TS
rienoir
[fanfic] RF online - the last human
cerita ori karangan ane gan... berbasis game online yang cukup fenomenal dan terdorong membuat cerita setelah membaca sebuah fanfic karya temen saya di forum sebelah dan saya putuskan untuk iseng membuat juga.
monggo di baca.
JOKE STORY
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx before
monggo di baca.
Spoiler for "index cerita":
chapter 1-5 ada di pekiwan
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
JOKE STORY
Spoiler for JOKE:
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
Spoiler for "story of tamagochi":
chapter 1
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx beforeDiubah oleh rienoir 27-12-2012 03:03
0
35.1K
Kutip
461
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•355Anggota
Tampilkan semua post
TS
rienoir
#428
Spoiler for KHUSUS REMAJA:
Martin's Journey To The Heaven and Back
Cuit..cuit..cuit...
terdengar suara burung - burung berkicau, tanda kalau hari sudah pagi. Gue merasakan secercah sinar menerpa diri gue. Meskipun gue enggak punya mata untuk melihat, tapi gue bisa ngerasain dari perasaan hangat yang menerpa tubuh gue. Pagi hari itu gue mendengar suara air bergemericik, gua memperhatikan suara air tersebut dengan seksama. Dari pendengeran dan daya rasa serta imajinasi gue yang super tinggi, gue bisa menggambarkan suara air itu di dalam kepala gue, Air tersebut bersuara BRUZZZ.... yang berarti asal suaranya dari sebuah shower (alias ini orang mandinya engga pake gayung), lalu gue pun memperhatikan suara kecil yang berbunyi kricik.. kricik... oh... suara itu menggambarkan bahwa dia mengalir jatuh ke bawah lebih lama dari waktu yang biasanya dibutuhkan oleh si Tamagochi kalo die lagi mandi. Berarti nih orang yang mandi punya lekuk tubuh yang lebih besar untuk dilewati. Dan dari situ gua bisa langsung menyimpulkan kalo yang mandi itu adalah... PEREMPUAN!!! SANGAT SEKSI TENTUNYA!!! Karena suara jatuh airnya merdu. Enggak sia sia dulu gue dijulukin Martin Holmes.
Tapi... klo bicara jujur sih, sebenernye gue engga perlu ngeluarin kemampuan gue itu buat nerka yang mandi itu cewek jelek ato cakep. Karena kalo ada cewek cakep sedang mandi, radar gue pasti bereaksi dan tubuh gue akan bergetar heboh. Cuma demi memuaskan para pembaca, gue sedikit pamer kemampuan gue. hahaha...
Setelah selesai mandi, tuh cewek pun... eh tapi kayanya enggak enak bangat gue panggil - panggil die cewek ya. Ya sudah klo gitu.. mulai sekarang kita sebut saja "Bunga". BTT, selesai mandi pun Bunga langsung bergegas meninggalkan kamar mandinya. Dari kibasan angin yang gue rasakan, dapat terimajinasikan kalau si Bunga lagi mengibas - ngibaskan rambutnya yang panjang, panjangnya sampe sepinggul. Sejenak gue merasa langkah die semakin mendekat ke gue. Dan gue pun langsung bergetar semakin heboh, tanda kalau gue tuh excited bangat. Saat tangan Bunga ingin meraih gue, gue mendengar suara KLEBETTTT..... "HOLY SH*T... WTF, KENAPA GUE MUSTI ENGGAK PUNYA MATA?!?!?!" teriak gue dalam hati sambil mengutuk someone up there. Karena gua yakin seyakin yakinya kalo handuk yang dipake untuk membungkus tubuh Bunga terjatuh ke lantai.
Lanjutannya nanti lagi ya... biar pada penasaran.
Btw.. sorry klo agak vulgar
Lanjutan dari cerita Journey To The Heaven and Back
Namun.. saat handuknya terjatuh ke lantai. Bunga tetap cuek, ini berarti si Bunga tinggal sendirian atau bisa dikatakan sebagai wanita yang mandiri. Bunga hanya tersenyum kecil, dan tetap meraih gue yang hanya bisa bergetar tanpa henti - hentinya. Setelah meraih gue dengan tangan kanannya, sekarang Bunga duduk di pinggiran tempat tidurnya. Tempat tidur dimana gue melewati malam pertama gue dengan penuh "ketegangan".
Di pagi yang indah ini, tentunya sangat indah karena gue dipegang oleh wanita yang sangat bohay. Sambil menggenggam gue dengan erat. Die pun segera berbaring di kasur, saat berbaring di kasur dia pun mulai melakukan pembicaraan sama gue, yang tentunya gue cuma bisa denger n gak bisa jawab. Bunga pun melontarkan pertanyaan kepada gue "Lu ini, sebenernya apa sih?? Semalem pas gue taroh di samping gue lu bergetar kenceng dan memanjang, tapi pas gue tinggal pipis lu mengkerut. Besi kok bisa kaya begini ye??" Tanya Bunga ke gue sambil dia garuk - garuk kepalanya tanda kalo die lagi kebingungan.
Setelah selesai bertanya kepada gue, Bunga pun mendekatkan gue ke telinganya. Seakan dia tau kalau gue ini punya "insting" yang mantep. Semakin didekatkan, semakin dekat, sehingga gue semakin bergetar makin cepat. Sampai akhirnya gue diajak jalan - jalan oleh Bunga.
(Mulai cerita dibawah ini, gunakan imajinasi kalian sekuat - kuatnya, karena kalo engga pake imajinasinya kalian akan enggak ngarti ini cerita wkakak)
Pertama, bunga membawa gue pergi ke sebuah padang rumput yang luas, di situ gue bisa mencium aroma bunga - bungaan, bagian tanahnya berasa sedikit lembab. Cukup lama gue bermain - main disitu sampe akhirnya Bunga capek dan membawa gue pergi berlari menuruni dua buah bukit yang rasanya begitu lembut, terpaan mentari begitu terasa hangat. di tengah hangatnya sensasi yang sedang gue rasain, gue bisa denger detak jantung Bunga semakin berdebar, semakin lama debar jantung Bunga semakin cepat. Nafasnya memburu, perlahan namun pasti... Bunga semakin lelah.
Karena tidak tahan oleh panasnya mentari di siang hari, bunga pun kembali menuntun gue menuju hutan rimba yang sedikit lembab, untuk menikmati kesejukkan angin hutan. Di hutan itu terasa banyak sekali semak - semak belukar yang ternyata kalau tersentuh terasa sangat halus, saat sentuhan semak itu bersentuhan dengan tubuh gue, gue merasa sedikit tergelitik geli, demikian pula dengan Bunga, dia pun tampak tersenyum renyah sambil terus berjalan pelan melewati padang semak belukar tersebut.
Tak disangka tak diduga, saat sedang asik - asiknya berjalan menikmati kesejukkan hutan, dan tanaman eksotisnya. Hujan pun datang, kali ini hujannya begitu besar, sehingga hampir menyebabkan longsor. Gue pun dapat merasakan bahwa banyak air mengalir melaluli jalur air di tengah hutan tersebut. Bunga yang kuatir dengan keadaan gue, karena takut gue koslet kena ujan langsung membawa gue berlari menuju sebuah goa. Goa yang didalamnya penuh dengan misteri.
Goa ini sangat aneh, karena saat gue di dalem goa, gue enggak bisa mendengar apapun. Yang bisa gue denger cuma nafas Bunga yang tampak memburu, serta detakan dadanya yang semakin kencang. Entah sensasi apa yang gue rasakan ini, di dalam goa tersebut gua merasa sangat nyaman, dinding dinding goa terasa sangat hangat. Gue pun diajak menyusuri dinding - dinding goa itu oleh Bunga. Seolah Bunga sangat mengenal tempat itu seperti halaman rumahnya sendiri. Bunga membawa gue berjalan bolak - balik, dari pangkal goa, sampe mulut goa berulang - ulang.
Sesaat gue mencoba menikmati kehangatan yang gue dapatkan karena perjalanan yang gue lakukan ternyata untuk menghangatkan tubuh supaya enggak kena hipotermia karena hujan yang tak berkesudahan. Bunga pun akhirnya berteriak AKKKHHH... HAH.. HAH...HAH... diiringi dengan tubuhnya yang mengejang namun tampaknya kejang tersebut tidak menimbulkan perasaan sakit. Ini berarti pertanda bahwa dia sudah sangat lelah dengan perjalanan yang kami lakukan. Dan diapun langsung tertidur pulas dengan wajah yang memerah kemayu.
Demikian perjalanan gue bersama Bunga. Seorang wanita Bellato misterius yang secara spontan "merawat" gue.
Martin's Journey is Ended (semoga gue enggak harus bikin lanjutan dari kisah ini lagi, asli pusing wkaka)
Cuit..cuit..cuit...
terdengar suara burung - burung berkicau, tanda kalau hari sudah pagi. Gue merasakan secercah sinar menerpa diri gue. Meskipun gue enggak punya mata untuk melihat, tapi gue bisa ngerasain dari perasaan hangat yang menerpa tubuh gue. Pagi hari itu gue mendengar suara air bergemericik, gua memperhatikan suara air tersebut dengan seksama. Dari pendengeran dan daya rasa serta imajinasi gue yang super tinggi, gue bisa menggambarkan suara air itu di dalam kepala gue, Air tersebut bersuara BRUZZZ.... yang berarti asal suaranya dari sebuah shower (alias ini orang mandinya engga pake gayung), lalu gue pun memperhatikan suara kecil yang berbunyi kricik.. kricik... oh... suara itu menggambarkan bahwa dia mengalir jatuh ke bawah lebih lama dari waktu yang biasanya dibutuhkan oleh si Tamagochi kalo die lagi mandi. Berarti nih orang yang mandi punya lekuk tubuh yang lebih besar untuk dilewati. Dan dari situ gua bisa langsung menyimpulkan kalo yang mandi itu adalah... PEREMPUAN!!! SANGAT SEKSI TENTUNYA!!! Karena suara jatuh airnya merdu. Enggak sia sia dulu gue dijulukin Martin Holmes.
Tapi... klo bicara jujur sih, sebenernye gue engga perlu ngeluarin kemampuan gue itu buat nerka yang mandi itu cewek jelek ato cakep. Karena kalo ada cewek cakep sedang mandi, radar gue pasti bereaksi dan tubuh gue akan bergetar heboh. Cuma demi memuaskan para pembaca, gue sedikit pamer kemampuan gue. hahaha...
Setelah selesai mandi, tuh cewek pun... eh tapi kayanya enggak enak bangat gue panggil - panggil die cewek ya. Ya sudah klo gitu.. mulai sekarang kita sebut saja "Bunga". BTT, selesai mandi pun Bunga langsung bergegas meninggalkan kamar mandinya. Dari kibasan angin yang gue rasakan, dapat terimajinasikan kalau si Bunga lagi mengibas - ngibaskan rambutnya yang panjang, panjangnya sampe sepinggul. Sejenak gue merasa langkah die semakin mendekat ke gue. Dan gue pun langsung bergetar semakin heboh, tanda kalau gue tuh excited bangat. Saat tangan Bunga ingin meraih gue, gue mendengar suara KLEBETTTT..... "HOLY SH*T... WTF, KENAPA GUE MUSTI ENGGAK PUNYA MATA?!?!?!" teriak gue dalam hati sambil mengutuk someone up there. Karena gua yakin seyakin yakinya kalo handuk yang dipake untuk membungkus tubuh Bunga terjatuh ke lantai.
Lanjutannya nanti lagi ya... biar pada penasaran.
Btw.. sorry klo agak vulgar
Lanjutan dari cerita Journey To The Heaven and Back
Namun.. saat handuknya terjatuh ke lantai. Bunga tetap cuek, ini berarti si Bunga tinggal sendirian atau bisa dikatakan sebagai wanita yang mandiri. Bunga hanya tersenyum kecil, dan tetap meraih gue yang hanya bisa bergetar tanpa henti - hentinya. Setelah meraih gue dengan tangan kanannya, sekarang Bunga duduk di pinggiran tempat tidurnya. Tempat tidur dimana gue melewati malam pertama gue dengan penuh "ketegangan".
Di pagi yang indah ini, tentunya sangat indah karena gue dipegang oleh wanita yang sangat bohay. Sambil menggenggam gue dengan erat. Die pun segera berbaring di kasur, saat berbaring di kasur dia pun mulai melakukan pembicaraan sama gue, yang tentunya gue cuma bisa denger n gak bisa jawab. Bunga pun melontarkan pertanyaan kepada gue "Lu ini, sebenernya apa sih?? Semalem pas gue taroh di samping gue lu bergetar kenceng dan memanjang, tapi pas gue tinggal pipis lu mengkerut. Besi kok bisa kaya begini ye??" Tanya Bunga ke gue sambil dia garuk - garuk kepalanya tanda kalo die lagi kebingungan.
Setelah selesai bertanya kepada gue, Bunga pun mendekatkan gue ke telinganya. Seakan dia tau kalau gue ini punya "insting" yang mantep. Semakin didekatkan, semakin dekat, sehingga gue semakin bergetar makin cepat. Sampai akhirnya gue diajak jalan - jalan oleh Bunga.
(Mulai cerita dibawah ini, gunakan imajinasi kalian sekuat - kuatnya, karena kalo engga pake imajinasinya kalian akan enggak ngarti ini cerita wkakak)
Pertama, bunga membawa gue pergi ke sebuah padang rumput yang luas, di situ gue bisa mencium aroma bunga - bungaan, bagian tanahnya berasa sedikit lembab. Cukup lama gue bermain - main disitu sampe akhirnya Bunga capek dan membawa gue pergi berlari menuruni dua buah bukit yang rasanya begitu lembut, terpaan mentari begitu terasa hangat. di tengah hangatnya sensasi yang sedang gue rasain, gue bisa denger detak jantung Bunga semakin berdebar, semakin lama debar jantung Bunga semakin cepat. Nafasnya memburu, perlahan namun pasti... Bunga semakin lelah.
Karena tidak tahan oleh panasnya mentari di siang hari, bunga pun kembali menuntun gue menuju hutan rimba yang sedikit lembab, untuk menikmati kesejukkan angin hutan. Di hutan itu terasa banyak sekali semak - semak belukar yang ternyata kalau tersentuh terasa sangat halus, saat sentuhan semak itu bersentuhan dengan tubuh gue, gue merasa sedikit tergelitik geli, demikian pula dengan Bunga, dia pun tampak tersenyum renyah sambil terus berjalan pelan melewati padang semak belukar tersebut.
Tak disangka tak diduga, saat sedang asik - asiknya berjalan menikmati kesejukkan hutan, dan tanaman eksotisnya. Hujan pun datang, kali ini hujannya begitu besar, sehingga hampir menyebabkan longsor. Gue pun dapat merasakan bahwa banyak air mengalir melaluli jalur air di tengah hutan tersebut. Bunga yang kuatir dengan keadaan gue, karena takut gue koslet kena ujan langsung membawa gue berlari menuju sebuah goa. Goa yang didalamnya penuh dengan misteri.
Goa ini sangat aneh, karena saat gue di dalem goa, gue enggak bisa mendengar apapun. Yang bisa gue denger cuma nafas Bunga yang tampak memburu, serta detakan dadanya yang semakin kencang. Entah sensasi apa yang gue rasakan ini, di dalam goa tersebut gua merasa sangat nyaman, dinding dinding goa terasa sangat hangat. Gue pun diajak menyusuri dinding - dinding goa itu oleh Bunga. Seolah Bunga sangat mengenal tempat itu seperti halaman rumahnya sendiri. Bunga membawa gue berjalan bolak - balik, dari pangkal goa, sampe mulut goa berulang - ulang.
Sesaat gue mencoba menikmati kehangatan yang gue dapatkan karena perjalanan yang gue lakukan ternyata untuk menghangatkan tubuh supaya enggak kena hipotermia karena hujan yang tak berkesudahan. Bunga pun akhirnya berteriak AKKKHHH... HAH.. HAH...HAH... diiringi dengan tubuhnya yang mengejang namun tampaknya kejang tersebut tidak menimbulkan perasaan sakit. Ini berarti pertanda bahwa dia sudah sangat lelah dengan perjalanan yang kami lakukan. Dan diapun langsung tertidur pulas dengan wajah yang memerah kemayu.
Demikian perjalanan gue bersama Bunga. Seorang wanita Bellato misterius yang secara spontan "merawat" gue.
Martin's Journey is Ended (semoga gue enggak harus bikin lanjutan dari kisah ini lagi, asli pusing wkaka)
0
Kutip
Balas