Kaskus

Story

cangkir.kosongAvatar border
TS
cangkir.kosong
The Altered World
Misi para mastah-mastah sekalian, ijin kan ane memposting cerita fiksi karya ane yang sedang dalam proses pembuatan. Ini adalah cerita fiksi pertama ane emoticon-Malu (S) jadi mohon maaf kalau ceritanya berantakan dan ngawur soalnya ane juga baru belajar emoticon-Big Grin

genre ceritanya itu sci-fi, fantasy,supranatural dan mungkin dibumbui dengan romance juga. yah intinya ini cerita fiksi, yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata, walaupun ane berharap bisa jadi kenyataan emoticon-Hammer

Mungki nanti ane juga updatenya bakal lama soalnya banyak yg harus dipikirin dan kesibukan di real life, tapi akan diusahakan secepatnya emoticon-Big Grin.

kritik dan saran sangat ane nantikan, agar ane bisa menulis lebih baik lagi kedepannya.

oke cukup pembukaannya, silahkan membaca. emoticon-Big Grin

Spoiler for hal:


Spoiler for main character:

bagi agan yg suka cerita ini, komen dan ratenya akan menambah semangat ane buat meneruskan cerita emoticon-Big Grin dan kalo bisa lempar cendol, ane bakal lebih semangat lagi emoticon-Malu (S) emoticon-Hammer
Diubah oleh cangkir.kosong 19-02-2013 23:46
anasabilaAvatar border
SupermanBalapAvatar border
SupermanBalap dan anasabila memberi reputasi
0
16.2K
235
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
cangkir.kosongAvatar border
TS
cangkir.kosong
#189
Chapter 3 - Part 6
Sejak Sosok bayangan menyeramkan itu muncul, dan perkataannya barusan yang entah kenapa bisa ku mengerti, membuatku menyimpulkan 1 hal. Yah..walaupun ini sangat tidak masuk akal, tapi aku tidak bisa memungkiri. bahwa aku mulai mempercayai perkataannya kemarin malam. Bukan tentang dia adalah cybrog atau seseorang dari masa depan. Aku masih tidak bisa mempercayai itu. Tapi..ada satu hal yang kumengerti semenjak pertama kali aku kenal dengannya. Gadis dengan tingkah laku unik ini sama sekali berbeda dengan gadis remaja lainnya. Atau juga, bisa kubilang…


Bahwa Kristal, bukanlah manusia biasa.


Yah… semoga saja pemikiranku ini salah.


Aku mulai berdiri dan bangkit dari lantai. Kalau di pikir-pikir, rasanya keiadian ini memalukan sekali, karena bisa-bisanya aku tersungkur jatuh ketakutan karena cuma ngeliat bayangan.Dan yang membuatnya makin parah, Kristal melihat sendiri tampangku yang ketakutan, cowok mana yang gak merasa malu kalau dilihat cewek pas lagi kayak gitu?Harga diriku sebagai cowok jadi hilang di depannya.

Kristal masih terus memandangiku yang berdiri di depannya.Akupun Cuma menggaruk-garuk kepala sambil memasang tampang bodoh.

Oh ya, sebaiknya aku harus kembali ke tujuan semula, yaitu mencari rana.

“oh ya, kristal. Apa kamu liat seseorang disini? “ tanyaku padanya.

Dengan ekspresi datarnya, dia terus menatapku.

“aku lihat.”

“wah, dimana kamu liatnya?” perasaanku mulai terasa lega. Berarti kejadian yang ku pikirkan tadi gak terjadi.

“………. di sini.”

“oh… terus kamu tau gak dia kemana lagi?”

Kristal terdiam sejenak, setelah beberapa detik iapun menjawab.

“aku tahu.” Jawabnya, sambil melirik ke sebuah pintu di yang tidak jauh darinya.

Kayaknya dia ngelirik ke pintu kamarnya rana, mungkin si rana emang lagi ada di dalam kamar.

“orang yang kamu lihat barusan itu adikku, namanya rana.” Kataku.Sambil tersenyum kecil.

“dia…. adikmu?” Tanya kristal, sambil memiringkan kepalanya.

Sepertinya dia tidak percaya bahwa cewek yang barusan dia lihat itu adikku.Yah.. orang yang baru pertama kali kenal Rana pasti gak bakal percaya bahwa kakaknya itu aku. Soalnya rana dan aku sama sekali gak ada mirip-miripnya. Adikknya cantik kakaknya biasa aja.

“iya, gak mirip ya? Hahaha… banyak kok yang mikir begitu.Tadi dia sempet ngacak2in kamar yang baru kamu masukin.Oh ya tadi kamu ngapain di kamarku?”

Mata kristal melirik ke kiri dan ke kanan, seakan sedang memikirkan sesuatu. Lalu ia menatapku lagi dan mulai bicara.

“mengembalikan yang terhapus, memperbaiki bagian yang rusak.”

“hah?”

Dia mulai ngomong aneh lagi.kayaknya emang udah jadi kebiasaan dia ngomongin kata absurd yang bikin bingung.

“Oh yaudah, aku mau ke kamar adikku dulu ya.”

“Jangan.”

Cegat kristal, nada suaranya terdengar serius.

“sebaiknya kau masuk ke kamarmu, dan jangan keluar sampai aku masuk.”

“hah, emang kenapa?” aku mulai kebingungan dengan omongannya.

“aku telah membuat sistem keamanan di sana, dan jangan pernah kau buka gorden di belakangku.”

Gorden yang di maksud kristal adalah gorden yang menutup jendela berukuran besar yang ku jelaskan sebelumnya. Berarti yang menutupnya memang dia.

“satu hal lagi, Jika ada seorang gadis yang mengaku adikmu dan meminta tolong padamu, jangan kau percaya.”

Aku semakin tidak mengerti apa yang di bicarakannya.

“aku ke atas sini nyari adikku, kayaknya dia lagi ada masalah. Aku tahu sekarang dia ada di kamarnya kan?” kataku, sambil menunjuk ke arah kamar rana.

“jangan masuk ke sana.” Balas kristal, matanya menatap sangat tajam ke arahku.

Tanpa mempedulikan peringatannya, akupun mulai bergerak ke kamar rana yang berada di sebelah ku. Tapi baru satu langkah berjalan, tiba-tiba lenganku di genggam erat olehnya.Genggamannya sangat kuat, hingga lenganku merasa sangat kesakitan. Kenapa cewek kayak dia punya tenaga sekuat ini?

“aduh duh duh lepasin kristal !!” pintaku ke kristal, sambil meringis kesakitan.

Perlahan, dia mulai merenggangkan genggamannya, akupun langsung menarik tanganku dan melangkah mundur. Aku tak menyangka tenaga seorang perempuan bisa sebesar ini, tulangku serasa mau remuk olehnya. Jika sedikit saja dia menambahkan tenaganya, pasti lenganku ini sudah patah.

Sekilas, ekspresi kristal berubah. Aku tak melihatnya dengan jelas, tapi ekspresinya terlihat sedikit muram. Entah karena dia merasa bersalah atau apa. Yang jelas dia benar-benar tak ingin aku masuk ke kamar rana.

“jangan masuk ke sana.” Kristal memperingatkan ku lagi, dengan kepala sedikit tertunduk dan suara yang direndahkan.

“emangnya kenapa!?” tanyaku, sambil menahan rasa ngilu di tangan kananku.

Dia mengangkat kepalanya lagi, dan menatapku dengan serius

“berbahaya.”

“kenapa kamar adikku bisa bebahaya?” tanyaku, bingung dengan perkataannya.

Setelah beberapa detik kehenigan, tanpa ragu-ragu dia pun menjawab.

“karena, dia bukan adikmu.”

………
……….
…………….


“Hah?”

Dari semua perkataan absurdnya yang pernah ku dengar, hal ini yang paling tidak bisa ku percaya.

“ngomong apa kamu, dia itu adikku !”

Tanpa menghiraukanku, kristal mengambil sesuatu dari punggungnya. Benda yang diambilnya itu adalah sesuatu yang hilang di dapur, dan sempat membuatku berpikir yang tidak-tidak. Melihat benda itu, aku langsung melonjak ketakutan dan mundur menjauhinya.Ternyata firasatku benar. Bahwa benda itu akan di gunakan untuk hal yang berbahaya ; menusuk.

Oh ya, jika kalian bingung kenapa aku mundur dan melonjak ketakutan, Itu karena…


Benda, yang di pegang kristal adalah garpu yang berlumuran darah.


“ja-jadi kamu yang ngambil semua garpu sama pisau di dapur?!”tanyaku, dengan perasaan ketakutan.

“orang yang mengaku adikmu lah yang mengambilnya.” Kata kristal, sambil memegang garpu yang berlumuran darah.

Dengan wajah tanpa emosi dan memegang garpu yang tercampur darah, kristal terlihat seperti sosok bayangan yang kulihat tadi. seorang pembunuh berdarah dingin.

Kakiku mulai bergetar ketakutan, aura mengerikan tadi datang lagi.ingin sekali aku pergi dari sini, tapi entah kenapa tubuhku terasa kaku.


“kau takut?” Tanya kristal, mengatakan hal yang sama dengan tadi.

……..

Aku sama sekali tak bisa menjawab, suaraku seperti tersendat di tenggorokan.

“Pergilah ke kamarmu dan kunci pintunya.Jangan keluar sampai aku masuk.”

“u-untuk apa garpu yang kau pegang itu?” tanyaku, walaupun aku sudah tahu jawabannya.


“…..”


dengan ekspresi datar yang mirip psikopat, dia pun menjawab.


“untuk membunuhnya.”


Perkiraanku benar.

“Membunuh rana?!dia itu adikku!! Kau udah gila apa!! Lagian apa salah dia sampai kamu mau ngebunuh dia!!” teriak ku pada kristal.

Tanpa menjawab, kristal mulai menggerakkan badannya dan melangkah menuju ke arah kamar rana. aku melihat tubuhnya yang menyampingiku. dan juga,ketika ia terus melangkah, aku mulai mengerti kenapa ia ingin membunuh rana.


Kenapa aku bisa mengerti?


Karena ketika kristal berjalan menuju kamar adikku, aku melihat bagian belakang tubuhnya . Dan mataku langsung terbelalak, tidak percaya dengan apa yang terlihat.

Demi apapun, aku tidak akan bisa melupakan pemandangan mengerikan ini seumur hidup.


“k-k-kristal, kamu.…”


Di seluruh bagian belakang tubuhnya, Terdapat banyak garpu yang menancap. Dari betis, paha, dan seluruh permukaan punggungnya. baju belakangnya banyak bercak noda darah. Dan yang paling membuatku ngilu, ada 2 pisau yang menancap sangat dalam di belakang tengkorak kepalanya. Yang membuat rambut pirangnya yang indah tercampur warna merah darah.

Jadi, garpu yang dia pegang sekarang, adalah salah satu garpu yang menancap di punggungnya.


Melihat pemandangan itu, aku serasa ingin muntah.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.