TS
ghilang27
Kapal Jung Jawa: Teknologi kapal raksasa

Jauh sebelum Cheng Ho dan Columbus, para penjelajah laut Nusantara sudah melintasi sepertiga bola dunia. Meskipun sejak 500 tahun sebelum Masehi orang-orang China sudah mengembangkan beragam jenis kapal dalam berbagai ukuran, hingga abad VII kecil sekali peran kapal China dalam pelayaran laut lepas.
Dalam catatan perjalanan keagamaan I-Tsing (671-695 M) dari Kanton ke Perguruan Nalanda di India Selatan disebutkan bahwa ia menggunakan kapal Sriwijaya, negeri yang ketika itu menguasai lalu lintas pelayaran di ”Laut Selatan”.
Pelaut Portugis yang menjelajahi samudera pada pertengahan abad ke-16 Diego de Couto dalam buku Da Asia, terbit tahun 1645 menyebutkan, orang Jawa lebih dulu berlayar sampai ke Tanjung Harapan, Afrika, dan Madagaskar.
Ia mendapati penduduk Tanjung Harapan awal abad ke-16 berkulit cokelat seperti orang Jawa. ‘Mereka mengaku keturunan Jawa,’ kata Couto, sebagaimana dikutip Anthony Reid dalam buku Sejarah Modern Awal Asia Tenggara.
Berdasarkan relief kapal di Candi Borobudur membuktikan bahwa sejak dulu nenek moyang kita telah menguasai teknik pembuatan kapal. Kapal Borobudur telah memainkan peran utama dalam segala hal dalam bahasa Jawa pelayaran, selama ratusan ratus tahun sebelum abad ke-13.
Memasuki abad ke-8 awal, kapal Borobudur digeser oleh Jung besar Jawa, dengan tiga atau empat layar sebagai Jung. Kata ‘Jung’ digunakan pertama kali dalam perjalanan biksu Odrico jurnal, Jonhan de Marignolli, dan Ibnu Battuta berlayar ke Nusantara, awal abad ke-14.
Mereka memuji kehebatan kapal Jawa raksasa sebagai penguasa laut Asia Tenggara. Teknologi pembuatan Jung tak jauh berbeda dari karya kapal Borobudur; seluruh badan kapal dibangun tanpa menggunakan paku.
Disebutkan, jung Nusantara memiliki empat tiang layar, terbuat dari papan berlapis empat serta mampu menahan tembakan meriam kapal-kapal Portugis. Bobot jung rata-rata sekitar 600 ton, melebihi kapal perang Portugis.

Jung terbesar dari Kerajaan Demak bobotnya mencapai 1.000 ton yang digunakan sebagai pengangkut pasukan Nusantara untuk menyerang armada Portugis di Malaka pada 1513. Bisa dikatakan, kapal jung Nusantara ini disandingkan dengan kapal induk di era modern sekarang ini.
10 Teknologi Tinggi Milik Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Teknologi Kuno Bangsa Indonesia yang Canggih – Di zaman dahulu kala, para nenek moyang kita sudah menemukan banyak penemuan yang terbilang canggih. Tetapi sayang sekali banyak orang Indonesia sendiri tidak menyadarinya.
sumber
wow tanpa ToT ,,,bisa bikin kapal segede gitu....
malah sekarang yg tot tet tot aja gak bisa bisa bikin
ZAMAN DAHULU KALA UDAH MAMPU BISA BIKIN KAPAL SEKELAS KAPAL INDUK JAMAN SEKARANG..
Diubah oleh ghilang27 12-01-2013 07:26
0
36.4K
103
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
20.4KThread•10.9KAnggota
Tampilkan semua post
stuka1788
#109
Quote:
Kalau kita bicara soal bikin sampan ukuran gede, jelas yang ane bold itu pengaruh. Tapi kalau pertanyaannya kenapa jung jawa bisa gede, itu karena teknik pembuatannya yang memungkinkan untuk mengikat kayu-kayu berukuran kecil atau sedang untuk menjadi satu kesatuan yang utuh.
Lagian kalau mau adu gede2an ama kapal zaman segitu, silakan diadu ama kapal Baochuan punya Zheng He yang punya sampai 9 tiang layar. Kalau masih nggak yakin seberapa besar kapal ini, biar ane gambarin seperti ini: Kapal layar terbesar di dunia saat ini adalah Royal Clipper yang punya 5 tiang layar.
Quote:
Soal kenapa Cina pada Age of Sail nggak punya kapal berukuran besar, kalau menurut ane itu adalah kebijakan dari Cina sendiri yang beralih dari maritime-based menjadi land-base akibat ancaman dari Mongol dan Khittan yang lebih nyata. Ingat, Mongol suatu ketika pernah menawan Kaisar Zhengtong dari Ming, karena itu cukup wajar kalau Cina kemudian lebih banyak berinvestasi memperkuat posisi di darat daripada di laut. Mungkin juga Cina beranggapan cukup puas dengan memiliki kapal-kapal berukuran sedang untuk menguasai teritorial laut mereka.
Kalau dilihat lagi, kemampuan satu-satunya musuh Cina di laut, yaitu Jepang juga relatif masih bisa diatasi, dan dengan tidak adanya muhibah besar-besaran pasca-Ekspedisi Zheng He Ketujuh, rasanya Cina nggak memandang perlu membuat kapal-kapal dengan ukuran fenomenal.
Quote:
Tapi soal kapal Jung, jangan lupa lho, Zheng Chenggong alias Koxinga pernah menaklukkan AL Belanda dan merebut Taiwan hanya dengan bermodal kapal-kapal dagang jung yang dipersenjatai.
0
