- Beranda
- The Lounge
PROSES PENERBITAN BUKU
...
TS
ngawiyangramah
PROSES PENERBITAN BUKU
Bismillaah.
Gan, selamat datang di thread ane.
Pada thread kali ini, TS ingin share tentang Proses Penerbitan Buku.
InsyaAllah ga repost,
Gan, selamat datang di thread ane.
Pada thread kali ini, TS ingin share tentang Proses Penerbitan Buku.
InsyaAllah ga repost,
Spoiler for no repost:
Langsung saja, gan.

Quote:
Bicara soal proses Penerbitan cukup panjang, tetapi saya gambarkan secara
umum sbb:
- Misalkan anda sebagai pengarangingin mengajukan naskah kumpulan puisi ke Penerbit A.
1. Yang anda ajukan cukup naskahnya dalam bentuk ketikan (misalnya Ms Word) dan bisa disertai print outnya agar memudahkan Penerbit dalam memproses naskah tsb.
Penerbit biasanya memberikan banyak kemudahan bagi pengarang yg sudah banyak mengarang buku. Penerbit mau saja menerima kiriman naskah melalui email dsb.
Eits, jangan lupa untum mencantumkan biodataselengkap-lengkapnya kalau bisa. Kontak Person juga selengkap-lengkapnya kalau bisa, nomor HP, email, dll.
2. Penerbit akan menentukan apakah naskah tsb layak diterbitkan dan kira2 dibutuhkan masyarakat (ada penilaian terhadap isi naskah maupun kwalitas/bobot pengarangnya)
3.Lalu Penerbit akan mengontak pengarang dan membicarakan isi naskah maupun honor.
- Sistem honor tergantung sistem yg dianut oleh Penerbit. Bisa bersifat
langsam(seolah naskah tsb dibeli oleh Penerbit) dengan memberi harga pada naskah tsb, misalnya dibeli seharga Rp 3.000.000.- dan dibayar secara
sekaligus atau bertahap. Tergantung pengajuan Penerbit dan disetujui oleh
pengarang. Kerugian sistem ini bagi pengarang adalah : Penerbit bisa mencetak naskah tsb dalam jumlah banyak dan bisa dicetak beberapa kali, tanpa memberi honor tambahan lagi kepada pengarang.
- Bisa juga dengan sistem Royalti dimana pengarang memperoleh persentase terhadap harga naskah/ buku tsb. Rata2 nilai royalti: 10% s/d 15% dari harga buku yang terjual. Pengarang2 yg sudah terkenal sering ditawari honor yang tinggi karena Penerbit yakin buku karangannya bakal laku keras.
Misalnya: buku tsb akan dicetak sebanyak 5.000 buah/eksamplar dan dijual dengan harga Rp 15.000.- per eksamplar. Maka pengarang akan memperoleh honor (dianggap semua buku terjual): 10% x 5.000 x Rp 15.000.- Sering pembayaran ini pun dilakukan secara bertahap misalnya 1 x 3 bulan atau 1 x 6 bulan.
Bila buku tsb dicetak ulang lagi, maka Penerbit membuat perjanjian lagi dan
pengarang akan memperoleh royalti lagi. Biasanya Penerbit akan mengontak
pengarang lagi untuk cetak ulang (karena bisa jadi pengarang tidak bersedia
lagi dan mau pindah ke Penerbit lain).
Bila sistem honor telah disepakati bagaimana dengan naskah itu sendiri?
4. Dengan menggunakan softcopy naskah yg diberikan dalam bentuk ketikan MsWord tsb, Penerbit akan mengolahnya dan mengatur layout serta membuat desain covernya. Desain cover bisa juga diajukan oleh pengarang bila pengarang juga seorang yg ahli dalam desain. Setelah desain cover dan layout isi buku telah selesai, maka akan dimulai proses cetak.
5. Proses cetak sering dimulai dengan mencetak contoh (dummy) dulu dan melihat hasilnya agar kelak tidak terjadi kesalahan besar. Setelah itu akan dilakukan proses cetak sejumlah yg diinginkan (misalnya: 5.000 buah buku).
6. Penerbit akan memberikan buku contoh hasil cetakan bagi pengarang untuk file pribadinya dan kemudian
7. Penerbit akan melakukan pembayaran kepada pengarang sesuai Perjanjian yg telah disepakati/ditandat angani.
Bila buku tsb ingin dicetak terus dan ternyata pengarangnya telah meninggal, maka perjanjian dan hak pembayaran royalti akan diberikan kepada ahli waris (istri/ anaknya) dan seterusnya Penerbit akan berurusan dengan ahli warisnya.
8.Penerbit akan menyebarkan buku tsb ke toko buku untuk dibeli oleh masyarakat.
note :Perjanjian Royalti adalah antara pengarang dan Penerbit, sedangkan Hak Cipta
adalah Hak Pengarang yang bisa diurus oleh pengarang dengan mendaftarkannya ke Departement Kehakiman & HAM, Direktorat Hak Cipta.
Penerbit tidak mengurus Hak Cipta karena Hak Cipta adalah urusan pengarang
(kecuali naskah tsb telah dibeli oleh Penerbit dan sepenuhnya menjadi hak
milik Penerbit).
Tidak banyak buku yg didaftarkan Hak Ciptanya oleh pengarang, biasanya buku2 yg sangat terkenal atau buku yg bakal dibutuhkan terus yg didaftarkan Hak Ciptanya oleh pengarang. Contohnya: buku cerita Wiro Sableng didaftarkan oleh pengarangnya ke Dept. Kehakiman & HAM.
Demikian gambaran singkat tentang penerbitan, royalti dan Hak Cipta.
Semoga bermanfaat.
umum sbb:
- Misalkan anda sebagai pengarangingin mengajukan naskah kumpulan puisi ke Penerbit A.
1. Yang anda ajukan cukup naskahnya dalam bentuk ketikan (misalnya Ms Word) dan bisa disertai print outnya agar memudahkan Penerbit dalam memproses naskah tsb.
Spoiler for naskah:

Penerbit biasanya memberikan banyak kemudahan bagi pengarang yg sudah banyak mengarang buku. Penerbit mau saja menerima kiriman naskah melalui email dsb.
Eits, jangan lupa untum mencantumkan biodataselengkap-lengkapnya kalau bisa. Kontak Person juga selengkap-lengkapnya kalau bisa, nomor HP, email, dll.
2. Penerbit akan menentukan apakah naskah tsb layak diterbitkan dan kira2 dibutuhkan masyarakat (ada penilaian terhadap isi naskah maupun kwalitas/bobot pengarangnya)
Spoiler for cek kelayakan:

contoh beberapa penilaian penerbit terhadap naskah :
Spoiler for contoh beberapa penilaian penerbit terhadap naskah:
a. Apakah buku ini memang dibutuhkan masyarakat? Jika ya, mengapa?
b. Siapakah pembaca buku ini: anak-anak, pelajar, mahasiswa, umum, dewasa, orang tua, atau hanya kaum ibu saja?
c. Berapa kira-kira jumlah pasarnya? untuk menentukan jumlah cetak buku
d. Apakah isi naskah tidak menyinggung masalah SARA (suku, ras, agama, dan antar golongan/adat istiadat), tidak menentang ideologi negara, sudah sesuaikah dengan tingkatan pembacanya?
e. Apakah naskah ditulis dengan susunan yang runut, apakah bahasa yang digunakan mudah dipahami, apakah ilustrasi atau gambar yang ada sudah mendukung uraian?
f. Apakah sudah ada buku lain yang menjadi saingan buku tersebut? Bila ada, apa kekurangan dan keunggulan naskah buku ini dibanding saingannya itu?
g. Apakah isi atau tema buku ini tidak terlalu ketinggalan zaman?
h. Apakah ada bagian yang dikutip dari buku/sumber lain? biar ga repost, gan.
i. Apakah naskah buku tersebut memang sudah cocok untuk diterbitkan oleh penerbit yang bersangkutan? cz penerbit biasanya punya gaya sendiri2, ada yang khusus bola, khusus politik, dsb.
j. siapa penulisnya ?? Meski kriteria ini disimpan terakhir, bukan berarti tidak penting. Malah terkadang pertanyaan yang mempertanyakan siapa penulisnya menjadi pertanyaan awal yang dilayangkan manajer penerbitan kepada editor yang mungusulkan pemrosesan naskah. Mengapa ini penting? Karena sama dengan kegiatan bisnis lainnya, bagaimanapun menerbitkan buku itu intinya berjualan. Kasarnya: bagaimana mungkin ada yang beli kalau penulisnya tidak dikenal orang? Dan adalah tugas berat seorang editor untuk meyakinkan atasannya kalau penulis naskah yang diusulkannya itu punya potensi besar, meski belum banyak dikenal orang.
b. Siapakah pembaca buku ini: anak-anak, pelajar, mahasiswa, umum, dewasa, orang tua, atau hanya kaum ibu saja?
c. Berapa kira-kira jumlah pasarnya? untuk menentukan jumlah cetak buku
d. Apakah isi naskah tidak menyinggung masalah SARA (suku, ras, agama, dan antar golongan/adat istiadat), tidak menentang ideologi negara, sudah sesuaikah dengan tingkatan pembacanya?
e. Apakah naskah ditulis dengan susunan yang runut, apakah bahasa yang digunakan mudah dipahami, apakah ilustrasi atau gambar yang ada sudah mendukung uraian?
f. Apakah sudah ada buku lain yang menjadi saingan buku tersebut? Bila ada, apa kekurangan dan keunggulan naskah buku ini dibanding saingannya itu?
g. Apakah isi atau tema buku ini tidak terlalu ketinggalan zaman?
h. Apakah ada bagian yang dikutip dari buku/sumber lain? biar ga repost, gan.
i. Apakah naskah buku tersebut memang sudah cocok untuk diterbitkan oleh penerbit yang bersangkutan? cz penerbit biasanya punya gaya sendiri2, ada yang khusus bola, khusus politik, dsb.
j. siapa penulisnya ?? Meski kriteria ini disimpan terakhir, bukan berarti tidak penting. Malah terkadang pertanyaan yang mempertanyakan siapa penulisnya menjadi pertanyaan awal yang dilayangkan manajer penerbitan kepada editor yang mungusulkan pemrosesan naskah. Mengapa ini penting? Karena sama dengan kegiatan bisnis lainnya, bagaimanapun menerbitkan buku itu intinya berjualan. Kasarnya: bagaimana mungkin ada yang beli kalau penulisnya tidak dikenal orang? Dan adalah tugas berat seorang editor untuk meyakinkan atasannya kalau penulis naskah yang diusulkannya itu punya potensi besar, meski belum banyak dikenal orang.
3.Lalu Penerbit akan mengontak pengarang dan membicarakan isi naskah maupun honor.
Spoiler for penerbit mengontak penulis:

- Sistem honor tergantung sistem yg dianut oleh Penerbit. Bisa bersifat
langsam(seolah naskah tsb dibeli oleh Penerbit) dengan memberi harga pada naskah tsb, misalnya dibeli seharga Rp 3.000.000.- dan dibayar secara
sekaligus atau bertahap. Tergantung pengajuan Penerbit dan disetujui oleh
pengarang. Kerugian sistem ini bagi pengarang adalah : Penerbit bisa mencetak naskah tsb dalam jumlah banyak dan bisa dicetak beberapa kali, tanpa memberi honor tambahan lagi kepada pengarang.
- Bisa juga dengan sistem Royalti dimana pengarang memperoleh persentase terhadap harga naskah/ buku tsb. Rata2 nilai royalti: 10% s/d 15% dari harga buku yang terjual. Pengarang2 yg sudah terkenal sering ditawari honor yang tinggi karena Penerbit yakin buku karangannya bakal laku keras.
Misalnya: buku tsb akan dicetak sebanyak 5.000 buah/eksamplar dan dijual dengan harga Rp 15.000.- per eksamplar. Maka pengarang akan memperoleh honor (dianggap semua buku terjual): 10% x 5.000 x Rp 15.000.- Sering pembayaran ini pun dilakukan secara bertahap misalnya 1 x 3 bulan atau 1 x 6 bulan.
Bila buku tsb dicetak ulang lagi, maka Penerbit membuat perjanjian lagi dan
pengarang akan memperoleh royalti lagi. Biasanya Penerbit akan mengontak
pengarang lagi untuk cetak ulang (karena bisa jadi pengarang tidak bersedia
lagi dan mau pindah ke Penerbit lain).
Bila sistem honor telah disepakati bagaimana dengan naskah itu sendiri?
4. Dengan menggunakan softcopy naskah yg diberikan dalam bentuk ketikan MsWord tsb, Penerbit akan mengolahnya dan mengatur layout serta membuat desain covernya. Desain cover bisa juga diajukan oleh pengarang bila pengarang juga seorang yg ahli dalam desain. Setelah desain cover dan layout isi buku telah selesai, maka akan dimulai proses cetak.
5. Proses cetak sering dimulai dengan mencetak contoh (dummy) dulu dan melihat hasilnya agar kelak tidak terjadi kesalahan besar. Setelah itu akan dilakukan proses cetak sejumlah yg diinginkan (misalnya: 5.000 buah buku).
6. Penerbit akan memberikan buku contoh hasil cetakan bagi pengarang untuk file pribadinya dan kemudian
7. Penerbit akan melakukan pembayaran kepada pengarang sesuai Perjanjian yg telah disepakati/ditandat angani.
Spoiler for penerbit membayar:

8.Penerbit akan menyebarkan buku tsb ke toko buku untuk dibeli oleh masyarakat.
Spoiler for disebar ke toko:

note :Perjanjian Royalti adalah antara pengarang dan Penerbit, sedangkan Hak Cipta
adalah Hak Pengarang yang bisa diurus oleh pengarang dengan mendaftarkannya ke Departement Kehakiman & HAM, Direktorat Hak Cipta.
Penerbit tidak mengurus Hak Cipta karena Hak Cipta adalah urusan pengarang
(kecuali naskah tsb telah dibeli oleh Penerbit dan sepenuhnya menjadi hak
milik Penerbit).
Tidak banyak buku yg didaftarkan Hak Ciptanya oleh pengarang, biasanya buku2 yg sangat terkenal atau buku yg bakal dibutuhkan terus yg didaftarkan Hak Ciptanya oleh pengarang. Contohnya: buku cerita Wiro Sableng didaftarkan oleh pengarangnya ke Dept. Kehakiman & HAM.
Demikian gambaran singkat tentang penerbitan, royalti dan Hak Cipta.
Semoga bermanfaat.
Dari uraian di atas, ternyata proses penerbitan buku sangatlah simple.
Kira-kira seperti gambar berikut alurnya..

Akan tetapi hal yang paling harus diperhatikan adalah Penulis/Pengarang harus pandai-pandai memilih penerbit.
1. Penerbit haruslah terpercaya ( ga harus terkenal, tapi yang sudah terkenal biasanya memang terpercaya karena sudah terbukti banyak buku terbit dari sana )
2. Penerbit harus punya alamat jelas, kantor jelas, tidak ada resiko digusur dsb karena urusan tanah, dll.
dan masih banyak kriteria yang lain, yang mungkin bisa agan tambahkan..
karena sangat merugikan jika penerbit itu tidak bertanggungjawab, lebih-lebih jika lokasi penerbit dan pengarang tidak dalam daerah yang dekat. Ditelpon kagak diangkat, mau disamperin jauh, wah rugi kalau naskah kita diambil (padahal belum kita daftarkan di Hak Cipta) dan diaku sebagai naskah mereka tanpa memberikan apapun kepada kita.
UPDATE ada di sini gan
pengalaman agan2
daftar penerbit #1
daftar penerbit #2
daftar penerbit #3
Sekian dulu gan, semoga bermanfaat...
doakan gan, ane mau nulis buku, semoga terbit. hehe
doakan gan, ane mau nulis buku, semoga terbit. hehe

Thanks Kaskus...
Quote:
SUMBER 1
SUMBER 2
SUMBER GAMBAR1
sumber gambar 2
sumber gambar 3
sumber gambar 4
sumber gambar 5
sumber gambar 6
Diubah oleh ngawiyangramah 24-01-2013 14:34
0
35.6K
Kutip
348
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•106.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ngawiyangramah
#2
Quote:
Original Posted By indunkz►Sekedar sharing gan, gw dulu pernah teken kontrak nerbitin buku sama sebuah penerbit dan naskah buku itu asalnya dari trit gw di kaskus gan . Dulu awalnya penerbit tertarik gan nerbitin trit gw tersebut trus hubungi gw lewat pm (penerbitnya jg ngaskus). Awalnya gw ga percaya gitu aja trus gw googling tentang nama penerbit tersebut, ternyata tuh penerbit dah lama berkecimpung didunia buku dan dah banyak buku yg dicetaknya. Akhirnya gw setuju trus kami teken perjanjian hitam di atas putih, isinya hampir sama ma apa yg agan jabarin diatas, gw dapet royalti 10%, cetakan pertama 5000ex dst. Nah setelah teken perjanjian gw disuruh nulis ulang trit gw gan, disinilah masalah muncul. 
Isi dari trit di kaskus itu merupakan kisah nyata kehidupan gw gan, gw tulis ulang kayak naskah2 novel kebanyakan, setelah jadi gw kirim dalam format softcopy gan (m.word). Setelah naskah full diterima abis itu ga ada kejelasan dari penerbit gan, tiap gw hubungi ada aja alasannya, seringnya sih bilang kalo lg di tangan editor buat dibenerin. Tapi itu berlangsung lama bgt hingga akhirnya gw nyerah trus pasrah aja, diterbitin syukur ga jg gpp. Barulah kemudian desember kemaren gw coba hubungi lg gan, kemudian pihak penerbit baru mau bilang yg sejujurnya trus minta maaf ke gw, novel gw ga jadi diterbitin gan
. Alasannya setelah coba diaplikasikan dalam ukuran kertas novel, naskah gw jadi 700halaman gan
. Novel yg tebal harganya jadi mahal gan, penerbit jadi galau mau nerbitinnya takut ga laku karena belum byk orang yg kenal gw
. Kalo naskahnya diringkas jadi 300hal aja penerbit jg ga berani ambil resiko gan, kalo baca di kaskus aja lbh komplit ngapain juga beli novel ringkasannya (sejak awal gw dah ngmg gan, walaupun novel terbit trit di kaskus ga boleh diapus ). Jadinya galau deh penerbitnya trus cancel penerbitannya.
Taro pejwan gan biar jadi pelajaran buat yg lain, teken perjanjian ga menjamin suatu naskah lancar diterbitkan.
. Walaupun batal gw ambil positifnya gan seenggak2nya gw tau urutan dan cara nerbitin naskah 
Kalo mau mampir ke trit gw itu, nih tritnya gan.
Sebuah Kisah Cinta antara Muslim dan Nasrani (true story)

Isi dari trit di kaskus itu merupakan kisah nyata kehidupan gw gan, gw tulis ulang kayak naskah2 novel kebanyakan, setelah jadi gw kirim dalam format softcopy gan (m.word). Setelah naskah full diterima abis itu ga ada kejelasan dari penerbit gan, tiap gw hubungi ada aja alasannya, seringnya sih bilang kalo lg di tangan editor buat dibenerin. Tapi itu berlangsung lama bgt hingga akhirnya gw nyerah trus pasrah aja, diterbitin syukur ga jg gpp. Barulah kemudian desember kemaren gw coba hubungi lg gan, kemudian pihak penerbit baru mau bilang yg sejujurnya trus minta maaf ke gw, novel gw ga jadi diterbitin gan
. Alasannya setelah coba diaplikasikan dalam ukuran kertas novel, naskah gw jadi 700halaman gan
. Novel yg tebal harganya jadi mahal gan, penerbit jadi galau mau nerbitinnya takut ga laku karena belum byk orang yg kenal gw
. Kalo naskahnya diringkas jadi 300hal aja penerbit jg ga berani ambil resiko gan, kalo baca di kaskus aja lbh komplit ngapain juga beli novel ringkasannya (sejak awal gw dah ngmg gan, walaupun novel terbit trit di kaskus ga boleh diapus ). Jadinya galau deh penerbitnya trus cancel penerbitannya.Taro pejwan gan biar jadi pelajaran buat yg lain, teken perjanjian ga menjamin suatu naskah lancar diterbitkan.
. Walaupun batal gw ambil positifnya gan seenggak2nya gw tau urutan dan cara nerbitin naskah 
Kalo mau mampir ke trit gw itu, nih tritnya gan.
Sebuah Kisah Cinta antara Muslim dan Nasrani (true story)
Quote:
Original Posted By MilanFC►masa sih gan ?
ane sendiri bekerja di penerbitan dibagian produksi, ini sekranga masih lembur sekalian ngaskus dikantor. sethau ane tidak semua penerbitan begitu.punya ane termauk penerbit jujur kali ya. krn termasuk penerbitan nomor 3 terbesar nasional
.
setiap royalti yang diajukan dari bagian umum selalu emnuju ke tempat ane krn ane ada monitoring cetak judul buku tersebut selama beberapa tahun dan beberapa kali cetak. dan bisanya pengarang mendapatkan sesuai dengan real jumlah cetakan yang dic etak ditempat ane gan
btw ane sendiri sebagai PPIC di percetakan yang salah satu tugasnya mengihitung kalkulasi order yang masuk. jadi misalkan ente mau nerbitin buku speknya kasih tahu aen saja ntar kan bisa ane kasih gamabran berapa harga bukunya
taruh dipejwan
ane sendiri bekerja di penerbitan dibagian produksi, ini sekranga masih lembur sekalian ngaskus dikantor. sethau ane tidak semua penerbitan begitu.punya ane termauk penerbit jujur kali ya. krn termasuk penerbitan nomor 3 terbesar nasional
. setiap royalti yang diajukan dari bagian umum selalu emnuju ke tempat ane krn ane ada monitoring cetak judul buku tersebut selama beberapa tahun dan beberapa kali cetak. dan bisanya pengarang mendapatkan sesuai dengan real jumlah cetakan yang dic etak ditempat ane gan
btw ane sendiri sebagai PPIC di percetakan yang salah satu tugasnya mengihitung kalkulasi order yang masuk. jadi misalkan ente mau nerbitin buku speknya kasih tahu aen saja ntar kan bisa ane kasih gamabran berapa harga bukunya
taruh dipejwan

Quote:
Original Posted By PujanggaEdan►Ane udah pernah nulis buku beberapa kali dan di beberapa penerbit. Penerbit paling direkomendasikan menurut ane adalah AND* OFFS*T
Trust Me!
Trust Me!
Quote:
Original Posted By mei24up►oia, ini pengalaman ane saat nerbitin buku.
taro page one juga boleh
Quote:
Di tempat ane sekarang kerja (penerbitan kecil), proses nerbitin buku antara lain sebagai berikut :
1. naskah
di tempat ane kerja, naskah didapet dari bos ane (rata2 dia dapet dari dosen2 perguruan tinggi)
2. penentuan
penentuan yang dimaksud di sini adalah penentuan ukuran buku, jenis huruf yang digunakan, ukuran huruf yang digunakan, tampilan tata letak, hingga tampilan cover buku.
3. layout
setelah ditentuin, naskah dikasih ke layouter buat di layout tata letaknya. tentunya si editor harus ngasih pengarahan ke layouter tentang tampilan tata letak yang mau digunain.
4. design cover
sambil nunggu naskah yang dilayout, editor biasa ngehubungin si designer cover buat bikin cover buku tersebut.
5. pengeditan
pengeditan naskah mulai dari segi ketatabahasaan (typo, penggunaan huruf kapital atau kecil, penggunaan huruf miring, dll.) hingga edit isi (maksudnya di sini, edit kelogisan materi). Kenapa pengeditan dilakuin setelah dilayout? biar hemat waktu (kata bos ane)
6. persetujuan penulis
jika layout (yg isinya sudah diedit) dan design cover udah selesai, perlu persetujuan penulis. kalo penulis belum setuju, ya diperbaiki lagi. oia, kasih tau juga ke penulis, bagian mana aja (materi/isi) yang diedit.
7. pengeditan tahap 2
naskah diedit lagi. biar bisa meminimalisir kesalahan penulisan.
6. percetakan
kalo layout sama design cover udah disetujin penulis, hubungin pihak percetakan deh, biar naik cetak.
7. distribusi
kalo udah dicetak, buku siap didistribusiin
secara ringkas, prosesnya kurang-lebih kayak gitu
intinya sih, proses nerbitin buku itu nggak sebentar, butuh banyak orang juga yang berperan.
cmiiw
1. naskah
di tempat ane kerja, naskah didapet dari bos ane (rata2 dia dapet dari dosen2 perguruan tinggi)
2. penentuan
penentuan yang dimaksud di sini adalah penentuan ukuran buku, jenis huruf yang digunakan, ukuran huruf yang digunakan, tampilan tata letak, hingga tampilan cover buku.
3. layout
setelah ditentuin, naskah dikasih ke layouter buat di layout tata letaknya. tentunya si editor harus ngasih pengarahan ke layouter tentang tampilan tata letak yang mau digunain.
4. design cover
sambil nunggu naskah yang dilayout, editor biasa ngehubungin si designer cover buat bikin cover buku tersebut.
5. pengeditan
pengeditan naskah mulai dari segi ketatabahasaan (typo, penggunaan huruf kapital atau kecil, penggunaan huruf miring, dll.) hingga edit isi (maksudnya di sini, edit kelogisan materi). Kenapa pengeditan dilakuin setelah dilayout? biar hemat waktu (kata bos ane)
6. persetujuan penulis
jika layout (yg isinya sudah diedit) dan design cover udah selesai, perlu persetujuan penulis. kalo penulis belum setuju, ya diperbaiki lagi. oia, kasih tau juga ke penulis, bagian mana aja (materi/isi) yang diedit.
7. pengeditan tahap 2
naskah diedit lagi. biar bisa meminimalisir kesalahan penulisan.
6. percetakan
kalo layout sama design cover udah disetujin penulis, hubungin pihak percetakan deh, biar naik cetak.
7. distribusi
kalo udah dicetak, buku siap didistribusiin
secara ringkas, prosesnya kurang-lebih kayak gitu
intinya sih, proses nerbitin buku itu nggak sebentar, butuh banyak orang juga yang berperan.
cmiiw
taro page one juga boleh

Quote:
Original Posted By ngawiyangramah►eh iya, baru kepikiran, ada buku kumpulan HT kaskus ga sih ?
Diubah oleh ngawiyangramah 24-01-2013 08:19
0
Kutip
Balas