Cetik
Cetik disini hampir disamakan dengan racun. Sebab kalau racun pasti bersifat fisik atau berupa benda. Sedangkan cetik tidak selalu berwujud fisik atau benda.
Ok deehh..... Kita bahas dulu cetik yang berwujud fisik atau benda dulu yah...
Kalo racun jenis ini, masih bisa dirasakan,dicium,dilihat,diraba. Misalnya, racun tikus, potasium, pembasmi serangga, dan lain2. Akan tetapi orang Bali, khususnya seorang penganut ilmu hitam biasanya menyiapkan racun jenis ini utk diberikan kepada murid2nya. Biasanya racun ini terbuat dari empedu ikan bandeng dan diramu dengan bahan2 lainnya. Daya serang cetik jenis ini sangat cepat. Oleh karena itu masyarakat akan mudah mengetahui siapa yang menyebabkan orang yg meninggal karena cetik. Hati2..... dalam hal ini bisa timbul yang namanya fitnah.....
Beberapa jenis cetik yang ngetop:
- Cetik cadanggaleng
- Cetik gringsing
- Cetik Kerikan Gangsa (cetik ini tergolong halus karena membunuh korbannya secara pelan2.Bahan dasarnya adalah parutan perunggu dari peralatan gamelan. Cetik ini mengkibatkan korban batuk berkepanjangan dan badan semakin lama semakin kurus)
- Cetik Crongcong Polo (Menyerang/Membunuh Target Dengan memusatkan rasa sakit pada ubun-ubun kepala)
- Cetik Kuku (Dibuat dengan cara mengumpulkan beberapa jamur dari beberapa jenis makanan yang kemudian di oleskan pada kuku si penyerang agar tertiup angin hingga mencapai target)
Cetik yang tidak berwujud benda/tidak membutuhkan bahan tertentu
Cetik ini tidak dpt dilihat, dicium, dirasakan, karena tidak mempergunakan bahan2 tertentu. Proses terjadinya cetik ini otomatis keluar dari penganut ilmu pangleakan, karena setiap bulu tubuh, keringat, darah miliknya merupakan cetik bagi orang yang memakannya.
Hal ini tergantung dari pemasangnya, siapa orang yg menjadi sasarannya, maka hanya orang itu yang kena. Misalnya ada sekumpulan orang yang terdiri dari 10 orang. Jika hanya 1 orang yang dituju, maka hanya orang itu saja yang kena. Walaupun makanan & minuman yang disajikan secara bersama2 ataupun bercampur. (Tentunya dalam hal ini, si penganut ilmu pangleakan ini harus menyentuh semua peralatan makanan dan makanan itu sendiri)
Ada pula jika tingkat ilmu pangleakannya sudah tinggi, maka hanya dengan memandang orang yg sedang makan & minum saja, dia sudah bisa memberi cetik kepada si korban. Ilmu ini disebut dengan Cetik Terangjana. Ilmu ini bisa dirapal dari jarak 30 sampai 50 meter. Adapula cetik yang menggunakan perantara angin. Dan masih banyak cetik lainnya.....
Dalam pengobatannya, biasanya si dukun akan berusaha mengeluarkan cetiknya terlebih dahulu, baru kemudian mengobati bagian tubuh yang terluka karena cetik. Cetik dikeluarkan bisa melalui muntahan atau melalui pori2 kulit si korban. Cetik yang keluar tersebut bisa berbagai macam bentuknya. Bisa berupa ulat2 kecil, pasir, ulat berwarna warni, angin, dan lain sebagainya.
Pepasangan
Pepasangan biasanya menggunakan bahan2 sesuai dengan jenis pepasangan itu sendiri. Biasanya, bahan2 yang digunakan terdiri dari tulang manusia, bubuk tulang manusia, dan lain sebagainya. Untuk bisa melaksanakan pepasangan, orang tersebut harus bisa ngaleak terlebih dahulu. Karena pepasangan ini harus diarahkan oleh pemasangnya sendiri.
Adapun cara memasangnya yaitu (maaf saya tidak punya mantra2nya):
Bahan2 yang saya sebutkan di atas, misalnya tulang manusia disertai bahan2 lainnya, dibungkus dengan kain kafan. Biasanya sebesar tutup ballpoint. Pepasangan ini biasanya dipasang di tempat keluar masuknya rumah korban. Kemudian pepasangan tersebut akan dilemparkan di atas tanah dan hanya dengan memandang saja, pepasangan tersebut akan masuk dengan sendirinya ke dalam tanah. Jadi tidak menggali lubang terlebih dahulu. (logika aja, kalo gali lubang di depan rumah orang, apa ga digebukin ama yang punya rumah?? ).
Setelah berhasil, maka pepasangan tersebut akan siap untuk menyerang korbannya sesuai dengan maksud si pemasang. Korbannya adalah hanya orang yg dituju. Jadi jika yang melintasi pepasangan tersebut bukan orang yg dituju, maka orang tersebut tidak akan apa2. Tetapi jika yang melintas adalah orang yg dituju, maka orang tersebut akan jatuh sakit dan lama2 bisa meninggal dan kemudian menjadi tumbal ilmu pangleakan si pemasang!
Apabila pepasangan berupa bubuk tulang manusia, maka akan semakin mudah caranya. Biasanya orang yg memiliki ilmu pangleakan ini akan menaruh bubuk tersebut di dalam kukunya. Sesampainya dia di rumah calon korbannya, dia akan menyentilkan kukunya hingga bubuk tulang manusia tersebut beterbangan kemana2. Hal ini bisa menyebabkan pekarangan rumah menjadi seram dan membuat sakit penghuninya.
Adapun cara yang paling gampang (mengingat cukup seram juga memakai bahan tulang/bubuk tulang manusia) adalah, ambil kotoran/tanah kuburan kemudian buang di sekitar halaman orang yg ingin anda sakiti. Niscaya, keadaan rumah orang tersebut akan berubah menjadi menyeramkan dan menimbulkan perasaan tidak enak kepada penghuninya. Seperti misalnya pertengkaran, ribut2 gak keruan, dan lain sebagainya.......
Berikut adalah contoh pepasangan yang berhasil dicabut. Mohon maaf, tempat pencabutan dan pemilik tempat dirahasiakan.
Rerajahan
Rerajahan adalah suatu simbol yang digambarkan dan dikombinasikan dengan aksara modre yang mempunyai maksud dan tujuan tertentu, tergantung dari sang pembuatnya. Jadi tidak semua rerajahan tersebut bermaksud jelek atau untuk tujuan jahat. Dalam ilmu pangleakan pun bisa menggunakan rerajahan, bahkan diperjual belikan . Contoh2nya bisa dilihat pada pembahasan saya sebelumnya tentang ilmu pangiwa di halaman2 sebelumnya, seperti pangasihan, penangkeb, dst.....