- Beranda
- The Lounge
Alasan Kenapa Kita Sebaiknya Tidak Menebang Pohon
...
TS
miyavizm
Alasan Kenapa Kita Sebaiknya Tidak Menebang Pohon
Silakan dilihat aja gambarnya, udah cukup jelas 
Mohon dirate dan dishare supaya kita semua bisa lebih menjaga alam
Inilah mengapa disarankan untuk tidak menebang pohon. Perhatikan air yang dikeluarkan dari tampungan yang isinya berbeda-beda ini. Air yang jernih keluar dari penampungan yang ada tanamannya. Begitupula terjadi dengan pohon di hutan. Jadi, yuk kita go green dan menanam pohon / tumbuhan.

Kalau udah liat, coba baca dan renungkan ini:
30 Penyakit Ini Akibat Krisis Air Bersih
TEMPO.CO, - Jangan pernah memandang remeh air. Kelebihan membuat banjir, kekurangan pun bikin sengsara. Jebolnya tanggul air di Buaran, Jakarta Timur, membuat beberapa tempat di Jakarta kekurangan air bersih. Di Petamburan, Jakarta Pusat, warga bersitegang satu sama lain karena berebut air bersih yang dipasok pemerintah daerah.
Selain air, tentu masyarakat perlu mewaspadai beberapa penyakit yang timbul karena kekurangan air bersih. Tanpa akses air minum yang bersih, menurut organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO), 3.800 anak meninggal tiap hari oleh penyakit. Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan 2 miliar manusia per hari terkena dampak kekurangan air di 40 negara, dan 1,1 miliar tak mendapat air yang memadai.
Di Indonesia, 119 juta rakyat belum memiliki akses terhadap air bersih. Baru 20 persen, itu pun kebanyakan di daerah perkotaan, sedangkan 82 persen rakyat Indonesia mengkonsumsi air yang tak layak untuk kesehatan. Menurut badan dunia yang mengatur soal air, World Water Assessment Programme, krisis air memberi dampak yang mengenaskan: membangkitkan epidemi penyakit.
Enam puluh persen sungai di Indonesia tercemar, mulai bahan organik sampai bakteri coliform dan Fecal coli penyebab diare. Menurut data Kementerian kesehatan, dari 5.798 kasus diare, 94 orang meninggal. Jakarta dialiri 13 sungai, sayangnya menurut badan pengendalian lingkungan hidup DKI Jakarta 13 sungai di Jakarta itu sudah tercemar bakteri Escherichia coli, bakteri dari sampah organik dan tinja manusia.
Sungai Ciliwung termasuk yang paling besar tercemar bakteri E. coli, kadar pencemaran mencapai 1,6-3 juta individu per 100 cc, padahal standar baku mutunya 2.000 individu per 100 cc. Dari situ ada 20-30 jenis penyakit yang bisa timbul akibat mikroorganisme di dalam air yang tidak bersih. Bakteri yang sama juga mencemari 70 persen tanah di Ibu Kota yang juga berpotensi mencemari sumber air tanah.
Padahal kebutuhan air bersih orang di Jakarta setiap hari diperkirakan 175 liter air per orang. Dan untuk 9 juta penduduk, diperlukan 1,5 juta meter kubik per hari. Perusahaan air minum baru bisa memenuhi kebutuhan 52 persen lebih, itu pun kalau tidak ada masalah.
Menurut penelitian WHO, penyakit yang timbul akibat krisis air antara lain kolera, hepatitis, polymearitis, typoid, disentrin trachoma, scabies, malaria, yellow fever, dan penyakit cacingan.
Di Indonesia, 423 per 1.000 penduduk semua usia kena diare, dan setahun dua kali diare menyerang anak di bawah 5 tahun. Diare yang disertai muntah sering disebut muntah-berak (muntaber), gejalanya biasanya buang air terus-menerus, muntah, dan kejang perut. Jika tak bisa diatasi dengan gaya hidup sehat dan lingkungan yang bersih, bisa lebih jauh terkena tifus dan kanker usus, yang tak jarang menyebabkan kematian.
Menurut dokter ahli penyakit lambung (gastroenterolog) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Ari Fahrial Syam, terbatasnya air bersih akan berdampak pada masalah kesehatan masyarakat. Sebab, masyarakat membutuhkan air bersih untuk mandi, mencuci, dan buang air. Keterbatasan air bisa membuat masyarakat mengabaikan masalah kesehatan, ujarnya.
Terbatasnya air bersih juga akan mengganggu kebersihan lingkungan. Sebagian masyarakat menunda mandi atau mandi sekadarnya, serta keadaan sekitar relatif lebih kotor dan menimbulkan banyak lalat.
Maka makanan dan minuman akan mudah dihinggapi lalat. Karena itu, menurut dokter Ari, masyarakat dan pemerintah harus mengantisipasi penyakit yang muncul. Penyakit kulit dan diare sangat potensial meningkat karena keterbatasan air bersih, kata dia.
Dokter Ari menyebutkan, hasil berbagai penelitian menunjukkan terbatasnya air bersih merupakan salah satu faktor utama penyebab meningkatnya kejadian diare. Karena itu, kasus diare ini harus diantisipasi oleh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di lokasi yang mengalami krisis air bersih.
Ari menyarankan, jika masyarakat mengalami diare, hendaknya mengkonsumsi lebih banyak cairan dan elektrolit. Gunanya untuk mencegah kondisi kekurangan cairan dan elektrolit yang lebih parah serta berujung pada komplikasi lanjut. Seperti gangguan fungsi ginjal yang menyebabkan kematian, ucapnya.
Selain diare, penyakit kulit karena jamur berpotensi muncul. Di negara tropis seperti Indonesia, menurut dokter, infeksi jamur cukup tinggi. Apalagi dalam kondisi air bersih terbatas. Kulit mudah berkeringat, lembap, terutama di daerah lipatan kulit. Untuk menghindari infeksi jamur, Ari menyarankan tetap mandi dan membersihkan daerah lipatan kulit dan menggunakan pakaian yang bersih.
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2011/0...sis-Air-Bersih
PBB: Dunia Krisis Air
REPUBLIKA.CO.ID, PARIS- Pasokan air di dunia meregang akibat perubahan iklim dan kebutuhan yang meningkat akan pangan, energi serta kebersihan dan kesehatan bagi penduduk yang terus bertambah, demikian studi PBB.
Studi tersebut menyerukan pemikiran kembali secara radikal semua kebijakan untuk menangani berbagai permintaan. "Air segar tak dimanfaatkan secara berkelanjutan," kata Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova di dalam satu pernyataan.
"Keterangan akurat tetap berbeda, dan penanganannya masih terpecah-pecah, masa depan kita tak pasti dan risikonya diperkirakan akan bertambah parah," kata Dirjen UNESCO Irina Bokova.
Ditambahkannya, tuntutan dari sektor pertanian, yang sudah menyedot sebanyak 70 persen air segar yang digunakan secara global, tampaknya akan naik sebanyak 19 persen sampai 2050 saat penduduk dunia membengkak sebanyak dua miliar sampai sembilan miliar jiwa.
Petani nantinya perlu menanam 70 persen lagi pangan sampai saat itu, sementara standar hidup yang meningkat berarti setiap individu akan memiliki tuntutan daging dan makanan yang lebih banyak.
Laporan itu direncanakan dibahas di Forum Air Dunia, yang dimulai di kota Marseille, Prancis, Senin.
"Revolusi diam-diam" telah berlangsung di bawah tanah, demikian peringatan laporan tersebut, saat jumlah air yang disedot dari bawah tanah telah naik jadi tiga kali lipat dalam 50 tahun belakangan, sehingga hilang lah penopang saat musim kemarau.
Dan saat tuntutan meningkat, pasokan air di banyak wilayah justru tampaknya menyusut akibat perubahan pola curah hujan, kemarau yang lebih parah, pencairan gletser dan perubahan aliran sungai, kata laporan itu.
"Perubahan iklim akan secara drastis mempengaruhi produksi pangan di Asia Selatan dan Afrika Selatan antara sekarang dan 2030," kata laporan tersebut, sebagaimana dikutip Reuters. "Sampai 2070, tekanan terhadap air juga akan terasa di Eropa selatan dan tengah."
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/in...nia-krisis-air




Ane ga tau di luar Jakarta, tapi yang di Jakarta, sadar ga 2 bulan belakangan ini air minum bersih di Jakarta susah dicari, terutama yang galonan?
Jangan kira punya duit bisa beli segalanya, kalo barangnya ga ada mo beli apaan???
Semoga tret ane bisa sedikit membuat kita sadar akan pentingnya air bersih
Kalo bukan generasi kita, dan dimulai dari kita, siapa lagi?
Mohon dirate atau dishare supaya semua orang tahu pentingnya air bersih

Mohon dirate dan dishare supaya kita semua bisa lebih menjaga alam
Quote:
Inilah mengapa disarankan untuk tidak menebang pohon. Perhatikan air yang dikeluarkan dari tampungan yang isinya berbeda-beda ini. Air yang jernih keluar dari penampungan yang ada tanamannya. Begitupula terjadi dengan pohon di hutan. Jadi, yuk kita go green dan menanam pohon / tumbuhan.
Spoiler for "Alasan Tidak Menebang Pohon":

Kalau udah liat, coba baca dan renungkan ini:
Spoiler for "30 Penyakit Ini Akibat Krisis Air Bersih":
30 Penyakit Ini Akibat Krisis Air Bersih
TEMPO.CO, - Jangan pernah memandang remeh air. Kelebihan membuat banjir, kekurangan pun bikin sengsara. Jebolnya tanggul air di Buaran, Jakarta Timur, membuat beberapa tempat di Jakarta kekurangan air bersih. Di Petamburan, Jakarta Pusat, warga bersitegang satu sama lain karena berebut air bersih yang dipasok pemerintah daerah.
Selain air, tentu masyarakat perlu mewaspadai beberapa penyakit yang timbul karena kekurangan air bersih. Tanpa akses air minum yang bersih, menurut organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO), 3.800 anak meninggal tiap hari oleh penyakit. Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan 2 miliar manusia per hari terkena dampak kekurangan air di 40 negara, dan 1,1 miliar tak mendapat air yang memadai.
Di Indonesia, 119 juta rakyat belum memiliki akses terhadap air bersih. Baru 20 persen, itu pun kebanyakan di daerah perkotaan, sedangkan 82 persen rakyat Indonesia mengkonsumsi air yang tak layak untuk kesehatan. Menurut badan dunia yang mengatur soal air, World Water Assessment Programme, krisis air memberi dampak yang mengenaskan: membangkitkan epidemi penyakit.
Enam puluh persen sungai di Indonesia tercemar, mulai bahan organik sampai bakteri coliform dan Fecal coli penyebab diare. Menurut data Kementerian kesehatan, dari 5.798 kasus diare, 94 orang meninggal. Jakarta dialiri 13 sungai, sayangnya menurut badan pengendalian lingkungan hidup DKI Jakarta 13 sungai di Jakarta itu sudah tercemar bakteri Escherichia coli, bakteri dari sampah organik dan tinja manusia.
Sungai Ciliwung termasuk yang paling besar tercemar bakteri E. coli, kadar pencemaran mencapai 1,6-3 juta individu per 100 cc, padahal standar baku mutunya 2.000 individu per 100 cc. Dari situ ada 20-30 jenis penyakit yang bisa timbul akibat mikroorganisme di dalam air yang tidak bersih. Bakteri yang sama juga mencemari 70 persen tanah di Ibu Kota yang juga berpotensi mencemari sumber air tanah.
Padahal kebutuhan air bersih orang di Jakarta setiap hari diperkirakan 175 liter air per orang. Dan untuk 9 juta penduduk, diperlukan 1,5 juta meter kubik per hari. Perusahaan air minum baru bisa memenuhi kebutuhan 52 persen lebih, itu pun kalau tidak ada masalah.
Menurut penelitian WHO, penyakit yang timbul akibat krisis air antara lain kolera, hepatitis, polymearitis, typoid, disentrin trachoma, scabies, malaria, yellow fever, dan penyakit cacingan.
Di Indonesia, 423 per 1.000 penduduk semua usia kena diare, dan setahun dua kali diare menyerang anak di bawah 5 tahun. Diare yang disertai muntah sering disebut muntah-berak (muntaber), gejalanya biasanya buang air terus-menerus, muntah, dan kejang perut. Jika tak bisa diatasi dengan gaya hidup sehat dan lingkungan yang bersih, bisa lebih jauh terkena tifus dan kanker usus, yang tak jarang menyebabkan kematian.
Menurut dokter ahli penyakit lambung (gastroenterolog) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Ari Fahrial Syam, terbatasnya air bersih akan berdampak pada masalah kesehatan masyarakat. Sebab, masyarakat membutuhkan air bersih untuk mandi, mencuci, dan buang air. Keterbatasan air bisa membuat masyarakat mengabaikan masalah kesehatan, ujarnya.
Terbatasnya air bersih juga akan mengganggu kebersihan lingkungan. Sebagian masyarakat menunda mandi atau mandi sekadarnya, serta keadaan sekitar relatif lebih kotor dan menimbulkan banyak lalat.
Maka makanan dan minuman akan mudah dihinggapi lalat. Karena itu, menurut dokter Ari, masyarakat dan pemerintah harus mengantisipasi penyakit yang muncul. Penyakit kulit dan diare sangat potensial meningkat karena keterbatasan air bersih, kata dia.
Dokter Ari menyebutkan, hasil berbagai penelitian menunjukkan terbatasnya air bersih merupakan salah satu faktor utama penyebab meningkatnya kejadian diare. Karena itu, kasus diare ini harus diantisipasi oleh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di lokasi yang mengalami krisis air bersih.
Ari menyarankan, jika masyarakat mengalami diare, hendaknya mengkonsumsi lebih banyak cairan dan elektrolit. Gunanya untuk mencegah kondisi kekurangan cairan dan elektrolit yang lebih parah serta berujung pada komplikasi lanjut. Seperti gangguan fungsi ginjal yang menyebabkan kematian, ucapnya.
Selain diare, penyakit kulit karena jamur berpotensi muncul. Di negara tropis seperti Indonesia, menurut dokter, infeksi jamur cukup tinggi. Apalagi dalam kondisi air bersih terbatas. Kulit mudah berkeringat, lembap, terutama di daerah lipatan kulit. Untuk menghindari infeksi jamur, Ari menyarankan tetap mandi dan membersihkan daerah lipatan kulit dan menggunakan pakaian yang bersih.
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2011/0...sis-Air-Bersih
Spoiler for "PBB: Dunia Krisis Air":
PBB: Dunia Krisis Air
REPUBLIKA.CO.ID, PARIS- Pasokan air di dunia meregang akibat perubahan iklim dan kebutuhan yang meningkat akan pangan, energi serta kebersihan dan kesehatan bagi penduduk yang terus bertambah, demikian studi PBB.
Studi tersebut menyerukan pemikiran kembali secara radikal semua kebijakan untuk menangani berbagai permintaan. "Air segar tak dimanfaatkan secara berkelanjutan," kata Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova di dalam satu pernyataan.
"Keterangan akurat tetap berbeda, dan penanganannya masih terpecah-pecah, masa depan kita tak pasti dan risikonya diperkirakan akan bertambah parah," kata Dirjen UNESCO Irina Bokova.
Ditambahkannya, tuntutan dari sektor pertanian, yang sudah menyedot sebanyak 70 persen air segar yang digunakan secara global, tampaknya akan naik sebanyak 19 persen sampai 2050 saat penduduk dunia membengkak sebanyak dua miliar sampai sembilan miliar jiwa.
Petani nantinya perlu menanam 70 persen lagi pangan sampai saat itu, sementara standar hidup yang meningkat berarti setiap individu akan memiliki tuntutan daging dan makanan yang lebih banyak.
Laporan itu direncanakan dibahas di Forum Air Dunia, yang dimulai di kota Marseille, Prancis, Senin.
"Revolusi diam-diam" telah berlangsung di bawah tanah, demikian peringatan laporan tersebut, saat jumlah air yang disedot dari bawah tanah telah naik jadi tiga kali lipat dalam 50 tahun belakangan, sehingga hilang lah penopang saat musim kemarau.
Dan saat tuntutan meningkat, pasokan air di banyak wilayah justru tampaknya menyusut akibat perubahan pola curah hujan, kemarau yang lebih parah, pencairan gletser dan perubahan aliran sungai, kata laporan itu.
"Perubahan iklim akan secara drastis mempengaruhi produksi pangan di Asia Selatan dan Afrika Selatan antara sekarang dan 2030," kata laporan tersebut, sebagaimana dikutip Reuters. "Sampai 2070, tekanan terhadap air juga akan terasa di Eropa selatan dan tengah."
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/in...nia-krisis-air
Spoiler for "UPDATE":
Spoiler for "Ini di Indonesia awal September 2012":




Ane ga tau di luar Jakarta, tapi yang di Jakarta, sadar ga 2 bulan belakangan ini air minum bersih di Jakarta susah dicari, terutama yang galonan?
Jangan kira punya duit bisa beli segalanya, kalo barangnya ga ada mo beli apaan???
Semoga tret ane bisa sedikit membuat kita sadar akan pentingnya air bersih

Kalo bukan generasi kita, dan dimulai dari kita, siapa lagi?
Quote:
Mohon dirate atau dishare supaya semua orang tahu pentingnya air bersih

0
3.3K
Kutip
22
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•107.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
miyavizm
#10
UPDATE
Krisis Air Berkelanjutan
JAKARTA, KOMPAS.com Secara global, 1 dari 4 orang di dunia kekurangan air minum, sementara 1 dari 3 orang tidak mendapatkan sanitasi yang layak. Pada abad ke-21, air akan menjadi masalah besar dunia karena krisis air akan meningkat. "Diperkirakan dua pertiga penduduk dunia akan kekurangan air pada tahun 2050," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (31/8/2012) pagi.
Dalam siaran persnya, Sutopo menyatakan bahwa di Indonesia krisis air mengalami hal yang sama. Saat musim kemarau, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sudah mengalami defisit air sejak 1995. Defisit air terjadi selama tujuh bulan pada musim kemarau. Surplus air berlangsung lima bulan saat musim hujan. Diproyeksikan tahun 2020 potensi air yang ada hanya 35 persen yang layak dikelola, yaitu 400 meter kubik per kapita per tahun. Angka ini jauh dari standar minimal dunia sebanyak 1.100 meter kubik per kapita per tahun.
Menurut Sutopo, sejak tahun 2003 terdapat 77 persen kabupaten/kota di Jawa yang memiliki defisit air selama 1-8 bulan dalam setahun. Bahkan, sebanyak 36 kabupaten/kota defisit air 5-8 bulan dalam setahun. "Jadi, bukan hal yang aneh jika saat ini terjadi dampak kekeringan, khususnya di Jawa. Distribusi air, hujan buatan, dan pengeboran sumur adalah solusi singkat yang belum mengatasi masalah tuntas. Diperlukan upaya penyediaan air secara besar-besaran," sebut Sutopo.
Pembangunan waduk, bendung, embung, dan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dapat mengatasi masalah yang ada. Namun, ini perlu dukungan politik, dana, dan partisipasi masyarakat yang besar. Pembangunan waduk besar saat ini sulit dilakukan di Jawa. Terlebih lagi dengan adanya penurunan hujan pada masa mendatang, meningkatnya pencemaran air, kerusakan lingkungan, dan bertambahnya penduduk akan makin berat penyediaan air di Jawa.
Partisipasi masyarakat perlu didorong melalui ekonomi kerakyatan yang langsung memberikan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan embung dan waduk kecil di sungai-sungai orde 1 perlu dibangun di banyak tempat. Upaya ini bisa mengatasi kekeringan yang rutin tiap tahun. "Jika tidak, kekeringan berkelanjutan yang ada," kata Sutopo.
Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2012....Berkelanjutan
Krisis Air Bersih di Lombok Kian Meluas
MATARAM, KOMPAS - Krisis air bersih di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, kian meluas. Hal ini terindikasi dari terus bertambahnya permintaan warga kepada pemerintah untuk memberikan suplai air bersih guna memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Demikian diutarakan Kepala Dinas Sosial, Kependudukan, dan Catatan Sipil Provinsi Nusa Tenggara Barat Bachrudin, Senin (13/8) di Mataram. Ada lagi tambahan permintaan dropping air bersih dari dua desa di Kabupaten Lombok Tengah, ungkapnya. Sebanyak 1.060 keluarga di Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, meminta bantuan air bersih.
Sebelumnya, selama seminggu terakhir Dinas Sosial, Kependudukan, dan Catatan Sipil NTB bersama perusahaan daerah air minum kabupaten mengirimkan air bersih bagi 14.413 keluarga di sembilan kecamatan di Lombok bagian selatan. Krisis air bersih itu menyusul menyusutnya debit air beberapa sumber air pada musim kemarau ini.
Daerah yang mengalami krisis air bersih terparah adalah Lombok bagian selatan, seperti Kecamatan Jerowaru di Kabupaten Lombok Timur serta Kecamatan Praya Timur dan Jonggat di Kabupaten Lombok Tengah. Selain itu, krisis air bersih juga terjadi di Kecamatan Sekotong Tengah, Batu Layar, dan Kuripan di Kabupaten Lombok Barat serta Kecamatan Tanjung, Gangga, dan Kayangan di Kabupaten Lombok Utara.
Permintaan bantuan air bersih masih mungkin bertambah. Awal September ini kami akan minta kiriman air bersih, ujar Edi Sadikin, Camat Sekotong. Warga yang minta bantuan air tinggal di kawasan pantai.
Bantuan air bersih juga diminta sejumlah warga desa di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mulai Senin. Hal itu diakui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gresik Hari Sucipto di Gresik, Senin. (rul/aci)
Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2012...ok.Kian.Meluas
Ratusan Warga di Malang Rebutan Air Bersih
MALANG, KOMPAS.com - Ratusan warga di Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur antre dalam pembagian air minum yang diberikan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Rabu (26/9/2012) siang. Warga di desa tersebut sudah sejak Juli lalu mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Tak hanya itu, air uantuk kebutuhan tanaman pun tidak ada sehingga terpaksa mereka biarkan tanaman itu mati kekeringan.
Pihak PMI Kabupaten Malang memberikan bantuan air minum secara langsung dengan mendatangi warga setempat. Saat tangki air dari PMI tiba di rumah seorang warga, tanpa disuruh, ratusan warga langsung menyerbu tangki air dengan membawa jeriken.
"Tolong jerikennya dijejer dengan tertib. Jangan rebutan," ujar petugas PMI memberitahukan pada warga.
Namun imbauan petugas PMI itu tidak digubris. Warga malah rebutan menaruh jeriken di depan tangki agar lebih dulu mendapatkan air.
Salah seorang warga, Sri Wahyudi (26) mengatakan, sudah sejak Juli lalu dia dan warga lain di Desa Wonorejo mengalami krisis air bersih akibat kekeringan.
"Air minum dan untuk memasak tidak ada. Tanaman mati semua, karena tak ada air. Baru sekarang ada bantuan air ke sini. Sebelumnya harus ambil di sumur tetangga desa sebelah. Jauh dari sini. Warga harus jalan kaki," aku Sri.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Wonorejo Jun Eko Rakhmad, yang ditemui Kompas.com di lokasi pembagian air mengatakan, krisis air di Desa Wonorejo sudah berlangsung sejak Juli lalu. "Setelah mengajukan bantuan air minum ke Kabupaten Malang, baru sekarang terpenuhi," aku Eko.
Eko berharap, Pemerintah Kabupaten Malang terus memberikan bantuan air minum untuk warga di Desa Wonorejo, minimal dua hari sekali.
"Di desa ini sama sekali tak ada air. Total KK (kepala keluarga, red) yang krisis air sebanyak 350 KK. Sedangkan warga di sini ada 1970 KK. Memang ada tandong, tapi kosong semua," katanya.
Selain tandong yang sudah kosong, sumur milik warga juga kering. "Ada sebagian yang tidak kering. Tapi satu sumur hanya berdebit 2,5 liter. "Selama ini sumur itu yang dipakai sekitar 350 KK, dengan cara bergiliran dalam dua hari sekali," kata Eko.
Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang Mudji Utomo mengatakan, air yang didistribusikan ke Desa Wonorejo sebanyak 10.000 liter. "Isi tangki air sebanyak 5000 liter. Untuk hari ini ada 10.000 liter," kata Mudji.
Pengiriman air ke warga Wonorejo ini, menurut Mudi, sesuai dengan permintaan yang masuk ke Kabupaten Malang. "Selama ini baru satu desa yang minta pengiriman air. Desa lain belum ada. Pada Februari lalu, pihak PMI, sudah pernah mendistribusikan air di desa setempat. Program ini dilakukan secara bergantian. Yakni oleh Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD), PMI, PDAM dan Cipta Karya," katanya.
Efeknya jadi kemana mana juga
Kekeringan Parah, Harga Pangan Dunia Naik 10%
Jakarta - Harga pangan dunia naik 10% sepanjang Juli 2012 karena kekeringan yang terjadi di AS dan Eropa Timur. Bank Dunia meminta negara-negara di dunia untuk membuat program perlindungan menghadapi kelaparan.
Laporan Bank Dunia menyebutkan, dari Juni sampai Juli, harga jagung dan terigu naik 25%, dan harga kedelai naik 17%. Hanya harga beras yang turun 4%.
Secara keseluruhan, dari indeks harga pangan Bank Dunia, harga pangan dunia di Juli 2012 naik 6% dibandingkan Juli 2011.
Harga kedelai berjangka tembus rekor tertinggi US$ 17,78 per bushel pada perdagangan kemarin. Sementara harga berjangka jagung mendekati rekor tertinggi US$ 8,49 awal bulan ini.
"Kita tidak bisa membiarkan harga pangan naik tinggi seperti saat ini. Karena akan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, seperti anak-anak yang terpaksa keluar dari sekolahnya, serta makin minimnya nutrisi yang dikonsumsi anak-anak karena mahalnya harga pangan," ujar Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dikutip dari Reuters, Jumat (31/8/2012).
Bank Dunia meminta negara-negara untuk memperketat program mereka mengamankan pangan. "Afrika dan Timur Tengah cukup rentan menghadapi kenaikan harga pangan ini," kata Kim.
Sementara kekeringan parah di AS telah membuat lahan jagung dan kedelai berkurang tajam. Sementara Musim panas di Rusia, Ukraina, dan Kazakhstan membuat produksi tepung menurun.
Secara terpisah, para menteri keuangan dari 21 negara anggota APEC berkomitmen untuk memberantas kebijakan penahanan ekspor pangan sebagai respons untuk menahan kenaikan harga.
Spoiler for "Krisis Air Berkelanjutan":
Krisis Air Berkelanjutan
JAKARTA, KOMPAS.com Secara global, 1 dari 4 orang di dunia kekurangan air minum, sementara 1 dari 3 orang tidak mendapatkan sanitasi yang layak. Pada abad ke-21, air akan menjadi masalah besar dunia karena krisis air akan meningkat. "Diperkirakan dua pertiga penduduk dunia akan kekurangan air pada tahun 2050," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (31/8/2012) pagi.
Dalam siaran persnya, Sutopo menyatakan bahwa di Indonesia krisis air mengalami hal yang sama. Saat musim kemarau, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sudah mengalami defisit air sejak 1995. Defisit air terjadi selama tujuh bulan pada musim kemarau. Surplus air berlangsung lima bulan saat musim hujan. Diproyeksikan tahun 2020 potensi air yang ada hanya 35 persen yang layak dikelola, yaitu 400 meter kubik per kapita per tahun. Angka ini jauh dari standar minimal dunia sebanyak 1.100 meter kubik per kapita per tahun.
Menurut Sutopo, sejak tahun 2003 terdapat 77 persen kabupaten/kota di Jawa yang memiliki defisit air selama 1-8 bulan dalam setahun. Bahkan, sebanyak 36 kabupaten/kota defisit air 5-8 bulan dalam setahun. "Jadi, bukan hal yang aneh jika saat ini terjadi dampak kekeringan, khususnya di Jawa. Distribusi air, hujan buatan, dan pengeboran sumur adalah solusi singkat yang belum mengatasi masalah tuntas. Diperlukan upaya penyediaan air secara besar-besaran," sebut Sutopo.
Pembangunan waduk, bendung, embung, dan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dapat mengatasi masalah yang ada. Namun, ini perlu dukungan politik, dana, dan partisipasi masyarakat yang besar. Pembangunan waduk besar saat ini sulit dilakukan di Jawa. Terlebih lagi dengan adanya penurunan hujan pada masa mendatang, meningkatnya pencemaran air, kerusakan lingkungan, dan bertambahnya penduduk akan makin berat penyediaan air di Jawa.
Partisipasi masyarakat perlu didorong melalui ekonomi kerakyatan yang langsung memberikan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan embung dan waduk kecil di sungai-sungai orde 1 perlu dibangun di banyak tempat. Upaya ini bisa mengatasi kekeringan yang rutin tiap tahun. "Jika tidak, kekeringan berkelanjutan yang ada," kata Sutopo.
Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2012....Berkelanjutan
Spoiler for "Krisis Air Bersih di Lombok Kian Meluas":
Krisis Air Bersih di Lombok Kian Meluas
MATARAM, KOMPAS - Krisis air bersih di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, kian meluas. Hal ini terindikasi dari terus bertambahnya permintaan warga kepada pemerintah untuk memberikan suplai air bersih guna memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Demikian diutarakan Kepala Dinas Sosial, Kependudukan, dan Catatan Sipil Provinsi Nusa Tenggara Barat Bachrudin, Senin (13/8) di Mataram. Ada lagi tambahan permintaan dropping air bersih dari dua desa di Kabupaten Lombok Tengah, ungkapnya. Sebanyak 1.060 keluarga di Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, meminta bantuan air bersih.
Sebelumnya, selama seminggu terakhir Dinas Sosial, Kependudukan, dan Catatan Sipil NTB bersama perusahaan daerah air minum kabupaten mengirimkan air bersih bagi 14.413 keluarga di sembilan kecamatan di Lombok bagian selatan. Krisis air bersih itu menyusul menyusutnya debit air beberapa sumber air pada musim kemarau ini.
Daerah yang mengalami krisis air bersih terparah adalah Lombok bagian selatan, seperti Kecamatan Jerowaru di Kabupaten Lombok Timur serta Kecamatan Praya Timur dan Jonggat di Kabupaten Lombok Tengah. Selain itu, krisis air bersih juga terjadi di Kecamatan Sekotong Tengah, Batu Layar, dan Kuripan di Kabupaten Lombok Barat serta Kecamatan Tanjung, Gangga, dan Kayangan di Kabupaten Lombok Utara.
Permintaan bantuan air bersih masih mungkin bertambah. Awal September ini kami akan minta kiriman air bersih, ujar Edi Sadikin, Camat Sekotong. Warga yang minta bantuan air tinggal di kawasan pantai.
Bantuan air bersih juga diminta sejumlah warga desa di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mulai Senin. Hal itu diakui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gresik Hari Sucipto di Gresik, Senin. (rul/aci)
Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2012...ok.Kian.Meluas
Spoiler for "Ratusan Warga di Malang Rebutan Air Bersih":
Ratusan Warga di Malang Rebutan Air Bersih
MALANG, KOMPAS.com - Ratusan warga di Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur antre dalam pembagian air minum yang diberikan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Rabu (26/9/2012) siang. Warga di desa tersebut sudah sejak Juli lalu mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Tak hanya itu, air uantuk kebutuhan tanaman pun tidak ada sehingga terpaksa mereka biarkan tanaman itu mati kekeringan.
Pihak PMI Kabupaten Malang memberikan bantuan air minum secara langsung dengan mendatangi warga setempat. Saat tangki air dari PMI tiba di rumah seorang warga, tanpa disuruh, ratusan warga langsung menyerbu tangki air dengan membawa jeriken.
"Tolong jerikennya dijejer dengan tertib. Jangan rebutan," ujar petugas PMI memberitahukan pada warga.
Namun imbauan petugas PMI itu tidak digubris. Warga malah rebutan menaruh jeriken di depan tangki agar lebih dulu mendapatkan air.
Salah seorang warga, Sri Wahyudi (26) mengatakan, sudah sejak Juli lalu dia dan warga lain di Desa Wonorejo mengalami krisis air bersih akibat kekeringan.
"Air minum dan untuk memasak tidak ada. Tanaman mati semua, karena tak ada air. Baru sekarang ada bantuan air ke sini. Sebelumnya harus ambil di sumur tetangga desa sebelah. Jauh dari sini. Warga harus jalan kaki," aku Sri.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Wonorejo Jun Eko Rakhmad, yang ditemui Kompas.com di lokasi pembagian air mengatakan, krisis air di Desa Wonorejo sudah berlangsung sejak Juli lalu. "Setelah mengajukan bantuan air minum ke Kabupaten Malang, baru sekarang terpenuhi," aku Eko.
Eko berharap, Pemerintah Kabupaten Malang terus memberikan bantuan air minum untuk warga di Desa Wonorejo, minimal dua hari sekali.
"Di desa ini sama sekali tak ada air. Total KK (kepala keluarga, red) yang krisis air sebanyak 350 KK. Sedangkan warga di sini ada 1970 KK. Memang ada tandong, tapi kosong semua," katanya.
Selain tandong yang sudah kosong, sumur milik warga juga kering. "Ada sebagian yang tidak kering. Tapi satu sumur hanya berdebit 2,5 liter. "Selama ini sumur itu yang dipakai sekitar 350 KK, dengan cara bergiliran dalam dua hari sekali," kata Eko.
Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang Mudji Utomo mengatakan, air yang didistribusikan ke Desa Wonorejo sebanyak 10.000 liter. "Isi tangki air sebanyak 5000 liter. Untuk hari ini ada 10.000 liter," kata Mudji.
Pengiriman air ke warga Wonorejo ini, menurut Mudi, sesuai dengan permintaan yang masuk ke Kabupaten Malang. "Selama ini baru satu desa yang minta pengiriman air. Desa lain belum ada. Pada Februari lalu, pihak PMI, sudah pernah mendistribusikan air di desa setempat. Program ini dilakukan secara bergantian. Yakni oleh Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD), PMI, PDAM dan Cipta Karya," katanya.
Efeknya jadi kemana mana juga
Spoiler for "Kekeringan Parah, Harga Pangan Dunia Naik 10%":
Kekeringan Parah, Harga Pangan Dunia Naik 10%
Jakarta - Harga pangan dunia naik 10% sepanjang Juli 2012 karena kekeringan yang terjadi di AS dan Eropa Timur. Bank Dunia meminta negara-negara di dunia untuk membuat program perlindungan menghadapi kelaparan.
Laporan Bank Dunia menyebutkan, dari Juni sampai Juli, harga jagung dan terigu naik 25%, dan harga kedelai naik 17%. Hanya harga beras yang turun 4%.
Secara keseluruhan, dari indeks harga pangan Bank Dunia, harga pangan dunia di Juli 2012 naik 6% dibandingkan Juli 2011.
Harga kedelai berjangka tembus rekor tertinggi US$ 17,78 per bushel pada perdagangan kemarin. Sementara harga berjangka jagung mendekati rekor tertinggi US$ 8,49 awal bulan ini.
"Kita tidak bisa membiarkan harga pangan naik tinggi seperti saat ini. Karena akan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, seperti anak-anak yang terpaksa keluar dari sekolahnya, serta makin minimnya nutrisi yang dikonsumsi anak-anak karena mahalnya harga pangan," ujar Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dikutip dari Reuters, Jumat (31/8/2012).
Bank Dunia meminta negara-negara untuk memperketat program mereka mengamankan pangan. "Afrika dan Timur Tengah cukup rentan menghadapi kenaikan harga pangan ini," kata Kim.
Sementara kekeringan parah di AS telah membuat lahan jagung dan kedelai berkurang tajam. Sementara Musim panas di Rusia, Ukraina, dan Kazakhstan membuat produksi tepung menurun.
Secara terpisah, para menteri keuangan dari 21 negara anggota APEC berkomitmen untuk memberantas kebijakan penahanan ekspor pangan sebagai respons untuk menahan kenaikan harga.
0
Kutip
Balas