TS
st_illumina
[Orific] Kumpulan Cerpen Illumina
Spoiler for A Certain Forewords:
Halo semua. Thread ini didekasikan khusus untuk menampung cerpen saia. Ga ada hubungannya dengan fiction manapun, dan mungkin masih banyak kekurangan. Jadi mohon kritik dan komentarnya.
Tolong bagi pembaca untuk meninggalkan jejak jika ada waktu, karena saia sangat menghargai komentar ato pendapat anda tentang tulisan saia, sesingkat apapun. ^_^. Ga review sepanjang dan seteknis ucha sensei juga gapapa. Dia mah dewa
Untuk update, akan saya usahakan seminggu sekali ada cerpen baru, tapi itu juga kalo ada dapat ide.
Hohoho. Langsung saja yah.
Tolong bagi pembaca untuk meninggalkan jejak jika ada waktu, karena saia sangat menghargai komentar ato pendapat anda tentang tulisan saia, sesingkat apapun. ^_^. Ga review sepanjang dan seteknis ucha sensei juga gapapa. Dia mah dewa

Untuk update, akan saya usahakan seminggu sekali ada cerpen baru, tapi itu juga kalo ada dapat ide.
Hohoho. Langsung saja yah.
Spoiler for Index Librorum Fantasia Fabula:
Index :
1. Atelier;part 1;Part2
2. Fragmen Of Memories Fragmen1;fragmen2;Fragment 3
3. Membunuh Waktu
4. Surat Untuk Gajah Kecilku
5. 11:11
6. Kisah Sang Pasir
7. Heterochromia
8. Kisah Tubuh Manusia : Penderitaan Neutrofil
9, Kisah Tubuh Manusia : Immune Part 1Part 2
10. Fantasi Fiesta 2011 : Epta Sang Penjaga Waktu Part1
Part2
part 3
11. Fantasi Fiesta 2012 : Kosmik
part1
part2
part3
12. Fanfic : Christmas Carol (Ragnarok Online) Part 1
Part2
13. Sophia (Cerbul Kasfan Februari 2013) Sophia
14. Kamu dan Perawat Tsundere Kamu
15. Katerina (Cerbul Kasfan Juni ) Katerina
16. Kisukana no Kioku (Cerbul kasfan Juli) 1 2
Tambahan Puisi Kalo saia lagi iseng
1. Ini Adalah Kisah Tentang Orang Tua Yang Begitu Mencintai Tanah Airnya
2. Karena Aku Mungkin (Tak) Mencintainya
3. Subete No
Spoiler for Another Thread Another Story:
ini adalah kumpulan cerita saya di luar cerita ini. Karena cerita itu (rencananya) Ongoing, atau one-shot tetapi karena spesialnya, jadi saya buatkan tempat tersendiri.
1. Matarmaja dan VW Kodok
Kisah yang penuh emosi saat menulisnya. Berhubung tema perjalanan adalah tema yang diambil untuk kontes FS tahun ini, maka saya tidak tahan untuk tidak menuliskan kisah yang mengambarkan apa rasanya perjalanan itu sendiri
2. Kidung Ulang Tahun untuk Gita
Saya mencoba membuat cerita lengkap dengan gambar (walau masih berantakan) dan lagu original (sama berantakannya) Karena cerita ini dibuat sebagai kado ulang tahun untuk seseorang yang dekat dengan saya
3. Buku Cerita Togi
4. Night of The Witch
5. Twenty Four
Cerita yang cukup emosional juga saat saya menulisnya. Mencoba bagaimana jika vigilante semacam batman ada di Indonesia. Memenangkan juara 2 Kontes Fanstuff pertama beberapa tahun silam.
6. Kamu dan Kisah-Kisah Tentang kita
Eksperimen cerita 2nd POV (yang sebenarnya gimmick) dan cerita dengan tokoh tanpa nama....
Diubah oleh st_illumina 11-08-2013 18:34
0
13K
Kutip
164
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
st_illumina
#132
Spoiler for RO:
Eh, i-ni apa-apaan. Spica online? Apakah dia masih main RO sampai saat ini? Dia ada dimana sekarang?
Dalam diriku muncul perasaan senang yang tak terjelaskan dan makin lama makin kuat. Aku membuka jendela skill dan menggunakan skill khusus bagi pasangan yang sudah menikah, teleport langsung ke sisi pasangannya.
Seketika itu juga layar berubah, musik natal semakin kuat mengisi ruanganku.
Lutie, kota natal, adalah nama tempat ini. Kota degan pohon natal besar di tengah kotanya, yang sejujurnya belum pernah ku kunjungi sekalipun.
Dan di bawah pohon itu, berdiri seorang bidadari. Seketika itu juga persepsiku tentang RO tak lagi menjadi sekedar seorang pemain di depan layar, tetapi aku ikut turut masuk dalam permainan. Seperti dalam anime terbaru tentang game online masa depan, aku merasakan dinginnya salju di kulitku, aroma pohon cemara dan indahnya cahaya pohon terang itu.
Aku bukanlah aku di dunia nyata, tetapi kini aku adalah seorang ksatria bernama Rahn di Rune Midgard, dan didepanku, di bawah pohon natal, berdiri seorang wanita paling cantik di dunia, Spica.
“R-rahn, kau Online juuga? Ya Tuhan, aku tak percaya.”
“S-spica. Justru aku yang tak percaya bisa bertemu lagi denganmu.”
“Well, aku tak ada kerjaan, jadi ya tiap natal aku online untuk menikmati rasanya natal di Rune Midgard. Hehehehe. Sambil-sambil nostalgia.”
Lalu kami duduk lama dan mengobrol banyak hal. Dari kejadian saat kami cekikikan ngelawan Hode, kabur dikejar MVP, hingga pembentukan guild Tempapocalypse yang juga tidak kalah menarik. Anggota-anggota Tempapocalypse yang lucu dan unik-unik, MVP pertama yang kami kalahkan sebagai guild, Golden Thief Bug, yang dengan beruntungnya langsung dapat kartu GTB seharga beberapa miliar zenny.
Kenangan-kenangan dan persahabat yang jarang sekali di temui di game online akhir-akhir ini.
Tanpa sadar air mataku menetes, jatuh ke lantai dingin. Aku merindukan kalian, teman-teman di Tempapocalypse, dan lebih dari itu semua, aku merindukanmu Spica. Sangat-sangat merindukanmu.
“Hei, Rahn, apakah kau sudah punya pacar, atau jangan-jangan sudah menikah?”
Pertanyaan yang tiba-tiba dari Spica membuatku terdiam beberapa saat. Haruskah ku jujur? Rasanya tidak ada salahnya kan untuk jujur?
“Well, alasan aku iseng login ke RO malam ini adalah karena tadi siang aku putus BTW. Hahahah. Ngenes sekali nasibku, jomblo di malam natal. Kau sendiri bagaimana? Jangan-jangan kau sudah menikah dan punya anak.”
“Ahahaha, dari mana kau mendapat impresi seperti itu. Sayang sekali aku jomblo. Well beberapa pria mendekat, tapi tak ada yang benar-benar bisa mempertahankan hubungan denganku yang sangat sibuk ini.”
“Memangnya kerjaanmu apa sampai banyak pria kabur darimu.”
“Dokter. Ahahaha. Rahn sendiri kerjaannya apa?”
Dokter. Sebuah pekerjaan ideal yang sering dijadikan cita-cita sewaktu SD. Rasanya begitu jauh dariku yang hanyalah pengacara, pengangguran banyak acara.
“Eh, aku, ehm, freelance aja beberapa bulan ini. Tidak ada pekerjaan tetap.”
“Kenapa?”
“Yah, aku tak begitu suka kerja tim. Lebih asik kerja sendirian sih.”
“Trus, apakah kau sudah berhasil membuat game? Aku menantikannya loh.”
“Game. Ahahaha. Well, aku memang programmer, tapi game sudah tak lagi menjadi mimpiku.”
“Kenapa?”
“...” aku tak bisa menjawab. Cita-citaku sejak SMA, adalah membuat game. Cita-cita yang di tertawakan teman-temanku, tapi begitu di dukung oleh Spica saat itu. Tapi sekarang, entah apakah aku masih berhak memiliki mimpi? Aku tak tahu.
“Rahn. Kau tak ada kerjaan kan? Ketemuan yuk.”
“Eh..?”
“Temani aku misa natal tengah malam. Kutunggu di depan Katedral Jakarta. Bye.”
‘Spica is offline.’
Apa-apaan ini. Offline begitu saja. Yang benar saja.
Sesaat aku merasa malas pergi misa natal malam ini. Tapi setelah pertemuanku dengan Spica di Rune Midgard, beragam perasaan masuk dengan liarnya kedalam jiwaku. Rindu, nostalgia, sedih, dan senang bercampur aduk.
Segera aku bangkit dan pergi ke kamar mandi.
Beberapa saat kemudian aku memakai bajuku yang paling rapi dan mengambil kunci motor.
Menaiki motor di Jakarta semalam ini tak pernah terpikirkan olehku yang sedang hancur-hancurnya saat ini. Tapi aku merasa ada sesuatu yang akan terjadi jika aku bertemu Spica malam ini, dan aku akan menyesali diriku seumur hidup jika aku melewatkan kesempatan ini.
Dan tibalah aku di depan Katedral Jakarta yang begitu megah, dan dalam sekali lihat, aku menemukannya, nyaris tak berubah dari sosoknya waktu SMA. Manis, anggun, dengan rambut lurus sempurna, mengenakan dress putih cantik.
“Eh, hai Spica,” aku menyapanya dengan kata-kata yang sepertinya terlihat kaku.
“Akhirnya kau datang juga. Hehehehe. Terima kasih sudah menemaniku. Oh iya, kau tidak lupa nama asliku kan? Jangan panggil aku dengan nama karakterku dong.”
“Eh, i-ya....” aku berpikir keras mengingat namanya, “ah Charista! Iya Charis. Aku ingat.”
“Hehehe. Gitu dong. Namamu masih David kan?”
“Ya iyalah. Ayo kita masuk. Udah mau mulai tuh.”
Misa natal malam ini terasa berbeda. Bukan kebosanan yang terjadi beberapa tahun belakangan, tapi perasaan penuh antusias. Mungkin karena kini aku datang ke sini bersama Charis, perempuan di balik karakter Spica, sang penyembuh. Apakah dia memang memiliki kekuatan menyembuh di dunia nyata? Aku tak tahu.
Acaara misa berjalan hikmat, hingga lampu Katedral di matikan dan lagu “Silent Night” dimainkan.
Aku melihat sosok wanita di sebelahku dan dia menatapku. Pandangan kami bertemu, dan seketika itu juga suasana sekeliling kami berubah.
Kami bukan lagi David ataupun Charista. Bukan lagi berada di Jakarta, Indonesia.
Kami adalah Rahn dan Spica, yang sedang menikmati misa natal di Katedral rune Midgard, sebelum kami melanjutkan hari-hari kami yang penuh petualangan.
---
Epilog
“Charis, kan kau jomblo, dan aku jomblo nih saat ini.”
“Trus?”
“Bagaimana kalau kita me-melanjutkan hubungan kita di Rune Midgard.”
“Maksudnya?”
“Ehm, m” kata-kata itu tersangkut di tenggorokanku.
“Ehm apa David?”
“Ehm aku mencintaimu. M-maukah kau menjalin hubungan sebagai pasangan seperti saat kita ada di Rune Midgard?”
“Ah. Boleh-boleh saja.”
“Uh. Kok kamu jawabnya begitu sih. Aku sudah mengumpulkan keberanian-“
Charis bergerak tiba-tiba mendekatiku, mata kami bertatapan beberapa saat, dan berikutnya bibir kami bertemu. Kami tenggelam dalam cinta yang begitu hangat. Entah berapa detik, jam atau hari yang sudah berlalu, tapi saat ini aku merasakan keabadian yang begitu indah. Aku tak ingin ini berakhir.
Dan kecupan kami pun berakhir.
“Eh, c-curang. Harusnya kan aku yang memulai duluan.”
“Ahaha. Asal kau tahu saja. Aku masih menunggumu David. Sejak kita berpisah karena pensiun RO dan pergi ke jalan masing-masing, aku online beberapa kali berharap bisa bertemu kembali denganmu. Dan kini, saat kau dan aku online bersamaan di malam natal, aku rasa ini adalah pertanda, bahwa sudah saatnya aku jujur pada diriku sendiri.
Dan yah, aku juga mencintaimu.”
Mata kami kembali bertemu. Semua menjadi kabur. Suasana kafe ini, meja-mejanya, obrolan-obrolan tak penting di sekitar kami, semua hilang. Di sini adalah pusat semesta, saat mata kami bertemu.
Charista, Spica sang penyembuh, dan David, Rahn sang Ksatria. Kedua sosok kami yang berbeda kini bercampur menjadi satu di malam ini.
Dan di natal ini, aku mendapatkan apa yang telah lama hilang dari diriku.
Pasangan jiwaku.
Fin.
Diubah oleh st_illumina 26-12-2012 13:16
0
Kutip
Balas