- Beranda
- The Lounge
13 Pengusaha Muda Indonesia yang Sukses [Serba 13]
...
TS
HandoyoBoy
13 Pengusaha Muda Indonesia yang Sukses [Serba 13]
Quote:
Ada yang tanya kenapa Andrew Darwis si mimin kaskus gak masuk gan.. kalo mimin sich dah gak usah dibahas lagi ya gan, coz kita semua tau lah..beliau itu siapa.. hehe.. Peace! ya min! ^_^
Quote:
Index (ada yang 1 halaman 2 orang ya gan) :
1. Victor Giovan Raihan (Teh Kempot)
2. Riezka Rahmatiana (Pisang Ijo)=> cakeeeepppp...bangggetttt... gannnn...
3. Hendy setiyono (Kebab Baba Rafi)
4. Hamzah Izzulhaq (franchise bimbel)
5. Yunara Ningrum Nasution, Syifa Fauziah, dan Manggarsari (Boneka Anatomi) dan
6. Teguh Wahyudi (Sariraya, Perusahaan Tempe)
7. Elang Gumilang (perumahan amat sederhana bertipe 22/60)
8. Merry Riana (Speaker,Trainer dan menjadi Motivator Wanita No.1 di Asia) dan
9. Reza Nurhilman (Keripik Maicih)
10. Rangga Umara (Lele Lela) dan
11. Bong Chandra (pebisnis, pembicara, dan juga motivator populer)
12. Donny Pramono (Sour Sally-Frozen Youghurt) dan
13. Fredi Tumakaka (Sepatu Praja-Amerika)
1. Victor Giovan Raihan (Teh Kempot)
2. Riezka Rahmatiana (Pisang Ijo)=> cakeeeepppp...bangggetttt... gannnn...

3. Hendy setiyono (Kebab Baba Rafi)
4. Hamzah Izzulhaq (franchise bimbel)
5. Yunara Ningrum Nasution, Syifa Fauziah, dan Manggarsari (Boneka Anatomi) dan
6. Teguh Wahyudi (Sariraya, Perusahaan Tempe)
7. Elang Gumilang (perumahan amat sederhana bertipe 22/60)
8. Merry Riana (Speaker,Trainer dan menjadi Motivator Wanita No.1 di Asia) dan
9. Reza Nurhilman (Keripik Maicih)
10. Rangga Umara (Lele Lela) dan
11. Bong Chandra (pebisnis, pembicara, dan juga motivator populer)
12. Donny Pramono (Sour Sally-Frozen Youghurt) dan
13. Fredi Tumakaka (Sepatu Praja-Amerika)
Quote:
Pertama2 cek repost dulu gan..
Spoiler for cek repost:
Quote:
Jangan lupa juga buat

ya gan.. biar semua kaskuser bisa liat n jadi isnspirasi gan.. 


ya gan.. biar semua kaskuser bisa liat n jadi isnspirasi gan.. 
Spoiler for komen bermutu:
Quote:
Original Posted By crazy frog►ditunggu update nya gan, buat inspirasi nih...
Quote:
Original Posted By nartoy►wah inspiratif banget
Quote:
Quote:
Original Posted By zealow►inspiratif Gan 

Quote:
Original Posted By RHP18►Anak muda yang banyak menginspirasi orang-orang Indonesia
Quote:
Original Posted By jaga.kali►
sangat inspiratip nih tritnya...
bantu
gaaaan...
sangat inspiratip nih tritnya...

bantu
gaaaan...Quote:
Original Posted By jargo►
ane pngen ky mreka gan...
ane
dolo ya.. soalnya
blon mateng...
baru jadi
ane pngen ky mreka gan...
ane
dolo ya.. soalnya
blon mateng...baru jadi

Quote:
Original Posted By stefensinyo►nais inpoh gan...
semoga dapat menjadi inspirasi buat kita smua....
semoga dapat menjadi inspirasi buat kita smua....
Quote:
Original Posted By rachman110►bener-bener nice info neh... mantepp banget,, kapanyee bisa enterpreuner
Quote:
Original Posted By rendezvous04►wiih mantep gan bisa jadi inspirasi dan motivasi ane nih buat jadi pengusaha
Quote:
Quote:
Original Posted By kevincostan►amat sangat menginspirasi
Quote:
Original Posted By forgotten.tombs►keren sob!!!
buat motivator
buat motivator
Quote:
Original Posted By ChelseaKaskus►Wah thread ente bagus banget gan
Quote:
Original Posted By hororteror►Salut buat mereka,, Semoga bisa menjadi inspirasi buat kita semua
Quote:
Original Posted By bhangoen4us►inpiratif nih ... thx bro infonya ...
Quote:
Original Posted By bahigin►menginspirasi gan, tengs ser-nya 

Quote:
Original Posted By aditcahblitar►Wah Udah banyak yg sukses !
Saya juga harus sukses
Saya juga harus sukses
Quote:
Original Posted By electroharmonix►bener2 harus menjadi panutan
ayo semua belajar berbisnis
hilangkan jiwa pegawai
ayo semua belajar berbisnis
hilangkan jiwa pegawai
Quote:
Original Posted By makayla1708►Hebatttttt,,,,
Quote:
Original Posted By ujangbandith►wew bener bener menginspirasi gan ....
nice share gan
nice share gan
Quote:
Original Posted By MMSHOESID►inspiratif bgt gan
Banyak yang bilang menginspirasi, salah satu syarat pemenang lomba, doain ane menang ya gan..

Quote:
Original Posted By hendyshinkai►wah ada yg ampe sukses di amerika...
tapi mank rata2 pebisnis/pengusaha muda yg sukses rata2 dari bawah ya,dari org ga mampu,jarang ada yg anak org kaya trus usahax ampe sukses,soalx beda semangatx... (fakta loh)..
ane salut ama cewe yg usahax lancar n sukses,tu membuktikan cewe ga kalah gigih ama cowo...
tapi mank rata2 pebisnis/pengusaha muda yg sukses rata2 dari bawah ya,dari org ga mampu,jarang ada yg anak org kaya trus usahax ampe sukses,soalx beda semangatx... (fakta loh)..

ane salut ama cewe yg usahax lancar n sukses,tu membuktikan cewe ga kalah gigih ama cowo...

Iya gan, makasih atas komentar bermutunya gan

Quote:
Original Posted By pertamaho►kategori muda kriterianya umur berapa gan? mimin mestinya khan bisa masuk, khan masih muda

haha.. iya juga ya gan, tapi pas ane googling ya dapetnya itu doank gan.. hehe..

Quote:
Original Posted By fendygo►nica thread gan, sangat memotivasi. Apalgi ane bacanya sambil dengerin lagu "Hall of Fame" dari the script, beuh mantap dah. Semoga kita ntar termasuk orang2 yang bisa masuk daftar pengusaha sukses ya gan. Amiiin.


Amiieenn... terima kasih pujiannya gan
Quote:
13 PENGUSAHA MUDA INDONESIA YANG SUKSES
Sebenernya banyak banget gan pengusaha2 muda indonesia yang bisa dibilang sukses, tapi berhubung ini ada hubungan dengan ULTAH KASKUS yang ke-13, dan juga turut memperingati hari sumpah pemuda, maka ane bikin thread kaya gini gan..
Sebenernya banyak banget gan pengusaha2 muda indonesia yang bisa dibilang sukses, tapi berhubung ini ada hubungan dengan ULTAH KASKUS yang ke-13, dan juga turut memperingati hari sumpah pemuda, maka ane bikin thread kaya gini gan..

Oke kalo gitu kita mulai aja ya gan.. ^_^
Quote:
1. Victor Giovan Raihan (Teh Kempot)
![13 Pengusaha Muda Indonesia yang Sukses [Serba 13]](https://dl.kaskus.id/4.bp.blogspot.com/-Fj0aRvVdCiM/TWniauzOU8I/AAAAAAAAOFw/DlGom4u6arE/s1600/0826187620X310.jpg)
Bisnis aneka minuman cepat saji kian mengalir. Mulai mengusung merek pribadi hingga waralaba (franchise). Bahan dasarnya bisa susu, cincao, teh, sinom alias jamu, buah, hingga yang serba racikan sendiri. Bisnis teh kemasan siap saji misalnya, banyak diminati lantaran keuntungan yang diperoleh cukup besar, cara pembuatannya juga tak sulit.
Meracik teh yoghurt kini menjadi andalannya. Padahal, Victor Giovan Raihan, pelajar 18 tahun ini, semula hanya iseng-iseng saja membuat minuman yang memadukan teh dan susu fermentasi ini. Hasilnya, minuman olahannya ternyata memiliki banyak penggemar.
“Modal awalnya Rp 3 juta dengan meminjam dari orangtua sekitar 2010. Saat ini per outlet paling apes menghasilkan Rp 2 juta per bulan. Outlet lain yang ramai bisa lebih dari itu,” aku pemilik merek Teh Kempot ini.
Ide menamai Teh Kempot berasal dari cara orang minum teh kemasan dengan sedotan, jika teh terasa enak dan hampir habis pasti orang akan terus menyedot hingga bentuk pipinya kempot. Begitu kira-kira harapan Victor menjadikan teh yoghurt berasa paling yummy.
Sulung dua bersaudara yang bersekolah di SMA Negeri 1 Kepanjen ini memiliki 10 outlet yang dikelola sendiri dan 17 outlet yang dikelola oleh mitranya. Bermitra dengannya cukup bayar Rp 3,5 juta dan akan mendapatkan 1 paket booth (gerobak), alat masak dan 100 cup (gelas kemasan) pertama. Dua mitra diantaranya ada di Jakarta dan Palembang, lainnya tersebar di Kota Malang.
“Saya belum berani menjual hak dagang secara franchise karena masih sangat pemula. Jujur saja bisnis teh kemasan siap saji ini marjin keuntungannya bisa 350 persen. Kalau kuliner seperti, Bakso Mercon yang sedang saya kelola, marjin keuntungannya hanya 100 persen,” lanjut putra pasangan Sri Winarsih dan Bambang Hermanto.
Victor memang lebih dulu mengelola bisnis bakso, ketimbang teh yoghurt. Outlet baksonya baru ada lima, kesemuanya ada di Malang. Tahun ini, ia berencana nambah lima outlet. Bisnis yang dikelolanya ini belakangan berkembang ke minuman. Alasannya sederhana, kalau orang makan bakso pasti butuh minum.
“Saya coba beli daun teh setengah matang dari pemasok, saya kelola sendiri lalu saya mix dengan yoghurt (susu fermentasi). Ada rasa lemon tea, stoberi, dan cokelat,” ujar pria yang bermukim di Jl Panji II Kepanjen ini.
Per kemasan atau segelas teh yoghurt ukuran 250 ml dijual seharga Rp 2.000-2.500. Jumlah karyawan yang bekerja padanya kini tak kurang dari 50 orang, termasuk untuk outlet bakso dan teh yoghurt.
Setiap harinya, ia bisa menghabiskan 20 kg daun teh kering untuk diproduksi atau menjadi 70 gelas. Gula yang dibutuhkan 4 kg per outlet per hari. Sedangkan kebutuhan daging untuk bakso sekitar 20 kg per hari.
“Usaha bakso tetap akan jadi core business saya karena omzetnya besar. Kalau teh hanya sampingan. Ke depan, saya akan tambah mitra di kota-kota besar, seperti Surabaya dan Sidoarjo,” lanjut Victor.
Ia mengaku, jalan yang ia tempuh dari hasil kerja kerasnya kini membawa keberuntungan yang luar biasa di usianya yang masih belia. “Saya tidak tahu jika dulu saya mengikuti anjuran ayah untuk sekolah di kepolisian apa ‘omzet’nya akan sebesar ini. Keluarga besar saya semua di jalur angkatan bersenjata. Tapi saya tidak minat mengikuti jejak tersebut,” yakinnya.
Untuk perluasan usaha, Victor masih enggan mengajukan kredit kemana-mana. Pakai modal pribadi dan pinjam orangtua masih memungkinkan. “Toh bapak saya dapat fasilitas kredit dari bank, yakni kredit kepolisian. Saya pinjam dari situ juga,” pungkasnya.
http://forum.kompas.com/nasional/696...-18-tahun.html
Spoiler for pic:
![13 Pengusaha Muda Indonesia yang Sukses [Serba 13]](https://dl.kaskus.id/4.bp.blogspot.com/-Fj0aRvVdCiM/TWniauzOU8I/AAAAAAAAOFw/DlGom4u6arE/s1600/0826187620X310.jpg)
Meracik teh yoghurt kini menjadi andalannya. Padahal, Victor Giovan Raihan, pelajar 18 tahun ini, semula hanya iseng-iseng saja membuat minuman yang memadukan teh dan susu fermentasi ini. Hasilnya, minuman olahannya ternyata memiliki banyak penggemar.
“Modal awalnya Rp 3 juta dengan meminjam dari orangtua sekitar 2010. Saat ini per outlet paling apes menghasilkan Rp 2 juta per bulan. Outlet lain yang ramai bisa lebih dari itu,” aku pemilik merek Teh Kempot ini.
Ide menamai Teh Kempot berasal dari cara orang minum teh kemasan dengan sedotan, jika teh terasa enak dan hampir habis pasti orang akan terus menyedot hingga bentuk pipinya kempot. Begitu kira-kira harapan Victor menjadikan teh yoghurt berasa paling yummy.
Sulung dua bersaudara yang bersekolah di SMA Negeri 1 Kepanjen ini memiliki 10 outlet yang dikelola sendiri dan 17 outlet yang dikelola oleh mitranya. Bermitra dengannya cukup bayar Rp 3,5 juta dan akan mendapatkan 1 paket booth (gerobak), alat masak dan 100 cup (gelas kemasan) pertama. Dua mitra diantaranya ada di Jakarta dan Palembang, lainnya tersebar di Kota Malang.
“Saya belum berani menjual hak dagang secara franchise karena masih sangat pemula. Jujur saja bisnis teh kemasan siap saji ini marjin keuntungannya bisa 350 persen. Kalau kuliner seperti, Bakso Mercon yang sedang saya kelola, marjin keuntungannya hanya 100 persen,” lanjut putra pasangan Sri Winarsih dan Bambang Hermanto.
Victor memang lebih dulu mengelola bisnis bakso, ketimbang teh yoghurt. Outlet baksonya baru ada lima, kesemuanya ada di Malang. Tahun ini, ia berencana nambah lima outlet. Bisnis yang dikelolanya ini belakangan berkembang ke minuman. Alasannya sederhana, kalau orang makan bakso pasti butuh minum.
“Saya coba beli daun teh setengah matang dari pemasok, saya kelola sendiri lalu saya mix dengan yoghurt (susu fermentasi). Ada rasa lemon tea, stoberi, dan cokelat,” ujar pria yang bermukim di Jl Panji II Kepanjen ini.
Per kemasan atau segelas teh yoghurt ukuran 250 ml dijual seharga Rp 2.000-2.500. Jumlah karyawan yang bekerja padanya kini tak kurang dari 50 orang, termasuk untuk outlet bakso dan teh yoghurt.
Setiap harinya, ia bisa menghabiskan 20 kg daun teh kering untuk diproduksi atau menjadi 70 gelas. Gula yang dibutuhkan 4 kg per outlet per hari. Sedangkan kebutuhan daging untuk bakso sekitar 20 kg per hari.
“Usaha bakso tetap akan jadi core business saya karena omzetnya besar. Kalau teh hanya sampingan. Ke depan, saya akan tambah mitra di kota-kota besar, seperti Surabaya dan Sidoarjo,” lanjut Victor.
Ia mengaku, jalan yang ia tempuh dari hasil kerja kerasnya kini membawa keberuntungan yang luar biasa di usianya yang masih belia. “Saya tidak tahu jika dulu saya mengikuti anjuran ayah untuk sekolah di kepolisian apa ‘omzet’nya akan sebesar ini. Keluarga besar saya semua di jalur angkatan bersenjata. Tapi saya tidak minat mengikuti jejak tersebut,” yakinnya.
Untuk perluasan usaha, Victor masih enggan mengajukan kredit kemana-mana. Pakai modal pribadi dan pinjam orangtua masih memungkinkan. “Toh bapak saya dapat fasilitas kredit dari bank, yakni kredit kepolisian. Saya pinjam dari situ juga,” pungkasnya.
http://forum.kompas.com/nasional/696...-18-tahun.html
Diubah oleh HandoyoBoy 13-11-2012 08:41
0
120.7K
Kutip
207
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•105.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
HandoyoBoy
#1
Quote:
2. Riezka Rahmatiana (Pisang Ijo)
![kaskus-image]()
Riezka Rahmatiana,Inspirasi pisang ijo
Jasmine memang berarti melati. Dalam plesetan yang dibuat perempuan Riezka Rahmatiana (23), kata ”jasmine” diubah menjadi ”JustMine” untuk mengangkat penganan tradisional pisang ijo asli Makassar ke masyarakat. Bahkan, pisang ijo ini dijadikan peluang usaha waralaba.
Mirip semerbak keharuman bunga melati, gadis kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 26 Maret 1986 ini mengawali usaha kecilnya pada saat duduk di bangku kuliah sebagai mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung. Kini, kartu namanya sudah tertulis Riezka Rahmatiana sebagai Presiden Direktur ”JustMine”.
Semangat kewirausahaan, begitulah yang mengawali Riezka. Awalnya, kata Riezka, adalah kesumpekan. Banting tulang orangtuanya dalam mencukupi kebutuhan keluarga, termasuk menyekolahkan anak-anak, mendasari pikiran Riezka untuk berupaya agar dia bisa berdiri di atas kakinya sendiri.
Orang tua bekerja sejak pagi hingga larut malam. Hasil banting tulang seharian dilakukan untuk meraih gaji. Kemandirian wirausaha itulah yang secara diam-diam tumbuh dalam diri Riezka.
”Saya tidak mau menyusahkan orangtua. Berbekal modal awal Rp 13,5 juta, tahun 2007 bisnis makanan pisang ijo yang segar mulai menjadi pilihan untuk dipasarkan di Kota Bandung,” kata Riezka.
Ketika mengambil keputusan berwirausaha di sela-sela kuliahnya, anak pertama dari dua bersaudara ini mengaku mendapat larangan keras dari orangtuanya. Mereka menganjurkan dia agar mencari pekerjaan yang aman.
Riezka pun menuturkan jatuh dan bangunnya mencicipi aneka pekerjaan di sela-sela kuliahnya. Mulai dari menjadi anggota jaringan pemasaran alias multi level marketing (MLM), penjual pulsa telepon seluler, hingga menjajal bekerja di sebuah kafe. Dari sebagian menyisihkan penghasilan bekerjanya selama itulah, Riezka memulai usaha pisang ijo khas Makassar.
Tanggal 16 Maret 2009 menjadi momentum perjalanan wirausahanya. Riezka memang belum pernah ke Makassar, tetapi ketekunannya mencari penganan tradisional dan kemauannya untuk belajar memproduksi pisang ijo itulah menjadi modal dasarnya. Tanya-tanya resep pun terus dilakukannya.
Pisang dipandang sebagai bahan baku yang relatif murah dan selalu mudah diperoleh di pasar. Hanya dengan dibalut adonan tepung beras yang diberi warna hijau, sajian khas ini bisa mulai dipasarkan dengan nama tren Pisang Ijo.
Dari sanalah kreativitas Riezka bermunculan. Dari sajian pisang ijo orisinal, Riezka mengembangkannya dengan aneka rasa, seperti pisang ijo vanila, stroberi, coklat, dan durian. Semangkok pisang ijo yang disiram sedikit cairan fla yang gurih akan menjadi bertambah segar apabila ditambah pecahan es batu. Apalagi, kreativitasnya dilakukan dengan menambahkan serutan keju dan mesis coklat.
Penghasilan tak terbatas
Dorongan menjadi entrepreneur terjadi justru ketika Riezka membaca buku berjudul Cashflow Quadrant bahwa tidak ada karyawan yang bisa memperoleh penghasilan tak terbatas.
Benarkah hipotesis tersebut? Riezka membuktikan lewat ketekunannya. ”Kalau orang atau setidaknya orangtua saya bekerja dari pagi hingga malam, untuk pada akhirnya mencari penghasilan, saya justru sebaliknya. Kita semestinya tidak bekerja mengejar penghasilan, tetapi biarlah uang mendatangi kita,” ujar Riezka yang akhirnya mewaralabakan usahanya itu.
Dari usaha kecilnya ini, Riezka membuka peluang berinvestasi dengan sistem waralaba. Alhasil, dari satu gerai, kini ada 10 pewaralaba pisang ijo yang tersebar, terutama di kota Bandung, Jawa Barat.
Pemilihan mitra pun dilakukan selektif karena visi yang diemban adalah ”Kepuasan konsumen adalah kepuasan kami. Kesuksesan mitra adalah kesuksesan kami.” Pemilihan gerai bukan sekadar melihat berkas yang diajukan calon mitra, apalagi uang waralaba yang disiapkan mitra.
Melalui penelitian lokasi pasar, Riezka berani mengambil keputusan diterima atau tidaknya seorang mitra. Dia pun memprediksi, besarnya potensi pasar terhadap produknya di lokasi tertentu.
”Sasarannya tetaplah mahasiswa. Karena itu, lingkungan kampus menjadi target lokasi,” kata Riezka.
Bersama sahabatnya, Erwin Burhanudin, Riezka membangun sistem waralaba. Mereka pun mengaku tidak ingin gegabah memperoleh sebanyak-banyaknya pewaralaba. Kapasitas produksi tetap harus menjadi acuan usahanya.
Cepat atau lambat, Riezka yang murah senyum kini sudah mulai menuai hasil. Enam karyawannya ikut bekerja keras menunjang usaha waralabanya dengan memproduksi sekitar 500 porsi setiap harinya.
Soal keuntungan, pokoknya sangat menggiurkan. Sebagai wirausaha muda yang berhasil masuk sebagai finalis tingkat nasional Wirausaha Muda Mandiri 2008, Riezka hanya berharap, setitik perjalanan hidupnya bisa memberikan napas kehidupan masyarakat sekitarnya.
Kalau kita ingin sukses, kita harus "bertanya" kepada orang yang diatas rata-rata ( orang yang lebih sukses ) dan "mendengarkan" nasihat mereka."
[url]http://inilahpengusaha.blogspot.com/2010/09/riezka-rahmatianainspirasi-pisang-ijo.html
[/url]
Spoiler for pic:

Jasmine memang berarti melati. Dalam plesetan yang dibuat perempuan Riezka Rahmatiana (23), kata ”jasmine” diubah menjadi ”JustMine” untuk mengangkat penganan tradisional pisang ijo asli Makassar ke masyarakat. Bahkan, pisang ijo ini dijadikan peluang usaha waralaba.
Mirip semerbak keharuman bunga melati, gadis kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 26 Maret 1986 ini mengawali usaha kecilnya pada saat duduk di bangku kuliah sebagai mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung. Kini, kartu namanya sudah tertulis Riezka Rahmatiana sebagai Presiden Direktur ”JustMine”.
Semangat kewirausahaan, begitulah yang mengawali Riezka. Awalnya, kata Riezka, adalah kesumpekan. Banting tulang orangtuanya dalam mencukupi kebutuhan keluarga, termasuk menyekolahkan anak-anak, mendasari pikiran Riezka untuk berupaya agar dia bisa berdiri di atas kakinya sendiri.
Orang tua bekerja sejak pagi hingga larut malam. Hasil banting tulang seharian dilakukan untuk meraih gaji. Kemandirian wirausaha itulah yang secara diam-diam tumbuh dalam diri Riezka.
”Saya tidak mau menyusahkan orangtua. Berbekal modal awal Rp 13,5 juta, tahun 2007 bisnis makanan pisang ijo yang segar mulai menjadi pilihan untuk dipasarkan di Kota Bandung,” kata Riezka.
Ketika mengambil keputusan berwirausaha di sela-sela kuliahnya, anak pertama dari dua bersaudara ini mengaku mendapat larangan keras dari orangtuanya. Mereka menganjurkan dia agar mencari pekerjaan yang aman.
Riezka pun menuturkan jatuh dan bangunnya mencicipi aneka pekerjaan di sela-sela kuliahnya. Mulai dari menjadi anggota jaringan pemasaran alias multi level marketing (MLM), penjual pulsa telepon seluler, hingga menjajal bekerja di sebuah kafe. Dari sebagian menyisihkan penghasilan bekerjanya selama itulah, Riezka memulai usaha pisang ijo khas Makassar.
Tanggal 16 Maret 2009 menjadi momentum perjalanan wirausahanya. Riezka memang belum pernah ke Makassar, tetapi ketekunannya mencari penganan tradisional dan kemauannya untuk belajar memproduksi pisang ijo itulah menjadi modal dasarnya. Tanya-tanya resep pun terus dilakukannya.
Pisang dipandang sebagai bahan baku yang relatif murah dan selalu mudah diperoleh di pasar. Hanya dengan dibalut adonan tepung beras yang diberi warna hijau, sajian khas ini bisa mulai dipasarkan dengan nama tren Pisang Ijo.
Dari sanalah kreativitas Riezka bermunculan. Dari sajian pisang ijo orisinal, Riezka mengembangkannya dengan aneka rasa, seperti pisang ijo vanila, stroberi, coklat, dan durian. Semangkok pisang ijo yang disiram sedikit cairan fla yang gurih akan menjadi bertambah segar apabila ditambah pecahan es batu. Apalagi, kreativitasnya dilakukan dengan menambahkan serutan keju dan mesis coklat.
Penghasilan tak terbatas
Dorongan menjadi entrepreneur terjadi justru ketika Riezka membaca buku berjudul Cashflow Quadrant bahwa tidak ada karyawan yang bisa memperoleh penghasilan tak terbatas.
Benarkah hipotesis tersebut? Riezka membuktikan lewat ketekunannya. ”Kalau orang atau setidaknya orangtua saya bekerja dari pagi hingga malam, untuk pada akhirnya mencari penghasilan, saya justru sebaliknya. Kita semestinya tidak bekerja mengejar penghasilan, tetapi biarlah uang mendatangi kita,” ujar Riezka yang akhirnya mewaralabakan usahanya itu.
Dari usaha kecilnya ini, Riezka membuka peluang berinvestasi dengan sistem waralaba. Alhasil, dari satu gerai, kini ada 10 pewaralaba pisang ijo yang tersebar, terutama di kota Bandung, Jawa Barat.
Pemilihan mitra pun dilakukan selektif karena visi yang diemban adalah ”Kepuasan konsumen adalah kepuasan kami. Kesuksesan mitra adalah kesuksesan kami.” Pemilihan gerai bukan sekadar melihat berkas yang diajukan calon mitra, apalagi uang waralaba yang disiapkan mitra.
Melalui penelitian lokasi pasar, Riezka berani mengambil keputusan diterima atau tidaknya seorang mitra. Dia pun memprediksi, besarnya potensi pasar terhadap produknya di lokasi tertentu.
”Sasarannya tetaplah mahasiswa. Karena itu, lingkungan kampus menjadi target lokasi,” kata Riezka.
Bersama sahabatnya, Erwin Burhanudin, Riezka membangun sistem waralaba. Mereka pun mengaku tidak ingin gegabah memperoleh sebanyak-banyaknya pewaralaba. Kapasitas produksi tetap harus menjadi acuan usahanya.
Cepat atau lambat, Riezka yang murah senyum kini sudah mulai menuai hasil. Enam karyawannya ikut bekerja keras menunjang usaha waralabanya dengan memproduksi sekitar 500 porsi setiap harinya.
Soal keuntungan, pokoknya sangat menggiurkan. Sebagai wirausaha muda yang berhasil masuk sebagai finalis tingkat nasional Wirausaha Muda Mandiri 2008, Riezka hanya berharap, setitik perjalanan hidupnya bisa memberikan napas kehidupan masyarakat sekitarnya.
Kalau kita ingin sukses, kita harus "bertanya" kepada orang yang diatas rata-rata ( orang yang lebih sukses ) dan "mendengarkan" nasihat mereka."
[url]http://inilahpengusaha.blogspot.com/2010/09/riezka-rahmatianainspirasi-pisang-ijo.html
Diubah oleh HandoyoBoy 31-10-2012 10:38
0
Kutip
Balas
