
Aku : gitu ren…
Rena : oke deh, nanti aku bicarakan sama temen-temenku. Tentang gimana-gimananya nanti aku kabari. Hmmm, untuk CP aku menghubungi sapa nih?
Aku : aku aja Ren, kebetulan aku yang jadi ketua panitianya. Catet ya 0853xxxxxxx …
Rena : oke, makasih ya

Lagi-lagi rena melontarkan senyumnya lagi. Iyalah sama tamu masak mau dicemberutin.
Aku : oke kalau gitu kami tunggu kabarnya, terima kasih sebelumnya.
Rena : sama-sama

Aku : kami permisi dahulu … assalamualaikum …
Rena : waalaikumsalam …
Ya itulah pertemuan singkat kami yang berakhir dengan persahabatan kami sampai sekarang.
Kembali ke kisah ku.
Kami menjalani hubungan jarak jauh LDR
. Mau nggak jauh gimana, smu kami berbeda dan hubungan pertemanan kami hanya via telepon dan sms. Suatu hari sudah waktu pulang sekolah.Dreeeettttt….dreeeetttt….(hapeku bergetar)
Rena : kampreeeeeeeeet, dimana kamu???\
Ini dia ajaibnya si RENA, walaupun kalau diliat dari luar dia kelihatan kalem tapi ampuuuun deh, sekali mukul beghhhhh sakit gan
… nggak tau ya nih anak makan apa. Tapi RENA, dia temanku. Kita ada panggilan kesayangan, aku panggil dia JELEK dan seprti yang kalian lihat dia panggil aku KAMPRET. Oke lanjuuuuut…..
Aku : aku lagi di sekolah jeleeek? Ada apa?
Rena : nggak ada apa-apa sih… hmmm… jalan yuk lagi bête nih??
Aku : ok deh, ntar aku jemput ya jeleeek …
Rena : oke kampreeeeeeeettttt…
Sampai disini dulu sms’an sama Rena, karena hari ini aku ada les. Dan ya ampuuuuuuun, lupa bawa tugasku.

ini masih awal kisah, selamat menikmati para momon dan mimin. maaf juga kalo tulisan berantakan ...
Diubah oleh chumchumcuit 17-03-2019 11:13
farrazaidid memberi reputasi
1
176.8K
Kutip
1.8K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
chumchumcuit
#12
PART 6
Spoiler for PART 6:
Lelah sedang bergelayut indah dipundakku, rasanya kaku. Seolah malam hari ini berjalan begitu lambat, setumpuk tugas yang telah menanti, sedikit demi sedikit ku kerjakan, tapi kenapa nggak habis-habis ya, gumamku dalam hati. Ingin rasanya aku rebahkan tubuh ini di peraduan terindahku, kasur tercinta.
Tapi sayang tugas ini tak mengijinkanku. Sembari meregangkan otot yang mulai kaku, ku mulai memainkan jemari ini di atas komputerku. Kalau tidak salah waktu itu sudah menunjukkan pukul 11 malam, dan mata sudah mulai tak bersahabat .
Padahal baru saja ku memulai untuk mengerjakan tugas, lebih tepatnya tugas hukuman gara-gara tadi ku lupa membawa tugas makalahku. Harus berjuang malam ini. Ku putuskan untuk turun ke dapur, dan membuat secangkir kopi. Siapa tahu membantu melawan kantuk ini. Tiba-tiba…
Hape ku bordering…
Aku : haloooo..
Rena : kampreeeet, bukain pintu dong?? Jeleeek udah di depan nih?
Tuut…tuut…tuut…
Belum selesai menjawab si Rena udah main tutup teleponnya. Tapi ada apa dia malam-malam begini ke kostku.
Bergegas ku keluar. Sungguh pemandangan yang sangat berbeda seperti biasanya, melihat Rena yang begitu polos dengan setelan hem, celena pendek selutut, dan sandal japit. Ada apa dengan Rena?
Ya walaupun bukan pemandangan yang biasa melihat Rena ke kostku, tapi entahlah malam ini berbeda seperti biasanya.
Biasanya kalau kost cowok, jam segini nggak boleh terima tamu. Tapi berbeda dengan kostku ini, udah murah free pula. Tapi tenang aku dan teman-temanku dijamin tidak berbuat yang aneh-aneh. Karena tidak enak dengan tetangga, aku membawa Rena ke kamar.
Aku : ada apa jeleeek? Malem-malem gini kesini? Diluar tuh dingin , kamu pake baju gini?
Rena : nggak dingin kok kampreeet. Eh, lagi ngapain kampreeet ?? ucapnya yang mengacuhkan pertanyaanku.
Aku : ayoo ke atap. Tapi tunggu, kamu pakai ini jeleeek. Ucapku sambil menyerahkan selimut.
Kami berdua berjalan menuju atap. Itu tempat favorit kami, apalagi kalau malam hari kami bisa menikmati bintang. Kami sering menghabiskan waktu bersama, sekedar aku bermain gitar dan si Rena yang menyanyi atau sebaliknya karena Rena juga bisa bermain gitar. Atau bermain kartu, atau tertawa bersama. “DAN” lagu yang sering kami nyanyikan, milik Sheila on 7.
Dingin benar-benar menusuk tulang, aku sudah mulai kedinginan.
Tapi tidak ada satu pun kata terucap dari bibir Rena. Ada apa dengan Rena sebenarnya?
Aku : jeleeek… ada apa? Cerita dong sama kampreeet???
Rina : …
Tak ada balasan dari Rena saat itu. Cukup lama kami berdiam diri. Akhirnya…
Rena : kampreeeet???
Aku : iya…
Rena : jeleeeek, kangen sama mama. Sepi banget rasanya. Iri melihat orang disekitar jeleeek yang punya orang tua lengkap. Sedangakan jeleeek??? Nggak ada tempat untuk bercerita. Nggak kuat… jeleeek…
Suara Rena semakin hilang diiringi isakan tangis. Iyah, Rena sudah tidak punya mama. Dia tinggal bersama nenek’nya. Dari luar dia terlihat sangat kuat, tapi didalam dari rapuh.
Tapi, aku iri melihat Rena yang memiliki kekuatan yang sangat besar seperti ini. Rasanya tidak ada yang sanggup bertahan dengan keadaan yang seperti, dia selalu tersenyum. Senyum yang bisa membuat orang-orang yang mengenalnya tenang. Itulah Rena, gadis yang kuat. Aku menarik kepala Rena ke bahuku, ku biarkan bahuku menjadi sandaran untuk Rena.
Aku : jeleeek, nangis aja ya? Kampreeet ada disini. Jeleeek jadilah wanita yang kuat seperti ini, kampreeet yakin jeleeek bisa melewati semuannya.
Entah apa yang merasuki malam itu, aku bisa mengatakan yang seperti itu padanya. Tapi mungkin ini yang dinamakan teman, selalu ada disaat suka dan duka.
Rena kembali menegakkan tubuhnya yang sedari tapi bersandar ke bahuku. Terlihat jelas, pancaran matanya yang menyiratkan “AKU BAIK-BAIK SAJA” ditambah dengan senyum simpul yang tergambar jelas dibibirnya, yang membuatku sedikit lega. Malam itu menjadi malam yang panjang, karena setelah Rena yang sedari tadi sedih sekarang dia kembali tertawa.
Rena : kampreeet, jeleek pulang ya?
Aku : ayooo, kampreeet anter? Nggak baik cewek pulang jam segini.
Rena :
Itulah hari yang aku lalui bersama seorang Rena.
Tapi sayang tugas ini tak mengijinkanku. Sembari meregangkan otot yang mulai kaku, ku mulai memainkan jemari ini di atas komputerku. Kalau tidak salah waktu itu sudah menunjukkan pukul 11 malam, dan mata sudah mulai tak bersahabat .
Padahal baru saja ku memulai untuk mengerjakan tugas, lebih tepatnya tugas hukuman gara-gara tadi ku lupa membawa tugas makalahku. Harus berjuang malam ini. Ku putuskan untuk turun ke dapur, dan membuat secangkir kopi. Siapa tahu membantu melawan kantuk ini. Tiba-tiba…
Hape ku bordering…
Aku : haloooo..
Rena : kampreeeet, bukain pintu dong?? Jeleeek udah di depan nih?
Tuut…tuut…tuut…
Belum selesai menjawab si Rena udah main tutup teleponnya. Tapi ada apa dia malam-malam begini ke kostku.
Bergegas ku keluar. Sungguh pemandangan yang sangat berbeda seperti biasanya, melihat Rena yang begitu polos dengan setelan hem, celena pendek selutut, dan sandal japit. Ada apa dengan Rena?
Ya walaupun bukan pemandangan yang biasa melihat Rena ke kostku, tapi entahlah malam ini berbeda seperti biasanya.
Biasanya kalau kost cowok, jam segini nggak boleh terima tamu. Tapi berbeda dengan kostku ini, udah murah free pula. Tapi tenang aku dan teman-temanku dijamin tidak berbuat yang aneh-aneh. Karena tidak enak dengan tetangga, aku membawa Rena ke kamar.
Aku : ada apa jeleeek? Malem-malem gini kesini? Diluar tuh dingin , kamu pake baju gini?
Rena : nggak dingin kok kampreeet. Eh, lagi ngapain kampreeet ?? ucapnya yang mengacuhkan pertanyaanku.
Aku : ayoo ke atap. Tapi tunggu, kamu pakai ini jeleeek. Ucapku sambil menyerahkan selimut.
Kami berdua berjalan menuju atap. Itu tempat favorit kami, apalagi kalau malam hari kami bisa menikmati bintang. Kami sering menghabiskan waktu bersama, sekedar aku bermain gitar dan si Rena yang menyanyi atau sebaliknya karena Rena juga bisa bermain gitar. Atau bermain kartu, atau tertawa bersama. “DAN” lagu yang sering kami nyanyikan, milik Sheila on 7.
Dingin benar-benar menusuk tulang, aku sudah mulai kedinginan.
Tapi tidak ada satu pun kata terucap dari bibir Rena. Ada apa dengan Rena sebenarnya?
Aku : jeleeek… ada apa? Cerita dong sama kampreeet???
Rina : …
Tak ada balasan dari Rena saat itu. Cukup lama kami berdiam diri. Akhirnya…
Rena : kampreeeet???
Aku : iya…
Rena : jeleeeek, kangen sama mama. Sepi banget rasanya. Iri melihat orang disekitar jeleeek yang punya orang tua lengkap. Sedangakan jeleeek??? Nggak ada tempat untuk bercerita. Nggak kuat… jeleeek…

Suara Rena semakin hilang diiringi isakan tangis. Iyah, Rena sudah tidak punya mama. Dia tinggal bersama nenek’nya. Dari luar dia terlihat sangat kuat, tapi didalam dari rapuh.
Tapi, aku iri melihat Rena yang memiliki kekuatan yang sangat besar seperti ini. Rasanya tidak ada yang sanggup bertahan dengan keadaan yang seperti, dia selalu tersenyum. Senyum yang bisa membuat orang-orang yang mengenalnya tenang. Itulah Rena, gadis yang kuat. Aku menarik kepala Rena ke bahuku, ku biarkan bahuku menjadi sandaran untuk Rena.
Aku : jeleeek, nangis aja ya? Kampreeet ada disini. Jeleeek jadilah wanita yang kuat seperti ini, kampreeet yakin jeleeek bisa melewati semuannya.
Entah apa yang merasuki malam itu, aku bisa mengatakan yang seperti itu padanya. Tapi mungkin ini yang dinamakan teman, selalu ada disaat suka dan duka.
Rena kembali menegakkan tubuhnya yang sedari tapi bersandar ke bahuku. Terlihat jelas, pancaran matanya yang menyiratkan “AKU BAIK-BAIK SAJA” ditambah dengan senyum simpul yang tergambar jelas dibibirnya, yang membuatku sedikit lega. Malam itu menjadi malam yang panjang, karena setelah Rena yang sedari tadi sedih sekarang dia kembali tertawa.
Rena : kampreeet, jeleek pulang ya?
Aku : ayooo, kampreeet anter? Nggak baik cewek pulang jam segini.
Rena :

Itulah hari yang aku lalui bersama seorang Rena.
Diubah oleh chumchumcuit 23-05-2013 23:44
efti108 memberi reputasi
1
Kutip
Balas