- Beranda
- Berita dan Politik
Ketua PBNU Bilang : Makam Mbah Priok Alias Mbah HOAX Kosong, Buat Apa Dipertahankan
...
TS
japek
Ketua PBNU Bilang : Makam Mbah Priok Alias Mbah HOAX Kosong, Buat Apa Dipertahankan
Quote:
Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj bertemu dengan Kabareskrim Komjen Polisi Sutarman di Gedung Bareskrim membahas soal sengketa makam Mbah Priok.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama 30 menit, Said Agil menyatakan, jenazah Mbah Priok sudah tidak ada di tanah yang sempat menjadi sengketa berdarah beberapa waktu lalu.
"Sekedar silaturahmi karena ia (Sutarman) sempat dekat dengan Gus Dur. Tadi mengabarkan saja Mbah Priok makamnya sudah kosong. Nanti pembangunan bisa diteruskan. Kalau sudah kosong tidak ada gunanya. Tetapi kompleknya tetap," ungkap Said.
Said menjelaskan, pihak NU selama ini mempertahankan soal makam, dan itu tidak berubah. Namun, kalau makamnya sudah tidak ada buat apa lagi dipertahankan. "Kalau bukan orang yang bicara ini patut dipertanyakan. Tapi ini NU yang bicara, kalau sudah tidak jenazahnya lagi buat apa,"kata dia.
Makam Mbah Priok atau Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad di Penjaringan, Jakarta Utara. Makam tersebut dianggap keramat dan tidak pernah sepi dari umat muslim yang berziarah.
Pada April 2010, terjadi bentrokan antara warga dan Satpol PP karena warga setempat dan beberapa pihak yang mengaku sebagai ahli waris dari tokoh masyarakat Al Arif Billah Hasan bin Muhammad Al Haddad atau biasa dikenal dengan nama "Mbah Priok" yang mengaku punya hak atas tanah itu.
Jenazah Mbah Priok dan jenazah lain di yang tadinya berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dobo, Kelurahan Koja, Jakarta Utara itu telah dipindahkan TPU Semper karena lokasi di Jl Dobo berdasarkan putusan pengadilan merupakan tanah milik PT Pelindo II.
Bentrok terjadi saat Satpol PP melakukan penertiban bangunan di sekitar monumen makam Mbah Priok, Jakarta Utara. [mvi]
Dalam pertemuan yang berlangsung selama 30 menit, Said Agil menyatakan, jenazah Mbah Priok sudah tidak ada di tanah yang sempat menjadi sengketa berdarah beberapa waktu lalu.
"Sekedar silaturahmi karena ia (Sutarman) sempat dekat dengan Gus Dur. Tadi mengabarkan saja Mbah Priok makamnya sudah kosong. Nanti pembangunan bisa diteruskan. Kalau sudah kosong tidak ada gunanya. Tetapi kompleknya tetap," ungkap Said.
Said menjelaskan, pihak NU selama ini mempertahankan soal makam, dan itu tidak berubah. Namun, kalau makamnya sudah tidak ada buat apa lagi dipertahankan. "Kalau bukan orang yang bicara ini patut dipertanyakan. Tapi ini NU yang bicara, kalau sudah tidak jenazahnya lagi buat apa,"kata dia.
Makam Mbah Priok atau Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad di Penjaringan, Jakarta Utara. Makam tersebut dianggap keramat dan tidak pernah sepi dari umat muslim yang berziarah.
Pada April 2010, terjadi bentrokan antara warga dan Satpol PP karena warga setempat dan beberapa pihak yang mengaku sebagai ahli waris dari tokoh masyarakat Al Arif Billah Hasan bin Muhammad Al Haddad atau biasa dikenal dengan nama "Mbah Priok" yang mengaku punya hak atas tanah itu.
Jenazah Mbah Priok dan jenazah lain di yang tadinya berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dobo, Kelurahan Koja, Jakarta Utara itu telah dipindahkan TPU Semper karena lokasi di Jl Dobo berdasarkan putusan pengadilan merupakan tanah milik PT Pelindo II.
Bentrok terjadi saat Satpol PP melakukan penertiban bangunan di sekitar monumen makam Mbah Priok, Jakarta Utara. [mvi]
[URL="http://nasional.inilah..com/read/detail/1953546/pbnu-kabareskrim-bahas-makam-mbah-priok#.URCiYCCPjLw"]Sumber[/URL]
Sudahlah mending lanjutkan saja pembangunan terminal container plus jalur KA khusus containernya, toh makamnya sudah kosong riwayatnya HOAX lagi.......
Spoiler for Berita Kontan:
TERMINAL PETI KEMAS
Investasi JICT terganjal makam Mbah Priok

Investasi JICT terganjal makam Mbah Priok

Memang tak mudah berinvestasi di Tanah Air. Masalah infrastruktur jelas masih menjadi kendala. Belum lagi masalah-masalah lain yang seringkali di luar hitungan investor: soal area pemakaman.
Masalah makam itu yang menghadang niat PT Hutchison Ports Indonesia (HPI) untuk mengoptimalkan area pelabuhan peti kemas Jakarta International Container Terminal (JICT). Padahal HPI sudah menyiapkan dana sebesar US$ 100 juta untuk pengembangan terminal peti kemas ini hingga 2014 mendatang. Seperti diketahui, makan Mbak Priok belum juga bisa dipindahkan dari area pelabuhan tersebut.
Stephen Ashworth, Chief Executive Officer HPI mengungkapkan, banyak kendala dalam mengembangkan infrastuktur di Indonesia. Bahkan, JICT pun kesulitan mengembangkan area pelabuhan mereka karena masih terganjal oleh makam Mbah Priok itu. “Masih ada ganjalan dalam upaya pengembangan ini,” ujarnya, akhir pekan lalu.
JICT berharap, Indonesia Port Corporation (Pelindo II) bisa segera menyelesaikan masalah sengketa tanah ini dengan pihak ahli waris Mbah Priok. “Saya rasa teman-teman di Pelindo II serius menyelesaikan kasus ini,” harap Ashworth.
Bagi JICT pengembangan terminal peti kemas itu penting bagi untuk memperbesar kapasitas pelabuhan hingga mencapai 5 juta TEUs dalam beberapa tahun ke depan. JICT menghitung, jika masalah makam ini bisa tuntas, JICT bisa lebih leluasa mengembangan area selatan untuk memperluas pintu utama bagi truk-truk peti kemas yang akan masuk terminal JICT.
Terus bertumbuh
Asal tahu saja, HPI adalah anak usaha Hutchison Ports Holding (HPH), korporasi global yang berkantor pusat di Hong Kong. Saat ini HPH mempunyai saham di 52 pelabuhan dengan 315 dermaga yang tersebar di 26 negara di Asia, Eropa, dan Amerika.
HPI sendiri sudah menjadi pengelola JICT I dan II sejak 13 tahun lalu bersama Pelindo II. Dalam joint venture ini, HPI memiliki saham sebesar 51%, Pelindo II mengempit 48,9% saham, dan sisanya dipegang oleh Koperasi Pegawai Maritim, yakni sebesar 0,01%.
Sejak pertama kali HPI berada di JICT, pelabuhan peti kemas ini terus bertumbuh. Jika pada 1999, kapasitas bongkar muat peti kemas JICT hanya 1,4 juta TEUs, tahun lalu JICT sudah bisa membongkar muat peti kemas sebanyak 2,3 juta TEUS.
Selain mengelola JICT, HPI juga menjadi sekondan Pelindo II dalam mengelola Terminal Peti Kemas Koja. Di TPK Koja, HPI punya 44.68% saham, sedangkan Pelindo II memegang 55,32% saham. Tahun lalu, Koja mampu menghandel peti kemas sebanyak 800.000 TEUs. “Tahun ini kami manargetkan JICT bisa membongkar muat petikemas sebanyak 2,8 TEUs, dan Koja sebesar 1 juta TEUs,” ungkap Rianti Ang, Chief Comercial Officer HPI.
Ashworth, menambahkan, sejak HPI terlibat dalam pengelolaan JICT dan TPK Koja, kedua terminal tersebut telah berhasil meningkatkan kinerja dan tingkat produktivitas yang baik. “Kami juga terus meningkatkan investasi dalam peralatan, pekerjaan sipil, teknologi, dan sumber daya manusia,” ujar Ashworth.
http://industri.kontan.co.id/news/in...kam-mbah-priok
Quote:
Sejarawan UI: Mbah Priok BukanSeorang Dai
Sejarawan Universitas Indonesia (UI), JJ Rizal menyangsikan bila Hasan bin Muhammad Al-Hadad atau populer disebut Mbah Priok adalah seorang juru dakwah, seperti yang dianggap sebagian kalangan masyarakat.
“Mbah Priok sebagai pedagang. Mbah Priok bekerja di sebuah kapal yang melayari antara Palembang dan Bangka Belitung,” jelas Rizal seusai mengisi "Seminar Tradisi Ziarah dalam Masyarakat Indonesia" di Auditorium Syahida Inn Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Kamis (28/4) siang.
Rizal mengungkapkan pada tahun1927 Mbah Priok berlayar ke Jakarta. Kedatangannya ke Jakarta adalah untuk berziarah ke makam kramat Luar Batang. Tetapi, kata Rizal, sebelum kapal yang ditumpanginya melepas jangkar di Tanjung Priok, Mbah Priok meninggal dunia.
“Kapal yang ia tumpangi mendarat di pelabuhan Tanjung Priok, bukan di pasar ikan. Kalau pun dibilang Mbah Priok merupakan asal usul dari penamaan Tanjung Priok , fakta sejarah membuktikan itu suatu hal yang mustahil. Pada 1880-an itu pembangunan Tanjung Priok sebagai pelabuhan sudah dilakukan. Dan namanya sudah Tanjung Priok,” ungkapnya.
Mbah Priok kemudian dimakamkan di TPU Pondok Dayung. Setelah itu dipindahkan ke TPU Dobo. Dan pada 21 Agustus 1997 dipindahkan ke TPU Semper. Kemudian, oleh ahli waris nisan Mbah Priok yang berada di TPU dipindahkan kembali ke lahan eks TPU Dobo. Eks TPU Dobo itu direncanakan untuk terminal peti kemas.
Lalu bagaimana dengan ggapan masyarakat bahwa makam Mbah Priok merupakan makam yang kramat? Rizal menjelaskan peristiwa bentrokan 14 April 2010 memilik andil besar mengangkat pamor Mbah Priok.” Setelah peristiwa itu Mbah Priok yang awalnya sebagai tokoh biasa menjelma sebagai tokoh kramat. Jadi orang biasa menjadi orang kramat,” katanya.
Padahal, lanjut Rizal, nama Mbah Priok sama tidak ada dalam peta sejarah ulama-ulama yang berperan besar dalam pengembangan dakwah Islam di tanah Betawi.
Menurut Rizal mitos makam kramat Mbah Priok ini memang sengaja diciptakan. “Nah, ini penyimpangan-penyimpangan historis yang sengaja dibuat, direkayasa sedemikian rupa. Ini kebohongan publik yang banyak menipu dan menyesatkan pandangan masyarakat tentang ketokohan orang yang disebut Mbah Priok itu,” kata Rizal.
Lebih lanjut Rizal memberikan bukti otentik yang terdapat dalam peta tempat-tempat suci di Batavia terbitan tahun 1823. Dalam peta itu tidak disebut makam Mbah Priok. Kemudian empat tahun kemudian, pada terbitan kedua juga tidak disebut makam Mbah Priok.
“Jadi, makam Mbah Priok itu bukan makam suci yang memang historis dan terkenal di Batavia. Bukan makam yan dianggap masyarakat memiliki karomah,” tandasnya.
Sementara, terkait ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta bekerjasama dengan Madani Institute telah menerbitkan sebuah buku yang berjudul, “Kasus “Mbah Priok”: Studi Bayani wa Tahqiq Terhadap Masalah Makam Eks TPU Dobo”. Dalam buku setebal 174 halaman itu terungkap fakta-fakta baru tentang Mbah Priok. Salah satunya seperti yang disebutkan olah JJ Rizal, yakni MUI lebih melihat almarhum Mbah Priok sebagai pelaut Palembang yang shaleh daripada sebagai dai yang menyebarkan Islam di tanah Betawi.
Sengketa makam Mbah Priok yang melibatkan ahli waris dengan pengelola pelabuhan Tanjung Priok memang sudah berlangsung lama. Persoalan ini mengakibatkan terrjadinya bentrokan warga dengan aparat Satpol PP pada 14 April 2010. Sedikitnya tiga anggota Satpol PP tewas dan puluhan warga luka-luka.*
http://www.hidayatullah.com/read/167...dayatullah.com
Diubah oleh japek 18-03-2013 07:15
0
16.6K
Kutip
117
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
693.4KThread•57.9KAnggota
Tampilkan semua post
shadownet
#45
Quote:
Original Posted By perardua►
karena urusan tanah gan, makamnya sih buat cover doang, wong mbah priok sendiri gak punya keturunan, aneh aja ada yg ngaku-ngaku ahli waris 
karena urusan tanah gan, makamnya sih buat cover doang, wong mbah priok sendiri gak punya keturunan, aneh aja ada yg ngaku-ngaku ahli waris 
Wah... tumben komentarnya bertolak belakang sama junjungannya sang HABIB ber-Karomah... BTW sudah tanya belum nih sama Om Mundzir ?? yang ikut menyatakan tentang benarnya Mbah Priok...
Nih komentar dari HABIB ber-Karomah yang ternama terhadap masalah ini :
Quote:
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,
Rahmat dan kesejukan semoga selalu berlimpah pada saudara saudariku muslimin muslimat, khususnya saudara saudariku Jamaah Majelis Rasulullah saw.
ImageSaudara saudariku yg kumuliakan,
Allah swt berfirman : “Telah kami cantumkan dalam kitab Zabur (jauh sebelum Alqur;an diturunkan) setelah peringatan kalamullah dilangit, bahwa Bumi akan diwariskan pd hamba hamba Allah shalih, dan ini adalah manfaat besar bagi mereka kaum yg banyak beribadah, dan tiadalah Kuutus engkau (wahai Muhammad saw) kecuali sebagai pembawa Rahmat bagi sekalian alam” (QS Al Anbiya 105.106,107).
Para shalihin berkuasa dimasa hidupnya dan tetap diberi kemuliaan oleh Allah dan dilindungi setelah wafatnya, terbukti makam makam shalihin tidak bisa disentuh tsunami di aceh, terbukti pemakaman Al Hawi tak bisa digusur dan dipindahkan, terbukti Makam hb Nuh Al habsyi di Singapura tak bisa digusur oleh pemerintah singapura,
Namun ada juga para shalihin yg makamnya dipindahkan, sebagaimana Al Arif Billah Alhabib Muhammad bin hud Alattas, (ayah dari Al arif billah Alhabib Umar bin Hud Alatttas), juga Al Arif billah Alhabib Abdullah bin Salim Alattas (kakek dari Hb Hud Alattas), pekuburan mereka dipindahkan ke pekuburan karet oleh gubernur Ali Sadikin masa itu, namun bisa dipindahkan.
Menunjukkan bahwa pemindahan pekuburan shalihin tak akan bisa dilakukan siapapun kecuali ia ridho dan dg izin Allah swt tentunya.
Penolakan ruh mereka atas pekuburan mereka dipindahkan tentunya bisa saja bukan karena mereka tak mau jasadnya dipindahkan, namun dg kehendak Allah swt yg mungkin wilayah itu sangat membutuhkan keberadaan jasad mereka tetap berada disana sebagai lambang kekuatan Allah swt dan Rahmat bagi penduduk sekitar,
Namun sebaliknya bisa saja pekuburan shalihin dipindahkan, dg kehendak Allah, karena akan membawa manfaat lebih besar bagi penduduk yg tempat makam mereka akan dipindahkan.
Sebagaimana ayat diatas terkait dg ayat berikutnya yaitu hal itu merupakan manfaat besar bagi mereka yg banyak beribadah, dan diperjelas dg ayat selanjutnya bahwa keberadaan Rasul saw adalah untuk membawa Rahmat bagi alam, dan para wali Allah dan shalihin adalah para penerus pembawa Rahmat Allah swt setelah wafatnya Rasul saw.
Kembali pada pokok masalah, yaitu rencana penggusuran makam Qubbah Haddad di priok, hal itu tak akan bisa terjadi jika tak dikehendaki ruh sohibul makam dan dg Izin Allah swt tentunya, namun bisa saja dikehendaki oleh Allah swt untuk membawa manfaat pada wilayah muslimin yg akan menjadi tempat pindahnya makam itu kelak.
Instruksi saya untuk seluruh jamaah majelis Rasulullah saw, dan himbauan saya pada seluruh muslimin muslimat, jangan mengambil tindakan kekerasan, dan jangan pula menyalahkan yg mengambil cara ketegasan.
Kita berusaha secara baik baik, tanpa perlu ada keributan.
Izinkan saya meneruskan masalah ini pd pejabat terkait, saya sudah menghubungi Sekda Gubernur DKI, dan ia pula yg sering membantu kita dan telah instruksikan pada seluruh walikota DKI untuk membuat cabang majelis Rasulullah di wilayah para masing masing walikota DKI, ia mengatasi semua walikota di Jakarta dan sangat mendukung kita, posisinya adalah sekertaris Gubernur, saya menlpon beliau untuk meminta penggusuran itu dibatalkan.
Bpk Muhayat memberi kejelasan sbgbr :
Baik Habib, kami tanggapi himbauan habib, kami akan instruksi penarikan satpol PP untuk mundur dari wilayah, dan Makam tidak digusur, tapi penghuni sekitar yg mungkin akan terkena rencana penggusuran,
Lalu saya tegaskan lagi dg meminta penjelasan : kembali ke puncak masalah pak, secara singkat saja, jadi permintaan kami telah jelas bahwa makam tidak digusur??, beliau menjawab : “jelas dan dimengerti habib, insya Allah tidak digusur, namun saya perlu klarifikasi pd Bpk Gubernur utk lebih jelasnya, namun ayahanda dari Bpk Gubernur wafat dan kami sedang sibuk dalam pemakaman, akan kami hubungi habib lagi”.
Maka saudara saudariku tenanglah, demikian himbauan saya pada seluruh saudara saudaraku tercinta kaum muslimin, namun utk saudara saudara kita yg memilih cara ketegasan kita tidak memusuhinya, mereka saudara saudara kita juga, Cuma masing masing punya cara dan strategi dalam hal ini.
namun instruksi saya khusus pada seluruh jamaah Majelis Rasulullah saw utk tidak terjun langsung, karena ini mengancam rencana agung kita utk membenahi Jakarta sebagai kota kedamaian dan kota Sayyidina Muhammad saw, dan kita berpegang pd sanad guru mulia kita dan himbauan beliau, bahwa kita menggunakan cara kelembutan, namun tidak memusuhi yg memakai cara ketegasan.
kami akan terus memperjuangkan hal ini bersama fihak Rabithal alawiyyah tanpa melibatkan massa, kami akan terus mengajukan kpd Bpk Sekda, Gubernur, dan kalau perlu sampai kepada Presiden RI, jika masih juga gagal, maka itu sudah kehendak Allah swt dan kita tidak bisa melawan takdir Nya, kita menahan diri utk 1 hal setelah berusaha, namun kita terus berjuang untuk sejuta hal lainnya dalam pembenahan ummat, mudah mudahan penggusuran digagalkan sebagaimana kabar terakhir yg sampai pada saya, bahwa Gubernur menerima untuk tidak menggusur makam dan tidak melarang jamaah berziarah.
Mengenai jatuhnya korban sebab oknum satpol PP dll, kita menyesalkan itu, namun merekapun bagian masyarakat kita pula, mereka bagian keluarga kita pula, buruknya mereka maka aib kita pula karena saudara sebangsa, dan baiknya mereka juga merupakan baiknya nama kita dan bangsa kita, dan mereka juga jelas organisasi aparat yg perlu mendapat bimbingan pula para Da;I dan ulama agar lebih mengenal akhlak dalam menjalankan tugasnya, hal inipun akan kita perjuangkan Insya Allah pada pejabat terkait.
Demikian saudara saudaraku sekalian
Salam hormat
(Munzir Almusawa)
sumber : http://alkisah.web.id/2010/04/instru...bah-priok.html
NB : hati-hati loh bisa kualat...
0
Kutip
Balas