Kaskus

Story

agheeAvatar border
TS
aghee
ToGetHer
ToGetHer

Quote:

Assalamu'alaikum para reader dan threader sekalian emoticon-Big Grin
Permisi ane mau cerita dikit pengalaman cinta dan persahabatan ane, semoga aja agan2 semua kagak bosen yah emoticon-Big Grin

Quote:

Oke deh langsung aja ke cerita

Spoiler for PROLOG:

Quote:

Quote:


Spoiler for Index Mobile:


Quote:

Spoiler for Hope:


Spoiler for :
Diubah oleh aghee 07-02-2013 03:12
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
34.8K
306
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.1KAnggota
Tampilkan semua post
agheeAvatar border
TS
aghee
#217
Ginaaa!!! Part III
Quote:


Dan ternyata ibu gw nelfon emoticon-Hammer (S). Buru-buru gw angkat telfon dari ibu.

"Hallo, assalamu'alaikum bu."

"Wa'alaikum salam, kamu dimana?" Tanya suara dari seberang sana.

"Ini di basecamp bu, kenapa emang?"

"Ooh, mau nginep disitu?"

"Iya, ini kan sambil ngerjain laporan bu."

"Ooh yaudah hati-hati. Motor masukin. Awas kalau macem-macem!"

"Iya buu. Yaudah agi mau lanjutin laporan nih"

"Yaudah, awas jangan lupa makan sama shalat"

"Iya ibuuuu emoticon-Hammer (S). Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikum salam"

Tuuuut tuuuut

Jelas memang kenapa ibu gw cerewet banget yang akhirnya gw jadi keliatan kaya anak mami. Gw ini adalah anak bungsu dari 4 bersaudara. Tapi itu dulu, sebelum ibu gw ngadopsi dua orang bayi cewe kembar yang kini jadi ade gw. Ibu gw ini mengharapkan seorang anak perempuan yang bisa nemenin dia soalnya kakak-kakak gw cowo semua. Sebenernya gw punya kakak cewe tapi dia meninggal pas umur dua tahun. Nah pas ibu gw ngandung gw dia mungkin ngarepin yang keluar adalah cewe makannya dia namain gw Aghniya, eh tapi yang keluar malah gw. Akhirnya pas gw umur 10 taun dia ngadopsi dua orang anak cewe dari orang lain. Tapi ibu gw ngerasa berat kalau harus ngurus dua-duanya, so setelah minta pendapat dari keluarga akhirnya ade gw dipisah, yang satu diurus sama orang tua gw dan satu lagi di urus sama tante gw. FYI keduanya itu mukanya sangat mirip dan susah banget ngebedainnya. Satu hal yang beda adalah ade gw ini sifatnya tomboy karna kakak-kakaknya semua cowo, dan yang satu lagi feminim karna kakaknya cewe. Entahlah bagaimana jadinya saat mereka beranjak dewasa. Tapi yang jelas gw sayang banget sama keduanya karna ibu gw keliatan bahagia banget punya anak cewe. Nah, karna secara keturunan gw ini paling bontot akhirnya ibu gw tetep manjain gw.

*Sorry OOT kepanjangan.

Oke, selepas telfon tadi gw kembali terpaku menatap layar laptop dan melanjutkan laporan yang sampai saat ini belum beres juga. Padahal beberapa kelompok lain sudah beres. Kemudian rahmat, izal, zaq, beserta temen-temen gw yang lainnya datang dan langsung berdiskusi mengenai tugas mereka masing-masing. Gw dan rahmat pun langsung beradu argumen mengenai laporan yang kita buat. Gw sempet kesel juga sama rahmat karna dia gak nyelesain tugasnya cari bahan tambahan. Tapi apa daya gw harus terima kenyataan. Saat gw sedang seru-serunya adu argumen tiba-tiba handphone gw berdering lagi, tapi kali ini berdering tanda sms masuk. Seketika suasana hening, hanya terdengar suara jangkrik dari luar. Anak-anak semua terpaku melihat handphone gw. Tapi tak berselang 5 detik, mereka kembali memenuhi ruangan ini dengan diskusi yang tak kunjung menemukan titik terang emoticon-Ngakak (S). Gw cek inbox, dan ternyata ada satu sms dari gina.

emoticon-mail: "Malem emoticon-Smilie"

Gw pandangi terus sms dari gina sambil berfikir keras. "Apa gw harus balikan lagi sama gina? Apa gw bisa tulus sayang sama gina tanpa ada rasa dendam?" Batin gw mengulang-ulang bertanya pada diri sendiri. Seperti ada rasa yang mengganjal di hati gw. Akhirnya gw beranjak keluar meninggalkan temen-temen gw untuk sekedar menghirup udara segar agar otak gw bisa kembali tenang dan bekerja dengan baik.

Di halaman rumah, gw duduk di atas motor gw. Memandangi langit yang malam ini terasa begitu cerah. Bintang-bintang berhamburan menemani sang bulan yang kesepian. Dari rumah sebelah terdengar sayup-sayup suara TV yang menyala. Gw menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan. Kemudian tangan gw menunjuk ke arah bulan sambil bergumam.

"Di dunia ini semua diciptakan berpasangan. Bumi dengan langit, bulan dengan bintang, air dengan api, dan gw dengan gina" Gumam gw sedikit berharap dan lalu gw tersenyum menyadari apa yang baru saja gw ucapkan. Rasanya mustahil gw bisa selamanya sama gina.

Ah, gw hapus fikiran kotor gw dan kembali berfokus pada sms dari gina. Kali ini gw sudah mendapatkan jawaban dari apa yang selama ini menjadi PR buat gw. Yap, dengan mantap jari gw langsung memencet tombol 'call' di handphone.

Tuuuuut tuuuuuuuuut

"Hallo" Suara yang lembut nan merdu menyapa dari seberang telfon.

"Eh, hallo gin. Kamu belum tidur?" Gw lirik jam, sudah menunjukkan pukul 9.50 malam.

"Belum kok, kenapa gitu?"

"Ooh enggak kok cuma nanya. Oh iya sekalian juga aku mau minta pendapat kamu."

"Pendapat apa?"

"Tapi sebelumnya aku mau nanya dulu, sebenernya kamu sayang nggak sama aku?"

Cukup lama gina diam, sepertinya sedang berfikir.

"Emm, iya aku sayang sama kamu" Jawab gina tegas.

"Oke kalau gitu. Apa yang bikin kamu sayang sama aku?"

"Hmm, apa yah? Yang jelas kamu tuh beda sama cowo yang lain (alasan klasik). Aku gak nyangka ternyata kamu serius sama aku. Aku baru nyadar pas udah baca cerita yang kamu bikin."

"Ooh gitu. Terus sekarang kamu maunya gimana?"

"Emm yaa gak gimana-gimana"

Gw mengernyitkan dahi. Dari ucapannya bisa diartikan kalau gina gak berharap balikan lagi sama gw.

Mendadak kerongkongan gw tercekat, seperti ada sesuatu yang menyelinap masuk menuju ke hati gw.

"Ooh yaudah kalau gitu. Kita mungkin emang gak bisa balik lagi. Yaudah makasih yah gin buat semuanya" Jawab gw dengan nada sesantai mungkin. Seolah-olah gw gak ada rasa sama gina.

"Loh kok gitu? Ih bukan gitu maksud aku"

"Terus gimana? Yaudah lah gin gak apa-apa kok."

"Ih agi dengerin aku dul...."

Tuuuuut tuuuuuut

Gw matiin telfonnya karna udah males ngomong sama gina. Gw masuk ke dalam kamar dan langsung mengambil posisi tidur telentang sambil menutup kepala dengan pergelangan tangan.

"Kenapa lu gi?" Tanya rahmat yang kebingungan liat tingkah gw.

"......................."

"Abis ditolak lagi sama gina yah?" Celetuk izal emoticon-Hammer (S)

"......................."

Tak berselang lama, handphone gw kembali berdering. Gw tau pasti gina yang nelfon, so gw gak angkat telfon dari gina. Temen-temen mandangin gw dengan raut muka yang aneh. Lama kelamaan gw kasian juga sama gina, beberapa kali dia telfon gak gw angkat dan akhirnya....

"Hallo agi, dengerin aku dulu atuh ih"

"....................."

"Agi ih!"

"....................."

"Asstaghfirullah agi kamu kenapa sih?"

"Hmmm kenapa apaan?" Jawab gw masih dalam posisi tidur.

"Kamu kenapa kaya gini?"

".........................."

"Ih! Sekarang aku nanya, agi sayang gak sama gina?"

"......................"

"Agi jawab...." Kali ini suara gina diiringi isak tangis. Hati gw seketika terenyuh.

"Aku nggak tau gin"

"Agiiii.... Kamu sayang gina kan?' Tangisannya semakin terdengar jelas di kuping gw.

"Emm, Aku.. Aku gak tau gin. Aku bingung" Kini gw terhimpit di antara dua pilihan. Gw semakin bingung. Fikiran gw mulai gak karuan. "Iya gin, aku sayang sama kamu tapi...."

"Tapi apa agiii?"

"Aaaah! Aku gak tau gin! Sumpah aku bingung banget!" Jawab gw dengan nada sedikit membentak.

Gw dan gina membisu. Cukup lama hingga suasana di kamar itu terasa menjengahkan. Kini semua mata tertuju pada gw. Mata yang menyiratkan rasa penasaran dari temen-temen gw. Gw bangkit untuk duduk, dan lalu menyilangkan sebelah tangan di dada gw.

"Ssst, kenapa sih?" Bisik deni. Gw cuma menggeleng-gelengkan kepala dan lalu memejamkan mata.

"Gina... Yaudah lah kita mungkin emang bukan jodoh. Suatu saat nanti kamu pasti bakalan dapet cowo yang lebih baik dari aku." Lirih gw pelan.

"......................." Gina masih terisak.

Gw kembali kehilangan kata-kata. Keheningan kembali membungkus kamar ini.

"Hmm, yaudah gin. Gimana ntar aja lah."

"Gak mau, aku pengen sekarang"

"Yaa abis gimana? Akunya bingung. Udah mending sekarang kamu tidur, udah malem banget. Udah yah, Assalamu'alaikum"

".........................."

Tuuuuuuut tuuuuuut

Gw matiin lagi telfon dari gina. Gw silent handphone gw karna gak mau dibikin bingung lagi sama gina. Temen-temen gw kembali sibuk dengan urusannya masing-masing. Gw ambil gitar yang sedari tadi duduk manis di sudut kamar dan lalu berjalan keluar.

Malam ini gw terjaga hingga larut. Ditemani dengan kepulan asap dari rokok yang gw hisap, gw tenggelam dalam alunan lagu yang gw nyanyikan. Dan tanpa terasa air mata memaksa untuk keluar dari mata gw. Yap, gak bisa gw pungkiri lagi. Gw menyesal...

Quote:
Diubah oleh aghee 26-01-2013 17:36
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.