- Beranda
- Sejarah & Xenology
Kekaisaran Romawi Timur [The Byzantine Empire]
...
TS
tim90
Kekaisaran Romawi Timur [The Byzantine Empire]
UPDATE: The Byzantine Military Part I----KEREN
![Kekaisaran Romawi Timur [The Byzantine Empire]](https://dl.kaskus.id/guerrillamerica.com/wp-content/uploads/2012/11/485px-Flag_of_the_Byzantine_Empire_svg.png)
Kekaisaran Romawi Timur adalah suatu kekaisaran yang merupakan kelanjutan dari Kekaisaran Romawi. Pada zamannya, kekaisaran ini hanya disebut Kekaisaran Romawi (Βασιλεία Ῥωμαίων, Basileia Rhōmaiōn). ,
Kendati demikian, kekaisaran ini memiliki tradisi, budaya, serta sejarah unik tersendiri yang membuat mereka layak diposisikan sebagai aktor sejarah yang berbeda, bukan sekedar kerajaan penerus Romawi. Karena itu, para ahli sejarah memberi nama Bizantium sebagai tanda sebuah kekaisaran yang berbeda dari Romawi, meskipun sejarah keduanya bertautan erat.
Mari kita lihat bersama perjalanan Imperium ini secara singkat:
285 M
Untuk pertama kalinya, Kaisar Romawi Diokletianus membagi wilayah Imperium Romawi yang luas menjadi 2 wilayah administrasi, yaitu wilayah Barat dan Timur. Diokletianus bergelar Augustus, sementara raja-raja yang ditunjuk untuk tiap wilayah bergelar Caesar.
Wilayah timur dihuni oleh masyarakat yang lebih beradab dan berpendidikan akbiat pengaruh kerajaan Makedonia kuno dan kebudayaan Yunaninya, sementara wilayah barat kebanyakan masih terbelakang dan primitif.
324-330 M
Kaisar Romawi Konsantin Agung memindahkan ibukota Wilayah Timur dari Nicomedia ke Byzantium. Kota ini dinamakan ulang menjadi Konstantinopel. Pada 330 M ia menyatukan Romawi menjadi 1 wilayah tunggal, dan memindahkan pusat kerajaan dari Roma ke Konstantinopel (Roma Baru).
Konon nama Kekaisaran Bizantium diambil dari nama lama kota ini.
395-476 M
Kaisar Theodosius I kembali membagi kerajaan menjadi wilayah Barat dan Timur, yang dipimpin masing-masing puteranya. Pada masa-masa ini, Kekaisaran Romawi berjibaku menahan serbuan suku-suku Germanik dan lawan yang lebih menakutkan, suku Hun. Wilayah timur yang lebih berkembang dapat bertahan dengan memberikan upeti atau suap dan merekrut prajurit bayaran, tetapi wilayah Barat yang keuangannya tipis harus berjuang keras.
Meskipun suku Hun akhirnya punah pasca kematian raja mereka Attila, Romawi Barat sudah tidak kuasa menanggung migrasi kaum Germanik. Akhirnya pada 476 M Romawi Barat jatuh ke tangan suku Germanik dengan diturunkannya Kaisar di Barat oleh jendral Odoacer. Sementara Romawi Timur relatif aman pasca punahnya suku Hun.
480-518 M
Kaisar Romawi Timur, Zeno, memutuskan penyatuan wilayah Barat dan Timur. Waktu itu Barat dikuasai raja Germanik Odoaker, sehingga Zeno menyingkirkannya dengan menghasut Theodoric dari suku Goth untuk menyerang Odoaker. Odoaker tumbang dan wilayah barat dipimpin Theodoric sebagai raja dibawah Kekaisaran Romawi, walau tidak diakui secara resmi.
Pada 491 M Anastasius I naik takhta di Konstantinopel. Ia berhasil mengatasi pemberontakan Isaurian, mereformasi sistem administrasi dan keuangan Kekaisaran sehingga membangkitkan perekonomian di seluruh negeri. Pada saat ia meninggal (518 M), harta Kekaisaran mencapai 145 ton emas.
Dinasti Justinian, 527-602 M
Pasca jatuhnya Romawi Barat, Kekaisaran kehilangan lebih dari separuh wilayahnya. Kaisar Justinian I naik tahta pada 527 M. Pemerintahannya mencatat sejumah prestasi berupa perumusan ulang UU Romawi yang kelak digunakan Bizantium seterusnya. Justinian juga berperang melawan bangsa Sassanid penguasa Persia sekaligus merebut ulang provinsi-provinsi di Barat dibantu jenderal jenius Belisarius Perjuangannya diteruskan oleh Kaisar Justin II, Tiberius II, dan akhirnya jenderal Maurice yang diangkat sebagai Kaisar.
Periode ini diwarnai oleh kebangkitan kembali Romawi dalam diri Bizantium melalui penguasaan kembali sebagian provinsi Romawi Barat dan kemenangan taktis terhadap Persia.
Meskipun Romawi dan Bizantium sama-sama megah dan agung, namun pergeseran nilai-nilai budaya akibat segregasi Barat-Timur selama hampir berabad-abad membentuk sebuah Kekaisaran dengan nama yang sama, Romawi, namun identitas yang jauh berbeda. Romawi kuno mengusung bahasa dan budaya Latin, sementara Bizantium mengusung bahasa dan budaya Yunani.
Dinasti Heraclian, 610-695 M
Heraclius, pendiri dinasti ini, naik ke tampuk kepemimpinan setelah berhasil menyingkirkan diktator Phocas yang membunuh Maurice, kaisar sebelumnya. Heraclius terkenal sangat heroik. Prestasi puncaknya adalah mengalahkan Sassanid Persia di Nineveh dan membawa kembali Salib Kristus (True Cross) yang dicuri ketika Persia menyerbu Yerusalem.
Pada masa ini, Bizantium harus menghadapi musuh-musuh baru yang sangat tangguh hingga memaksa Bizantium mundur dan kehilangan sejumlah wilayah. Khalifah Islamiyah menyapu wilayah timur, menundukkan Bizantium dan juga mengakhiri riwayat bangsa Sassanid, dinasti Persia kuno yang terakhir pada 634 M. Sementara di barat, bangsa Slavia bersatu dibawah Asparukh yang mempersatukan Bulgaria. Bahkan pasukan Arab mampu mencapai tembok Konstantinopel walau gagal menembus pertahanan kokohnya.
Digencet oleh dua musuh besar sekaligus menyebabkan Bizantium terjun ke dalam mediokritas, perlahan namun pasti. Ekonomi menjadi lesu, kota-kota urban menciut menjadi benteng, dan terjadi gelombang pengungsian besar. Perpecahan antar kelompok dalam Gereja juga makin memperumit situasi dalam negeri.
Kaisar Konstantin IV sempat mencercahkan harapan berkat kearifan dan talentanya, namun ia meninggal pada usia 33 tahun setelah sempat mencatatkan sejumlah kemenangan atas bangsa Arab dan menyelenggarakan Konsili Konstantinopel ke 3 untuk menyelesaikan aneka perbedaan dalam Gereja.
Kaisar terakhir dinasti Heraclian, Justinian II, dijatuhkan kembali pada 711 M setelah sempat kembali ke takhta karena bertangan besi dan membebankan pajak super tinggi, serta kejam.
Lukisan Heraclius mengalahkan Raja Persia Khosrau II yang mencuri True Cross
![Kekaisaran Romawi Timur [The Byzantine Empire]](https://dl.kaskus.id/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a7/Cherub_plaque_Louvre_MRR245_n2.jpg/685px-Cherub_plaque_Louvre_MRR245_n2.jpg)
Peta wilayah yang diserbu dan dikuasai oleh Khalifah Islamiyah
![Kekaisaran Romawi Timur [The Byzantine Empire]](https://dl.kaskus.id/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/72/Map_of_expansion_of_Caliphate.svg/800px-Map_of_expansion_of_Caliphate.svg.png)
Coklat tua - Ekspansi di masa Nabi Muhammad SAW (622 M)
Merah bata - Ekspansi di masa Khalifah Rashidun (632 M)
Kuning - Ekspansi di masa Khalifah Umayyah (661 M)
Wilayah Bizantium pertengahan Dinasti Heraclian (650 M)
![Kekaisaran Romawi Timur [The Byzantine Empire]](https://dl.kaskus.id/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/64/Byzantiumby650AD.svg/800px-Byzantiumby650AD.svg.png)
Wilayah Bizantium di akhir Dinasti Heraclian (710 M)
![Kekaisaran Romawi Timur [The Byzantine Empire]](https://dl.kaskus.id/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/75/ByzantineEmpire717%2Bextrainfo%2Bthemes.svg)
695-867 M
Periode ini diawali gejolak politik yang disebabkan pemberontakan terhadap Justinian II yang otoriter. Silih berganti kepemimpinan di Bizantium terjadi hingga akhirnya Leo III terpilih menjadi Kaisar pada 717 M, mengawali Dinasti Isaurian.
Dinasti ini mencatatkan sejumlah kemenangan penting terhadap bangsa Arab dan menyusun kembali kekuatan Kekaisaran yang diobrak-abrik serangan Arab, namun justru mengalami kemunduran di front barat dan harus kehilangan wilayah Ravenna serta Bulgaria.
Poin penting yang terjadi pada masa Isaurian adalah Ikonoklasme-larangan memuja atau mensakralkan benda, gambar, dan simbol tertentu. Dinasti Isaurian berakhir pada 802 M, bersamaan dengan bangkitnya "Romawi Barat" di bawah bendera Kerajaan Frank pimpinan Charlemagne.
Setelah Dinasti Isaurian, terjadi penggantian sejumlah Kaisar dan Dinasti, seperti Dinasti Nikephorian (802-813), Leo V si Armenia (813-820), dan Dinasti Phyrigian (820-867). Keseluruhan pemerintahan mereka dipenuhi perjuangan menahan ekspansi bangsa Arab, menahan serbuan Bulgaria, dan pro-kontra Ikonoklasme yang menyebabkan jurang antar Gereja Barat dan Timur semakin melebar. Pada masa Dinasti Phyrigian Bizantium terpukul mundur dan harus kembali kehilangan wilayah karena serangan Arab di Sisilia dan pulau Kreta.
BERSAMBUNG DI BAWAH

The Byzantine Empire
![Kekaisaran Romawi Timur [The Byzantine Empire]](https://dl.kaskus.id/guerrillamerica.com/wp-content/uploads/2012/11/485px-Flag_of_the_Byzantine_Empire_svg.png)
Kekaisaran Romawi Timur adalah suatu kekaisaran yang merupakan kelanjutan dari Kekaisaran Romawi. Pada zamannya, kekaisaran ini hanya disebut Kekaisaran Romawi (Βασιλεία Ῥωμαίων, Basileia Rhōmaiōn). ,
Kendati demikian, kekaisaran ini memiliki tradisi, budaya, serta sejarah unik tersendiri yang membuat mereka layak diposisikan sebagai aktor sejarah yang berbeda, bukan sekedar kerajaan penerus Romawi. Karena itu, para ahli sejarah memberi nama Bizantium sebagai tanda sebuah kekaisaran yang berbeda dari Romawi, meskipun sejarah keduanya bertautan erat.
Mari kita lihat bersama perjalanan Imperium ini secara singkat:
Quote:
285 M
Untuk pertama kalinya, Kaisar Romawi Diokletianus membagi wilayah Imperium Romawi yang luas menjadi 2 wilayah administrasi, yaitu wilayah Barat dan Timur. Diokletianus bergelar Augustus, sementara raja-raja yang ditunjuk untuk tiap wilayah bergelar Caesar.
Spoiler for Ilustrasi:
Peta Imperium Romawi dan pembagian Barat-Timur
Wilayah timur dihuni oleh masyarakat yang lebih beradab dan berpendidikan akbiat pengaruh kerajaan Makedonia kuno dan kebudayaan Yunaninya, sementara wilayah barat kebanyakan masih terbelakang dan primitif.
324-330 M
Kaisar Romawi Konsantin Agung memindahkan ibukota Wilayah Timur dari Nicomedia ke Byzantium. Kota ini dinamakan ulang menjadi Konstantinopel. Pada 330 M ia menyatukan Romawi menjadi 1 wilayah tunggal, dan memindahkan pusat kerajaan dari Roma ke Konstantinopel (Roma Baru).
Konon nama Kekaisaran Bizantium diambil dari nama lama kota ini.
395-476 M
Kaisar Theodosius I kembali membagi kerajaan menjadi wilayah Barat dan Timur, yang dipimpin masing-masing puteranya. Pada masa-masa ini, Kekaisaran Romawi berjibaku menahan serbuan suku-suku Germanik dan lawan yang lebih menakutkan, suku Hun. Wilayah timur yang lebih berkembang dapat bertahan dengan memberikan upeti atau suap dan merekrut prajurit bayaran, tetapi wilayah Barat yang keuangannya tipis harus berjuang keras.
Meskipun suku Hun akhirnya punah pasca kematian raja mereka Attila, Romawi Barat sudah tidak kuasa menanggung migrasi kaum Germanik. Akhirnya pada 476 M Romawi Barat jatuh ke tangan suku Germanik dengan diturunkannya Kaisar di Barat oleh jendral Odoacer. Sementara Romawi Timur relatif aman pasca punahnya suku Hun.
480-518 M
Kaisar Romawi Timur, Zeno, memutuskan penyatuan wilayah Barat dan Timur. Waktu itu Barat dikuasai raja Germanik Odoaker, sehingga Zeno menyingkirkannya dengan menghasut Theodoric dari suku Goth untuk menyerang Odoaker. Odoaker tumbang dan wilayah barat dipimpin Theodoric sebagai raja dibawah Kekaisaran Romawi, walau tidak diakui secara resmi.
Pada 491 M Anastasius I naik takhta di Konstantinopel. Ia berhasil mengatasi pemberontakan Isaurian, mereformasi sistem administrasi dan keuangan Kekaisaran sehingga membangkitkan perekonomian di seluruh negeri. Pada saat ia meninggal (518 M), harta Kekaisaran mencapai 145 ton emas.
Dinasti Justinian, 527-602 M
Pasca jatuhnya Romawi Barat, Kekaisaran kehilangan lebih dari separuh wilayahnya. Kaisar Justinian I naik tahta pada 527 M. Pemerintahannya mencatat sejumah prestasi berupa perumusan ulang UU Romawi yang kelak digunakan Bizantium seterusnya. Justinian juga berperang melawan bangsa Sassanid penguasa Persia sekaligus merebut ulang provinsi-provinsi di Barat dibantu jenderal jenius Belisarius Perjuangannya diteruskan oleh Kaisar Justin II, Tiberius II, dan akhirnya jenderal Maurice yang diangkat sebagai Kaisar.
Periode ini diwarnai oleh kebangkitan kembali Romawi dalam diri Bizantium melalui penguasaan kembali sebagian provinsi Romawi Barat dan kemenangan taktis terhadap Persia.
Meskipun Romawi dan Bizantium sama-sama megah dan agung, namun pergeseran nilai-nilai budaya akibat segregasi Barat-Timur selama hampir berabad-abad membentuk sebuah Kekaisaran dengan nama yang sama, Romawi, namun identitas yang jauh berbeda. Romawi kuno mengusung bahasa dan budaya Latin, sementara Bizantium mengusung bahasa dan budaya Yunani.
Spoiler for Ilustrasi:
Justinian I, pelopor kebangkitan Bizantium
![Kekaisaran Romawi Timur [The Byzantine Empire]](https://dl.kaskus.id/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/91/Justinian.jpg)
Wilayah Kekaisaran Bizantium pada masa Justinian I (565 M)
![Kekaisaran Romawi Timur [The Byzantine Empire]](https://dl.kaskus.id/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/59/Justinien_527-565.svg)
Wilayah Kekaisaran Bizantium pada masa Maurice (600 M)
![Kekaisaran Romawi Timur [The Byzantine Empire]](https://dl.kaskus.id/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/23/Roman_Empire_600_ce.svg)
![Kekaisaran Romawi Timur [The Byzantine Empire]](https://dl.kaskus.id/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/91/Justinian.jpg)
Wilayah Kekaisaran Bizantium pada masa Justinian I (565 M)
Wilayah Kekaisaran Bizantium pada masa Maurice (600 M)
Dinasti Heraclian, 610-695 M
Heraclius, pendiri dinasti ini, naik ke tampuk kepemimpinan setelah berhasil menyingkirkan diktator Phocas yang membunuh Maurice, kaisar sebelumnya. Heraclius terkenal sangat heroik. Prestasi puncaknya adalah mengalahkan Sassanid Persia di Nineveh dan membawa kembali Salib Kristus (True Cross) yang dicuri ketika Persia menyerbu Yerusalem.
Pada masa ini, Bizantium harus menghadapi musuh-musuh baru yang sangat tangguh hingga memaksa Bizantium mundur dan kehilangan sejumlah wilayah. Khalifah Islamiyah menyapu wilayah timur, menundukkan Bizantium dan juga mengakhiri riwayat bangsa Sassanid, dinasti Persia kuno yang terakhir pada 634 M. Sementara di barat, bangsa Slavia bersatu dibawah Asparukh yang mempersatukan Bulgaria. Bahkan pasukan Arab mampu mencapai tembok Konstantinopel walau gagal menembus pertahanan kokohnya.
Digencet oleh dua musuh besar sekaligus menyebabkan Bizantium terjun ke dalam mediokritas, perlahan namun pasti. Ekonomi menjadi lesu, kota-kota urban menciut menjadi benteng, dan terjadi gelombang pengungsian besar. Perpecahan antar kelompok dalam Gereja juga makin memperumit situasi dalam negeri.
Kaisar Konstantin IV sempat mencercahkan harapan berkat kearifan dan talentanya, namun ia meninggal pada usia 33 tahun setelah sempat mencatatkan sejumlah kemenangan atas bangsa Arab dan menyelenggarakan Konsili Konstantinopel ke 3 untuk menyelesaikan aneka perbedaan dalam Gereja.
Kaisar terakhir dinasti Heraclian, Justinian II, dijatuhkan kembali pada 711 M setelah sempat kembali ke takhta karena bertangan besi dan membebankan pajak super tinggi, serta kejam.
Spoiler for Ilustrasi:
Lukisan Heraclius mengalahkan Raja Persia Khosrau II yang mencuri True Cross
Peta wilayah yang diserbu dan dikuasai oleh Khalifah Islamiyah
Coklat tua - Ekspansi di masa Nabi Muhammad SAW (622 M)
Merah bata - Ekspansi di masa Khalifah Rashidun (632 M)
Kuning - Ekspansi di masa Khalifah Umayyah (661 M)
Wilayah Bizantium pertengahan Dinasti Heraclian (650 M)
Wilayah Bizantium di akhir Dinasti Heraclian (710 M)
695-867 M
Periode ini diawali gejolak politik yang disebabkan pemberontakan terhadap Justinian II yang otoriter. Silih berganti kepemimpinan di Bizantium terjadi hingga akhirnya Leo III terpilih menjadi Kaisar pada 717 M, mengawali Dinasti Isaurian.
Dinasti ini mencatatkan sejumlah kemenangan penting terhadap bangsa Arab dan menyusun kembali kekuatan Kekaisaran yang diobrak-abrik serangan Arab, namun justru mengalami kemunduran di front barat dan harus kehilangan wilayah Ravenna serta Bulgaria.
Poin penting yang terjadi pada masa Isaurian adalah Ikonoklasme-larangan memuja atau mensakralkan benda, gambar, dan simbol tertentu. Dinasti Isaurian berakhir pada 802 M, bersamaan dengan bangkitnya "Romawi Barat" di bawah bendera Kerajaan Frank pimpinan Charlemagne.
Setelah Dinasti Isaurian, terjadi penggantian sejumlah Kaisar dan Dinasti, seperti Dinasti Nikephorian (802-813), Leo V si Armenia (813-820), dan Dinasti Phyrigian (820-867). Keseluruhan pemerintahan mereka dipenuhi perjuangan menahan ekspansi bangsa Arab, menahan serbuan Bulgaria, dan pro-kontra Ikonoklasme yang menyebabkan jurang antar Gereja Barat dan Timur semakin melebar. Pada masa Dinasti Phyrigian Bizantium terpukul mundur dan harus kembali kehilangan wilayah karena serangan Arab di Sisilia dan pulau Kreta.
Spoiler for Ilustrasi:
Wilayah Bizantium pada 867 M
![Kekaisaran Romawi Timur [The Byzantine Empire]](https://dl.kaskus.id/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/90/ByzantineEmpire867AD4lightpurple.PNG)
Ratu Irena, penguasa terakhir Dinasti Isaurian
![Kekaisaran Romawi Timur [The Byzantine Empire]](https://dl.kaskus.id/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ed/Irina_%28_Pala_d%27Oro%29.jpg/323px-Irina_%28_Pala_d%27Oro%29.jpg)
Michael III "Si Pemabuk", Kaisar terakhir Dinasti Phyrigian
![Kekaisaran Romawi Timur [The Byzantine Empire]](https://dl.kaskus.id/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0e/Michael_iii.jpg)
Ratu Irena, penguasa terakhir Dinasti Isaurian
Michael III "Si Pemabuk", Kaisar terakhir Dinasti Phyrigian
![Kekaisaran Romawi Timur [The Byzantine Empire]](https://dl.kaskus.id/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0e/Michael_iii.jpg)
BERSAMBUNG DI BAWAH
Diubah oleh tim90 16-12-2012 15:53
fathirizzanz008 memberi reputasi
-1
34.9K
Kutip
100
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
tim90
#13
Update: The Byzantine Military

Berabad-abad menghadapi musuh yang beraneka ragam membuat militer Romawi senantiasa berevolusi, mulai dari jaman legiuner elit Julius Caesar hingga akhir era Bizantium. Bizantium dikenal sering menyerap taktik perang dan unit militer musuh sehingga lambat laun unit-unit militer Bizantium makin berkurang kemiripannya dengan Romawi dan memiliki kekhasannya sendiri.
Bizantium tidak mengusung taktik pasukan tombak (pikemen/spearmen) yang melapisi pemanah dan infanteri berat dibelakangnya seperti yang umum digunakan kerajaan2 di Barat. Bizantium juga menjadi satu-satunya kerajaan besar yang infanterinya belum sempat mengenal senjata api hingga kejatuhannya pada 1453

Periode Awal (era Constantine Agung hingga Justinian)
Quote:
Limitanei
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()

Limitanei adalah pasukan perbatasan, yang tugasnya mempertahankan garnisun dan garis pertahanan hingga pasukan inti datang membantu. Meski dianggap sebagai infanteri kelas 2 atau legiuner "kacangan", mereka memiliki perlengkapan yang cukup baik: chainmail, helm baja, tombak pendek, dan tameng kayu besar
Comitanenses
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()

Comitanenses adalah komponen utama militer Romawi dan Bizantium awal. Tugas mereka adalah mengonfrontasi musuh di medan perang yang sebelumnya dihadang Limitanei. Comintanenses bisa dibilang sebagai "keturunan" legiuner Romawi kuno dengan perlengkapan dan senjata yang serupa serta taktik perang yang mirip, melempar lembing sebelum menerjang dengan pedang.
Legio Lanciarii
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
Serupa dengan Comitanenses, namun bersenjata tombak ketimbang pedang. Awalnya digunakan sebagai pengiring Comitanenses, namun belakangan menjadi unit tersendiri. Juga memiliki lembing pendek (pilum) yang dilempar terlebih dahulu sebelum melee
Foederati
![kaskus-image]()
Foederati adalah divisi tentara dibawah komando Romawi yang direkrut dari aneka suku Germanik dan Inggris. Perlengkapan dan taktik perangnya beragam tergantung darimana mereka berasal meskipun mendapatkan pelatihan militer standar Romawi. Lebih umum dijumpai di Romawi Barat.
Archer & Eastern Archer (Pemanah)
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
Pada awalnya, pemanah bukanlah bagian penting dalam militer Romawi dan perannya sangat terbatas. Namun setelah berabad-abad menghadapi aneka musuh, Romawi menyadari pentingnya peran unit ini. Pemanah biasa menggunakan busur kayu dan tidak memakai baju zirah karena mengandalkan kelincahan. Karena tidak bersenjata apapun selain busur dan pisau, mereka harus menghindari baku hantam langsung.
Eastern Archers adalah pemanah elit khas Romawi Timur. Mereka mengadaptasi busur komposit ala Persia yang berukuran kecil namun tembakannya sangat kuat. Mereka memakai baju pelindung, serta terampil menggunakan pedang. Karena busur komposit tidak tahan air, mereka kurang dapat diandalkan di wilayah Barat yang lembab, namun sangat mematikan di medan Timur yang kering.
Equites Auxilia
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()

Equites Auxilia adalah kavaleri ringan standar Romawi. Seperti halnya pemanah, kavaleri bukanlah komponen utama Romawi selama berabad-abad, sehingga fungsinya hanyalah menjaga perbatasan, menangkap musuh yang lari dan pemanah, serta mengiringi Comitanenses. Karena perlengkapannya ringan, mereka bakal kalah bila diadu dengan infanteri atau kavaleri berat.
Auxilia berarti pasukan cadangan/pengganti yang tidak direkrut dari warga Romawi seperti halnya legiuner. Pemanah dan kavaleri biasanya termasuk Auxilia, kecuali kesatuan elit tertentu.
Dromedarii
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
Dromedarii adalah hasil adaptasi taktik suku-suku Arab. Mereka direkrut dari suku-suku gurun di wilayah timur Romawi. Unta lebih unggul dari kuda di teritori kering dan berpasir, baik dari segi kecepatan maupun stamina. Selain itu, kuda benci dengan bau unta dan akan berlari menjauh bila didekati unta, memberikan unta keunggulan terhadap kavaleri. Perlengkapan mereka serupa dengan Equites, plus beberapa penyesuaian.
Hippo-toxotai
![kaskus-image]()
Sejak zaman Parthia, Persia sudah menggunakan pemanah berkuda sebagai inti kekuatan mereka. Kelebihannya, pemanah berkuda sangat tangkas sehingga tidak bisa dikejar kavaleri layaknya unit pemanah jalan kaki. Seperti biasa, Romawi Timur langsung meniru taktik ini dengan menggabungkan tradisi berkuda Makedonia dan ilmu memanah timur menggunakan busur komposit.
Hippo-toxotai menggunakan pelindung yang lebih berat dari pemanah versi Persia, sehingga mereka cenderung lebih lambat dan harus siap menghadapi kavaleri musuh yang mengejar.
Scholae Palatinae & Basilikon Telos (Companion of Our Lords)
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
Kedua unit ini adalah kavalari elite yang bertugas untuk mengawal para petinggi. Scholae Palatinae bertugas sebagai pengawal istana, sementara Basilikon Telos adalah pelindung pribadi Kaisar dan para jenderal di medan perang. Mereka mengambil alih peran unit Praetorian yang dibubarkan karena sering melakukan intrik dan pembunuhan Kaisar. Berbeda dari kavaleri auxilia, mereka terlatih, menunggang kuda terbaik, bersenjata berat, serta berdedikasi tinggi.
Di Romawi Barat, kedua kesatuan ini kebanyakan diisi oleh orang asing-biasanya Jerman-untuk mencegah terjadinya pemberontakan, namun tidak demikian di Romawi Timur. Sementara para petinggi yang tidak dilindungi kesatuan ini biasa menyewa pengawal swasta yang disebut Bucelarii.
Equites Clibinarii & Catafractarii (Yunani: Kataphraktoi)
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
Kedua unit ini adalah kavaleri terberat pada masa itu. Romawi menjiplak taktik ini dari seteru abadi Persia setelah berabad-abad menyaksikan ketangguhannya. Baik penunggang maupun kudanya nyaris tertutup zirah berat dari kepala hingga kaki layaknya sebuah tank. Mereka sangat lambat, namun terjangan dari mereka luar biasa dahsyat terutama terhadap infanteri.
Clibinarii diperlengkapi dengan godam besi atau pedang untuk melee, sementara Kataphraktoi menenteng lembing panjang untuk menerjang barisan musuh. Hingga menjelang kejatuhannya, Kataphraktoi yang "ketinggalan jaman" masih menjadi andalan utama Kekaisaran Bizantium. Di beberapa wilayah bahkan pernah ada versi unta-nya.
Diubah oleh tim90 17-12-2012 01:49
0
Kutip
Balas