TS
rienoir
[fanfic] RF online - the last human
cerita ori karangan ane gan... berbasis game online yang cukup fenomenal dan terdorong membuat cerita setelah membaca sebuah fanfic karya temen saya di forum sebelah dan saya putuskan untuk iseng membuat juga.
monggo di baca.
JOKE STORY
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx before
monggo di baca.
Spoiler for "index cerita":
chapter 1-5 ada di pekiwan
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
JOKE STORY
Spoiler for JOKE:
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
Spoiler for "story of tamagochi":
chapter 1
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx beforeDiubah oleh rienoir 27-12-2012 03:03
0
35.1K
Kutip
461
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
rienoir
#425
Spoiler for chapter 7b:
Gue yang mendapat itu buku enggak langsung ngebaca buku tersebut. Gue meminta semuanya untuk pergi ninggalin gue. Dan satu persatu pun langsung pergi meninggalkan gue. Gue yang sedang dirudung duka mencoba membaca buku tersebut dan di halaman sampul buku tersebut tertulis "TO DO LIST"
Sambil memegang buku tersebut, gue segera lari ke tebing lembah Jukeru. Tebing yang katanya merupakan gerbang antara dunia nyata dan dunia akhirat. Tujuan gue ke sana enggak lain supaya gue bisa merasa lebih deket sama Melati saat ngebaca buku tersebut.
Valley
Sekarang gue akhirnya sampe juga di puncak dari lembah jukeru. Sebuah lembah yang di dalemnya belum pernah ada yang jamah. Konon katanya pernah ada seorang Accretia yang terjun ke dalam lembah jukeru ini, dan dia enggak pernah balik lagi setelah terjun ke dalam lembah ini.
Gue pun langsung duduk di tepi jurang lembah jukeru tersebut. Gua buka halaman pertama dari buku peninggalan Melati. Di halaman pertama gue ngeliat sebuah gambar lebih tepatnya foto, sebuah foto yang bergambar gue sedang kesetrum oleh listrik - listrik cinta. Ngeliat gambar itu gue cuma bisa tertawa kecil. Di bawah foto itu ada tulisan kecil yang isinya "Ini hari pertama dia menampakkan dirinya dihadapanku"
Selesai melihat halaman pertama, gue segera membalik halaman kedua. Lagi - lagi di halaman kedua itu gue ngeliat sebuah foto. Kali ini gambarnya adalah gue dan Melati sedang lari ninggalin kabin. Di foto itu Melati tampak sangat bahagia, senyumnya lebih tulus dari biasanya. Rambutnya yang tergerai akibat tertiup angin yang timbul karena larinya yang begitu riang. Kembali dibawah foto itu ada sebuah tulisan kecil "Langkah pertama ku di dunia dengan robot berhati manusia yang kucintai"
Kembali gue buka lembaran baru halaman dari buku itu, sekarang telah sampai di halaman tiga. Gue ngeliat foto gue dan Melati sedang berpelukan. Foto itu diambil dari jarak yang cukup jauh, sehingga background foto tersebut dapat terlihat dengan sangat luas. Gue perhatiin backgroundnya sangat medukung, sebuah padang bunga, hembusan angin yang membuat dandelion yang ada di padang bunga itu berterbangan seperti salju yang menyelimuti cinta gue dan Melati. Selesai ngeliat foto ke tiga tersebut, gue pun langsung mengarahkan lensa mata gue ke bawah buat nyari foot note nya. Dan di situ tertulis "Cinta Pertama dan Terakhirku Adalah Robot Berhati Manusia Ini" Membaca tulisan itu, ntah mengapa hati gue terasa menjadi sedikit kesepian. Mungkin karena separuh hati gue udah pergi duluan ninggalin gue.
Selesai merenung, gue membuka halaman selanjutnya. Halaman ke empat ini memiliki sebuah gambar yang sebenernya gue enggak mao liat, tapi melihat gambarnya membuat gue sedikit tersenyum dalam tangis gue. Yaitu sebuah gambar dimana gue lagi megang pantat kaleng gue karena abis dipecut sama Anabola Cyst Ace, tapi yang bikin gue tersenyum tentunya bukan karena gue dipecut itu, melainkan karena disitu gue ngeliat Melati ngakak sampe megangin perutnya untuk nahan ketawa. Gue yang ngeliat poto itu pun langsung merasa sedikit malu sama Melati. Kayanya kalo ada kaca gue bisa ngeliat seluruh kepala gue jadi merah nih. Tetap seperti di halaman - halaman sebelumnnya. Melati pun menuliskan sebuah foot note. "Dia Yang Kucinta Merupakan Orang Pertama Yang Bisa Membuatku Tertawa Untuk Pertama Kalinya Dalam Hidupku" kali ini setelah membaca foot note nya gue hanya bisa tersenyum pahit, karena tawa Melati enggak akan pernah gue denger lagi.
Melanjutkan membaca buku Melati yang belum selesai gue baca, gue sekarang menuju ke halaman kelima. Sebuah halaman yang berisi gambar Melati lagi duduk dipangkuan gue dan menikmati pemandangan matahari terbenam. Sunggu sebuah fenomena alam yang biasa saja namun terlihat sangat indah. Di gambar itu wujud gue dan Melati enggak terlihat jelas, hanya terlihat sebuah siluet gue dan Melati yang sedang berpelukan dengan mesra. Ditemanin mentari yang seolah tampak mengintip dari balik selimut air yang terhampar luas di pantai tebing petir. Kali ini dibawah foto tersebut tertuliskan "Sore Terindah Dalam Hidupku" gue yang membaca tulisan itu pun setuju, kalo sore itu merupakan sore yang paling indah buat kita berdua.
Lagi - lagi gue buka lembaran halaman selanjutnya, memasuki halaman ke enam. Kali ini terdapat foto yang bikin gue deg - deg an untuk pertama kalinya. Karena di foto ini merupakan ciuman pertama gue dengan Melati. Saat itu bulan purnama. Foto ini diambil dari belakang badan gue persis, jadi terlihat kalo gue dan Melati itu sedang berciuman dan diselimuti oleh pelukan bulan purnama. Yang bisa terlihat jelas hanya bayangan pantulan cahaya bulang yang dipantulkan oleh air laut, dan sedikit berkas - berkas cahaya bulan yang menerangi sebagian dari wajah gue dan Melati. Tapi tulisan kecil yang dibuat Melati kali ini membuat gue sedikit malu dan makin cinta sama die. "My First Kiss With My Beloved Boyfriend, walaupun dia pencium yang buruk, but I Love Him More Than Anything In this World"
Lalu gue buka halaman terakhir, yaitu halaman ke tujuh di situ gue ngeliat foto gue dan Melati sedang mengenakan gaun pengantin, sementara gue menggunakan jas. Di foto itu gue sedang merebahkan Melati dalam pelukan gue, tangan kanan gue melingkar di pinggul Melati, kaki kanan gue sedikit menekuk dan kaki kiri gue lurus terbuang ke arah belakang. Sementara tangan kiri gue memegang tangan kanan Melati dan tangan kami berdua pun menjulang seperti hendak menuju atap kabin. Kalo gue perhatiin posisi gue dan Melati layaknya pedansa pedansa profesional yang sedang mempertontonkan kebolehannya. Dibawah foto itu tertulis "My Beloved Husband, Love Him Till The End Of Time"
Selesai membaca seluruh lembaran halaman dari buku Melati, gue pun hendak menutup buku tersebut. Tapi ternyata dibelakang halaman ke tujuh itu, tepat di sampul bagian belakang buku tersebut. Gue ngeliat gambar yang pertama kali gue liat, sebuah gambar yang sangat indah dengan pinsil. Gambar yang kalo gue liat sekarang, gue tau kalo cewek di gambar itu adalah Melati, dan di gambar itu gue ngeliat Melati sedang bergandengan tangan dengan pria bersetelan jas namun saat gue melihat bagian kepalanya, bagian yang pertama kali gue liat enggak ada gambarnya itu. Sekarang udah terisi dengan gambar wajah mengerikan gue. Wajah gue tanpa menggunakan helm. Kali ini tulisan footnote setelah gambar tersebut cukup panjang. Bahkan bisa dibilang kalo sepertinya ini merupakan surat cinta pertama dan terakhir Melati buat gue. "The Man is The Love of My Life"
(The Love Letter)
Sayangku, kalo kamu baca buku aku ini. Itu berarti aku udah enggak ada di dunia ini.
Meskipun jiwa aku udah lepas dari ragaku, tapi hatiku bersama kamu selamanya.
Karena meskipun gunung hancur berkeping - keping dan lautan menjadi kering, dua hati yang bersatu takkan pernah berpisah.
Aku akan selalu hidup dalam hati kamu,
Setiap kamu rindu aku,
Kamu tinggal pejamkan mata kamu dan berpikir tentang aku. Aku pasti dateng buat kamu.
Terima Kasih, kamu mau mencintai aku dengan sepenuh hatimu.
Maafkan aku enggak bisa nemenin kamu sampe akhir hayat kamu.
Tapi kamu musti tau, meskipun aku terlahir kembali sebagai orang lain... Aku pasti tetep cinta sama kamu.
Aku harap kamu engga bersedih terus menerus karena kepergian aku. Semoga kamu bisa menemukan pengganti yang lebih baik dari aku.
Tertanda,
Melati Chen
Istrimu Tercinta
0
Kutip
Balas