Kaskus

Hobby

izroilblackarmyAvatar border
TS
izroilblackarmy
LAKON... (Kumpulan Cerita Wayang)
Kumpulan Cerita Wayang

LAKON... (Kumpulan Cerita Wayang)

Thread ini berisikan Kumpulan Cerita Wayang, pembahasana yg ada hanya sebatas pada yg terdapata pada cerita wayang. Untuk Tokoh-tokoh Wayang bisa kita diskusikan di Thread agan prabuanomhttp://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=1484156.
Untuk Cerita Wayang yg dipostkan dsini, tidak hanya berdasarkan pada Cerita Wayang yang berdasarkan pada Pakem Wayang dari daerah tertentu, seperti halnya di Indonesia dan India, tetapi semua bentuk cerita yang berdasarkan pada Pewayangan baik berupa Pagelaran Wayang, Cerpen, novel ataupun sandiwara.
Dalam Thread ini, sangat mungkin terdapat judul yang sama tetapi isi yg berbeda, hal ini bisa disebabkan cerita diambil dari sumber dan pengarang yg berbeda. Dan juga cerita wayang tidak hanya berlatar Wayang Kulit (Purwa), Wayang Kulit Menak, Sasak dan Wayang Golek saja, tapi bisa juga dari Wayang Krucil dan yg lain.
Ane harap partisipasi Agan semua supaya ikut memberikan koleksi cerita wayang disini. Dengan adanya koleksi Cerita Wayang diharapkan kita semua bisa lebih memahami Pewayangan dengan cara yg lebih enak.
Sayang sekali rasanya budaya kita yang sangat baik ini kalo kita tidak mengerti sama sekali, sedangkan banyak orang2 luar negri yg terlibat aktif dalam Pewayangan dan menginginkan untuk memilikinya.
Spoiler for Gambar:

Daftar ISI
Spoiler for Daftar isi:

Lanjutan DAFTAR ISI ada pada Halaman
rioaioliaAvatar border
jagogkritikalAvatar border
protradersignalAvatar border
protradersignal dan 4 lainnya memberi reputasi
5
357.2K
679
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Budaya
Budaya
KASKUS Official
2.5KThread1.6KAnggota
Tampilkan semua post
izroilblackarmyAvatar border
TS
izroilblackarmy
#505
Seri Cerita Mahabharata versi India
MAHABHARATA
Bhima Menjadi Sakti karena Racun dan Bisa 2


Tantangan diterima.
Dengan kekuatan bagaikan letusan gunung berapi, ia menerjang kedua raksasa itu. Keduanya tewas seketika. Begitu terbanting ke tanah, kedua raksasa itu menjelma menjadi Batara Indra dan Batara Bayu, yaitu ayah Bhima sendiri.
Batara Indra memberinya mantra Jalasengara dan Batara Bayu memberinya satu ikat pinggang sakti. Kedua hadiah itu akan menjadi bekal baginya untuk mengarungi samudera paling dalam di mana pun di dunia. Kemudian Batara Bayu memberinya petunjuk bahwa air hidup yang dimaksud terletak di dalam Telaga Gumuling, di tengah rimba Palasara. Di dalam rimba belantara itu Bhima harus menghadapi seekor naga raksasa sebesar Gunung Semeru yang bernama Anantaboga.
Bhima mengucapkan terima kasih, lalu pergi ke rimba Palasara. Sampai di tepi Telaga Gumuling, Bhima disambut oleh naga raksasa Anantaboga yang langsung menyerangnya.
Naga itu mengibas-ibaskan ekornya dan membelit badan kesatria Pandawa itu. Dengan Pancanaka, kuku ibu jarinya yang sakti, Bhima menusuk leher Anantaboga dan memutus tali nyawanya. Anantaboga menggelepar-gelepar sebentar, lalu menggeletak mati, tak bergerak.
Ajaib! Mayat Anantaboga lenyap, menjelma menjadi Dewi Maheswari. Sesungguhnya Dewi Maheswari adalah bidadari yang di-kutuk-pastu oleh Sang Hyang Guru Pramesti. Ia terpaksa menjalani hukuman sebagai naga raksasa. Dari Dewi Maheswari, Bhima mendapat petunjuk di mana ia bisa menemukan tirtha prawidhi, yaitu di dasar samudera raya.
Dengan mantra Jalasengara pemberian Batara Indra, Bhima mengarungi Samudera Selatan yang penuh gelombang bergulung-gulung setinggi gunung. Di dalam samudera itu ia harus menghadapi naga besar Nawatnawa yang menyemburkan hujan berbisa. Tetapi, berkat apa yang dialaminya di Sungai Gangga, badannya menjadi kebal.
Dan berkat ikat pinggang pemberian Batara Bayu, ia bisa mengambang di samudera raya. Dengan tangkas ia menaklukkan Nawatnawa, mencekiknya, dan menusuk lehernya dengan kuku Pancanaka. Seketika itu, matilah Nawatnawa. Tetapi, setelah tiga pertarungan berat itu, Bhima menjadi sangat lelah. Ia membiarkan dirinya diombang-ambingkan gelombang raksasa dan dihempaskan ke sebuah karang emas. Seorang diri, tanpa pertolongan siapa pun.
Ketika itulah muncul Dewa Ruci yang sangat kasihan melihat Bhima. Ia memancarkan sinar cemerlang yang menyebabkan Bhima siuman. Alangkah kagetnya Bhima melihat seorang manusia yang sangat kecil namun sangat mirip dengan dirinya.
Manusia itu berkata, “Aku ini Dewa Ruci yang disebut juga Nawaruci. Aku datang untuk menolongmu Bhimasena.
Wahai kesatria perkasa, masuklah ke dalam telingaku. Di dalam diriku, engkau akan menemukan apa yang kaucari!”
Bhima heran sekali mendengar perintah manusia mungil itu. “Bagaimana mungkin tubuhku yang sebesar ini bisa masuk merasuk ke dalam tubuhnya yang sekecil itu?”, pikirnya terheran-heran. Ketika Bhima masih ragu-ragu, Dewa Ruci berkata, “Sesungguhnya, tempat ini adalah tempat yang kosong dan sunyi, tak ada apa-apa, tak ada busana atau pakaian, tak ada boga atau makanan. Semua serba sempurna. Ketahuilah,
selama ini engkau hanya setia pada ucapan, mengabdi pada gema, yaitu bentuk segala kepalsuan.”
Uraian hakikat hidup yang gaib itu membuat Bhima tercengang, tak kuasa berkata-kata.
Dewa Ruci melanjutkan, “Siapakah yang lebih besar, wahai Panduputra, engkau atau alam semesta yang ada di dalam tubuhku? Aku adalah jagad besar atau makrokosmos dan engkau adalah jagad kecil atau mikrokosmos yang ada di dalam aku.”
Bhima yang semula ragu, apakah dia akan bisa masuk ke dalam lubang telinga Dewa Ruci, menjadi mantap setelah mendengar uraian ringkas itu. Tanpa ragu ia melaksanakan
perintah manusia mungil itu.
Begitu memasuki telinga Dewa Ruci, Bhima merasa seakan-akan berada di alam kosong, berhadapan dengan suatu wujud berbentuk gading yang memancarkan sinar putih, merah, kuning, dan hitam perlambang jiwa manusia dengan sifat-sifat murninya. Sinar putih melambangkan kemurnian budi, sinar merah melambangkan watak berangasan dan lekas marah, sinar kuning melambangkan keinginan-keinginan manusiawi, dan sinar hitam melambangkan angkara murka dan keserakahan.
Kemudian Bhima melihat tiga wujud seperti boneka dari emas, gading dan permata. Ketiganya melambangkan tiga dunia. Masing-masing disebut Inyanaloka atau lambang badan jasmani, Guruloka atau lambang alam kesadaran, dan Indraloka atau lambang dunia rohani.
Demikianlah, di dalam tubuh Dewa Ruci, Bhima mendengarkan penjelasan panjang lebar tentang hakikat manusia dengan segala nafsunya dan hakikat alam semesta yang terbagi menjadi tiga tataran.
Kemudian, tanpa disadarinya, Dewa Ruci yang gaib dan agung itu lenyap dari mata batinnya. Bhima tersadar.
Tahulah Bhima bahwa dia telah menemukan apa yang harus dicarinya, yaitu tirtha prawidhi, air suci atau air kehidupan, perlambang hakikat dirinya dan hakikat alam semesta.
***
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.