Kaskus

News

plonardAvatar border
TS
plonard
Khalid ibn Al-Walid, the Sword of God
Semua yang saya tulis pada posting #1 sampai posting #10 adalah terjemahan bebas dari artikel Khalid ibn Al-Walid di en.wikipedia.org Oktober 2012. Saya tambahkan juga sedikit daftar istilah untuk membantu Agan-agan yang belum terlalu memahami istilah militer dan geografis di zaman bersangkutan hidup. Jika ada ketikan saya dengan format "[angka]", kode ini adalah nomor footnote atau catatan kaki. Contoh: [1] dan [25].
Semoga bermanfaat.

Khalid ibn Al-Walid


Indeks
Posting #1 sampai Posting #10 akan berisi garis besar kehidupan Khalid. Berikut ini adalah indeks yang bisa langsung diklik untuk memudahkan Agan-agan mengakses posting-posting tentang kehidupan Khalid yang lebih detail.

Posting #32 Pertempuran Walaja tahun 633 M (Detail Gambar dan Kronologi)
Posting #45 Pengepungan Damaskus tahun 635 M (Detail Gambar dan Kronologi)
Posting #69 Pertempuran Yarmuk tahun 636 M (Detail Gambar dan Kronologi)
Posting #95 Ucapan-ucapan tentang Khalid ibn Al-Walid
Posting #97 Bibliografi Buku The Sword of Allah: Khalid bin Al-Waleedkarya A.I. Akram
Posting #97 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 1: Sang Anak Lelaki
Posting #100 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 2: Agama Baru (Bagian I)
Posting #103 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 2: Agama Baru (Bagian II)
Posting #105 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian I)
Posting #107 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian II)
Posting #109 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian III)
Posting #120 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian IV)
Posting #123 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian V)
Posting #146 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian VI)
Posting #147 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian VII)
Posting #161 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 4: Pertempuran Parit (Bagian I)
Posting #162 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 4: Pertempuran Parit (Bagian II)
Posting #165 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 4: Pertempuran Parit (Bagian III)
Posting #174 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 4: Pertempuran Parit (Bagian IV)
Posting #175 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 5: Masuk Islamnya Khalid
Posting #187 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 6: Mu’tah dan Pedang Allah
Posting #191 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 7: Penaklukan Makkah (Bagian I)
Posting #193 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 7: Penaklukan Makkah (Bagian II)
Posting #194 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 8: Pertempuran Hunayn (Bagian I)
Posting #195 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 8: Pertempuran Hunayn (Bagian II)
Posting #198 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 9: Pengepungan Tha'if
Posting #201 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 10: Petualangan di Dawmatul Jandal
Posting #204 Bagian II: Perang Riddah - Bab 11: Badai yang Berkumpul (Bagian I)
Posting #208 Bagian II: Perang Riddah - Bab 11: Badai yang Berkumpul (Bagian II)
Posting #213 Bagian II: Perang Riddah - Bab 12: Abu Bakr Menyerang (Bagian I)
Posting #214 Bagian II: Perang Riddah - Bab 12: Abu Bakr Menyerang (Bagian II)
Posting #215 Bagian II: Perang Riddah - Bab 13: Thulayhah Si Nabi Palsu (Bagian I)
Posting #218 Bagian II: Perang Riddah - Bab 13: Thulayhah Si Nabi Palsu (Bagian II)
Posting #220 Bagian II: Perang Riddah - Bab 13: Thulayhah Si Nabi Palsu (Bagian III)
Posting #222 Bagian II: Perang Riddah - Bab 14: Pemimpin-pemimpin Pendusta (Bagian I)
Posting #224 Bagian II: Perang Riddah - Bab 14: Pemimpin-pemimpin Pendusta (Bagian II)
Posting #226 Bagian II: Perang Riddah - Bab 15: Akhir Hayat Malik bin Nuwayrah
Posting #229 Bagian II: Perang Riddah - Bab 16: Pertempuran Yamamah (Bagian I)
Posting #235 Bagian II: Perang Riddah - Bab 16: Pertempuran Yamamah (Bagian II)
Posting #239 Bagian II: Perang Riddah - Bab 16: Pertempuran Yamamah (Bagian III)
Posting #242 Bagian II: Perang Riddah - Bab 16: Pertempuran Yamamah (Bagian IV)
Posting Nomor Depan > Bagian II: Perang Riddah - Bab 17: Tumbangnya Gerakan Murtad (Bagian I)


Daftar Istilah Penting

Al-Hirah
Kerajaan yang berlokasi di Iraq Modern (Mesopotamia), negara vasal Imperium Persia-Sassanid, dengan mayoritas warga adalah orang Arab dari suku Bani Lakhm.

Arabia
Wilayah yang terbentang dari Syam dan Mesopotamia sampai Jazirah Arab, dihuni oleh mayoritas orang Arab serta minoritas orang Israel, Eropa (Romawi), Persia, dan Ethiopia.

Bizantin
Imperium superpowerlanjutan dari Romawi, sering juga dikenal sebagai Imperium Romawi Timur. Bizantin beribukota di Konstantinopel (Istanbul Modern) dan menjadi satu-satunya penerus Romawi sejak dihancurkannya Imperium Romawi Barat (beribukota di Roma) pada Abad ke-4. Warga negaranya menganggap mereka adalah warga Romawi dan warga negara lain di masa itu pun memanggil mereka sebagai orang-orang Romawi. Di masa Khalid, wilayah kekuasaan mereka membentang dari daerah Balkan di Eropa, sebagian Libya dan Mesir di Eropa, serta Jazirah Turki, Armenia, dan Levant (Syam) di Asia.

Double Envelopment
Sebuah manuver lapangan dalam pertempuran di mana sebuah pasukan berupaya untuk melingkupi musuh sehingga dapat menyerangnya dari segala arah. Biasanya, pertempuran akan dimulai dalam garis pembeda yang jelas antara dua pasukan yang bertempur. Dengan memanfaatkan kondisi maupun penggunaan taktik tertentu, pasukan musuh dapat diserang dari samping dan belakang. Contoh penggunaan taktik ini ada pada Pertempuran Cannae dan Pertempuran Walaja.

Garda Gerak Cepat (Mobile Guard)
Kavaleri ringan pasukan Muslim awal, dibangun oleh Khalid ibn Al-Walid dengan tujuan menjadi penyeimbang kelemahan infantri Muslim yang berbaju baja ringan. Gerakannya cepat, menerapkan taktik hit and run, efektif melawan kavaleri berat, dan sering menjadi garda depan pendahulu pasukan utama. Khalid dipecat saat menjabat sebagai komandan garda khusus ini. Penggantinya adalah Dhirar ibn Azwar.

Garnisun
Pasukan yang berkedudukan atau memiliki tempat pertahanan yang tetap, misalnya dalam benteng atau sebuah kota.

Ghassan
Kerajaan yang berlokasi di Syam Selatan, negara vasal Imperium Bizantin. Mayoritas warga negaranya adalah orang Arab beragama Kristen dari suku Bani Ghassan.

Imperium
Sebuah negara yang terdiri atas sekelompok bangsa, memiliki sebuah wilayah geografi yang luas, dipimpin oleh seorang kaisar atau sekelompok elit.

Kavaleri
Secara harfiah berarti pasukan berkuda, namun dalam prakteknya di masa kuno, unta dan gajah juga digunakan. Dalam peperangan modern, pasukan berkendara lapis baja maupun bukan juga termasuk dalam kavaleri. Di masa Khalid, kavaleri Bizantin dan Persia merupakan kavaleri berat, memakai baju besi tebal (termasuk kudanya) dan menutupi hampir seluruh tubuh. Kavaleri Muslim awal merupakan kavaleri ringan, berbaju baja dan bersenjata ringan.

Kekhalifahan
Sebuah sistem pemerintahan berbasis Islam yang menunjukkan kesatuan politik ummat Islam. Sistem ini dapat berupa sistem musyawarah perwakilan ataupun monarki konstitusional, dengan konstitusinya berupa Syariah. Karena dalam kekhalifahan ada kesatuan ummat, kekhalifahan selalu melingkupi banyak bangsa sehingga bisa dikategorikan sebagai bentuk Imperium.

Khalifah
Kepala negara dan pemerintahan sistem negara kekhalifahan, dapat dipilih oleh khalifah sebelumnya, ditunjuk oleh komite terpilih, dipilih langsung oleh rakyat, atau diturunkan pada keluarga khalifah sebelumnya.

Levant
Disebut juga Syam, daerah yang meliputi pantai timur Laut Mediterania, antara Anatolia (Jazirah Turki Modern) dan Mesir. Daerah ini meliputi wilayah-wilayah negara modern: Suriah, Lebanon, Yordania, Palestina (Otoritas maupun yang dijajah oleh Israel), Siprus, Provinsi Hatay (Turki Tenggara) dan sebagian wilayah Iraq-Jazirah Sinai.

Mesopotamia
Daerah yang meliputi daerah aliran Sungai Tigris dan Eufrat, yaitu wilayah-wilayah modern: Iraq, sedikit daerah timur laut Suriah, sebagian Turki Tenggara, dan sebagian kecil barat daya Iran.

Negara Vasal
Negara yang tunduk kepada entitas politik lain yang lebih besar dan biasanya lebih kuat, tetapi diberi otoritas untuk mengurus negaranya sendiri.

Persia-Sassanid
Imperium superpowerdi Asia Barat pada Abad ke-4 sampai Abad ke-7, juga disebut oleh warga negaranya sendiri sebagai Ērānshahr atau Ērān, berdiri tahun 224 dan diruntuhkan oleh Kekhalifahan Islam pada tahun 651. Saat Khalid hidup, imperium ini menguasai wilayah modern Iran, sebagian Asia Tengah dan barat laut India, serta sebagian pantai timur dan selatan Jazirah Arab.

Romawi
Lihat Bizantin.

Syam
Lihat Levant.


Garis Besar Biografi

Khālid ibn al-Walīd (Bahasa Arab: خالد بن الوليد‎; 592–642) juga dikenal sebagai Sayfullāh Al-Maslūl(Pedang Allah yang Terhunus), adalah seorang sahabat Muhammad, Nabi Islam. Ia terkenal karena kecakapan dan taktik militernya, menjadi komandan pasukan Madinah di bawah kepemimpinan Muhammad dan pasukan-pasukan penerusnya, Kekhalifahan Ar-Rasyidun; Abu Bakr dan Umar ibn Khattab.[1] Di bawah kepemimpinan militernya, Arab bersatu di bawah sebuah entitas politik untuk pertama kali dalam sejarah, Kekhalifahan. Ia memenangkan lebih dari seratus pertempuran, melawan pasukan-pasukan Imperium (Kekaisaran) Romawi-Bizantin, Imperium (Kekisraan) Persia-Sassanid, dan sekutu-sekutu mereka, ditambah lagi beberapa suku Arab lainnya. Prestasi strategisnya antara lain penaklukan Arab, Mesopotamia milik Persia, dan Syam milik Romawi, dalam beberapa tahun sejak 632 sampai 636. Ia juga dikenang karena kemenangan pentingnya di Yamamah, Ullays, dan Firaz, serta kesuksesan taktisnya di Walaja dan Yarmuk.[2]

Khalid ibn Al-Walid (Khalid anak Al-Walid, secara harfiah berarti Khalid anak Si yang Baru Lahir) berasal dari Suku Quraysh dari Makkah, dari sebuah klan yang pada awalnya menentang Muhammad. Ia memainkan peran vital dalam kemenangan Makkah saat Pertempuran Uhud. Ia masuk Islam dan bergabung dengan Muhammad setelah Perjanjian Hudaybiyyah, serta berpartisipasi dalam sejumlah ekspedisi militer dengannya, seperti Pertempuran Mu’tah. Setelah wafatnya Muhammad, ia memainkan peran kunci dalam komando Pasukan Madinah pimpinan Abu Bakr pada Perang Ridda, menaklukkan Arab tengah dan menundukkan suku-suku Arab. Ia merebut Kerajaan Al-Hirah yang merupakan negara vasal Persia-Sassanid, dan mengalahkan pasukan-pasukan Persia-Sassanid selama proses penaklukan Iraq (Mesopotamia). Ia lalu ditransfer ke front pertempuran di barat untuk merebut Syam milik Romawi dan Kerajaan Ghassan, negara vasal Romawi. Meskipun Umar kemudian melepas jabatan Khalid dari komando tertinggi, ia tetaplah pimpinan sebenarnya dari kesatuan tempur melawan Bizantin selama fase-fase awal Perang Bizantin-Arab.[1] Di bawah komandonya, Damaskus direbut tahun 634 dan kemenangan kunci Arab atas Bizantin diraih dalam Pertempuran Yarmuk (636),[1] yang membuka jalan dalam proses penaklukan Syam (Levant). Tahun 638, pada puncak karirnya, ia diberhentikan dari ketentaraan.



(bersambung)...
Diubah oleh plonard 16-08-2016 13:52
0
76.5K
287
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
Sejarah & Xenology
KASKUS Official
6.5KThread11.6KAnggota
Tampilkan semua post
plonardAvatar border
TS
plonard
#70
Pertempuran Yarmuk


kaskus-image


kaskus-image


kaskus-image


kaskus-image

Hari I
kaskus-image
Khalid membariskan pasukannya dalam empat kelompok yang beroperasi secara terpisah. Mereka dilindungi oleh sepasukan kavaleri: satu di setiap sayap, satu di tengah, dan satu pasukan kavaleri cadangan. Vahan membariskan juga pasukannya dalam empat kelompok terpisah, namun dalam jumlah yang lebih besar daripada kelompok pasukan Khalid. Masing-masing memiliki satu satuan kavaleri pelindung di belakangnya. Vahan juga masih memiliki sejumlah besar kavaleri cadangan di belakang.


kaskus-image
Hari pertama pertempuran diawali dengan serangkaian duel yang didominasi oleh jagoan-jagoan Kekhalifahan.


kaskus-image
Vahan mengakhiri duel yang banyak membunuh kaptennya dengan mengirim baris depan infantrinya. Vahan paham bahwa ia harus memanfaatkan jumlah besar pasukannya untuk setidaknya membuat lubang pertahanan di barisan musuh yang bisa ia manfaatkan. Sebaliknya, Khalid juga paham dengan pasukannya yang inferior dan harus membiarkan pasukan Bizantin kelelahan sebelum memutuskan untuk menyerang balik. Serangan terbatas yang dilakukan oleh Vahan berlangsung sampai senja mengakhiri pertempuran di hari pertama.

Hari II
kaskus-image
kaskus-image
Vahan melancarkan sebuah serbuan serius; menahan perhatian pasukan tengah Kekhalifahan, kemudian menyerang kedua sayap Kekhalifahan dengan agresif. Beberapa baris infantri Kekhalifahan terpukul mundur ke kemah. Hal ini memaksa setiap kavaleri sayap Kekhalifahan untuk melakukan serangan balik, sayang mereka juga terpukul mundur ke kemah, membuat sayap Kekhalifahan dalam keadaan kritis.


kaskus-image
kaskus-image
kaskus-image
Istri-istri prajurit Kekhalifahan marah dan melempar suami-suami mereka yang baru tiba di kemah sampai mereka kembali lagi ke medan pertempuran; mereka pun bergabung kembali di waktu yang tepat untuk mempertahankan pasukan sayap dari kehancuran. Khalid kemudian menggerakkan kavaleri cadangan untuk mengembalikan garis pertahanan sayap kanan, kemudian melanjutkannya di sayap kiri. Pasukan tengah Kekhalifahan melakukan serangan balik sinkron dengan restorasi posisi sayap. Pertarungan sengit namun tidak konklusif berlangsung di sepanjang garis pertemuan kedua pasukan sampai senja menjelang, memaksa Vahan untuk mundur.

Hari III
kaskus-image
kaskus-image
kaskus-image
Vahan melancarkan serangan serius lainnya; kali ini ia menahan pasukan tengah Kekhalifahan, tetapi fokus menyerang sayap kanan Kekhalifahan yang melemah dan mengabaikan sayap kirinya. Khalid sedikit tenang melihat sayap kirinya bisa beristirahat, tetapi ia harus kembali menggerakkan kavaleri cadangan untuk mengembalikan garis pertahanan awal. Korban berjatuhan dari kedua pihak, tetapi lebih signifikan di pihak Bizantin yang tidak dipengaruhi motivasi relijius. Senja dan kelelahan mengakhiri aksi hari tersebut.

Hari IV
kaskus-image
Vahan kembali berusaha mengacaukan barisan depan pasukan Kekhalifahan dengan menusuk di satu titik dan kemudian memanfaatkan manuver Khalid yang menggerakkan pasukan cadangannya. Vahan menyerang dengan dua sayap kirinya selagi dua sayap kanannya maju teratur menunggu Khalid menggerakkan kavaleri cadangannya. Rencana Vahan berjalan mulus; pasukan kiri-tengahnya menekan pasukan kanan-tengah Kekhalifahan dan memaksa pergerakan kavaleri cadangan. Merasakan akan adanya bencana yang akan terjadi, Khalid memerintahkan pasukan kiri-tengahnya maju menyerang untuk menunda aksi pasukan kanan-tengah Bizantin. Efeknya terasa dengan mundurnya pasukan kanan-tengah Bizantin. Situasi ini berbahaya bagi Khalid karena semua pasukannya terlibat dalam pertarungan langsung dengan pasukan yang lebih besar.


kaskus-image
kaskus-image
Dengan pertarungan sengit, Khalid berhasil mengembalikan garis pertahanan di kanan. Sementara itu, keberhasilan pasukan kiri-tengah berakhir ketika Bizantin melakukan serangan panah besar-besaran. Pemanah Kekhalifahan kalah jangkauan dan tidak bisa melakukan apapu selain mundur. Insiden ini dikenal dengan istilah "Hari Kehilangan Mata" karena sekita 700 pasukan Kekhalifahan kehilangan matanya dalam hujan anak panah. Sayap kanan Bizantin memanfaatkan kekacauan ini, namun serangan mereka diimbangi dengan perlawanan keras, ditambah lagi ketika istri-istri pasukan Kekhalifahan mengangkat senjata, bergabung dalam pertempuran. Pertarungan berlanjut sampai senja dan kelelahan memaksa Bizantin untuk mundur.

Hari V
kaskus-image
Kedua pihak beristirahat pada hari kelima, diisi juga dengan negosiasi yang gagal. Barisan kedua pasukan semakin tipis, namun lebih kentara terlihat pada barisan Bizantin. Pada hari ini, Khalid menyimpulkan bahwa semangat dan barisan Bizantin telah cukup lemah, sehingga sudah saatnya ia melancarkan serangan pertama dan satu-satunya. Ia kemudian mengumpulkan semua kavalerinya dalam satu kesatuan. Vahan masih memiliki kavaleri cadangan yang belum sama sekali terlibat dalam pertempuran. Tertahannya mereka diperkirakan karena mereka menunggu kesempatan untuk memberi pukulan terakhir jika mereka menang atau memang tetap statis karena masalah jalur komando pasukan Bizantin yang tidak jelas.

Hari VI
kaskus-image
kaskus-image
Pada malam hari, Khalid mengirim sebuah detasemen untuk menjaga jembatan di atas sebuah sungai kering dengan tepi curam. Khalid membuka serangan ofensifnya dengan menahan barisan depan Bizantin dengan infantri dan memukul sayap kiri Vahan. Vahan juga mengumpulkan semua kavalerinya dalam sebuah kelompok besar tetapi tidak siap untuk merespon ketika serangan terjadi. Akibatnya, pasukan sayap kiri Bizantin kocar-kacir, membuka pertahanan pasukan tengahnya.


kaskus-image
Pertempuran infantri yang tidak konklusif terus berlanjut selagi kavaleri Kekhalifahan telah mencapai bagian belakang Bizantin. Kavaleri Kekhalifahan melancarkan serangan yang cepat dan membuat kerepotan kavaleri berat Bizantin sampai akhirnya mereka melarikan diri dari pertempuran. Infantri Bizantin bertarung dengan gagah berani, namun tidak bisa berbuat apa-apa melawan serangan yang sekarang datang dari depan, kiri, dan belakang; barisan mereka mulai terpecah dan bergerak mundur.


kaskus-image
kaskus-image
Pasukan Bizantin kaget mendapati jalur kabur mereka telah tertutup. Mereka mencoba menembus hadangan, namun gagal. Pasukan Bizantin terjepit dalam lokasi sempit di mana mereka bertarung mati-matian agar bisa keluar dari kepungan, namun akhirnya harus melarikan diri melewati sungai yang bertepi curam. Banyak di antara mereka yang gagal menyeberang.


kaskus-image

sumber: diterjemahkan dari file powerpointkarya Jonathan Webb pada tahun 2009, bisa didownload di www.theartofbattle.com, cari Battle of Yarmuk
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.