TS
rienoir
[fanfic] RF online - the last human
cerita ori karangan ane gan... berbasis game online yang cukup fenomenal dan terdorong membuat cerita setelah membaca sebuah fanfic karya temen saya di forum sebelah dan saya putuskan untuk iseng membuat juga.
monggo di baca.
JOKE STORY
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx before
monggo di baca.
Spoiler for "index cerita":
chapter 1-5 ada di pekiwan
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
JOKE STORY
Spoiler for JOKE:
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
Spoiler for "story of tamagochi":
chapter 1
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx beforeDiubah oleh rienoir 27-12-2012 03:03
0
35.3K
Kutip
461
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•356Anggota
Tampilkan semua post
TS
rienoir
#407
Spoiler for "tama b":
Dengan perasaan yang sedikit ogah, tapi ngeliat Melati yang begitu antusias menantikan gue make itu baju akhirnya gue pake juga tuh baju. Yang anehnya ukurannya bisa pas bangat sama eksoskeleton gue.
Selesai make itu baju, Melati mulai memakai sebuah gaun yang berwarna putih gading, bagian bawah dari gaun itu terlihat sangat mewah, terdapat ukiran bunga - bungaan yang berwarna putih juga melingkari gaun tersebut. Dari bagian pinggulnya terdapat garis - garis berwarna kuning yang mengikuti alur gaun menuju arah kaki. Bagian belakang gaun tersebut sangat panjang tergerai dengan indah. Selesai memakai gaun tersebut, dia mulai menggunakan sebuah hiasan tiara yang memiliki cadar di atas kepalanya. Kembali Melati merapihkan cadarnya hingga menutupi wajahnya, yang membuat wajahnya kini terlihat samar - samar namun kecantikannya tetap terpancar dari balik cadar tersebut. Selesai merapihkan cadarnya, kini Melati menggunakan sarung tangan yang panjangnya sampai hampir memenuhi seluruh bagian lengannya. Sarung tangan itu bermotif jaring - jaring dan juga berwarna putih.
Gue yang ngeliat Melati dalam pakaian serba putih jadi salah tingkah, rambutnya yang pirang kini ditutupi oleh sebuah cadar yang membuat kecantikannya menjadi misterius. Gaunnya hanya sebatas dada, sehingga membuat belahan dadanya terlihat. Yang bikin gue makin *uhuk" cinta sama dia.
Selesai menggunakan semua atribut nya, Melati meraih tangan gue dan mengajak gue dansa. Hal yang tentu aje gue enggak bisa, karena enggak pernah ada pendidikan dansa di accretia. Dengan lembut gue pun mencoba menolak dengan alesan gue enggak pernah dansa. Tapi Melati tetap maksa dan bilang kalo die bakalan ngajarin gue buat berdansa.
Sebelum berdansa, Melati pergi ke pojok kabin dan mendekati sebuah kotak yang selama ini belum pernah gue liat. Melati mengambil sebuah koin dan memasukkannya ke dalam kotak tersebut. Lalu terdengar sebuah suara yang keluar dari kotak tersebut.
I wanna feel this way
Longer than time
I wanna know your dreams
And make them mine
I wanna change the world
Only for you
All the impossible
I wanna do
Ternyata bukan sebuah suara biasa, melainkan sebuah lagu yang berjudul "When You Tell Me That You Love Me"
Setelah lagu tersebut mulai terputar, Melati kembali mendekati gue. Die mengangkat tangan kiri gue sejajar bahunya, dan melingkarkan tangan kanan gue di pinggulnya. Lalu mulai bergerak mengikuti irama secara perlahan. Tapi sesuatu yang enggak enak terjadi, secara enggak sengaja gue nginjek gaun Melati yang tentu aje ampir bikin die jatoh. Langsung aja gue menundukkan sedikit badan gue dan ngelingkarin kedua tangan gue ke pinggu Melati supaya die enggak jatoh. Sekarang posisi gue dan Melati saling berhadap - hadapan, dengan keadaan badan Melati tergantung di tangan gue, dan die menghadap atas sedangkan gue menghadap bawah yang mengarah ke wajah Melati. Ngerasain kejadian begitu gue dan Melati ketawa kecil bersama - sama. Lalu mulai mengembalikan posisi gue ke posisi semula.
Setelah kembali pada posisi awal dansa, yaitu tangan melingkar ke pinggang dan yang satu lagi menjulur menjauhi badan. Sedikit demi sedikit gue ngerti juga tentang cara berdansa. Berdua gue dan Melati berdansa mengelilingi kabin. Sesaat berdansa gue merasa kalo kabin yang tadinya menjadi atap gue tiba - tiba menghilang. Gue merasa berada di sebuah hamparan bunga yang luas, sedang berdansa dengan Melati yang hanya ditemani oleh kotak musik tua yang enggak jelas darimana asalnya.
Saat lagu habis, kami pun selesai berdansa. Dan gue telah kembali ke dalam kabin tempat tinggal Melati lagi. Melati yang terlihat kelelahan akhirnya duduk di ranjang tempat ia biasa tertidur dan memanggil gue untuk nemenin die di sampingnya. Gue pun langsung bergegas ke tempat Melati berada. Di situ dia ngajuin pertanyaan yang lagi - lagi menurut gue aneh.
"Yang, kamu tau enggak kita pakai baju apa?" tanya Melati ke gue sambil ngelingkerin kedua tangannya ke tangan gue dan mulai bersender sama gue.
"Ini?!? Emang ini baju apaan?" tanya gue yang kebingungan mendengar pertanyaan Melati.
"Baju yang kita pakai sekarang ini, adalah baju buatan manusia yang mereka gunakan untuk menikah." Jawab Melati dengan wajah yang memerah dan semakin memegang erat tubuh gue.
Gue yang tertegun mendengar jawaban Melati tersebut cuma bisa merasa bahagia dan menatap wajah Melati secara mendalam. Sedang asik mandangin wajahnya tiba - tiba Melati meraih wajah gue dengan kedua tangannya. Dia mencoba membuka helm gue, tapi kedua tangannya gue pegang karena gue takut die lari ngeliat apa yang ada di balik topeng gue. Tapi tindakan Melati ngeyakinin gue kalo die gak bakalan lari atau takut karena ngeliat wajah dibalik topeng ini.
Selesai topeng gue terbuka, di balik topeng ini hanya ada sebuah tengkorak besi, dengan sebuah lampu yang berwarna merah yang digunakan untuk ngeliat. Sebuah mulut yang hanya terbentuk karena penggabungan dua bentuk besi menggunakan dua buah sekrup. Bahkan setelah melihat wajah asli gue pun, Melati tetap tidak takut, dia tetap memegang kedua pipi gue dengan kedua tangannya, lalu menarik kepala gue kebawah untuk dicium.
Dan gue pun berciuman dengan Melati, di hari "pernikahan" gue. Hari yang rasanya paling bahagia dari hari - hari bahagia yang selama ini gue rasain. Tapi... apa ini? Perasaan apa ini? Terasa hangat di bagian tubuh gue, dan mulai menjalar menuju bagian leher gue, dan semakin merembet hingga ke bagian dada. Gue yang kaget akan perasaan tersebut segera ngeliat ke arah bawah, gue ngeliat darah Melati keluar dari mulutnya dan mulai berceceran.
"MEL?!?! KAMU KENAPA?!?!" tanya gue panik dan mulai mencari cara untuk menghentikan pendarahan dia.
"Ma..maa..maafin aku Tama, aku ...cinta kamu melebihi apapun. Ta...ta..pi..aku enggak bisa ...me..menuhin janji..ki..kita..un...tuk bersama" jawab Melati sambil terus memegang wajah gue dengan kedua tangannya yang diikuti dengan air mata yang mengalir dari kedua matanya.
"MELATIIIIIIIIII !!!! BERTAHAN MEL AKU AKAN BAWA KAMU KE TEMPAT YANG BISA NYEMBUHIN KAMU!!!" ucap gue sambil menggendong Melati dan berlari keluar menuju tempat yang gue maksudkan.
End of Day 6
0
Kutip
Balas