Kaskus

Story

cangkir.kosongAvatar border
TS
cangkir.kosong
The Altered World
Misi para mastah-mastah sekalian, ijin kan ane memposting cerita fiksi karya ane yang sedang dalam proses pembuatan. Ini adalah cerita fiksi pertama ane emoticon-Malu (S) jadi mohon maaf kalau ceritanya berantakan dan ngawur soalnya ane juga baru belajar emoticon-Big Grin

genre ceritanya itu sci-fi, fantasy,supranatural dan mungkin dibumbui dengan romance juga. yah intinya ini cerita fiksi, yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata, walaupun ane berharap bisa jadi kenyataan emoticon-Hammer

Mungki nanti ane juga updatenya bakal lama soalnya banyak yg harus dipikirin dan kesibukan di real life, tapi akan diusahakan secepatnya emoticon-Big Grin.

kritik dan saran sangat ane nantikan, agar ane bisa menulis lebih baik lagi kedepannya.

oke cukup pembukaannya, silahkan membaca. emoticon-Big Grin

Spoiler for hal:


Spoiler for main character:

bagi agan yg suka cerita ini, komen dan ratenya akan menambah semangat ane buat meneruskan cerita emoticon-Big Grin dan kalo bisa lempar cendol, ane bakal lebih semangat lagi emoticon-Malu (S) emoticon-Hammer
Diubah oleh cangkir.kosong 19-02-2013 23:46
anasabilaAvatar border
SupermanBalapAvatar border
SupermanBalap dan anasabila memberi reputasi
0
16.2K
235
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
cangkir.kosongAvatar border
TS
cangkir.kosong
#232
Chapter 3 - Part 11
Ketika sedang menuruni tangga, tampak sosok kristal yang berada di ruang tamu. Dia sedang duduk terdiam di sofa. Seolah sedang memikirkan sesuatu.

Saat ini, dia benar-benar terlihat mirip psikopat. Pandangannya yang kosong, wajah yang hampir tak menunjukkan emosi. serta pakaian yang terkoyak dan berlumuran darah. Jika ada orang lain yang melihatnya sekarang, pasti dia dikira habis membunuh. Sebaiknya nanti ku suruh ia mengganti pakaian dulu sebelum pulang. Mungkin baju mama bisa dipakai olehnya.

Ketika sudah berada di ruang tamu, mata hitamnya menoleh ke arahku.


“Silahkan duduk.”

Akupun duduk di hadapannya, Cuma meja berkaca yang membatasi kami berdua.

“mau teh?” tawar kristal, sambil bangkit dari duduknya.

Entah kenapa. Ketika kristal menawarkanku teh, aku jadi teringat waktu di apartemennya kemarin.

“di rumah inikan gak ada teh.” kataku, sambil menghindari kontak mata dengannya.

Sebenarnya ada sekotak teh celup di rumah ini, Cuma aku sengaja berbohong, agar semua cepat selesai.


Di sela keheningan, kristal terus memperhatikanku, aku yang merasa diawasi cuma terus membuang pandangan ke arah lain.

“baiklah, kalau tidak mau.”

Dia kembali duduk, Entah tahu bohong atau tidak, yang pasti dia tahu kalau aku tidak ingin berbasa-basi.


. . . . . . .


Huh, kayaknya aku sudah membuang beberapa menit, sebaiknya kutanyakan sekarang juga.

“Dunia yang kau tinggali sekarang ini, bukanlah dunia yang sebenarnya.”

Belum sempat bertanya, tiba-tiba ia langsung membuka topik pembicaraan.

“aku sudah mendengar itu berkali-kali, tapi maksud…”

“Diam.”

. . . .


Meski tidak meninggikan suaranya, kata singkat yang diucapkannya tadi membuatku merasa seperti di bentak. Akupun berhenti bertanya, sepertinya gadis berambut pirang ini tidak ingin pembicaraannya di potong.

“oke.. teruskan.” Ucapku, sebaiknya aku diam saja sampai ia nanti berhenti bicara.

Dan di mulailah lagi, percakapan yang panjang dan melelahkan.
Diubah oleh cangkir.kosong 20-02-2013 11:26
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.