TS
ulquiorrakyou
Yuk Kita Belajar Fiqih dari Kitab Safinah

Assalamu'alaikum wr. wb.
Pada thread ini newbie ingin berbagi/sharing ilmu yang sedang ane pelajari (kembali), yaitu Ilmu Fiqih (dari kitab Safinah) yang merupakan Ilmu yang wajib/fardhu diperlajari oleh setiap Muslim. Ilmu Fiqih merupakan ilmu mengenai hukum-hukum syari’at yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan mukallaf (mereka yang sudah terbebani menjalankan syari’at agama), yang diambil dari dalil-dalilnya yang bersifat terperinci, berupa nash-nash al Qur’an dan As sunnah serta yang bercabang dari keduanya yang berupa ijma’ dan ijtihad. Dalam pengertian ini fiqih digunakan untuk mengetahui hukum-hukum (seperti seseorang ingin mengetahui apakah suatu perbuatan itu wajib atau sunnah, haram atau makruh, ataukah mubah, ditinjau dari dalil-dalil yang ada).
Pada thread ini ane hanya akan menuliskan terjemahan dari kitab safinah. Ane tidak menterjemahkan langsung dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia, tetapi menterjemahkan kitab yang sudah diterjemahkan dari B. Arab ke B. Sunda (Matan). Jadi singkatnya ane menterjemahkan dari B. Sunda ke B. Indonesia

Ane juga berharap apabila dari agan atau aganwati memiliki dalil, keterangan, koreksi dan sebagainya bisa berbagi disini agar thread ini menjadi lebih lengkap dan lebih bermanfaat.
Ane tidak mengharapkan
, namun jika ada yang memberi
atau memberi rate ***** ane anggap sebagai bonus, karena ane hanya ingin mengamalkan Ilmu buat bekal di akhirat nanti.Sekian prakata dari saya, Semoga apa yang akan ane share disini bisa bermanfaat bagi ane pribadi dan yang membaca thread ini.
Barakallahi walakum.
Wassalamualaikum wr. wb.
Sumber : Kitab Safinah, source lain
Spoiler for Daftar Isi (Fasal 1-49):
Diubah oleh ulquiorrakyou 12-02-2013 23:24
tata604 dan ilhamyun memberi reputasi
2
176.4K
313
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Spiritual
6.4KThread•2.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ulquiorrakyou
#118
Fasal 42 Syarat Makmum Dalam Mengikuti Imam
فصل) شروط القدوة أحد عشر: أن لايعلم بطلان صلاة إمامة بحدث أو غيرة، وأن لايعتقد وجوب قضائھا عليه، وأن لا يكون مأموما ولا أميا، وأن لايتقدم علية في الموقف، وأن يعلم انتقالات إمامة، وأن يجتمعا في مسجد أو في ثلثمائة ذراع تقريبا، وأن ينوي القدوة أو الجماعة، وأن يتوافق نظم صلاتيھما، وأن لا يخالفه في سنة فاحشة المخالفة، وأن يتابعة
Syuruthu Al-Qudwati Ahada ‘Asyaro: An laa Ya’lama Buthlaana Sholaati Imaaihi Bihadastin Aw Ghoirihi, Wa An Laa Ya’taqida Wujuubu Qodloihaa ‘Alaihi, Wa An Laa Yakuuna Ma’muuman Wa Laa Ummiyyan, Wa An Laa Yatqoddama Gholaihi Fi Al-Muuqifi, Wa An ya’lamantiqoolati Imaamihi, Wa An Yajtami’aa Fii Masjidin Aw Fii Tsalaatsimiati Diroo’in Taqriiban, Wa An Yanwiya Al-Qudwata Awiljama’ati, Wa An Yatawafaqo Nadhmu Sholaatihimaa, Wa An Laa Yuukholifahu Fii Sunnatin Faahisyati Al-Mukholafati, Wa An Yutaabi’ahu
Fasal 42 Syarat Makmum Dalam Mengikuti Imam
- Harus tidak mengetahui bahwa shalatnya imam batal karena hadast atau hal lainnya
- Tidak boleh bertekad gahwa shalatnya harus diulang (karena tidak sah)
- Imam tidak boleh menjadi makmum
- Tidak boleh seorang yang Ummiy (tidakbisa membaca dan menulis)
- Makmum tidak boleh lebih depan (posisinya) dari imam
- Harus mengetahui perpindahan imam (rangkaian shalat)
- Imam dan makmum harus berkumpul alam satu masjid atau kira-kira 300 hira’ (bila diluar masjid
- Mkamum harus berniat mengikuti imam atau berjamaah
- Shalat yang dikerjakan imam dan makmum harus sama urutannya
- Makmum tidak boleh meninggalkan sunnah yang dikerjakan imam, yang kelihatan buruk jika tidak mengikutinya
- Harus mengikuti imam
Spoiler for Fasal Sebelumnya:
0
