- Beranda
- Stories from the Heart
Janji Sepasang Merpati
...
TS
louise.hansamu
Janji Sepasang Merpati
cerita ini sudah ditulis bertahun-tahun yang lalu.....
namun entah kenapa inspirasi itu tak kunjung jua datang dan berakhir....
bagi agan, sista, dan brother yang mau membaca.....
here's the story:
JANJI SEPASANG MERPATI
namun entah kenapa inspirasi itu tak kunjung jua datang dan berakhir....
bagi agan, sista, dan brother yang mau membaca.....
here's the story:
JANJI SEPASANG MERPATI
anasabila memberi reputasi
1
13.3K
125
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
louise.hansamu
#122
Chapter 4-2
Sepulang les tidak ada yang lebih menyenangkan selain bermain di mall untuk refreshing setelah hampir seharian berkutat dengan soal-soal yang kadang bentuknya cuma yang itu-itu saja...
Yoga sesekali menyeruput Fruit Tea-nya sambil mendengarkan apa yang dikatakan Radit yang kelihatannya lebih terasa sebagai keluh kesah...
Apalagi yang harus aku lakukan jika harapan papi satu-satunya cuma aku setelah Mas Andre ternyata memutuskan untuk masuk ke sekolah seni yang sama sekali bertolak belakang dengan latar belakang pendidikan.
Di sekolah ia selalu mendapat ranking walau cuma sepuluh besar, tapi keinginannya yang kuat untuk membanggakan papi membuatnya bekerja keras untuk mendapatkan peringkat terbaik di sekolah.
Ya... akhirnya dia memang mendapat peringkat walau cuma peringkat tiga tapi sudah cukup membanggakan papi.
Sayangnya itu tadi, dia tidak berminat untuk meneruskan kuiah di akademi dan lebih memilih ke sekolah seni.
Walaupun awalnya papi menentang tapi lama-kelamaan bisa mengerti kalau bakat harus terus diasah, seperti mata pisau yang jika terus diasah akan semakin tajam.
Radit yang kala itu masih kelas 1 SMU tidak tahu apa-apa tentang permasalahan kakaknya hanya menurut saja ketika papi menyuruhnya untuk belajar lebih keras lagi agar bisa mendapatkan kesempatan kuliah di luar negeri.
Setidaknya bisa meneruskan usaha papi di bidang desain grafis.
di tempat yang sama.....
Ehm.. gawat nih kalau Tya sampe tahu kalau aku udah jadian ma Radit.
Emang sih..dia sahabatku..tapi..apakah sahabat harus tahu segalanya tentang aku?
Sepertinya ga deh!
Tapi..gimana kalau ada yang tahu?
Ga menutup kemungkinan berita jadiannya Aline ma Radit akan menyebar ke seantero SMUNSA kan?
Duh..malu banget deh jadinya.
Moga aja ga kejadian deh..tengsin berat...
Quote:
Yoga sesekali menyeruput Fruit Tea-nya sambil mendengarkan apa yang dikatakan Radit yang kelihatannya lebih terasa sebagai keluh kesah...
Apalagi yang harus aku lakukan jika harapan papi satu-satunya cuma aku setelah Mas Andre ternyata memutuskan untuk masuk ke sekolah seni yang sama sekali bertolak belakang dengan latar belakang pendidikan.
Di sekolah ia selalu mendapat ranking walau cuma sepuluh besar, tapi keinginannya yang kuat untuk membanggakan papi membuatnya bekerja keras untuk mendapatkan peringkat terbaik di sekolah.
Ya... akhirnya dia memang mendapat peringkat walau cuma peringkat tiga tapi sudah cukup membanggakan papi.
Sayangnya itu tadi, dia tidak berminat untuk meneruskan kuiah di akademi dan lebih memilih ke sekolah seni.
Walaupun awalnya papi menentang tapi lama-kelamaan bisa mengerti kalau bakat harus terus diasah, seperti mata pisau yang jika terus diasah akan semakin tajam.
Radit yang kala itu masih kelas 1 SMU tidak tahu apa-apa tentang permasalahan kakaknya hanya menurut saja ketika papi menyuruhnya untuk belajar lebih keras lagi agar bisa mendapatkan kesempatan kuliah di luar negeri.
Setidaknya bisa meneruskan usaha papi di bidang desain grafis.
Quote:
di tempat yang sama.....
Quote:
Ehm.. gawat nih kalau Tya sampe tahu kalau aku udah jadian ma Radit.
Emang sih..dia sahabatku..tapi..apakah sahabat harus tahu segalanya tentang aku?
Sepertinya ga deh!
Tapi..gimana kalau ada yang tahu?
Ga menutup kemungkinan berita jadiannya Aline ma Radit akan menyebar ke seantero SMUNSA kan?
Duh..malu banget deh jadinya.
Moga aja ga kejadian deh..tengsin berat...
0