Kaskus

News

HashimiAvatar border
TS
Hashimi
Konflik Israel-Palestina
Spoiler for peta israel-palestina:


Quote:


Maaf kalo thread saya copas semua, karena jujur tidak tahu banyak soal konflik rumit yg sudah berlangsung puluhan tahun ini.
Mari kita usahakan mengurai benang kusut ini senetral mungkin tanpa membawa sentimen agama. emoticon-Smilie
emoticon-Angkat Beer

Timeline (on going...)

sejarah zionisme
Keruntuhan Ottoman dan wilayah Mandat Palestina
deklarasi balfour 1 2 3
Perang Sipil daerah mandat Palestina sebelum berdirinya negara Israel
Perang Arab - Israel 1948
Perang Enam Hari 1 2 3
Perang Yom Kippur
perjanjian camp david
usaha2 untuk mendirikan palestina

Myths and Facts

awal mula istilah palestina 1 2
pengakuan kemerdekaan Indonesia dari Palestina
sekilas ttg Hamas dan Fatah
Tentang Hamas dan hubungannya dgn Israel 1 2 3
Hubungan Israel - AS 1 2 3
mengapa arab tdk mau mengalah dgn Israel?
sisi lain kota gaza 1 2
intifada
Yitzhak Rabin
Tentang tanah perjanjian
ramalan om berwin ttg kemerdekaan palestina 1 2 3
Diubah oleh Hashimi 05-12-2012 22:04
0
87.6K
450
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
Sejarah & Xenology
KASKUS Official
6.5KThread11.6KAnggota
Tampilkan semua post
HashimiAvatar border
TS
Hashimi
#152
Perang Enam Hari-2
BERJALANNYA PERANG

Front Barat (Jalur Gaza & Semenanjung Sinai, Mesir)

Tanggal 5 Juni 1967 di bawah kode sandi "Operasi Fokus", pesawat-pesawat tempur Israel secara mendadak melancarkan serangan ke pangkalan-pangkalan udara milik Mesir. Akibat serangan tersebut, Mesir yang sebelum perang merupakan negara Arab dengan kekuatan militer terlengkap & termodern kehilangan sebagian besar pesawat tempurnya. Total, ada 338 pesawat Mesir yang hancur akibat serangan tersebut. Hancurnya pesawat-pesawat tempur Mesir di lain pihak memberikan keuntungan bagi Israel yang kini bisa mendominasi front udara di sisa Perang 6 Hari.

Pada tanggal yang sama, pasukan darat Israel yang sudah disiagakan di sepanjang perbatasan Israel-Mesir juga mulai bergerak memasuki wilayah Mesir dengan harapan bisa memanfaatkan kelengahan Mesir yang masih terkaget-kaget akan serangan udara mendadak Israel. Awalnya Mesir mengira kalau Israel akan menyerang wilayah darat Mesir dari arah Sinai tengah & selatan seperti dalam konflik Suez di tahun 1956. Namun tanpa disangka-sangka, Israel ternyata melancarkan serangan dari arah Sinai utara & tengah.

Pasukan Israel awalnya mengalami kesulitan saat harus bergerak lebih jauh di Sinai karena terhalang oleh pasukan Mesir yang terkonsentrasi di Abu-Ageila. Namun dengan cerdik, mula-mula Israel menerjunkan pasukan penerjun payungnya di belakang garis depan pertempuran untuk menyabotase artileri milik pasukan Mesir. Rusaknya artileri pasukan Mesir lantas diikuti dengan pergerakan pasukan darat Israel yang mulai mengepung Abu-Ageila dari segala penjuru.

Pasukan Mesir di Abu-Ageila yang sudah dikeroyok dari segala arah sempat berusaha melawan sekuat tenaga. Namun setelah melalui pertempuran sengit selama 3,5 hari, pasukan Mesir akhirnya memilih untuk mundur meninggalkan Sinai & Abu-Ageila pun jatuh ke tangan Israel. Dengan mundurnya pasukan Mesir, selebihnya berjalan relatif mudah bagi Israel & pasukan Israel terus bergerak secara perlahan tapi pasti ke arah Sinai barat. Memasuki tanggal 8 Juni 1967, wilayah Semenanjung Sinai akhirnya berhasil dikuasai sepenuhnya oleh Israel.

Tanggal 8 Juni juga diwarnai dengan insiden penyerangan kapal perang AS, USS Liberty, oleh armada Israel di Laut Mediterania. Akibat serangan tersebut, USS Liberty mengalami kerusakan & 34 awak kapalnya harus kehilangan nyawa. Israel meminta maaf akan serangan tersebut sambil berdalih kalau mereka mengira bahwa USS Liberty adalah kapal perang Mesir. Permintaan maaf Israel tersebut diterima oleh pemerintah AS, namun peristiwa serangan USS Liberty tetap menjadi kontroversi hingga sekarang karena adanya pendapat bahwa serangan tersebut sebenarnya dilakukan secara sengaja oleh pasukan Israel.


Front Timur (Tepi Barat, Yordania)

Tanggal 5 Juni 1967 pagi, pasukan Yordania mulai membombardir wilayah timur Israel dengan tembakan artileri. Hujan tembakan artileri tersebut lalu diikuti oleh serangan udara oleh pasukan Yordania tak lama berselang. Israel lantas membalas serangan-serangan tersebut dengan serangkaian gelombang serangan udara & tembakan misil darat yang sukses menghancurkan beberapa pesawat tempur & stasiun radar milik Yordania.

Memasuki sore hari, Israel mulai melancarkan serangan darat besar-besaran untuk merebut Yerusalem. Pertempuran berjalan sengit & pasukan Israel awalnya kesulitan untuk menembus garis pertahanan pasukan Yordania yang berpengamanan tinggi & dilengkapi dengan ranjau. Namun, pasukan Israel yang dibantu oleh serangan udara akhirnya berhasil menembus garis pertahanan tersebut & mencapai tepi Yerusalem pada tanggal 7 Juni. Salah satu kunci keberhasilan dari serangan tersebut adalah karena pesawat tempur Israel menargetkan tangki bahan bakar eksternal milik tank-tank Yordania sehingga tank-tank tersebut tak bisa lagi dioperasikan.

Di daerah sekitar Yerusalem, pertempuran sengit masih tetap berlangsung. Pasukan Yordania yang masih tersisa awalnya masih sanggup bertahan & bahkan sempat berhasil menghancurkan kendaraan-kendaraan tempur Israel yang berdatangan. Namun, serangan udara besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan Israel selama 2 jam akhirnya menamatkan perlawanan pasukan Yordania tersebut. Merasa tidak sanggup lagi bertahan lebih lama menghadapi gempuran pasukan Israel, pasukan Yordania akhirnya memilih untuk mundur & seluruh wilayah Tepi Barat pun jatuh ke tangan Israel.


Front Timur Laut (Dataran Tinggi Golan, Suriah)

Menyusul beredarnya informasi palsu bahwa pasukan Mesir berhasil menundukkan pasukan Israel & sedang bersiap menyerbu Tel Aviv, ibukota Israel saat itu, Suriah akhirnya memutuskan untuk mulai ikut terjun ke medan perang. Sebagai serangan pembuka, Suriah mengirimkan pesawat-pesawat tempurnya untuk membombardir pemukiman Israel di Galilea, namun pesawat-pesawat tempur Israel dengan sigap mencegatnya & sukses menembak jatuh 3 pesawat tempur milik Suriah.

Pada sore hari tanggal 5 Juni, Israel melancarkan serangan udara balasan ke wilayah Suriah. Pesawat-pesawat tempur mereka membombardir pangkalan-pangkalan udara milik Suriah untuk menghancurkan pesawat-pesawat tempur yang masih diparkir - meniru taktik yang mereka lakukan di hari-hari awal peperangan di front Mesir. Akibat serangan tersebut, Suriah kehilangan 30 lebih pesawat militernya & pesawat-pesawat Suriah yang masih tersisa diperintahkan untuk diparkir di wilayah Suriah yang lebih dalam.

Tanggal 9 Juni dini hari, Suriah yang sejak 5 hari sebelumnya terlibat kontak senjata kecil-kecilan dengan pasukan darat Israel mengeluarkan pernyataan gencatan senjata. Namun gencatan senjata tersebut ditolak oleh Israel yang berdalih ingin "menghukum" Suriah atas keterlibatan mereka dalam Perang 6 Hari. Maka masih di tanggal yang sama, dengan modal bocoran informasi dari Eli Cohen - mata-mata Israel yang menyamar sebagai petinggi militer Suriah - pasukan Israel mulai bersiap untuk menguasai Dataran Tinggi Golan yang terletak di perbatasan Israel & Suriah.

Tanggal 9 Juni pagi, Israel memulai agresinya dengan melancarkan serangan udara besar-besaran selama 2 jam yang sukses menghancurkan sejumlah meriam artileri & gudang logistik milik Suriah. Serangan udara tersebut juga memakan korban jiwa dalam jumlah besar sehingga imbasnya, moral pasukan Suriah mulai jatuh & banyak dari mereka yang mulai membelot atau kabur dari medan perang. Di lain pihak, tak lama sesudah serangan udara dilancarkan, pasukan darat Israel mulai digerakkan untuk menembus garis pertahanan yang dibangun oleh pasukan Suriah.

Pertempuran darat berjalan sulit bagi kedua belah pihak, terutama karena kondisi Dataran Tinggi Golan yang berbukit-bukit. Kendati demikian, Israel masih tetap menunjukkan superioritasnya & secara perlahan tapi pasti mereka terus bergerak lebih dalam ke wilayah Suriah. Pasukan Suriah di lain pihak hanya bisa sesekali menahan serangan pasukan Israel sebelum kemudian mundur. Memasuki tanggal 10 Juni, seluruh wilayah Golan akhirnya berhasil dikuasai oleh Israel dengan sedikit usaha karena seluruh pasukan Suriah yang masih ada di Golan ternyata sudah melarikan diri pada hari itu. Dikuasainya Golan sekaligus menandai berakhirnya Perang 6 Hari dengan kemenangan telak Israel atas tetangga-tetangganya.


0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.