TS
Streakhaven
[Touhou fanfic] The Ugly Truth
umm... hai semua
saya akan membuat fanfic tentang Touhou (ya jelas lah)
yg sebenarnya berawal dari post ini: http://old.kaskus.co.id/showpost.php...postcount=2621
Okay, let's start:
-Andika Iryanto-
Seorang pemuda Indonesia berumur 19 tahun yang juga merupakan seorang mahasiswa teknik mesin. Dia termaksud anak yang lumayan cerdas, meski tindakan nya terkadang meresahkan.
-Seika Kobayashi-
Seorang perempuan SMA berumur 17 tahun yang berasal dari Jepang. Meski tidak terlalu bagus nilai2nya, tetapi dia adalah orang yang baik, meskipun terkadang sedikit tsunderejuga.
-Ryouji Kobayashi-
Paman dari Seika, yang mengurusnya semenjak orang tuanya meninggal karena bunuh diri. Orang yang bossy, dan juga easygoing.
-Friedrich Scarlet
Seorang lelaki misterius yang merupakan musuh bebuyutan dari Ryouji. Tak senang bercanda, dan mempunyai pandangan yang unik tentang dunia.
INDEX:
"Oh tidak, ceramah ini lagi!" pikir Andika, saat ini dia sedang mendengar ceramah dosennya yang sudah dia dengar berkali-kali. Dia merasa dia sudah mendapatkan cukup ilmu untuk bisa mencapai impiannya.
"Pak dosen, saya ijin ke kamar mandi!" ujarnya, padahal niatnya sih pingin kabur...
Dosennya hanya bisa menarik napas dalam, "ya, silahkan" jawab sang dosen, sambil melanjutkan, "Oh iya! Bulan depan sudah ujuan akhir, bagi yang belum mengumpulkan tugas skripsi dilarang ikut ujian!" ujar dosen tersebut dengan tegas.
"Ah berisik" pikir Andika, dan kemudian keluar dari kelas. Dia pun menuju ke mobilnya di parkiran bawah dan pulang ke apartemen nya.
"Akhirnya... gue bisa nyentuh komputer juga!~" ujarnya dengan bahagia, sambil menyalakan komputernya untuk bermain Battlefield 3, setelah akhirnya bisa login ke komputernya. Dia baru sadar ada yang mengirim sebuah pesan offline di YM yang merupakan pesan dari Seika, dia adalah teman chatting Andika yang ditemuinya di sebuah game online.
"Hai Andika, apa kabar? xD Bentar lagi aku akan lulus SMA lho, jadi kita bisa main sepuasnya. Oh iya, katanya kamu mau ke Jepang kan 3 minggu lagi?" begitulah isi pesan tersebut
Andika baru teringat kalau dia sudah pernah memesan tiket pesawat untuk pergi ke Jepang, sedangkan ujian akhirnya tinggal sebulan lagi...
"Ah masa bodo, ngulang juga tidak apa-apa lah!" gumamnya, sambil lanjut chat sama Seika.
Disaat yang sama, Seika sedang chat bersama Andika, dan tiba-tiba pamannya berteriak
"Seika... Seika... kamu dimana? Ada tamu tuh!" ujar Pamannya yang lagi mandi dan mendengar bel rumah berbunyi.
"Uhh mengganggu banget sih" gumam Seika, dia pun mengetik "sori ya Andika, brb" dan diapun menuju ke pintu depan. Setelah dibukanya, terlihat seorang lelaki berambut putih berkacamata.
"umm... kamu siapa?" tanya Seika, lelaki itu pun langsung *facepalm*
"ya ampun... aku Rinnosuke Morichika, kita baru saja bertemu minggu lalu!" ujarnya
"ohh... oalah, kak Rin ya? Kamu sih, mukanya pasaran!" canda Seika. Mendengar itu Rinnosuke pun geram
"Sialan.... ya sudah, aku ingin bertemu pamanmu!" ujarnya dengan nada sedikit emosi.
"Oh okelah... karena paman sedang mandi, kakak ke ruang tamu saja ya. Aku mau lanjut ngobrol sama temanku ^^" kata Seika.
Tiba-tiba pamannya Seika muncul dibelakangnya. "Ooo tidak bisa... kamu harus menyiapkan teh..." ujarnya. Seika pun menggerutu, "ah mesti..."
"Oh halo pak Ryouji, saya mau membicarakan sesuatu..." ujar Rinnosuke
mendengarnya, Ryouji (nama pamannya Seika) langsung tercengang, "...soal "itu" lagi ya?"
"Kita bicarakan di ruang tamu saja, biar lebih nyaman" ujar Rinnosuke kepada pria paruh baya itu.
-Ruang tamu-
"Silahkan tehnya" ujar Seika, sambil menaruh seteko teh dan gelas di atas meja. "Aku keatas ya" ujarnya kepada pamannya.
"em... kamu bisa ambilkan camilan atau apalah?" kata Ryouji, "setelah itu kamu boleh keatas"
"Ah, mesti..." gerutu cewek 17 tahun itu, sambil kembali ke dapur.
"Oke... jadi gimana keadaan toko mu sekarang?" tanya Ryouji, sambil meminum tehnya.
Rinnosuke hanya menjawab, "itu tidak penting... sekarang, bagaimana keadaan Marisa?"
Ryouji tiba2 memuntahkan tehnya kembali ke gelasnya, "umm.... Marisa Kirisame ya?"
Rinnosuke pun geram, "Lihat kan? Aku seharusnya tidak menyerahkannya kepada pria sepertimu!" ujarnya sambil menarik baju Ryouji
Ryouji mencoba menenangkannya, "sabar-sabar... Aku juga mengerti kondisimu..."
"Bagaimana bisa sabar!? Aku sudah menyerahkan Marisa kepadamu, berharap dia bisa pulih! Dan kenyataannya kau tidak bisa melakukan apa-apa!" bentak Rinnosuke kepada Ryouji, Seika juga kebetulan masuk ke ruang tamu untuk menaruh camilan.
Seika langsung memotong pembicaraan, "maaf kalau mencuri dengar... tapi tadi di sekolah, temanku si Sanae Kochiya menanyakan kondisi ibunya, Kanako Yasaka juga..."
Ryouji pun berusaha menenangkan situasi, "Ya sudah, bagaimana kalau kita minggu depan ke tempat rehabilitasi itu?"
"Hmm... baiklah" ujar Rinnosuke, yang sudah tenang
Seika pun berkata, "Aku boleh ikut?"
"Silahkan" ujar Ryouji, "Oh iya, kamu tidak membocorkan rahasia kita ini ke siapapun kan?"
"Tentu saja tidak" ujar Seika
"Baguslah" ujar paman Ryouji sambil mengelus dada.
"Tapi kenapa sih? Kan kalau tau juga tidak akan terjadi apa-apa..." tanya Seika.
"Kalau mereka menyebarkannya? Jangan sampai pemerintah tahu rencana kita..." ujar Ryouji
"Kamu masih berurusan dengan pemerintahan, pak Ryouji?"
Ryouji hanya bisa menghembuskan nafas, "iya, mereka tidak akan pernah mengerti, yang mereka pikirkan hanya "kesempuranaan", padahal mereka hanya menindas yang lemah..." ujar pria berumur 37 tahun itu.
"berarti kita harus cepat2 bertindak!" ujar Rinnosuke.
Okay, that's for the prologue
Saya tidak mengharapkan apa2
Saya hanya mencoba menepati janji saya
EDIT:
Untuk sementara hiatus dulu ini fic
saya akan membuat fanfic tentang Touhou (ya jelas lah)
yg sebenarnya berawal dari post ini: http://old.kaskus.co.id/showpost.php...postcount=2621
Okay, let's start:
Spoiler for the original characters:
-Andika Iryanto-
Seorang pemuda Indonesia berumur 19 tahun yang juga merupakan seorang mahasiswa teknik mesin. Dia termaksud anak yang lumayan cerdas, meski tindakan nya terkadang meresahkan.
-Seika Kobayashi-
Seorang perempuan SMA berumur 17 tahun yang berasal dari Jepang. Meski tidak terlalu bagus nilai2nya, tetapi dia adalah orang yang baik, meskipun terkadang sedikit tsunderejuga.
-Ryouji Kobayashi-
Paman dari Seika, yang mengurusnya semenjak orang tuanya meninggal karena bunuh diri. Orang yang bossy, dan juga easygoing.
-Friedrich Scarlet
Seorang lelaki misterius yang merupakan musuh bebuyutan dari Ryouji. Tak senang bercanda, dan mempunyai pandangan yang unik tentang dunia.
INDEX:
- Prologue: Di post ini :v
- Chapter 2: Land of Illusion: 1
- Chapter 3: Cirno's case: 1
- Chapter 4: Meeting: 1 & 2
- Chapter 5: Inconvenience: 1, 2 & 3
- Chapter 6: The Assault: 1
- Chapter 7: One Step Ahead and A Simple Truth: 1 & 2
- Chapter 8: Fact Denial
1 & 2
Spoiler for the prologue:
-Jakarta, Indonesia-
Apa yang akan kalian lakukan...
...Jika suatu hal yang telah kalian perbuat tidak sesuai dengan harapan?
Apa yang akan kalian lakukan...
...Jika suatu hal yang telah kalian perbuat tidak sesuai dengan harapan?
"Oh tidak, ceramah ini lagi!" pikir Andika, saat ini dia sedang mendengar ceramah dosennya yang sudah dia dengar berkali-kali. Dia merasa dia sudah mendapatkan cukup ilmu untuk bisa mencapai impiannya.
"Pak dosen, saya ijin ke kamar mandi!" ujarnya, padahal niatnya sih pingin kabur...
Dosennya hanya bisa menarik napas dalam, "ya, silahkan" jawab sang dosen, sambil melanjutkan, "Oh iya! Bulan depan sudah ujuan akhir, bagi yang belum mengumpulkan tugas skripsi dilarang ikut ujian!" ujar dosen tersebut dengan tegas.
"Ah berisik" pikir Andika, dan kemudian keluar dari kelas. Dia pun menuju ke mobilnya di parkiran bawah dan pulang ke apartemen nya.
-Andika's apartement-
"Akhirnya... gue bisa nyentuh komputer juga!~" ujarnya dengan bahagia, sambil menyalakan komputernya untuk bermain Battlefield 3, setelah akhirnya bisa login ke komputernya. Dia baru sadar ada yang mengirim sebuah pesan offline di YM yang merupakan pesan dari Seika, dia adalah teman chatting Andika yang ditemuinya di sebuah game online.
"Hai Andika, apa kabar? xD Bentar lagi aku akan lulus SMA lho, jadi kita bisa main sepuasnya. Oh iya, katanya kamu mau ke Jepang kan 3 minggu lagi?" begitulah isi pesan tersebut
Andika baru teringat kalau dia sudah pernah memesan tiket pesawat untuk pergi ke Jepang, sedangkan ujian akhirnya tinggal sebulan lagi...
"Ah masa bodo, ngulang juga tidak apa-apa lah!" gumamnya, sambil lanjut chat sama Seika.
-Seika's house, at Kanagawa, Japan-
Disaat yang sama, Seika sedang chat bersama Andika, dan tiba-tiba pamannya berteriak
"Seika... Seika... kamu dimana? Ada tamu tuh!" ujar Pamannya yang lagi mandi dan mendengar bel rumah berbunyi.
"Uhh mengganggu banget sih" gumam Seika, dia pun mengetik "sori ya Andika, brb" dan diapun menuju ke pintu depan. Setelah dibukanya, terlihat seorang lelaki berambut putih berkacamata.
"umm... kamu siapa?" tanya Seika, lelaki itu pun langsung *facepalm*
"ya ampun... aku Rinnosuke Morichika, kita baru saja bertemu minggu lalu!" ujarnya
"ohh... oalah, kak Rin ya? Kamu sih, mukanya pasaran!" canda Seika. Mendengar itu Rinnosuke pun geram
"Sialan.... ya sudah, aku ingin bertemu pamanmu!" ujarnya dengan nada sedikit emosi.
"Oh okelah... karena paman sedang mandi, kakak ke ruang tamu saja ya. Aku mau lanjut ngobrol sama temanku ^^" kata Seika.
Tiba-tiba pamannya Seika muncul dibelakangnya. "Ooo tidak bisa... kamu harus menyiapkan teh..." ujarnya. Seika pun menggerutu, "ah mesti..."
"Oh halo pak Ryouji, saya mau membicarakan sesuatu..." ujar Rinnosuke
mendengarnya, Ryouji (nama pamannya Seika) langsung tercengang, "...soal "itu" lagi ya?"
"Kita bicarakan di ruang tamu saja, biar lebih nyaman" ujar Rinnosuke kepada pria paruh baya itu.
-Ruang tamu-
"Silahkan tehnya" ujar Seika, sambil menaruh seteko teh dan gelas di atas meja. "Aku keatas ya" ujarnya kepada pamannya.
"em... kamu bisa ambilkan camilan atau apalah?" kata Ryouji, "setelah itu kamu boleh keatas"
"Ah, mesti..." gerutu cewek 17 tahun itu, sambil kembali ke dapur.
"Oke... jadi gimana keadaan toko mu sekarang?" tanya Ryouji, sambil meminum tehnya.
Rinnosuke hanya menjawab, "itu tidak penting... sekarang, bagaimana keadaan Marisa?"
Ryouji tiba2 memuntahkan tehnya kembali ke gelasnya, "umm.... Marisa Kirisame ya?"
Rinnosuke pun geram, "Lihat kan? Aku seharusnya tidak menyerahkannya kepada pria sepertimu!" ujarnya sambil menarik baju Ryouji
Ryouji mencoba menenangkannya, "sabar-sabar... Aku juga mengerti kondisimu..."
"Bagaimana bisa sabar!? Aku sudah menyerahkan Marisa kepadamu, berharap dia bisa pulih! Dan kenyataannya kau tidak bisa melakukan apa-apa!" bentak Rinnosuke kepada Ryouji, Seika juga kebetulan masuk ke ruang tamu untuk menaruh camilan.
Seika langsung memotong pembicaraan, "maaf kalau mencuri dengar... tapi tadi di sekolah, temanku si Sanae Kochiya menanyakan kondisi ibunya, Kanako Yasaka juga..."
Ryouji pun berusaha menenangkan situasi, "Ya sudah, bagaimana kalau kita minggu depan ke tempat rehabilitasi itu?"
"Hmm... baiklah" ujar Rinnosuke, yang sudah tenang
Seika pun berkata, "Aku boleh ikut?"
"Silahkan" ujar Ryouji, "Oh iya, kamu tidak membocorkan rahasia kita ini ke siapapun kan?"
"Tentu saja tidak" ujar Seika
"Baguslah" ujar paman Ryouji sambil mengelus dada.
"Tapi kenapa sih? Kan kalau tau juga tidak akan terjadi apa-apa..." tanya Seika.
"Kalau mereka menyebarkannya? Jangan sampai pemerintah tahu rencana kita..." ujar Ryouji
"Kamu masih berurusan dengan pemerintahan, pak Ryouji?"
Ryouji hanya bisa menghembuskan nafas, "iya, mereka tidak akan pernah mengerti, yang mereka pikirkan hanya "kesempuranaan", padahal mereka hanya menindas yang lemah..." ujar pria berumur 37 tahun itu.
"berarti kita harus cepat2 bertindak!" ujar Rinnosuke.
Okay, that's for the prologue
Saya tidak mengharapkan apa2

Saya hanya mencoba menepati janji saya

EDIT:
Untuk sementara hiatus dulu ini fic

Diubah oleh Streakhaven 31-01-2013 20:16
0
5.5K
Kutip
37
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
Streakhaven
#38
Quote:
Original Posted By JarumzPentulz►Y U NO UPDATE !!?
ane gk sabar liat "pasien" yg lainnya
ane gk sabar liat "pasien" yg lainnya
Saya habis hiatus, akhirnya komp berhasil diservis

Spoiler for Chapter 8: Fact denial:
Keesokan harinya, Ryouji terbangun dan langsung pergi mandi. Disaat yang sama pula Seika menunggu pamannya yang lelet itu selesai mandi.
"Paman, kalau sudah selesai kasih tahu ya! Aku mau cari angin dulu"
ucapan Seika sepertinya tak didengar, perempuan itupun menggedor-gedor pintu kamar mandi tersebut. Mengira pamannya sedang asik mandi, dia akhirnya bergegas menuju keluar.
"Kakak, kakak marah ya?" ujar Suika, yang sedang bersenderan di bahu Yuugi sambil bermain-main dengan sarapannya.
"Oh tidak kok, sudah biasa" sambil tersenyum.
----
"Ya ampun, apa-apaan ini?"
Seika melihat ZUN tertidur di bangku luar dengan beberapa botol sake, sementara Andika duduk disebelahnya sambil menghisap rokoknya.
"Andika, semalam kamu tidur dimana?" tanya Seika
Andika pun menoleh.
". . .Oh, tak jadi" lanjutnya.
"Gak tidur, kenapa?" tanya Andika. Mendengar jawaban tersebut Seika hanya menggelengkan kepala.
"Ngapain aja kamu?"
"Perbaiki mobil"
"Bukannya sudah selesai?" tanya Seika, kebingungan. Andika pun menunjukk kearah mobil yang tadi malam dia perbaiki lagi. Kap mobil tersebut dibuka dan asapnya mengepul tak karuan.
"Jadi tadi malam..."
Flashback tadi malam
"Wah ini barang kok tetap gak mau nyala ya, apa air radiatornya habis juga?" pikir Andika setelah mencoba menyalakan mesin mobil. Lelaki itupun langsung menuju ke kap mobil dan membukanya, ternyata dugaannya benar bahwa air radiatornya habis.
"Sial, mana dekat sini tak ada bengkel lagi." gumamnya, "Paman, di daerah sini tak ada bengkel ya?"
"Sini, saya punya air radiator banyak nak" ZUN, tiba-tiba muncul dibelakang Andika dengan menuangkan sebotol sake penuh kedalam tabung radiator.
"Wah, jangan!"
telat sudah, ditambah lagi mesin mobil tersebut belum dimatikan, mesin mobilpun sudah memasuki tahap overheat dan mulai keluar asap. Andika pun segera membawa ZUN ke jarak yang aman.
"Ya sudahlah, apa yang terjadi terjadilah"
End of Flashback
"Gimana ini? Mau tidak mau harus dikuras dulu, kira" butuh waktu satu-dua hari lagi" ujar Andika sambil menghisap rokok terakhirnya.
"Kamu ini memang kuliah belajar di fakultas teknik mesin ngapain aja?" tanya Seika, yang sebelumnya sempat tak bisa berkata apapun karena apa yang diceritakan Andika
"Yang penting enak"
Meanwhile, at the other place
Friedrich Hideout, Yuzhno-Sakhalinsk, Russia Federation.
"Apa, hanya segini yang kamu dapat? Ini tak sepadan dengan lukamu!"
teriak seorang wanita berambut merah kepada Youmu, perempuan cyborg itu tak dapat berkata apa-apa selain menunduk dengan rasa bersalah.
"Sialan, aku sudah tak punya biaya lagi untuk memperbaikimu"
"Cukup, Yumemi"
Friedrich yang secara bersamaan masuk kedalam ruangan laboratorium tersebut langsung menegur wanita yang bernama Yumemi Okazaki tersebut.
"Tapi, lukanya Youmu ini tak bisa disembuhkan dengan harga yang murah-"
"Aku yang tanggung, kamu perbaiki saja" ujar Friedrich, Youmu melihat mereka berdua dengan kebingungan.
"Oh, aku mengerti" lanjut Yumemi, "Youmu, aku akan mengistirahatkanmu dulu" ujarnya sambil mematikan Youmu dan membaringkannya diatas sebuah meja percobaan. Friedrich langsung menuju keluar, menunggu "urusan perempuan" mereka selesai
10 menit kemudian
"Ah, selesai!" Yumemi pun keluar dari labnya, "Jadi tuan Friedrich, buat apa anda harus mengambil mayat nona Yuyuko?" ujarnya kepada Friedrich yang lagi menyalakan rokoknya
"Sebuah janji" jawabnya dengan singkat
"Janji?"
"Jadi Yumemi," ujar Friedrich, "Yuyuko ini adalah guruku semasa aku duduk di bangku SMA"
"Oh, ceritakan lebih lanjut" ujar Yumemi dengan penasaran.
"Pentingkah?"
"Err... maaf kalau tidak sopan" kata Yumemi dengan perasaan bersalah
"Terkecuali kau beneran ingin tahu, ya sudah, kuceritakan"
Flashback, 20 years ago
Munich, Germany
20 tahun yang lalu, disaat Friedrich masih mengenyam bangku SMA. Sekolah tempatnya belajar adalah salah satu sekolah pinggiran dengan murid yang terkenal kurang ajar. Pemerkosaan guru dan murid dan pembunuhan sepertinya sudah lazim di sekolah itu.
“Anak-anak, berhubung guru bahasa Inggris kalian telah keluar, ini ada guru baru dari Jepang yang menggantikannya”
Para murid di kelas tersebut pun ribut.
“Halah guru Inggris kenapa harus Jap?”
“Semoga aja bispak”
Suasana kelas pun mulai ricuh, sang guru didepan terlihat putus asa.
“Bu, silahkan masuk” setelah guru tersebut berkata, seorang wanita berambut pink sebahu dengan proporsi tubuh yang lumayan masuk kedalam ruang kelas.
Seisi kelaspun hening melihat guru baru tersebut
“Perkenalkan, nama saya Saigyouji Yuyuko.” Ujar wanita itu sambil membungkuk, “Semoga perbedaan etnis dan budaya tak memisahkan kita” lanjutnya sambil tersenyum.
Kelaspun kembali ricuh
“Wah bispak ini”
“Cepet-cepet perawanin ah”
Diantara kericuhan tersebut, hanya ada seorang anak yang diam. Dia adalah Friedrich Scarlet, yang malah tertidur dalam kelas.
“Fred, bangun Fred” ujar seorang anak membangunkan Friedrich
“Apa sih? Pusing aku semalam mabuk” ujar anak itu.
“Lihat tuh guru baru, seksi kan?”
“Urusanku apa?”
“Hamili sana”
“Nein” ujar Friedrich, kembali tidur. Yuyuko melihat muridnya yang lagi tidur itupun langsung dihampiri. Beberapa saat kemudian, Yuyuko menjewer telinga Friedrich, yang sekaligus membangunkannya.
“Aduh, aduh!”
“Nak, kita pelajaran ya?” ujar Yuyuko sambil tersenyum.
“I-iya bu!”
Hari-hari biasapun dilewati oleh Friedrich dengan guru barunya. Hingga suatu hari saat pulang sekolah, Yuyuko tak sengaja meninggalkan bukunya di meja guru. Friedrich berniat mengembalikannya, meski harus dilakukan diam-diam agar tak dikira mencuri. Anak tersebut pun menguntit Yuyuko sampai ke rumahnya.
Sesampai di tujuan, dia kaget melihat rumah gurunya ternyata megah. Rumah tersebut terletak di atas bukit, yang lumayan jauh dari daerah perkotaan Munich.
“Wah, gak nyangka nona Yuyuko itu orang kaya, pasti keluarganya punya saham di Jerman ini” gumamnya, dia pun memencet bel di rumah itu.
“Permisi!” sahutnya sambil memencet bel beberapa kali. Terlihat Yuyuko yang berpakaian kimono berwarna biru langit sedang duduk di teras rumah tersebut bersama dengan seorang wanita berambut pirang dengan gaun eropa ungu. Melihat Friedrich, Yuyuko pun bergegas membukakan pagarnya.
“Silahkan masuk nak, kebetulan ada teh enak lho”
“I-ini rumah bu guru?” Tanya Friedrich, masih tercengang
“Bukan, ini rumah teman ibu kok, kebetulan saya mendapat lowongan kerja disini” ujar Yuyuko, “Ayo, duduk, tak usah sungkan” lanjutnya sambil tersenyum. Selagi Yuyuko mengambilkan teh untuk anak itu, dia pun diajak berbicara sama wanita berambut pirang disebelahnya.
“Namamu siapa nak?” ujar wanita itu sambil tersenyum.
“Friedrich Scarlet, anda sendiri?”
“Yakumo Yukari, salam kenal ya, aku pemilik dari rumah ini”
“Ohh… maafkan ketidaksopanan saya tadi” ujar Friedrich, Yukari pun tertawa kecil, “Sudah, tak usah terlalu formal, ini bukan Jepang kok”. Disaat yang sama, Yuyuko pun datang sambil menggendong seorang bayi dan sebuah teko berisi teh hijau.
“Anak ibu ya?” Tanya Friedrich, melihat bayi berambut perak tersebut, “Namanya siapa?”
“Namanya Youmu, dia adalah anak dari penjaga kebun rumah ini. Sayang orangnya telah meninggal, jadi saya sendiri sudah menjadi semacam ibu bagi anak ini.” ujar Yuyuko, seraya menyodorkan teh kepada Friedrich.
“Jadi Yuyuko” kata Yukari, memotong pembicaraan. “Katanya kamu akan pindah ke Jepang lagi ya?”
“Sepertinya bulan ini” Mendengar hal itu, Friedrich tercengang.
“Apa? Ibu kenapa harus pergi?”
“Ah, urusan keluarga kok, tak apa, sewaktu kamu lulus nanti kamu datang kesini lagi saja.”
“Ibu janji?”
“Tentu, ah, sudah malam, saatnya kamu pulang nak.” Ujar Yuyuko, sambil melihat matahari terbenam.
“Ya sudah, saya pulang dulu ya, Abschied, Fräulein” kata Friedrich sambil berlari melompati keluar pagar.
“Anak sekarang tak tahu sopan santun ya” ujar Yukari.
“Yukari… apa semua akan baik-baik saja jika aku berbohong seperti tadi?” Tanya Yuyuko, sambil menggendong Youmu.
“Ini demi kebaikanmu sendiri.”
Setahun telah berlalu, Friedrich pun telah lulus (dengan nilai pas-pasan). Dia masih ingat dengan janji Yuyuko setahun sebelumnya, dia pun mengendarai sepeda motor menuju ke rumah Yukari. Sesampainya disana, tak ada yang berubah sedikitpun, terkecuali untuk terasnya.
Tak biasanya, pagar rumah tersebut terbuka, memudahkan anak itu untuk masuk. “Permisi, ada orang?” sahutnya. Ternyata pintu rumah tersebut juga tidak dikunci, dia pun masuk, dan tiba-tiba dia shock melihat apa yang terjadi.
Sesosok tubuh terbujur kaku di lantai dengan leher tersayat, dibawahnya terlihat anak kecil berambut perak sedang menangis. Di tangan mayat tersebut terlihat dua bilah pisau bersimbah darah.
“No-nona Yuyuko?” dugaannya benar, ternyata mayat tersebut adalah Yuyuko. “Ta-tapi kenapa-“ Friedrich pun terhening sementara.
“bau bensin?” dia merasa bau bensin yang pekat, diikuti dengan hawa yang sangat panas dari luar rumah tersebut. Dengan sergap dia menggendong Yuyuko dan Youmu keluar.
Diubah oleh Streakhaven 31-01-2013 21:55
0
Kutip
Balas