- Beranda
- The Lounge
jika cinta itu anugerah kenapa harus ada yang luka (update terus gan)
...
TS
zatirahandnoen
jika cinta itu anugerah kenapa harus ada yang luka (update terus gan)
sorry gan kalau salah kamar soalnya menurut ane ini bisa juga di the lounge, ceritanya bakal panjang banget gan
jakarta
daun illegal
a wedding ring
merpati
amarah
tere
NODA I
NODA II
intelijen polri
astronaut
denting piano
karikatur masa lalu 1
karikatur masa lalu 2
awal pengkhianatan 1
awal pengkhianatan 2
mawar putih dan air mata
jakarta
daun illegal
a wedding ring
merpati
amarah
tere
NODA I
NODA II
intelijen polri
astronaut
denting piano
karikatur masa lalu 1
karikatur masa lalu 2
awal pengkhianatan 1
awal pengkhianatan 2
mawar putih dan air mata
Diubah oleh zatirahandnoen 20-02-2013 20:37
0
2.8K
Kutip
31
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•106.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
zatirahandnoen
#25
Spoiler for denting piano:
“denting piano“
“Hey you?” Tere membuka pembicaraan
“Iya.. halo?” aku gugup menjawabnya mengingat ada Lili di depanku
“Hmm.. besok jadi kan?”
“Iya.. jadi” kulihat mukanya Lili, dia ingin menunjukkan bahwa dia tidak peduli.. tapi aku tahu didalam hatinya ada gejolak besar.. karena aku tahu bahwa lili adalah wanita pencemburu.. ah bodohnya aku bukankah semua wanita itu pencemburu yah.
“……..,, oke gue pakai baju merah… bla bla bla”
Aku sampai tidak mendengarkan omongannya, aku melayang di dalam lamunanku, sampai dia bertanya lagi
“Halo?”
“Iya.. oke sampai ketemu besok yah.. tere..”
“Oh, iya siapa deh nama lo tadi?”
“Alvin..”
“Tunggu.. jangan jangan lo kakak kelas gue di SMA lagi soalnya tampang dan nama lo familiar banget ama Alvin kakak kelas gue”
“Hmm.. Tere gue lagi nyetir takut nabrak.. sampai besok aja yah”
“Ya udah deh.”
“Tiit…tiiit..tiit” suara sambungan telfon terputus
Akhirnya makanan datang ke meja kami berdua dan Lili sama sekali tak berbicara ketika makan, mengingat dia adalah makhluk terbawel kalau lagi makan.. Komentarin tentang makanannya, bumbunya, bahkan sampai waitress nya pun di komentarinya.. tapi hari ini aneh.. tidak usah bertanya aku pun sudah tau jawabannya..
“another summer day.. has come and gone away in paris and rome” suara ringtone hp ku kembali berbunyi
“siapa lagi? Cewek lain lagi yang disuruh temen kamu ngerjain?” lili bertanya dengan nada ketus sekali
“bukan yang, tommi”
“oh” dia sangat jutek dan ketus
“halo tom?”
“yo.. vin, udah lama kita berdua gak nongkrong terus ngopi bareng gitu”
“oh iya tom.. sorry banget nih, gue ngurusin adek gue yang lagi sakit”
“aldo?”
“iya tom, siapa lagi? Haha “
“kenapa dia vin? Makan sabun lagi?”
aku suka situasi ini ketika semuanya awkward dan tommi tiba tiba dating bercanda dan mencairkan suasana.. meskipun lewat handphone
“jadi dia berantem sama temennya tom, terus dia dibonyok bonyokin ampe gak sadarin diri”
seperti yang sudah kuduga akan reaksi apa yang akan dikeluarkannya
“vin lo ketempat gue sekarang, tunjukin gue anaknya biar gue potong kupingnya! Gue serius vin”
“udahlah tom, semuanya udah ditanganin polisi, udah tom tenang”
“ya udah sampai ketemu sore ini yah kawan, di tempat kopi yang biasa”
“oke tom, sampai nanti”
******
“kenapa aku harus berbaring disini, dengan infus, aku anak yang lemah aku gak guna hidup di dunia ini”
selalu aku berucap seperti itu dihatiku setiap kali aku terbaring di ranjang rumah sakit entah itu karena jantungku yang lemah maupun dengan diriku yang lemah
tapi kenapa ibu, bapak dan kak Alvin tetap saja mencintaiku meskipun aku selalu menunjukkan gelagat yang tak baik di depan mereka, kenapa mereka rela menungguku ber jam jam bahkan berhari hari di rumah sakit ini, sampai mengorbankan meeting meeting nya yang sangat penting.. meskipun mereka tahu kalau aku takkan berbicara padanya?
Aku mempunyai keluarga yang menyayangiku apa adanya aku.. tidak seperti teman temanku kecuali Jodi, teman temanku hanya mau berteman padaku karena mereka tahu aku adalah anak orang kaya
“kreeek” suara pintu terbuka, dan aku melihat Jodi masuk ke dalam ruangan rumah sakit
“aldo? Alhamdulillah udah bangun lo? Gue khawatir banget sama lo bro? gimana perasaan lo sekarang? Masalah randy dia udah gue laporin polisi kemaren bareng kak Alvin”
oh, kak Alvin dan jody kemarin pergi ke kantor polisi, aku tahu kakak ku sangat menyayangiku tapi aku harus membencinya
“udah baikan kok jod, thanks yah jod”
aku tersenyum ke jody, dia pun membalas senyumanku
“aldo.. lo gue beliin sesuatu loh, kemarin gue gak sengaja lewat jalan Surabaya dan ada sesuatu ngingetin gue sama lo”
“apaan tuh jod?” aku penasaran
“coba tebak?”
“apaan yah?pasti gambar rumah sakit atau karikatur jantung yang sehat?” bodoh sekali aku menjawab dengan seperti itu, aku telah mengecewakan jody
“apaan sih do!” jody terlihat agak marah padaku
“apaan dong?” aku mencoba tersenyum
“nih liat do.. tutup mata lo dulu”
aku menutup mataku dan jody mulai berbicara
“hitungan ketiga buka mata lo yah”
“satu.. dua… tiga”
aku membuka mataku dan
“taraaaa… ini gantungan piano kecil yang pianonya bisa lo maini tapi pakai baterai”
aku tersenyum dan tak kuasa air mataku terjatuh
“thanks yah jod”
orang tuaku tersenyum melihat kejeniusan jody yang berhasil menghiburku.. tapi itulah jody makhluk yang memang sangat jenius
“iya do sama sama lo cepet sembuh lah yah.. eh sorry nih do gue gak bisa lama lama ada tugas osis yang harus gue selesaiin, eh tapi mala mini gue balik lagi kok, nginep disini juga.. boleh kan om tante?”
mama dan papa tersenyum dan mama menjawab
“boleh dong nak Jodi, ya sudah kamu hati hati yah nak”
“iya tante terima kasih yah” jawabnya sembari mencium tangan kedua orang tuaku untuk berpamitan pulang
“gue balik dulu yah do.. cepet sembuh” ucapnya sembari membuka pintu untuk kembali lagi ke sekolah
*****
setelah mengantar lili ke kampus, aku pergi ke tempat yang sudah kujanjikan dengan tommi, aku memarkirkan mobilku dan masuk ke dalam cafeteria dimana dulu ketika SMA kita selalu menghabiskan waktu disana, terkadang untuk bolos sekolah atau hanya sekedar untuk ngobrol ngobrol saja
aku masuk ke dalam cafeteria dan kulihat tommi sudah duduk di kursi yang paling ujung di samping kaca, tempat favorite kita berdua dulu, karena dari kaca kita bisa melihat pak rusli, guru killer yang selalu mencari siswa siswa yang bolos
aku mengambil tempat duduk
“udah lama bro?”
“gak sih, baru aja gue bakar rokok vin”
aku mengambil satu batang rokok dari pack nya tommi, sudah lama aku tidak merokok karena menghargai papa dan aldo yang punya penyakit jantung meskipun aldo sendiri merokok
“how’s life tom?”
“yah gitu deh, kerjaan baik baik aja.. semuanya datar bro semenjak lo ninggalin gue ke amerika, inget kan lo di malam perpisahan lo, gue yang paling gak rela nge lepas lo, meskipun gue harus senang dengan ke suksesan lo”
“sama gue juga tom, udah jalan 5 tahun gue gak pernah bisa nemuin teman yang memang benar klop banget sama gue, tapi toh kita ngumpul lagi kan sekarang?”
“iya vin, eh gimana tuh si aldo?”
“dia udah sadar tom, udah bisa ngomong malah, lo lagi gak ada niat buat pacaran apa?”
“bro, gue mau nanya deh?”
pertanyaan itu membuatku bingung
“iya tom,nanya apa?”
“lo lagi ada masalah yah? Gue tau lo kali, ceritalah sob”
“hmm yah gak ada paling karena aldo doing nih sob”
“kenapa aldo?”
“jadi yah dia masih gak bisa nerima kenyataan kalau dia yang kena penyakit bokap, tapi toh tom, kalau emang harus gue transplantasi jantung gue buat dia bakal gue lakuin, gue rencana bakal transplantasi jantung gue buat dia beberapa minggu ke depan tom”
“yang bener vin? Lo yakin?”
“yah kalau emang itu yang bisa ngebalikin senyumnya kenapa gak?”
“vin, gue fikir lo tambah intelek setelah baik dari amerika, tapi ternyata dari dulu sama aja, gak pernah mikir panjang, yang ada dia malah merasah bersalah seumur hidupnya vin, jangan lah, lo percaya kan sama takdir? Dan apa yang emang ditakdirin tuhan ke kita itu pasti indah, biarlah aldo berjalan sesuai takdirnya vin”
“tapi tom, gue bener bener gak bisa ngeliat aldo sedih!”
“asal lo tau vin, dia itu gak pernah sedih, yang ada dia bahagia, dia bahagia punya kakak yang sangat sayang sama dia, itu yang nguatin dia vin, jangan bodoh”
aku tersadar akan omongan tommi, dia bener dan aku merasa bodoh baru menyadarinya
“vin apalagi masalah lo? Masih ada yang ngeganjel dihati lo kan?”
“gak ada kok tom”
“jangan bohonglah sama kawan sendiri, gue benci itu”
“hmm.. iya nih tom, si ferdi”
“kenapa lagi itu bocah?”
aku pun menceritakan kejadian malam itu pada tommi
“vin.. kenapa harus lo terima tawaran itu?”
“karena gue gak bisa tom, gue gak bisa ngeliat temen gue sedih”
“vin, gue bilangin sama lo, jangan suka ngorbanin perasaan lo buat perasaan orang lain, suatu saat lo bakal sayang ama tere, dan lo bakalan nyakitin 3 hati orang lain, lo bakal nyakitin hati lili, tere dan ferdy.. dan diri lo sendiri.. karena lo gak bakal milih siapa siapa nanti.. gak ada yang menang dan gak ada yang kalah”
aku sadar dengan apa omongan tommi, tapi mau bagaimanapun nasi sudah menjadi bubur.. aku hanya orang bodoh yang tak bisa melakukan apa apa..
0
Kutip
Balas