- Beranda
- The Lounge
~Prosesi 12 Tahunan Boen Tek Bio~
...
TS
alavaka
~Prosesi 12 Tahunan Boen Tek Bio~
numpang inpoin event ya mod 
pertama tolong rate 5 bintang dlu ya





Kelenteng Boen Tek Bio terletak di persimpangan jalan Bhakti dan jalan Cilame, Pasar Lama, Tangerang. Tepatnya di jalan Bhakti No. 14 Kota Tangerang, Banten Indonesia.
Berbicara tentang Kelenteng Boen Tek Bio tidak terlepas dari sejarah Kota Tangerang dan keberadaan orang Tionghoa di Tangerang.
Mengenai kedatangan orang Tionghoa pertama kali ke Tangerang belum diketahui secara pasti. Dalam kitab sejarah Sunda yang berjudul "Tina Layang Parahyang" (Catatan dari Parahyangan) disebut tentang kedatangan orang Tionghoa ke daerah Tangerang. Kitab tersebut menceritakan tentang mendaratnya rombongan Tjen Tjie Lung (Halung) di muara sungai Cisadane pada tahun 1407. pada waktu itu pusat pemerintahan ada di sekitar pusat kota sekarang, yang diperintah oleh Sanghyang Anggalarang selaku wakil dari Sanghyang Banyak Citra dari Kerajaan Parahyangan.
Perahu rombongan Halung terdampar dan mengalami kerusakan juga kehabisan perbekalan. Daerah tujuan yang semula ingin dikunjungi adalah Jayakarta.
Belanda mengirimkan orang-orang Tionghoa ke daerah Tangerang untuk bertani. Belanda mendirikan pemukiman bagi orang Tionghoa berupa pondok-pondok yang sampai sekarang masih dikenal dengan nama: Pondok Cabe, Pondok Jagung, Pondok Aren dsb. Disekitar Tegal Pasir (Kali Pasir) Belanda mendirikan perkampungan Tionghoa yang dikenal dengan nama Petak Sembilan. Perkampungan ini kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan dan telah menjadi bagian dari Kota Tangerang. Daerah ini terletak di sebelah timur sungai Cisadane, daerah Pasar Lama sekarang.
Berdirinya Kelenteng Boen Tek Bio diperkirakan sekitar tahun 1684. Para kongsi dagang perkampungan Petak Sembilan secara gotong-royong mengumpulkan dana untuk mendirikan sebuah kelenteng yang diberi nama Boen Tek Bio. (Boen = Intelektual, Tek = Kebajikan, Bio = Tempat Ibadah). Artinya adalah suatu tempat bagi umat manusia untuk menjadi insan yang penuh Kebajikan dan Intelektual.
Bio yang pertama berdiri diperkirakan masih sederhana sekali yaitu berupa tiang bambu dan beratap rumbia. Kelenteng ini dibangun oleh masyarakat dengan mendatangkan tukang-tukang langsung dari Tiongkok sehingga bentuk dan arsitekturnya mencerminkan sifat Tionghoa asli. Prasasti kayu pemujaan terhadap Kwan Im disumbangkan oleh Huang Chun Wei dari Xibin tertanggal tahun 1805.
Menurut cerita, bangunan yang sekarang dibangun pada tahun 1775, prasasti tertua tertanggal tahun 1805, namun kelenteng itu agaknya berdiri pada abad 18, Yunghun, yang berkunjung pada tahun 1884 mencatat bahwa kelenteng itu tidak banyak berbeda dengan kelenteng lainnya yang ada di Batavia, kelenteng ini telah diperbaiki beberapa kali, terutama pada tahun 1904.
Pemujaan YMS Kwan Se Im Hud Cou, yang menjadi tradisi rutin 12 tahunan adalah upacara arak-arakan Gotong Toapekong yang dilaksanakan setiap tahun imlek shio Liong (tahun Naga) bulan ke 8 (Pe-Gwee). Sebuah prasasti tulisan dibatu yang di set oleh Kapten Huang Zhao Yang, prasasti ini berisikan informasi menarik mengenai festival megah, Jiao (gotong toapekong), yang diselenggarakan setiap 12 tahun sekali, peristiwa ini pertama kali dilakukan tahun 1856 untuk memperingati kembalinya Kim Sin dari kelenteng Boen San Bio ke kelenteng Boen Tek Bio setelah di adakan renovasi besar.
Berbeda dengan kebanyakan kelenteng yang ada di Indonesia maupun yang ada di negeri Tiongkok, Kelenteng Boen Tek Bio mempunyai satu tradisi yang sudah berlangsung selama ratusan tahun yaitu apa yang dikenal dengan nama Gotong Toapekong. Setiap 12 tahun sekali yaitu saat tahun Naga menurut kalendar Tionghoa, didalam Kota Tangerang berlangsung arak-arakan joli Ka Lam Ya, Kwan seng Tek Kun dan terakhir Joli Kwan Im Hud Couw.
info lebih jelas:
http://www.boentekbio.org/index.php/en/
maap kalo potonya jelek, cuma moto pake bb
gambang

di Boen Tek Bio




waktu pas YMS Kwan Im Hud Couw mw dinaikin ke joli





suasana depan Boen Tek Bio

di Benteng Makassar


pas balik ke Boen Tek Bio







joli yang di pinggir kali Cisadane

di koran


pertama tolong rate 5 bintang dlu ya





Hadirilah Prosesi 12 Tahunan Boen Tek Bio
nikmati acara seni dan budaya yang akan ditamplikan
cuma 12 taon sekali nih gan
nikmati acara seni dan budaya yang akan ditamplikan
cuma 12 taon sekali nih gan

Spoiler for buka:
Spoiler for info:
Spoiler for susunan acara:
Spoiler for rute arak-aarakan:
Spoiler for arsip arak-arakan yang dulu:
Spoiler for 1:
Spoiler for 2:
Spoiler for 3:
Spoiler for 4:
Spoiler for 5:
Spoiler for 6:
Spoiler for 7:
Spoiler for 8:
Spoiler for 9:
Spoiler for 10:
Spoiler for 11:
Spoiler for 12:
Spoiler for 13:
Spoiler for sedikit sejarah Boen Tek Bio:

Kelenteng Boen Tek Bio terletak di persimpangan jalan Bhakti dan jalan Cilame, Pasar Lama, Tangerang. Tepatnya di jalan Bhakti No. 14 Kota Tangerang, Banten Indonesia.
Berbicara tentang Kelenteng Boen Tek Bio tidak terlepas dari sejarah Kota Tangerang dan keberadaan orang Tionghoa di Tangerang.
Mengenai kedatangan orang Tionghoa pertama kali ke Tangerang belum diketahui secara pasti. Dalam kitab sejarah Sunda yang berjudul "Tina Layang Parahyang" (Catatan dari Parahyangan) disebut tentang kedatangan orang Tionghoa ke daerah Tangerang. Kitab tersebut menceritakan tentang mendaratnya rombongan Tjen Tjie Lung (Halung) di muara sungai Cisadane pada tahun 1407. pada waktu itu pusat pemerintahan ada di sekitar pusat kota sekarang, yang diperintah oleh Sanghyang Anggalarang selaku wakil dari Sanghyang Banyak Citra dari Kerajaan Parahyangan.
Perahu rombongan Halung terdampar dan mengalami kerusakan juga kehabisan perbekalan. Daerah tujuan yang semula ingin dikunjungi adalah Jayakarta.
Belanda mengirimkan orang-orang Tionghoa ke daerah Tangerang untuk bertani. Belanda mendirikan pemukiman bagi orang Tionghoa berupa pondok-pondok yang sampai sekarang masih dikenal dengan nama: Pondok Cabe, Pondok Jagung, Pondok Aren dsb. Disekitar Tegal Pasir (Kali Pasir) Belanda mendirikan perkampungan Tionghoa yang dikenal dengan nama Petak Sembilan. Perkampungan ini kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan dan telah menjadi bagian dari Kota Tangerang. Daerah ini terletak di sebelah timur sungai Cisadane, daerah Pasar Lama sekarang.
Berdirinya Kelenteng Boen Tek Bio diperkirakan sekitar tahun 1684. Para kongsi dagang perkampungan Petak Sembilan secara gotong-royong mengumpulkan dana untuk mendirikan sebuah kelenteng yang diberi nama Boen Tek Bio. (Boen = Intelektual, Tek = Kebajikan, Bio = Tempat Ibadah). Artinya adalah suatu tempat bagi umat manusia untuk menjadi insan yang penuh Kebajikan dan Intelektual.
Bio yang pertama berdiri diperkirakan masih sederhana sekali yaitu berupa tiang bambu dan beratap rumbia. Kelenteng ini dibangun oleh masyarakat dengan mendatangkan tukang-tukang langsung dari Tiongkok sehingga bentuk dan arsitekturnya mencerminkan sifat Tionghoa asli. Prasasti kayu pemujaan terhadap Kwan Im disumbangkan oleh Huang Chun Wei dari Xibin tertanggal tahun 1805.
Menurut cerita, bangunan yang sekarang dibangun pada tahun 1775, prasasti tertua tertanggal tahun 1805, namun kelenteng itu agaknya berdiri pada abad 18, Yunghun, yang berkunjung pada tahun 1884 mencatat bahwa kelenteng itu tidak banyak berbeda dengan kelenteng lainnya yang ada di Batavia, kelenteng ini telah diperbaiki beberapa kali, terutama pada tahun 1904.
Pemujaan YMS Kwan Se Im Hud Cou, yang menjadi tradisi rutin 12 tahunan adalah upacara arak-arakan Gotong Toapekong yang dilaksanakan setiap tahun imlek shio Liong (tahun Naga) bulan ke 8 (Pe-Gwee). Sebuah prasasti tulisan dibatu yang di set oleh Kapten Huang Zhao Yang, prasasti ini berisikan informasi menarik mengenai festival megah, Jiao (gotong toapekong), yang diselenggarakan setiap 12 tahun sekali, peristiwa ini pertama kali dilakukan tahun 1856 untuk memperingati kembalinya Kim Sin dari kelenteng Boen San Bio ke kelenteng Boen Tek Bio setelah di adakan renovasi besar.
Berbeda dengan kebanyakan kelenteng yang ada di Indonesia maupun yang ada di negeri Tiongkok, Kelenteng Boen Tek Bio mempunyai satu tradisi yang sudah berlangsung selama ratusan tahun yaitu apa yang dikenal dengan nama Gotong Toapekong. Setiap 12 tahun sekali yaitu saat tahun Naga menurut kalendar Tionghoa, didalam Kota Tangerang berlangsung arak-arakan joli Ka Lam Ya, Kwan seng Tek Kun dan terakhir Joli Kwan Im Hud Couw.
update suasana Boen Tek Bio beberapa hari menjelang Prosesi
credit for agan krofz
credit for agan krofz

Spoiler for tambahan dari agan krofz:
Quote:
Original Posted By krofz►nggk banyak gan ane poto2nya.. 
ini saat malem tanggal 3 Oktober 2012


ini barusan ane poto pagi hari tngl 5 Oktober 2012

keadaan Aula Padumuttara pagi hari 5 Oktober, persiapan untuk ntar malam


ini saat malem tanggal 3 Oktober 2012
Spoiler for liong dan barongsai:


ini barusan ane poto pagi hari tngl 5 Oktober 2012
Spoiler for YMS. Kwan Se Im Hud Couw:

keadaan Aula Padumuttara pagi hari 5 Oktober, persiapan untuk ntar malam
Spoiler for aula:

info lebih jelas:
http://www.boentekbio.org/index.php/en/
Update!!! pas hari H 

Spoiler for pict tgl 6:
maap kalo potonya jelek, cuma moto pake bb

Spoiler for pas malem sebelom arak-arakan:
gambang

di Boen Tek Bio




waktu pas YMS Kwan Im Hud Couw mw dinaikin ke joli





Spoiler for ini pas pagi tgl 6:
suasana depan Boen Tek Bio

di Benteng Makassar


pas balik ke Boen Tek Bio







joli yang di pinggir kali Cisadane

di koran

Spoiler for buka:
jangan di
ya gan
ya gan
Spoiler for buka:
yang iso bagi
jyang belom
ya

jyang belom
ya
0
7.2K
Kutip
65
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
alavaka
#3
Spoiler for lanjut isi dalem Boen Tek Biolagii:
Spoiler for Pian Gek Boen Tek Bio:

Dibagian muka paseban menghadap ke luar ada papan bertulisan horizontal (Pian Gek) berwarna dasar hitam dengan aksara berwana kuning emas bertuliskan Boen Tek Bio, berasal dari tahun ke 25 periode To Kong It Ci atau tahun 1845, dan disumbangkan oleh kong seng Oeij Goat Hoa dari Tin Ip (kabupaten Tin Peng Koan), Oat Tang (propinsi Kui Tang Timur).
Spoiler for Pian Gek Hot Tek Ceng Sin:
Dibagian muka paseban menghadap ke dalam ada papan berwarna dasar hitam dengan aksara berwana kuning emas bertuliskan Hok Tek Ceng Sin dipasang pada tahun ke 25 periode To Kong It Ci atau tahun 1845, disumbangkan oleh Lie Ah Kie dari keresidenan Ke Eng Ciu (Propinsi Kui Tang)
Sepasang papan vertical syair berpasangan (Tui-lian)
Tui-lian ini untuk menunjukkan kekuatan supernatural dari Kelenteng Boen Tek Bio yang disumbangkan oleh Lin Qinhe pada tahun 1851.
Di sebelah kiri bertuliskan "Wen Shan Gong Miau, Ri Zeng Fu Zhi Qian Kun Man" artinya "Bio / Kelenteng yang dilindungi Gunung
Peradaban, semakin menambah kebahagiaan memenuhi alam semesta"
Di sebelah kanan bertuliskan "De Shui Chao Tang, Yue Zhen Xiang Guang Tian Xia Ping" artinya adalah "Air moral/bakti berkumpul menuju Bio / Kelenteng, semakin menambah kedamaian di bumi".
Dibagian luar samping kiri dan kanan altar Kwan Im Hut Cou.
Sebelah luar (dasar hitam huruf berwarna emas) : setiap baris 14 huruf, dipasang pada bulan enam tahun ke-11 periode Ham Hong Sin Iu (1861), disumbangkan oleh Lim Kong Khoen.
Sebelah dalam (dasar emas huruf berwarna merah) setiap baris terdiri dari 12 huruf, disumbangkan pada tahun ke-30 periode Kong Si Kah Sin (1904) oleh Tjhie Song Tjoan dari Batavia (Pa Sia) dan dituliskan oleh Auwyang Hong dari Lou Kang (pulau E mui), Pou He (propinsi Hokkian)
Di bagian dalam samping kiri dan kanan altar Kwan Im Hut Cou:
Tengah : setiap baris terdiri dari lima huruf, dipasang pada bulan sepuluh (tahun kesembilan) periode Ke-kheng Kah-cu tahun 1804, disumbangkan oleh Oeij Tjhoen Wie dari Khe-pin, Thai Ip (kabupaten Tio-thoa Koan atau Tiang-thai Hian).
Dalam : setiap baris terdiri dari tujuh huruf, yang sebelah kiri bertuliskan hut kong phou ciau thoan chian kou, sedangkan yang sebelah kanan seng tek eng leng hok ban hong tahun 1845, dan penyumbangnya adalah kong-seng Oeij Goat Hoa dan Oeij Goat An dari Tin Ip (kabupaten Tin-peng Koan), Oat tang (propinsi Kui tang Timur)
Luar : setiap baris terdiri dari enam huruf, dipasang pada bulan empat (atau lima atau enam) tahun ke-20 periode Ke kheng) It-hai tahun 1815, dengan penuh hormat dituliskan sendiri dan disumbangkan oleh Oeij Tin Seng dari Tin Ip (kabupaten Tin pen Koan), oat tang (propinsi Kui tang Timur).
Spoiler for Tiga buah Pian Gek:
Diruang tengah tergantung tiga buah pian gek diantaranya :
Piang gek yang tengah bertuliskan Gi Seng Eng Leng pada bulan lima tahun ke 20 periode Ke Kheng I Hai atau tahun 1815, disumbangkan oleh Oeij Lam Gak dari Tin Ip (Kabupaten Tin Peng Koan), Oat Tang (Propinsi Kui Tang Timur)
Pian gek sebelah kanan bertuliskan Koan Im Hut Cou dan disebelah kiri bertuliskan Hiap Thian Tai Te , kedua pian gek ini berasal dari bulan lima tahun keenam periode Kong Si Ke Sin atau tahun 1880, disumbangkan oleh Tjan Wat Soan dari keresidenan Ke Eng Ciu, propinsi Kui Tang,
Di ruang altar utama
Pian gek tengah bertuliskan Cu Hong Tek To, dipasang pada tahun sepuluh (tahun ke 10) periode Ke Kheng It Thiou atau tahun 1805, di sumbangkan oleh Oeij Tjhoen Wie dari Khe Pin, Thai Ip (kabupaten Tio Thoa Koan atau Tiang Thai Hian).
Pian gek disisi kanan, pada tahun kedua periode Tong Ti Kui Hai (1863), disumbangkan oleh Loa Tim Hiang, dari Ho Ip (kabupaten Peng Ho Koan), Ciang Kun (keresidenan Ciang Ciu Hu), propinsi Hokkian.
Pian gek disisi kiri, pada bulan enam tahun ke 7 periode Tong Ti Bou Sin (1868), disumbangkan oleh Lie Ham dari Liong Ip (kabupaten Liong Khe Koan), Ciang Kun (keresidenan Ciang Ciu Hu), propinsi Hokkian.
Dipaseban belakang (dikiri dan kanan pintu yang menuju ke belakang)
Berangka tahun Ham-hong Sin-hai (1851) disumbangkan oleh Sim Peng Lam.
Berangka tahun kesembilan periode Ham-hong Ki-bi (1859) disumbangkan oleh Kwee Tam dari Kim-ou.
Berangka tahun kesembilan periode Ham-ong Ki-bi (1859) disumbangkan oleh Lim Tjheng Ho.
Spoiler for Panel-panel Kayu bertangkai (Tng kha Pai):

Tiga pasang panel kayu bertangkai bertuliskan toa peh kong, Hoe pi (Beri Jalan) dan Siok Ceng (Harap Tenang) di ruang altar Hok Tek Ceng Sin, serta dua pasang lagi bertuliskan Koan Im Nio-nio dan Hiap thian Tai Te diruang altar Koan Seng Te Kun, dibangunan sayap kanan Klenteng berangka tahun bulan lima tahun kedelapan periode Kong Si (Jim Ngou) tahun 1882.
Spoiler for Prasasti Batu (Cioh pai):

Cioh pai di dinding depan ruang altar Kha Lam Ya dibangunan sayap kiri dari bangunan induk. Cioh pai ini berangka tahun ke-12 periode Tong Ti Kui iu tahun 1873.Cioh pai di dinding muka ruang altar Sam Koan Tai Te, berangka tahun tanggal 16 bulan 10 tahun pertama periode Kong-si It-hai saat Cu-si (antara pukul 23.00-01.00) 1875, isi cioh-pai di bangunan sayap kiri Klenteng ini mengenai pemugaran Klenteng, nama-nama para donator, serta jumlah uang yang mereka sumbangkan. Nama-nama para pemuka komunitas Tionghoa yang menjadi donatur sebagai berikut :
(Luitenant) Oeij Tiauw Jang Kap
Souw Siauw Tjong Sia
Tan Boen Lim Sia
(Kapitein) Oeij Tjong Piauw Kap-toa.
(Luitenant) Lim Bouw Gie Kap
(Luitenant) Lim Tjong Hin Kap
(Luitenant) Han Hoaij Djian Kap
(Luitenant) Lie Tjoe Hong Kap
(Luitenant) Gouw An Djian Kap
Lie Tjoe Hok Sia
Nie Ek Tjhiang Sia.
Ukiran di bagian tengah diselesaikan pada tahun 1952 atau bulan kedua belas tahun Jim-sin, tanpa nama penyumbang. Sedangkan ukiran di bagian kanan dan kirinya satu tahun kemudian yakni tahun 1953 atau bulan kedua tahun Kui-Ci, disumbangkan oleh Lim Thiam Djie.
Bangunan Paseban Belakang
Dipugar pada tahun tujuh ke-30 periode Kong-si (Kah-sin) 1904.
Di sebelah kiri bertuliskan wen ren wei fo fang kung shi che ce ku hai cao seng you ce pei er zhi
Para pelajar berkata bahwa inti dari Ke- Buddha an adalah kekosongan dan untuk melepaskan dari lautan penderitaan diperlukan " welas kasih".
orang bijaksana mengatakan bila kita bisa menembus kesunyataan , maka pikiran kita akan terbuka seperti laut sehingga akan muncul yang dinamakan "welas asih".
Di sebelah kanan bertuliskan de xing cai cou jing siang si cong yau phu thi pei yang cai san yuan yi sin untuk memelihara ke Buddha an dibutuhkan hasrat untuk berbuat baik.
tercatat jelas dalam sutta brahmana tentang tindakan/kelakuan dari suatu kebajikan bahwa untuk mencapai bodhi haruslah dibina dari suatu niat baik.
0
Kutip
Balas