- Beranda
- The Lounge
(Digital Novel) Air dan debu
...
TS
orz
(Digital Novel) Air dan debu
Baca ini terlebih dahulu
Silahkan Klick untuk membuka setiap bagian cerita
Bagian Pertama
Spoiler for Please read first:
Air dan debu
Silahkan Klick untuk membuka setiap bagian cerita
Bagian Pertama
Diubah oleh orz 05-02-2013 08:21
0
1.1K
6
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
orz
#1
Bagian Pertama
23 November 2014
Angga memainkan pemantik api merk Zipponya yang berwarna ungu.
sambil menghembuskan asap dari rokok mild filter favoritnya.
Duduk diatas motor Bison kesayangannya sambil mengangkat satu kaki.
sesekali ia melihat jam di blackberry onyx miliknya yang sudah usang karena
dimakan waktu, dan sangat sering dipergunakan.
Setelah menyadari kalau saat ini jam sudah jam 8 malam, ia message
pacarnya yang masih belum keluar kelas.
Sejak jam 6 sore, Angga sudah menunggu di depan kampus sang pacar
dengan sabar, karena sudah janji ingin mengantarnya pulang kerumah.
Ia memasukkan zippo ke sakunya karena lelah bermain lalu mulai
browsing kaskus lounge untuk melihat thread thread yang menarik sembari
menghabiskan waktu, di blackberrynya tertera berita berita baru
seperti "iPhone 5[s] kini hadir di Indonesia gan!", "Sifat menurut zodiak cina",
dan "waspada jakarta banjir lagi".
ia terus menscroll ke bawah mencari berita yang menarik
namun mendadak baterenya low, dan dia lalu bbm sang pacar dengan
kalimat singkat "Cit batere aku abis, aku udah diparkiran motor"
lalu Angga memasukkan blackberrynya ke saku jas motornya dan melihat
spion, membetulkan rambut yang sedikit berantakan karena memakai helm.
Kulit sawo matang, dengan rahang yang terlihat kuat, mata coklat yang cerah
namun sedikit merah karena kurang tidur, dan alis yang tajam dengan gigi
yang rata.Angga tersenyum melihat penampilannya cukup rapih kali ini.
"coba tadi gw charger bb pas di rumah" ujar Angga pada diri sendiri.
ia lalu turun dari motornya dan berjalan perlahan untuk membeli segelas
kopi sachet tiga ribuan. setelah ia berdiri ia berjalan beberapa langkah
dan mematikan rokoknya dengan cara diinjak, dan mengangkat puntungnya
lalu membuangnya di tempat sampah yang berada di sampingnya.
lalu ia melanjutkan jalannya ke warung di dekat parkiran motor kampus
swasta.
Angga menatap ramah Bang Iwan si pemilik warung gerobak dan berkata
"Wan, kopi ye satu" dengan suara yang cempreng khas si Angga
Dijawab dengan Bang Iwan "yang biasa bos?"
"iya yang biasa" ujar Angga santai..
Sambil menunggu kopi diseduh, Angga berbasa basi dengan Bang Iwan
"udah mulai ujan lagi Wan, banjir gak ye grogol ntar"
Bang Iwan sambil menyodorkan kopi kapal api susu ke Angga berkata
"wah jangan sampe deh, bisa gawat gw kalau banjir lagi gak jualan gw"
lalu Angga berbincang bincang soal topik topik ringan dan politik
dan setelah kopinya habis ia ijin pergi pada Bang Iwan untuk kembali
Stand by di parkiran motornya.
Angga berjalan menuju parkiran motor melewati gerbang kampus
dan tersenyum kepada satpam yang ada di pos..
dari jauh terlihat disebelah motornya seorang wanita berumur dua
puluhan dengan bentuk kecantikan khas jawa.
Wanita itu adalah pacarnya yang bernama Citra.
Citra sedang memainkan iPhone 5nya sembari menunggu Angga sepertinya.
Setiap kali melihat Citra maka jantung Angga sedikit berhenti
Citra tidak cantik, tapi manis, rambutnya yang panjang sebahu dibiarkan
turun, poninya yang rapih selalu kearah kanan, dan matanya yang hitam
selalu terlihat ceria walau kantung matanya yang hitam tidak bisa
menyimpan lelahnya karena remaja muda itu sering begadang mengerjakan
skripsinya. pipinya yang putih terlihat lesung pipitnya karena tersenyum
melihat Angga, bibirnya yang tipis dan terlihat basah tesenyum kecil.
Angga lalu berlari pelan mendekati pacarnya lalu menyerahkan tangannya
yang disambut tangan kecil Citra yang dilanjutkan dengan mencium tangan
lelaki yang sudah 3 tahun menjadi pacarnya.
"kamu nunggu udah lama" ujar citra pelan, suaranya yang halus menyimpan
rasa tidak enak.Angga tertawa renyah dan berkata "ah nggak baru sepuluh
menitan paling" jawab Angga berbohong. "yode ayok kita berangkat
supaya gak kemaleman, nanti Bokap kamu marah bisa gawat" ujar Angga
sambil berusaha melepaskan helm yang dikunci di kursi belakang
motornya.
Citra tersenyum dan mengambil helm berwarna pink dengan gambar Twitty
dan mengenakannya, lalu dengan sigap Angga menaiki motornya dan
menyalakan motornya.Citra yang tingginya 150cm cukup sulit menaiki
motor yang rada tinggi tersebut lalu berkata "enak ya jadi kamu..
kakinya panjang naik motor gampang" ujarnya sambil memeluk pinggang
Pria bertinggi 172cm yang disayanginya.
Angga lalu mulai berjalan keluar dari kampus dan bersiap mengarungi
jalan dari Kyai tapa sampai Pulo mas lalu balik ke rumahnya di pamulang
demi pacarnya.
satu jam kemudian ia sampai kerumah yang cukup besar.
tak lama setelah masuk gerbang yang dibukakan seorang satpam.
ia memarkir motornya di taman yang cukup luas.
Dan dari dalam terdengar pintu Dibuka oleh seorang lelaki
berumur lima puluhan bernama Pak Dodo,
rambutnya sudah mulai dihiasi uban yang
bisa dihitung dengan jari, namun sorot matanya hangat apabila dilihat
seksama mirip dengan citra bentuk mukanya.
dengan air muka yang berwibawa ia berdiri tegap diambang pintu.
Angga tersenyum dan berkata "Assalamualaikum Pak"
dijawab dengan santun oleh Pak Dodo "Wallaikumsalam Ngga"
Citra langsung menuju kearah Bapaknya dan salim tangan ke Ayahnya.
Pak Dodo lalu berkata "kamu mandi dulu Nak, Bapak mau ngobrol
dengan Angga", Citra mengangguk dan masuk kedalam.
Pak Dodo lalu berkata pada Angga "Nak Angga duduk sini. Bapak
mau ngobrol sebentar".Angga terdiam dan berkata dalam hati "wah gawat"
lalu ia duduk di kursi tamu bersebelahan dengan Pak Dodo.
Pak Dodo memulai pembicaraan "Nak, kamu serius sama anak saya?"
Angga menjawab lirih "iya Pak, saya serius" sambil mengangguk.
Pak Dodo pun tersenyum dan berkata "kalau kamu serius, Bapak cuman
minta kamu tolong selesaikan kuliahmu cepat cepat"
Angga terdiam sebentar dan mengangguk "saya sedang mengusahakannya
Pak". Pak Dodo terlihat serius berkata "Citra sudah mau lulus"
lalu ia mengambil sebungkus rokok Dji sam soe super premium dari saku
celananya, diambilnya satu batang dan dikabar dengan korek kayu.
lalu meneruskan kata katanya "salah satu kewajiban Islam adalah menikah"
ucapnya sambil membuang asap rokok dari mulutnya.Disedotnya lagi
rokok kretek itu dan mulai berkata lagi "Bapak gak menuntut kamu harus
mapan dahulu, yang penting Citra bahagia".
Angga menatap keubin marmer berwarna krem dan mengangguk.
"Insya Allah saya Januari sudah sidang" lalu Angga menatap Pak Dodo
dan melanjutkan "setelah saya lulus saya akan datang meminta izin
Bapak dan Ibu" ujarnya mantap.
Pak Dodo pun tersenyum kecil "baik kalau begitu Nak, saya tunggu".
Angga pun tersenyum yakin lalu meminta ijin karena sudah malam dan
tidak enak menganggu, "saya titip salam untuk CItra Pak, maaf kemalaman"
Pak Dodo tersenyum dan mengizinkan Angga Pulang.
Dijalan Angga berkata dalam hati "tinggal sidang doang nih"
lalu menghela nafas dan menuju kerumahnya.
bersambung..
23 November 2014
Angga memainkan pemantik api merk Zipponya yang berwarna ungu.
sambil menghembuskan asap dari rokok mild filter favoritnya.
Duduk diatas motor Bison kesayangannya sambil mengangkat satu kaki.
sesekali ia melihat jam di blackberry onyx miliknya yang sudah usang karena
dimakan waktu, dan sangat sering dipergunakan.
Setelah menyadari kalau saat ini jam sudah jam 8 malam, ia message
pacarnya yang masih belum keluar kelas.
Sejak jam 6 sore, Angga sudah menunggu di depan kampus sang pacar
dengan sabar, karena sudah janji ingin mengantarnya pulang kerumah.
Ia memasukkan zippo ke sakunya karena lelah bermain lalu mulai
browsing kaskus lounge untuk melihat thread thread yang menarik sembari
menghabiskan waktu, di blackberrynya tertera berita berita baru
seperti "iPhone 5[s] kini hadir di Indonesia gan!", "Sifat menurut zodiak cina",
dan "waspada jakarta banjir lagi".
ia terus menscroll ke bawah mencari berita yang menarik
namun mendadak baterenya low, dan dia lalu bbm sang pacar dengan
kalimat singkat "Cit batere aku abis, aku udah diparkiran motor"
lalu Angga memasukkan blackberrynya ke saku jas motornya dan melihat
spion, membetulkan rambut yang sedikit berantakan karena memakai helm.
Kulit sawo matang, dengan rahang yang terlihat kuat, mata coklat yang cerah
namun sedikit merah karena kurang tidur, dan alis yang tajam dengan gigi
yang rata.Angga tersenyum melihat penampilannya cukup rapih kali ini.
"coba tadi gw charger bb pas di rumah" ujar Angga pada diri sendiri.
ia lalu turun dari motornya dan berjalan perlahan untuk membeli segelas
kopi sachet tiga ribuan. setelah ia berdiri ia berjalan beberapa langkah
dan mematikan rokoknya dengan cara diinjak, dan mengangkat puntungnya
lalu membuangnya di tempat sampah yang berada di sampingnya.
lalu ia melanjutkan jalannya ke warung di dekat parkiran motor kampus
swasta.
Angga menatap ramah Bang Iwan si pemilik warung gerobak dan berkata
"Wan, kopi ye satu" dengan suara yang cempreng khas si Angga
Dijawab dengan Bang Iwan "yang biasa bos?"
"iya yang biasa" ujar Angga santai..
Sambil menunggu kopi diseduh, Angga berbasa basi dengan Bang Iwan
"udah mulai ujan lagi Wan, banjir gak ye grogol ntar"
Bang Iwan sambil menyodorkan kopi kapal api susu ke Angga berkata
"wah jangan sampe deh, bisa gawat gw kalau banjir lagi gak jualan gw"
lalu Angga berbincang bincang soal topik topik ringan dan politik
dan setelah kopinya habis ia ijin pergi pada Bang Iwan untuk kembali
Stand by di parkiran motornya.
Angga berjalan menuju parkiran motor melewati gerbang kampus
dan tersenyum kepada satpam yang ada di pos..
dari jauh terlihat disebelah motornya seorang wanita berumur dua
puluhan dengan bentuk kecantikan khas jawa.
Wanita itu adalah pacarnya yang bernama Citra.
Citra sedang memainkan iPhone 5nya sembari menunggu Angga sepertinya.
Setiap kali melihat Citra maka jantung Angga sedikit berhenti
Citra tidak cantik, tapi manis, rambutnya yang panjang sebahu dibiarkan
turun, poninya yang rapih selalu kearah kanan, dan matanya yang hitam
selalu terlihat ceria walau kantung matanya yang hitam tidak bisa
menyimpan lelahnya karena remaja muda itu sering begadang mengerjakan
skripsinya. pipinya yang putih terlihat lesung pipitnya karena tersenyum
melihat Angga, bibirnya yang tipis dan terlihat basah tesenyum kecil.
Angga lalu berlari pelan mendekati pacarnya lalu menyerahkan tangannya
yang disambut tangan kecil Citra yang dilanjutkan dengan mencium tangan
lelaki yang sudah 3 tahun menjadi pacarnya.
"kamu nunggu udah lama" ujar citra pelan, suaranya yang halus menyimpan
rasa tidak enak.Angga tertawa renyah dan berkata "ah nggak baru sepuluh
menitan paling" jawab Angga berbohong. "yode ayok kita berangkat
supaya gak kemaleman, nanti Bokap kamu marah bisa gawat" ujar Angga
sambil berusaha melepaskan helm yang dikunci di kursi belakang
motornya.
Citra tersenyum dan mengambil helm berwarna pink dengan gambar Twitty
dan mengenakannya, lalu dengan sigap Angga menaiki motornya dan
menyalakan motornya.Citra yang tingginya 150cm cukup sulit menaiki
motor yang rada tinggi tersebut lalu berkata "enak ya jadi kamu..
kakinya panjang naik motor gampang" ujarnya sambil memeluk pinggang
Pria bertinggi 172cm yang disayanginya.
Angga lalu mulai berjalan keluar dari kampus dan bersiap mengarungi
jalan dari Kyai tapa sampai Pulo mas lalu balik ke rumahnya di pamulang
demi pacarnya.
satu jam kemudian ia sampai kerumah yang cukup besar.
tak lama setelah masuk gerbang yang dibukakan seorang satpam.
ia memarkir motornya di taman yang cukup luas.
Dan dari dalam terdengar pintu Dibuka oleh seorang lelaki
berumur lima puluhan bernama Pak Dodo,
rambutnya sudah mulai dihiasi uban yang
bisa dihitung dengan jari, namun sorot matanya hangat apabila dilihat
seksama mirip dengan citra bentuk mukanya.
dengan air muka yang berwibawa ia berdiri tegap diambang pintu.
Angga tersenyum dan berkata "Assalamualaikum Pak"
dijawab dengan santun oleh Pak Dodo "Wallaikumsalam Ngga"
Citra langsung menuju kearah Bapaknya dan salim tangan ke Ayahnya.
Pak Dodo lalu berkata "kamu mandi dulu Nak, Bapak mau ngobrol
dengan Angga", Citra mengangguk dan masuk kedalam.
Pak Dodo lalu berkata pada Angga "Nak Angga duduk sini. Bapak
mau ngobrol sebentar".Angga terdiam dan berkata dalam hati "wah gawat"
lalu ia duduk di kursi tamu bersebelahan dengan Pak Dodo.
Pak Dodo memulai pembicaraan "Nak, kamu serius sama anak saya?"
Angga menjawab lirih "iya Pak, saya serius" sambil mengangguk.
Pak Dodo pun tersenyum dan berkata "kalau kamu serius, Bapak cuman
minta kamu tolong selesaikan kuliahmu cepat cepat"
Angga terdiam sebentar dan mengangguk "saya sedang mengusahakannya
Pak". Pak Dodo terlihat serius berkata "Citra sudah mau lulus"
lalu ia mengambil sebungkus rokok Dji sam soe super premium dari saku
celananya, diambilnya satu batang dan dikabar dengan korek kayu.
lalu meneruskan kata katanya "salah satu kewajiban Islam adalah menikah"
ucapnya sambil membuang asap rokok dari mulutnya.Disedotnya lagi
rokok kretek itu dan mulai berkata lagi "Bapak gak menuntut kamu harus
mapan dahulu, yang penting Citra bahagia".
Angga menatap keubin marmer berwarna krem dan mengangguk.
"Insya Allah saya Januari sudah sidang" lalu Angga menatap Pak Dodo
dan melanjutkan "setelah saya lulus saya akan datang meminta izin
Bapak dan Ibu" ujarnya mantap.
Pak Dodo pun tersenyum kecil "baik kalau begitu Nak, saya tunggu".
Angga pun tersenyum yakin lalu meminta ijin karena sudah malam dan
tidak enak menganggu, "saya titip salam untuk CItra Pak, maaf kemalaman"
Pak Dodo tersenyum dan mengizinkan Angga Pulang.
Dijalan Angga berkata dalam hati "tinggal sidang doang nih"
lalu menghela nafas dan menuju kerumahnya.
bersambung..
Diubah oleh orz 06-02-2013 02:08
0