Kaskus

News

HashimiAvatar border
TS
Hashimi
Konflik Israel-Palestina
Spoiler for peta israel-palestina:


Quote:


Maaf kalo thread saya copas semua, karena jujur tidak tahu banyak soal konflik rumit yg sudah berlangsung puluhan tahun ini.
Mari kita usahakan mengurai benang kusut ini senetral mungkin tanpa membawa sentimen agama. emoticon-Smilie
emoticon-Angkat Beer

Timeline (on going...)

sejarah zionisme
Keruntuhan Ottoman dan wilayah Mandat Palestina
deklarasi balfour 1 2 3
Perang Sipil daerah mandat Palestina sebelum berdirinya negara Israel
Perang Arab - Israel 1948
Perang Enam Hari 1 2 3
Perang Yom Kippur
perjanjian camp david
usaha2 untuk mendirikan palestina

Myths and Facts

awal mula istilah palestina 1 2
pengakuan kemerdekaan Indonesia dari Palestina
sekilas ttg Hamas dan Fatah
Tentang Hamas dan hubungannya dgn Israel 1 2 3
Hubungan Israel - AS 1 2 3
mengapa arab tdk mau mengalah dgn Israel?
sisi lain kota gaza 1 2
intifada
Yitzhak Rabin
Tentang tanah perjanjian
ramalan om berwin ttg kemerdekaan palestina 1 2 3
Diubah oleh Hashimi 05-12-2012 22:04
0
87.8K
450
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
Sejarah & Xenology
KASKUS Official
6.5KThread11.6KAnggota
Tampilkan semua post
dedi12Avatar border
dedi12
#7
Quote:

Deklarasi Balfour hanyalah satu dari sekian banyak janji kosong yang disampaikan Sekutu selama PD I utk menggalang dukungan dari bangsa2 asing utk melawan Kekuatan Sentral. Sebagian besar di antaranya dikhianati setelah perang berakhir, termasuk Balfour Declaration.

Contohnya, Italia dijanjikan mendapatkan provinsi2 Austria-Hongaria di Balkan, tetapi akhirnya hanya mendapatkan sepotong kecil saja. Yunani dijanjikan mendapatkan Konstaninopel dan Symrnia tetapi pada akhirnya Sekutu berbalik mendukung Kemal dan membiarkan orang Yunani terusir dari Anatolia. Kurdistan, Armenia, dan bangsa2 Arab dijanjikan kemerdekaan dari Turki tetapi akhirnya dikhianati juga oleh Sekutu yang membiarkan Turki melindas Armeniadan membagi2 Kurdistan dan Arab di antara Inggris, Prancis, dan (ironisnya) Turki (selain sebagian Kurdistan, Turki diberikan Sanjak Alexandratta yang merupakan wilayah Syria oleh Prancis, Yang sampai kini tetap merupakan kegetiran bagi kaum nasionalis Syria )

Deklarasi Balfour sendiri hanya menjanjikan sebuah TAnah Air bagi orang Yahudi di Palestina, bukan negara Yahudi. Sekalipun demikian, kaum Zionis tetap bersedia bekerja sama dengan Inggris, dengan harapan Inggris pada suatu waktu akan mengubah sikapnya. Namun, dengan kekecualian saat Churchill menjadi menteri jajahan, pemerintah Inggris tetap bersikap pro-Arab hingga berakhirnya mandat mereka pada tahun 1948. Pada tahun 1921 sendiri, demi kepentingannya, Inggris memberikan 72 persen tanah Palestina kepada dinasti Hashemit yang terusir dari Hejaz dan menjadikannya sebuah negara baru bernama Transjordania (sekarang Yordania). Dalam konflik Arab-Israel 1930-an, Inggris bersikap sangat akomodatif terhadap orang Arab. Mereka membatasi imigrasi Yahudi hingga 75 ribu orang dalam lima tahun dan setelah itu menutup pintu imigrasi orang Yahudi ke Palestina lewat kebijakan yang disebut White Paper serta menawarkan 75 persen sisa Palestina utk dijadikan sebuah negara Arab. Orang Yahudi hanya diberikan 25 persen tanah tetapi tanpa janji boleh membentuk sebuah negara. Namun Mufti Yerusalem Haji Amein el-Husseini dari klan Husseini yang memiliki pengaruh kuat di kalangan orang Palestina memboikot tawaran itu dan membunuhi tokoh2 Palestina yang moderat, yang dimotor klan Nashibi.

Setelah perang dunia II, sekalipun kelompok nasionalis Palestina tercoreng namanya karena kolaborasi Mufti Yerusalem dengan negara2 Poros, Inggris memilih bersikap pro-Palestina sehingga memicu serangan2 gerilya dari orang Yahudi. Inggris membalasnya dengan menghalau kapal2 imigran dari pantai Palestina dan memenjarakan para imigran di atasnya di kamp2 di Siprus dan Jerman. Sayangnya, dengan kekecualian Emir Abdullah dari Transyordan, para pemimpin Arab lainnya tidak memanfaatkan kartu yang menguntungkan Palestina dlm pembagian yang ditawarkan Inggris—terutama karena ambisi mereka masing2 utk memasukkan Palestina ke dalam wilayah mereka sendiri. Inggris akhirnya angkat tangan dan PBB-lah yang kemudian mengurusi Palestina. Namun selama Perang Arab-Israel I, Inggris adalah pemasok senjata utama bagi orang Arab, terutama Yordania dan Mesir.

AS sendiri awalnya juga mendukung orang Arab karena alasan strategis, tetapi akhirnya berbalik mendukung pembentukan Israel ketika Stalin menunjukkan gelagat mendukung kaum Yahudi dengan membolehkan orang Yahudi membeli senjata dari Ceko dan Rumania yang menjadi negara satelit Uni Soviet. Pada akhirnya, sekalipun banyak orang Zionis berhaluan kiri, mereka memilih bersekutu dengan Blok Barat daripada Blok Timur selama Perang Dingin, dan Uni Soviet pun kemudian berbalik menjadi sponsor negara2 Arab radikal.

0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.