- Beranda
- Buat Latihan Posting
Lucid Dream Experience - Level 3 [LD3] (Post Data)
...
TS
chairul.crime
Lucid Dream Experience - Level 3 [LD3] (Post Data)
Ini adalah draft untuk Lucid Dream Experience - Level 3
Tolong untuk tidak menaruh post-post yang bersifat junk, dll
karena Thread ini akan diupdate seiring berjalannya waktu (sampai di-closenya LD3)
Peace to All Kaskuser
Tolong untuk tidak menaruh post-post yang bersifat junk, dll
karena Thread ini akan diupdate seiring berjalannya waktu (sampai di-closenya LD3)
Peace to All Kaskuser

Diubah oleh chairul.crime 03-12-2012 00:55
0
14.8K
28
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Buat Latihan Posting
35.7KThread•1.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
chairul.crime
#3
Mekanisme Mimpi
Secara umum, mimpi didefinisikan sebagai proses dari bayangan, perasaan, pergerakan dan pikiran yang kita alami saat
tertidur. Mimpi dapat dialami pada setiap fase dalam tidur kita, dan tidak harus melibatkan rangsangan tertentu
(mis: Rangsangan visual). orang buta bisa mengalami mimpi melalui rangsangan pendengaran maupun perasaan dan gerakan
(sensorik dan motorik). Mimpi juga bukan merupakan keistimewaan yang dialami manusia, Penelitian juga menunjukkan bahwa
hewan pun bisa bermimpi.
Sekitar tahun 1953, Nathaniel Kleitman membuat suatu penemuan penting mengenai REM (Rapid Eye Movement) dalam tidur.
Fase ini ditandai dengan pergerakan bola mata yang cepat secara periodik. Dalam sebuah penelitian yang melibatkan
sukarelawan, saat tidur mereka dihubungkan dengan alat-alat seperti EEG (Electroencephalograph, pengukur gelombang otak),
EOG (Electroculograph, pengukur gerakan bola mata), dan EMG (Electromyograph, pengukur pergerakan otot). Sekitar 90%
subjek yg dibangunkan dari tidur saat fase REM melaporkan bahwa mereka mengalami mimpi.
Sebelum penelitian REM dilakukan, masih belum diketahui seberapa sering manusia bermimpi. Berberapa teori menyebutkan
bahwa mimpi merupakan tanda gangguan mental bagi mereka yang mengalaminya.
Manusia bermimpi dalam durasi 90 menit setelah mulai tertidur (dari menutup mata) dan terjadi lagi setiap 90 menit dalam durasi lebih lama.
Mimpi disebabkan oleh proses biologis internal dalam tubuh.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sel otak besar pada bagian belakang otak secara periodik pecah dalam selang waktu sekitar 90 menit, dan mengirimkan rangsangan (stimuli) yang bersifat acak (random) ke bagian korteks (cortex) pada otak. Sebagai akibatnya, bagian memori, sensorik, kontrol saraf, dan kesadaran pada otak ter-stimulasi secara acak yang berdampak adanya rangsangan pada puncak bagian korteks pada otak. Menurut penelitian ini, proses diatas mengakibatkan kita mengalami apa yang kita sebut sebagai mimpi.
tertidur. Mimpi dapat dialami pada setiap fase dalam tidur kita, dan tidak harus melibatkan rangsangan tertentu
(mis: Rangsangan visual). orang buta bisa mengalami mimpi melalui rangsangan pendengaran maupun perasaan dan gerakan
(sensorik dan motorik). Mimpi juga bukan merupakan keistimewaan yang dialami manusia, Penelitian juga menunjukkan bahwa
hewan pun bisa bermimpi.
Sekitar tahun 1953, Nathaniel Kleitman membuat suatu penemuan penting mengenai REM (Rapid Eye Movement) dalam tidur.
Fase ini ditandai dengan pergerakan bola mata yang cepat secara periodik. Dalam sebuah penelitian yang melibatkan
sukarelawan, saat tidur mereka dihubungkan dengan alat-alat seperti EEG (Electroencephalograph, pengukur gelombang otak),
EOG (Electroculograph, pengukur gerakan bola mata), dan EMG (Electromyograph, pengukur pergerakan otot). Sekitar 90%
subjek yg dibangunkan dari tidur saat fase REM melaporkan bahwa mereka mengalami mimpi.
Sebelum penelitian REM dilakukan, masih belum diketahui seberapa sering manusia bermimpi. Berberapa teori menyebutkan
bahwa mimpi merupakan tanda gangguan mental bagi mereka yang mengalaminya.
Manusia bermimpi dalam durasi 90 menit setelah mulai tertidur (dari menutup mata) dan terjadi lagi setiap 90 menit dalam durasi lebih lama.
Mimpi disebabkan oleh proses biologis internal dalam tubuh.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sel otak besar pada bagian belakang otak secara periodik pecah dalam selang waktu sekitar 90 menit, dan mengirimkan rangsangan (stimuli) yang bersifat acak (random) ke bagian korteks (cortex) pada otak. Sebagai akibatnya, bagian memori, sensorik, kontrol saraf, dan kesadaran pada otak ter-stimulasi secara acak yang berdampak adanya rangsangan pada puncak bagian korteks pada otak. Menurut penelitian ini, proses diatas mengakibatkan kita mengalami apa yang kita sebut sebagai mimpi.
Sumber: wahw3d.blogspot.com
Diubah oleh chairul.crime 03-12-2012 15:29
0