- Beranda
- The Lounge
13 Pengusaha Muda Indonesia yang Sukses [Serba 13]
...
TS
HandoyoBoy
13 Pengusaha Muda Indonesia yang Sukses [Serba 13]
Quote:
Ada yang tanya kenapa Andrew Darwis si mimin kaskus gak masuk gan.. kalo mimin sich dah gak usah dibahas lagi ya gan, coz kita semua tau lah..beliau itu siapa.. hehe.. Peace! ya min! ^_^
Quote:
Index (ada yang 1 halaman 2 orang ya gan) :
1. Victor Giovan Raihan (Teh Kempot)
2. Riezka Rahmatiana (Pisang Ijo)=> cakeeeepppp...bangggetttt... gannnn...
3. Hendy setiyono (Kebab Baba Rafi)
4. Hamzah Izzulhaq (franchise bimbel)
5. Yunara Ningrum Nasution, Syifa Fauziah, dan Manggarsari (Boneka Anatomi) dan
6. Teguh Wahyudi (Sariraya, Perusahaan Tempe)
7. Elang Gumilang (perumahan amat sederhana bertipe 22/60)
8. Merry Riana (Speaker,Trainer dan menjadi Motivator Wanita No.1 di Asia) dan
9. Reza Nurhilman (Keripik Maicih)
10. Rangga Umara (Lele Lela) dan
11. Bong Chandra (pebisnis, pembicara, dan juga motivator populer)
12. Donny Pramono (Sour Sally-Frozen Youghurt) dan
13. Fredi Tumakaka (Sepatu Praja-Amerika)
1. Victor Giovan Raihan (Teh Kempot)
2. Riezka Rahmatiana (Pisang Ijo)=> cakeeeepppp...bangggetttt... gannnn...

3. Hendy setiyono (Kebab Baba Rafi)
4. Hamzah Izzulhaq (franchise bimbel)
5. Yunara Ningrum Nasution, Syifa Fauziah, dan Manggarsari (Boneka Anatomi) dan
6. Teguh Wahyudi (Sariraya, Perusahaan Tempe)
7. Elang Gumilang (perumahan amat sederhana bertipe 22/60)
8. Merry Riana (Speaker,Trainer dan menjadi Motivator Wanita No.1 di Asia) dan
9. Reza Nurhilman (Keripik Maicih)
10. Rangga Umara (Lele Lela) dan
11. Bong Chandra (pebisnis, pembicara, dan juga motivator populer)
12. Donny Pramono (Sour Sally-Frozen Youghurt) dan
13. Fredi Tumakaka (Sepatu Praja-Amerika)
Quote:
Pertama2 cek repost dulu gan..
Spoiler for cek repost:
Quote:
Jangan lupa juga buat

ya gan.. biar semua kaskuser bisa liat n jadi isnspirasi gan.. 


ya gan.. biar semua kaskuser bisa liat n jadi isnspirasi gan.. 
Spoiler for komen bermutu:
Quote:
Original Posted By crazy frog►ditunggu update nya gan, buat inspirasi nih...
Quote:
Original Posted By nartoy►wah inspiratif banget
Quote:
Quote:
Original Posted By zealow►inspiratif Gan 

Quote:
Original Posted By RHP18►Anak muda yang banyak menginspirasi orang-orang Indonesia
Quote:
Original Posted By jaga.kali►
sangat inspiratip nih tritnya...
bantu
gaaaan...
sangat inspiratip nih tritnya...

bantu
gaaaan...Quote:
Original Posted By jargo►
ane pngen ky mreka gan...
ane
dolo ya.. soalnya
blon mateng...
baru jadi
ane pngen ky mreka gan...
ane
dolo ya.. soalnya
blon mateng...baru jadi

Quote:
Original Posted By stefensinyo►nais inpoh gan...
semoga dapat menjadi inspirasi buat kita smua....
semoga dapat menjadi inspirasi buat kita smua....
Quote:
Original Posted By rachman110►bener-bener nice info neh... mantepp banget,, kapanyee bisa enterpreuner
Quote:
Original Posted By rendezvous04►wiih mantep gan bisa jadi inspirasi dan motivasi ane nih buat jadi pengusaha
Quote:
Quote:
Original Posted By kevincostan►amat sangat menginspirasi
Quote:
Original Posted By forgotten.tombs►keren sob!!!
buat motivator
buat motivator
Quote:
Original Posted By ChelseaKaskus►Wah thread ente bagus banget gan
Quote:
Original Posted By hororteror►Salut buat mereka,, Semoga bisa menjadi inspirasi buat kita semua
Quote:
Original Posted By bhangoen4us►inpiratif nih ... thx bro infonya ...
Quote:
Original Posted By bahigin►menginspirasi gan, tengs ser-nya 

Quote:
Original Posted By aditcahblitar►Wah Udah banyak yg sukses !
Saya juga harus sukses
Saya juga harus sukses
Quote:
Original Posted By electroharmonix►bener2 harus menjadi panutan
ayo semua belajar berbisnis
hilangkan jiwa pegawai
ayo semua belajar berbisnis
hilangkan jiwa pegawai
Quote:
Original Posted By makayla1708►Hebatttttt,,,,
Quote:
Original Posted By ujangbandith►wew bener bener menginspirasi gan ....
nice share gan
nice share gan
Quote:
Original Posted By MMSHOESID►inspiratif bgt gan
Banyak yang bilang menginspirasi, salah satu syarat pemenang lomba, doain ane menang ya gan..

Quote:
Original Posted By hendyshinkai►wah ada yg ampe sukses di amerika...
tapi mank rata2 pebisnis/pengusaha muda yg sukses rata2 dari bawah ya,dari org ga mampu,jarang ada yg anak org kaya trus usahax ampe sukses,soalx beda semangatx... (fakta loh)..
ane salut ama cewe yg usahax lancar n sukses,tu membuktikan cewe ga kalah gigih ama cowo...
tapi mank rata2 pebisnis/pengusaha muda yg sukses rata2 dari bawah ya,dari org ga mampu,jarang ada yg anak org kaya trus usahax ampe sukses,soalx beda semangatx... (fakta loh)..

ane salut ama cewe yg usahax lancar n sukses,tu membuktikan cewe ga kalah gigih ama cowo...

Iya gan, makasih atas komentar bermutunya gan

Quote:
Original Posted By pertamaho►kategori muda kriterianya umur berapa gan? mimin mestinya khan bisa masuk, khan masih muda

haha.. iya juga ya gan, tapi pas ane googling ya dapetnya itu doank gan.. hehe..

Quote:
Original Posted By fendygo►nica thread gan, sangat memotivasi. Apalgi ane bacanya sambil dengerin lagu "Hall of Fame" dari the script, beuh mantap dah. Semoga kita ntar termasuk orang2 yang bisa masuk daftar pengusaha sukses ya gan. Amiiin.


Amiieenn... terima kasih pujiannya gan
Quote:
13 PENGUSAHA MUDA INDONESIA YANG SUKSES
Sebenernya banyak banget gan pengusaha2 muda indonesia yang bisa dibilang sukses, tapi berhubung ini ada hubungan dengan ULTAH KASKUS yang ke-13, dan juga turut memperingati hari sumpah pemuda, maka ane bikin thread kaya gini gan..
Sebenernya banyak banget gan pengusaha2 muda indonesia yang bisa dibilang sukses, tapi berhubung ini ada hubungan dengan ULTAH KASKUS yang ke-13, dan juga turut memperingati hari sumpah pemuda, maka ane bikin thread kaya gini gan..

Oke kalo gitu kita mulai aja ya gan.. ^_^
Quote:
1. Victor Giovan Raihan (Teh Kempot)
![13 Pengusaha Muda Indonesia yang Sukses [Serba 13]](https://dl.kaskus.id/4.bp.blogspot.com/-Fj0aRvVdCiM/TWniauzOU8I/AAAAAAAAOFw/DlGom4u6arE/s1600/0826187620X310.jpg)
Bisnis aneka minuman cepat saji kian mengalir. Mulai mengusung merek pribadi hingga waralaba (franchise). Bahan dasarnya bisa susu, cincao, teh, sinom alias jamu, buah, hingga yang serba racikan sendiri. Bisnis teh kemasan siap saji misalnya, banyak diminati lantaran keuntungan yang diperoleh cukup besar, cara pembuatannya juga tak sulit.
Meracik teh yoghurt kini menjadi andalannya. Padahal, Victor Giovan Raihan, pelajar 18 tahun ini, semula hanya iseng-iseng saja membuat minuman yang memadukan teh dan susu fermentasi ini. Hasilnya, minuman olahannya ternyata memiliki banyak penggemar.
“Modal awalnya Rp 3 juta dengan meminjam dari orangtua sekitar 2010. Saat ini per outlet paling apes menghasilkan Rp 2 juta per bulan. Outlet lain yang ramai bisa lebih dari itu,” aku pemilik merek Teh Kempot ini.
Ide menamai Teh Kempot berasal dari cara orang minum teh kemasan dengan sedotan, jika teh terasa enak dan hampir habis pasti orang akan terus menyedot hingga bentuk pipinya kempot. Begitu kira-kira harapan Victor menjadikan teh yoghurt berasa paling yummy.
Sulung dua bersaudara yang bersekolah di SMA Negeri 1 Kepanjen ini memiliki 10 outlet yang dikelola sendiri dan 17 outlet yang dikelola oleh mitranya. Bermitra dengannya cukup bayar Rp 3,5 juta dan akan mendapatkan 1 paket booth (gerobak), alat masak dan 100 cup (gelas kemasan) pertama. Dua mitra diantaranya ada di Jakarta dan Palembang, lainnya tersebar di Kota Malang.
“Saya belum berani menjual hak dagang secara franchise karena masih sangat pemula. Jujur saja bisnis teh kemasan siap saji ini marjin keuntungannya bisa 350 persen. Kalau kuliner seperti, Bakso Mercon yang sedang saya kelola, marjin keuntungannya hanya 100 persen,” lanjut putra pasangan Sri Winarsih dan Bambang Hermanto.
Victor memang lebih dulu mengelola bisnis bakso, ketimbang teh yoghurt. Outlet baksonya baru ada lima, kesemuanya ada di Malang. Tahun ini, ia berencana nambah lima outlet. Bisnis yang dikelolanya ini belakangan berkembang ke minuman. Alasannya sederhana, kalau orang makan bakso pasti butuh minum.
“Saya coba beli daun teh setengah matang dari pemasok, saya kelola sendiri lalu saya mix dengan yoghurt (susu fermentasi). Ada rasa lemon tea, stoberi, dan cokelat,” ujar pria yang bermukim di Jl Panji II Kepanjen ini.
Per kemasan atau segelas teh yoghurt ukuran 250 ml dijual seharga Rp 2.000-2.500. Jumlah karyawan yang bekerja padanya kini tak kurang dari 50 orang, termasuk untuk outlet bakso dan teh yoghurt.
Setiap harinya, ia bisa menghabiskan 20 kg daun teh kering untuk diproduksi atau menjadi 70 gelas. Gula yang dibutuhkan 4 kg per outlet per hari. Sedangkan kebutuhan daging untuk bakso sekitar 20 kg per hari.
“Usaha bakso tetap akan jadi core business saya karena omzetnya besar. Kalau teh hanya sampingan. Ke depan, saya akan tambah mitra di kota-kota besar, seperti Surabaya dan Sidoarjo,” lanjut Victor.
Ia mengaku, jalan yang ia tempuh dari hasil kerja kerasnya kini membawa keberuntungan yang luar biasa di usianya yang masih belia. “Saya tidak tahu jika dulu saya mengikuti anjuran ayah untuk sekolah di kepolisian apa ‘omzet’nya akan sebesar ini. Keluarga besar saya semua di jalur angkatan bersenjata. Tapi saya tidak minat mengikuti jejak tersebut,” yakinnya.
Untuk perluasan usaha, Victor masih enggan mengajukan kredit kemana-mana. Pakai modal pribadi dan pinjam orangtua masih memungkinkan. “Toh bapak saya dapat fasilitas kredit dari bank, yakni kredit kepolisian. Saya pinjam dari situ juga,” pungkasnya.
http://forum.kompas.com/nasional/696...-18-tahun.html
Spoiler for pic:
![13 Pengusaha Muda Indonesia yang Sukses [Serba 13]](https://dl.kaskus.id/4.bp.blogspot.com/-Fj0aRvVdCiM/TWniauzOU8I/AAAAAAAAOFw/DlGom4u6arE/s1600/0826187620X310.jpg)
Meracik teh yoghurt kini menjadi andalannya. Padahal, Victor Giovan Raihan, pelajar 18 tahun ini, semula hanya iseng-iseng saja membuat minuman yang memadukan teh dan susu fermentasi ini. Hasilnya, minuman olahannya ternyata memiliki banyak penggemar.
“Modal awalnya Rp 3 juta dengan meminjam dari orangtua sekitar 2010. Saat ini per outlet paling apes menghasilkan Rp 2 juta per bulan. Outlet lain yang ramai bisa lebih dari itu,” aku pemilik merek Teh Kempot ini.
Ide menamai Teh Kempot berasal dari cara orang minum teh kemasan dengan sedotan, jika teh terasa enak dan hampir habis pasti orang akan terus menyedot hingga bentuk pipinya kempot. Begitu kira-kira harapan Victor menjadikan teh yoghurt berasa paling yummy.
Sulung dua bersaudara yang bersekolah di SMA Negeri 1 Kepanjen ini memiliki 10 outlet yang dikelola sendiri dan 17 outlet yang dikelola oleh mitranya. Bermitra dengannya cukup bayar Rp 3,5 juta dan akan mendapatkan 1 paket booth (gerobak), alat masak dan 100 cup (gelas kemasan) pertama. Dua mitra diantaranya ada di Jakarta dan Palembang, lainnya tersebar di Kota Malang.
“Saya belum berani menjual hak dagang secara franchise karena masih sangat pemula. Jujur saja bisnis teh kemasan siap saji ini marjin keuntungannya bisa 350 persen. Kalau kuliner seperti, Bakso Mercon yang sedang saya kelola, marjin keuntungannya hanya 100 persen,” lanjut putra pasangan Sri Winarsih dan Bambang Hermanto.
Victor memang lebih dulu mengelola bisnis bakso, ketimbang teh yoghurt. Outlet baksonya baru ada lima, kesemuanya ada di Malang. Tahun ini, ia berencana nambah lima outlet. Bisnis yang dikelolanya ini belakangan berkembang ke minuman. Alasannya sederhana, kalau orang makan bakso pasti butuh minum.
“Saya coba beli daun teh setengah matang dari pemasok, saya kelola sendiri lalu saya mix dengan yoghurt (susu fermentasi). Ada rasa lemon tea, stoberi, dan cokelat,” ujar pria yang bermukim di Jl Panji II Kepanjen ini.
Per kemasan atau segelas teh yoghurt ukuran 250 ml dijual seharga Rp 2.000-2.500. Jumlah karyawan yang bekerja padanya kini tak kurang dari 50 orang, termasuk untuk outlet bakso dan teh yoghurt.
Setiap harinya, ia bisa menghabiskan 20 kg daun teh kering untuk diproduksi atau menjadi 70 gelas. Gula yang dibutuhkan 4 kg per outlet per hari. Sedangkan kebutuhan daging untuk bakso sekitar 20 kg per hari.
“Usaha bakso tetap akan jadi core business saya karena omzetnya besar. Kalau teh hanya sampingan. Ke depan, saya akan tambah mitra di kota-kota besar, seperti Surabaya dan Sidoarjo,” lanjut Victor.
Ia mengaku, jalan yang ia tempuh dari hasil kerja kerasnya kini membawa keberuntungan yang luar biasa di usianya yang masih belia. “Saya tidak tahu jika dulu saya mengikuti anjuran ayah untuk sekolah di kepolisian apa ‘omzet’nya akan sebesar ini. Keluarga besar saya semua di jalur angkatan bersenjata. Tapi saya tidak minat mengikuti jejak tersebut,” yakinnya.
Untuk perluasan usaha, Victor masih enggan mengajukan kredit kemana-mana. Pakai modal pribadi dan pinjam orangtua masih memungkinkan. “Toh bapak saya dapat fasilitas kredit dari bank, yakni kredit kepolisian. Saya pinjam dari situ juga,” pungkasnya.
http://forum.kompas.com/nasional/696...-18-tahun.html
Diubah oleh HandoyoBoy 13-11-2012 08:41
0
120.7K
Kutip
207
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•105.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
HandoyoBoy
#3
Quote:
4. Hamzah Izzulhaq (franchise bimbel)
![kaskus-image]()
Entrepreneur berusia 18 tahun ini tidak ingat secara pasti kapan pertama kali dirinya mulai berdagang. Namun satu hal yang pasti adalah bibit-bibit kemandiriannya telah terbentuk sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Mulai dari menjual kelereng, gambaran, petasan hingga menjual koran, menjadi tukang parkir serta ojek payung, Hamzah Izzulhaq, demikian nama entrepreneur muda ini memoles jiwa entrepreneurship-nya. Bertujuan menambah uang saku, ia melakoni semua itu di sela-sela waktu luang saat kelas 5 SD.
Hamzah mulai menekuni bisnisnya secara serius ketika beranjak remaja dan duduk di bangku kelas 1 SMA. Ia berjualan pulsa dan buku sekolah setiap pergantian semester. Pemuda kelahiran Jakarta, 26 April 1993 ini melobi sang paman yang kebetulan bekerja di sebuah toko buku besar untuk menjadi distributor dengan diskon sebesar 30% per buku. “Buku itu lalu saya jual ke teman-teman dan kakak kelas. Saya beri diskon untuk mereka 10%, sehingga saya mendapat 20% dari setiap buku yang berhasil terjual. Alhamdulillah, saya mengantongi nett profit pada saat itu mencapai Rp950 ribu/semester,” aku Hamzah kepada CiputraEntrepreneurship.com.
Uang jerih payah dari hasil penjualan pulsa dan keuntungan buku kemudian ditabungnya. Sebagian dipakai untuk membuka konter pulsa dimana bagian operasional diserahkan kepada teman SMP-nya sementara Hamzah hanya menaruh modal saja. Sayangnya, bisnis itu tak berjalan lancar. Omzet yang didapat sering kali dipakai tanpa sepengetahuan dan seizin Hamzah. Voucher pulsapun juga sering dikonsumsi secara pribadi. Dengan kerugian yang diteriman, Hamzah akhirnya memutuskan untuk menutup usaha yang hanya berjalan selama kurang lebih 3 bulan itu. “Sampai sekarang etalase untuk menjual pulsa masih tersimpan di gudang rumah,” kenang Hamzah sambil tertawa.
Dengan menyimpan rasa kecewa, Hamzah berusaha bangkit. “Saya sangat suka membaca buku-buku pengembangan diri dan bisnis. Terutama buku “Ciputra Way” dan “Quantum Leap”. Sehingga itu yang membuat saya bangkit ketika rugi berbisnis,” jelasnya. Bermodal sisa tabungan di bank, Hamzah mulai berjualan pulsa kembali. Beberapa bulan kemudian, tepatnya ketika ia kelas 2 SMA, Hamzah membeli alat mesin pin. Hal itu nekat dilakoninya karena ia melihat peluang usaha di sekolahnya yang sering mengadakan sejumlah acara seperti pentas seni, OSIS dan lainnya, yang biasanya membutuhkan pin serta stiker. Dari acara-acara di sekolah, ia menerima order yang cukup besar. Tapi lagi-lagi ia harus menerima kenyataan merugi lantaran tak menguasai teknik sehingga banyak produk orderan yang gagal cetak dan mesinnya pun rusak. “Ayah sedikit marah dengan kerugian yang saya buat itu,” lanjut Hamzah.
Dari kerugian itu, Hamzah merenung dan membaca biografi pengusaha sukses untuk menumbuhkan kembali semangatnya. Tak berapa lama, ia mulai berjualan snack di sekolah seperti roti, piza dan kue-kue. Profit yang terkumpul dari penjualan makanan ringan itu sebesar Rp5 juta. Pada pertengahan kelas 2 SMA, ia menangkap peluang bisnis lagi. Ketika sedang mengikuti seminar dan komunitas bisnis pelajar bertajuk Community of Motivator and Entrepreneur (COME), Hamzah bertemu dengan mitra bisnisnya yang menawari usaha franchise bimbingan belajar (bimbel) bernama Bintang Solusi Mandiri. “Rekan bisnis saya itu juga masih sangat muda, usianya baru 23 tahun. Tapi bimbelnya sudah 44 cabang,” terangnya.
Hamzah lalu diberi prospektus dan laporan keuangan salah satu cabang bimbel di lokasi Johar Baru, Jakarta Pusat, yang kebetulan ingin di-take over dengan harga jual sebesar Rp175 juta. Dengan hanya memegang modal Rp5 juta, pengusaha muda lulusan SMAN 21 Jakarta Timur ini melobi sang ayah untuk meminjam uang sebagai tambahan modal bisnisnya. “Saya meminjam Rp70 juta dari ayah yang seharusnya uang itu ingin dibelikan mobil. Saya lalu melobi rekan saya untuk membayar Rp75 juta dulu dan sisanya yang Rp100 juta dicicil dari keuntungan tiap semester. Alhamdulillah, permintaan saya dipenuhi,” kenang Hamzah.
Dari franchise bimbel itu, bisnis Hamzah berkembang pesat. Keuntungan demi keuntungan selalu diputarnya untuk membuat bisnisnya lebih maju lagi. Kini, Hamzah telah memiliki 3 lisensi franchise bimbel dengan jumlah siswa diatas 200 orang tiap semester. Total omzet yang diperolehnya sebesar Rp360 juta/semester dengan nett profit sekitar Rp180 juta/semester. Sukses mengelola bisnis franchise bimbelnya, Hamzah lalu melirik bisnis kerajinan SofaBed di area Tangerang.
Sejak bulan Agustus lalu, bisnis Hamzah telah resmi berbadan hukum dengan nama CV Hamasa Indonesia. Lulusan SMA tahun 2011 ini duduk sebagai direktur utama di perusahaan miliknya yang omzetnya secara keseluruhan mencapai Rp100 juta per bulan. “Saat ini saya sedang mencicil perlahan-lahan modal yang saya pinjam 2 tahun lalu dari ayah. Alhamdulillaah, berkat motivasi dan Pak Ci saya sudah bisa ke Singapore dan Malaysia dengan hasil uang kerja keras sendiri,” ujarnya.
Menurut Hamzah, dari pengalamannya, berbisnis di usia muda memiliki sejumlah tantangan plus kendala seperti misalnya diremehkan, tidak dipercaya dan lain sebagainya. Hal itu dianggapnya wajar. “Maklum saja, sebab di Indonesia, entrepreneur muda dibawah 20 tahun masih amat langka. Kalau di Amerika usia seperti saya ini mungkin hal yang sangat biasa,” tutupnya. (*/ely)
[url]http://jejakorangsukses.blogspot.com/2012/03/kisah-sukses-hamzah-izzulhaq.html
[/url]
Spoiler for pic:

Hamzah mulai menekuni bisnisnya secara serius ketika beranjak remaja dan duduk di bangku kelas 1 SMA. Ia berjualan pulsa dan buku sekolah setiap pergantian semester. Pemuda kelahiran Jakarta, 26 April 1993 ini melobi sang paman yang kebetulan bekerja di sebuah toko buku besar untuk menjadi distributor dengan diskon sebesar 30% per buku. “Buku itu lalu saya jual ke teman-teman dan kakak kelas. Saya beri diskon untuk mereka 10%, sehingga saya mendapat 20% dari setiap buku yang berhasil terjual. Alhamdulillah, saya mengantongi nett profit pada saat itu mencapai Rp950 ribu/semester,” aku Hamzah kepada CiputraEntrepreneurship.com.
Uang jerih payah dari hasil penjualan pulsa dan keuntungan buku kemudian ditabungnya. Sebagian dipakai untuk membuka konter pulsa dimana bagian operasional diserahkan kepada teman SMP-nya sementara Hamzah hanya menaruh modal saja. Sayangnya, bisnis itu tak berjalan lancar. Omzet yang didapat sering kali dipakai tanpa sepengetahuan dan seizin Hamzah. Voucher pulsapun juga sering dikonsumsi secara pribadi. Dengan kerugian yang diteriman, Hamzah akhirnya memutuskan untuk menutup usaha yang hanya berjalan selama kurang lebih 3 bulan itu. “Sampai sekarang etalase untuk menjual pulsa masih tersimpan di gudang rumah,” kenang Hamzah sambil tertawa.
Dengan menyimpan rasa kecewa, Hamzah berusaha bangkit. “Saya sangat suka membaca buku-buku pengembangan diri dan bisnis. Terutama buku “Ciputra Way” dan “Quantum Leap”. Sehingga itu yang membuat saya bangkit ketika rugi berbisnis,” jelasnya. Bermodal sisa tabungan di bank, Hamzah mulai berjualan pulsa kembali. Beberapa bulan kemudian, tepatnya ketika ia kelas 2 SMA, Hamzah membeli alat mesin pin. Hal itu nekat dilakoninya karena ia melihat peluang usaha di sekolahnya yang sering mengadakan sejumlah acara seperti pentas seni, OSIS dan lainnya, yang biasanya membutuhkan pin serta stiker. Dari acara-acara di sekolah, ia menerima order yang cukup besar. Tapi lagi-lagi ia harus menerima kenyataan merugi lantaran tak menguasai teknik sehingga banyak produk orderan yang gagal cetak dan mesinnya pun rusak. “Ayah sedikit marah dengan kerugian yang saya buat itu,” lanjut Hamzah.
Dari kerugian itu, Hamzah merenung dan membaca biografi pengusaha sukses untuk menumbuhkan kembali semangatnya. Tak berapa lama, ia mulai berjualan snack di sekolah seperti roti, piza dan kue-kue. Profit yang terkumpul dari penjualan makanan ringan itu sebesar Rp5 juta. Pada pertengahan kelas 2 SMA, ia menangkap peluang bisnis lagi. Ketika sedang mengikuti seminar dan komunitas bisnis pelajar bertajuk Community of Motivator and Entrepreneur (COME), Hamzah bertemu dengan mitra bisnisnya yang menawari usaha franchise bimbingan belajar (bimbel) bernama Bintang Solusi Mandiri. “Rekan bisnis saya itu juga masih sangat muda, usianya baru 23 tahun. Tapi bimbelnya sudah 44 cabang,” terangnya.
Hamzah lalu diberi prospektus dan laporan keuangan salah satu cabang bimbel di lokasi Johar Baru, Jakarta Pusat, yang kebetulan ingin di-take over dengan harga jual sebesar Rp175 juta. Dengan hanya memegang modal Rp5 juta, pengusaha muda lulusan SMAN 21 Jakarta Timur ini melobi sang ayah untuk meminjam uang sebagai tambahan modal bisnisnya. “Saya meminjam Rp70 juta dari ayah yang seharusnya uang itu ingin dibelikan mobil. Saya lalu melobi rekan saya untuk membayar Rp75 juta dulu dan sisanya yang Rp100 juta dicicil dari keuntungan tiap semester. Alhamdulillah, permintaan saya dipenuhi,” kenang Hamzah.
Dari franchise bimbel itu, bisnis Hamzah berkembang pesat. Keuntungan demi keuntungan selalu diputarnya untuk membuat bisnisnya lebih maju lagi. Kini, Hamzah telah memiliki 3 lisensi franchise bimbel dengan jumlah siswa diatas 200 orang tiap semester. Total omzet yang diperolehnya sebesar Rp360 juta/semester dengan nett profit sekitar Rp180 juta/semester. Sukses mengelola bisnis franchise bimbelnya, Hamzah lalu melirik bisnis kerajinan SofaBed di area Tangerang.
Sejak bulan Agustus lalu, bisnis Hamzah telah resmi berbadan hukum dengan nama CV Hamasa Indonesia. Lulusan SMA tahun 2011 ini duduk sebagai direktur utama di perusahaan miliknya yang omzetnya secara keseluruhan mencapai Rp100 juta per bulan. “Saat ini saya sedang mencicil perlahan-lahan modal yang saya pinjam 2 tahun lalu dari ayah. Alhamdulillaah, berkat motivasi dan Pak Ci saya sudah bisa ke Singapore dan Malaysia dengan hasil uang kerja keras sendiri,” ujarnya.
Menurut Hamzah, dari pengalamannya, berbisnis di usia muda memiliki sejumlah tantangan plus kendala seperti misalnya diremehkan, tidak dipercaya dan lain sebagainya. Hal itu dianggapnya wajar. “Maklum saja, sebab di Indonesia, entrepreneur muda dibawah 20 tahun masih amat langka. Kalau di Amerika usia seperti saya ini mungkin hal yang sangat biasa,” tutupnya. (*/ely)
[url]http://jejakorangsukses.blogspot.com/2012/03/kisah-sukses-hamzah-izzulhaq.html
Diubah oleh HandoyoBoy 31-10-2012 10:39
0
Kutip
Balas
