- Beranda
- Stories from the Heart
The Lady Emperor
...
TS
Gurikho
The Lady Emperor
Prolog 1
Apakah dunia ini tidak sehebat bentuknya?
Mengapa dunia ini penuh dengan penghianatan?
Atas dasar apa dia berpaling?
Atas alasan apa dia pergi meninggalkan diriku seorang diri?
Dia bukanlah seorang wanita, tetapi monster tidak berperasaan !!
Dia meninggalkan aku hanya untuk harta dan pergi untuk ketidakpastian.
Busuk mulutmu dan tawamu membuatku muak dan geli.
Tetapi itulah kamu.
Sespesial itu dirimu untuk ku.
Walau seperti itu kamu tetap menjadi pujaan hati ku.
Sepanjang hidupku.
-Aldy
Apakah dunia ini tidak sehebat bentuknya?
Mengapa dunia ini penuh dengan penghianatan?
Atas dasar apa dia berpaling?
Atas alasan apa dia pergi meninggalkan diriku seorang diri?
Dia bukanlah seorang wanita, tetapi monster tidak berperasaan !!
Dia meninggalkan aku hanya untuk harta dan pergi untuk ketidakpastian.
Busuk mulutmu dan tawamu membuatku muak dan geli.
Tetapi itulah kamu.
Sespesial itu dirimu untuk ku.
Walau seperti itu kamu tetap menjadi pujaan hati ku.
Sepanjang hidupku.
-Aldy
Spoiler for INDEX:
anasabila memberi reputasi
1
22.9K
183
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Gurikho
#70
Mulutnya tidak lagi tertutup, keraguan nya pun sirna ditelan rasa emosi di dalam tubuhnya, Aldy pun berbicara.
Aldy: Ruby.. Gua kesini emang nyari lu.. Gua penasaran sama lu.. Gua ga bisa tidur cuma karena lu..Dan gua punya satu pertanyaan..Orang sampah yang nge-gampar lu kemaren ini siapa? SIAPA? Dan sekarang dia berani berdiri dihadapan gua dan dia ga tau siapa gua? Kurang kali gua hajar kemaren, HAH? Lu jagoan? Orang yang berhadapan di depan mata gua dan nantang gua, GA AKAN BISA BERDIRI MENIKMATI HIDUPNYA !!
Aldy menyiapkan kuda-kuda, ia benar-benar serius melumat musuhnya.
Ruby: Haaah? Apa? (muka Ruby memerah)
Baru kali itu Ruby terdiam, ia menatap mata Aldy yang begitu tajam. Sorot mata Aldy membuat Ruby terlena. Mata yang dipenuhi emosi membuat jantung Ruby berdetak kencang. Ruby tidak bisa bicara, ia diam seribu bahasa. Saat itu ia hanya bisa membeku pasrah didalam sebuah pusaran keras seorang Aldy yang tersulut amarah. Ruby yang dikenal mampu memanipulasi pria dan sanggup membuat mereka bertekuk lutut, baru kali ini ia dibuat tidak sanggup untuk berkata-kata.
LALU..
Ehas: Ga usah banyak ngomong lu BANG-SAT !!
Ehas mengambil sebuah botol berisi alcohol dan mencoba untuk menghajar Aldy dari depan, tetapi..
Jun: EHAAS !! STOP !! (Jun akhirnya berdiri disamping bangkunya)
Waktu seperti terhitung lambat. SLOW MOTION. Bergerak perlahan seperti lamunan seorang penyair dikala berimajinasi. Teriakan Jun yang bergema hingga seluruh ruangan, membuat suasana terdiam sejenak, dan beberapa manusia disana langsung menatap ke arahnya.
Jun: Lu jangan pernah bikin malu disini.. Sekali lu bikin ulah, lu bakal tahu apa yang bakalan terjadi.. Turunin apa yang lu pegang.. Jangan buat gua emosi karena perbuatan lu.. Lu bukan siapa-siapa dsini.. LU BUKAN SIAPA-SIAPA SIAL !!
Teriakan itu, teriakan seorang bajingan kelas berat. Seorang pemuda yang benar-benar memperlihatkan kengerianya. Saat itu Jun berubah menjadi seorang yang menakutkan, sorot matanya tajam, begitu tajam, layak tatapan mata seekor serigala. LONE WOLF. Sepertinya ia telah melalui masa-masa keji didalam hidupnya.
Teriakanya bukanlah sebuah gertakan biasa, teriakan yang sanggup memecahkan kegaduhan dan meriah pesta. Klub itu terdiam membisu beberapa detik dan kembali berisik dengan lantunan musiknya, rasa penasaran orang-orang pun seperti menelanjagi para pemuda yang sedang diambang kekacauan. Klub itu tidak lagi dihidupkan dengan rasa senang, tawa dan kemeriahan, tetapi kondisi yang begitu mencekam, itu terlihat dengan beberapa petugas klub berjubah hitam yang menghampiri masuk kedalam klub untuk berjaga sambil mengawasi.
Reva, Alvin, Gerald, Daru, Lily, Nadia dan Garret pun mengetahui kejadian itu. Suara raungan seorang Jun terdengar jelas di telinga mereka. Para pemuda dan pemudi yang berbeda tongkrongan dengan kompak menghampiri meja asal mereka. Disana mereka terkejut, karena ada dua orang lelaki yang berdiri saling berhadapan, tegang dan tidak bergerak.
Jun: Gua ga tau apa masalah kalian? Gua ga tau apa-apa.. Tapi dengan keadaan ini gua tau, klo lu pada emang didalam masalah berat. Sekarang lagi ulang tahun gua, jangan bikin malu. Ehas, sekarang lu pergi, gua ga mau liat lu begini.. (jun menunjuk arah pintu keluar)
Ehas: Eehhkk.. Arrrgggghhh !! Okey Jun, gua minta maav.. Okey, gua cabut !! Tapi inget lu yang namanya Aldy, gua bakal ngincer lu !! Liat lu !!
Ehas menaruh botol ditanganya ke tempat semula, lalu ia menghampiri Aldy yang beberapa jengkal dari hadapanya. Ia melotot kearah Aldy dan segera pergi. Ia melihat Ruby, tetapi Ruby tetap duduk tanpa melihat mukanya, Ruby seakan tidak peduli dengan keadaan Ehas. Dilain pihak Aldy kembali berbicara sesaat Ehas melangkahkan kaki melewatinya, dan Ehas pun membalasnya.
Aldy: HEHEHE, gua dengan senang hati akan menunggu saat itu. Saat dimana gua bakal makan lu hidup-hidup !! Nama lu Ehas bukan? Bakal gua inget nama itu.
Ehas: Kita akan bertemu lagi ! PASTI !
*Bunyi suara gaduh musik techno menggema diseluruh ruangan
Jun: Ruby, lu tetep disini kan? Ga ada gunanya lagi lu ikutin tu orang. Orang bodoh macam dia, ga pantes masuk kedalam perut kita.
Akhirnya Ehas berlalu, ia melangkahkan kaki menjauh diantara kerumunan. Sepertinya ia telah mendapatkan pukulan keras, bukan dari Aldy tetapi dari seorang muda bernama Jun.
Suasana kembali normal, tensi keadaan menurun drastis hingga titik kesenangan, para penjaga klub pun kembali ditempat biasanya, para pengunjung pun segera menikmati pesta dan Jun kembali duduk di kursinya, Ruby pun begitu. Sahabat-sahabat Aldy yang telah kembali dari dance floor menghampirinya dan teman-teman tongkrongan Jun pun ikut duduk bersama.
Daru: Kenapa Jun? Mabok lu?
Jun: Engga.. ada laler lewat tadi !
Daru: bodoh lu !! HAHAHAHA, itu bukanya si Ehas? Kenapa dia? Ada masalah?
Lily: Iya, tadi kan Ehas Jun? Kenapa dia?
Nadia: Kingkong, donkey kong, si bodoh itu.. Ada apa ribut-ribut sih?
Garret: What happen aya naon atu Jun? Galak bener teh suaranya ! HAHAHAHA.. Jun, Jun, orang-orang ga tau ya klo Jun marah kaya apa? HAHAHAHA
Jun: Tolol lu semua
(Jun tersenyum dan kembali menyalakan rokok filternya) jangan tanya gua, tapi tanya ke Ruby. Dia yang bisa jawab semua itu.
Ruby: Mmmmm ..
Sementara itu, pertanyaan demi pertanyaan pun sama dilancarkan ke Aldy oleh sahabat-sahabatnya, terutama Alvin dan Reva. Mereka duduk sedikit berjauhan dari tempat Jun dan Ruby duduk.
Reva: Dy, si Jun kenapa? Kayanya tadi gua liat dia marah-marah? Marah-marah sama siapa? Dan gua liat lu berdiri sambil masang kuda-kuda kaya mau ngehantem orang? Orang gede di depan lu, mau lu hantem emang Dy? (Reva mengambil rokok Dji Sam Soe miliknya dan memberikan kepada Aldy yang saat itu telah kehabisan rokok)
Aldy: Thanx Va ! Nolong bgt nih, rokok gua abis dari tadi. FUUUUUUUUHHHHHH !!!
Alvin: Gua juga liat tuh, mang ada apaan? Masalah Dy?
Aldy: Lu masih inget orang yang gua hantem sehari kemaren ga?
Reva: Wah, lupa gua
Kayanya gua kbanyakan minum neh..
Gerald: Inget gua Va, ga kaya lu isi otak lu sampah semua !! KAKAKAKAKA
Reva: Setan lu Rald !
Alvin: Iya gua inget Dy. Orang itu yang tadi berdiri didepan lu?
Aldy: Iya, itu orangnya.
Reva: Shit ! Lu ga bilang-bilang lagi ! Tapi kayanya lu sendiri cukuplah, Aldy gitu ! Siapa yg berani lawan lu dy?
Aldy: Heh
Alvin: Gimana mau bilang, kita aja pada mencar !! Awalnya kan gua dah bilang jangan tinggal Aldy sendirian, jadinya kaya gini deh. Terus janji lu mana Va, mo nemenin Aldy nyari cewe yang namanya Ruby?
Aldy: Ga usah Vin, gua udah ketemu, itu orangnya.. (Aldy mengarahkan telunjuknya kea rah Ruby yang letaknya serong kanan dari keempat kawanan tersebut)
Alvin dan Gerald: Mana? Mmmmmm . Ya cantik !
Reva: Hehehe, ya bener Dy, itu cewek yg gua maksud, sempurna bukan?
Ruby kembali sedikit santai, walaupun ia telah mengalami sebuah moment sarat emosi. Wajahnya tidak lagi panik, tetapi tenang seperti air tawar di sekitar danau. Bibirnya pun dihiasi sebatang rokok Marlboro mentol hijau yang sepertinya baru saja ia bakar. Ia tersenyum disaat tongkrongan Daru dan Jun menanyakan beberapa pertanyaan. Ia tertawa, dan tawa itu membuat semua orang disekitarnya bahagia, polos wajahnya membuat Aldy semakin tertarik padanya. Ia seperti memiliki magnet kuat dalam tubuhnya.
Walaupun beberapa pertanyaan belum dijawab oleh Ruby, tetapi Aldy tetap menunggu dalam sebuah harapan, dimana harapan tersebut dapat mengabulkan permintaanya. Disela-sela hatinya yang hampa kosong akan kepergian ibunya, Aldy berdoa untuk seseorang yang mampu mengisinya. Di moment yang tepat. Yah, di moment yang tepat.
Jauh didasar hatinya, diujung renda-renda misterius tentang dirinya yang akan segera terungkap, sebuah pena tanpa wujud menuliskan di dasar alam bawah sadarnya, ukiran tulisan yang akan segera lengkap akan sebuah nama. Nama itu yang akan mengubah dunia gelapnya menjadi sedikit lebih bercahaya. Walau seorang Ruby yang memperlihatkan senyumanya dihadapan sekawanan teman, tetap saja ia tidak dapat membohongi suara hati kecilnya berbicara.. ALDY dan..
Sosok ALDY telah merasuki alam pikirannya.
........
Serpihan kecil sebuah cerita tentang seekor burung elang dan seekor serigala, yang terpisah dalam terang dan kegelapan, akan terus berlanjut hingga fase klimaks sebuah petualangan yang tidak akan berakhir.
BERSAMBUNG
Aldy: Ruby.. Gua kesini emang nyari lu.. Gua penasaran sama lu.. Gua ga bisa tidur cuma karena lu..Dan gua punya satu pertanyaan..Orang sampah yang nge-gampar lu kemaren ini siapa? SIAPA? Dan sekarang dia berani berdiri dihadapan gua dan dia ga tau siapa gua? Kurang kali gua hajar kemaren, HAH? Lu jagoan? Orang yang berhadapan di depan mata gua dan nantang gua, GA AKAN BISA BERDIRI MENIKMATI HIDUPNYA !!
Aldy menyiapkan kuda-kuda, ia benar-benar serius melumat musuhnya.
Ruby: Haaah? Apa? (muka Ruby memerah)
Baru kali itu Ruby terdiam, ia menatap mata Aldy yang begitu tajam. Sorot mata Aldy membuat Ruby terlena. Mata yang dipenuhi emosi membuat jantung Ruby berdetak kencang. Ruby tidak bisa bicara, ia diam seribu bahasa. Saat itu ia hanya bisa membeku pasrah didalam sebuah pusaran keras seorang Aldy yang tersulut amarah. Ruby yang dikenal mampu memanipulasi pria dan sanggup membuat mereka bertekuk lutut, baru kali ini ia dibuat tidak sanggup untuk berkata-kata.
LALU..
Ehas: Ga usah banyak ngomong lu BANG-SAT !!
Ehas mengambil sebuah botol berisi alcohol dan mencoba untuk menghajar Aldy dari depan, tetapi..
Jun: EHAAS !! STOP !! (Jun akhirnya berdiri disamping bangkunya)
Waktu seperti terhitung lambat. SLOW MOTION. Bergerak perlahan seperti lamunan seorang penyair dikala berimajinasi. Teriakan Jun yang bergema hingga seluruh ruangan, membuat suasana terdiam sejenak, dan beberapa manusia disana langsung menatap ke arahnya.
Jun: Lu jangan pernah bikin malu disini.. Sekali lu bikin ulah, lu bakal tahu apa yang bakalan terjadi.. Turunin apa yang lu pegang.. Jangan buat gua emosi karena perbuatan lu.. Lu bukan siapa-siapa dsini.. LU BUKAN SIAPA-SIAPA SIAL !!
Teriakan itu, teriakan seorang bajingan kelas berat. Seorang pemuda yang benar-benar memperlihatkan kengerianya. Saat itu Jun berubah menjadi seorang yang menakutkan, sorot matanya tajam, begitu tajam, layak tatapan mata seekor serigala. LONE WOLF. Sepertinya ia telah melalui masa-masa keji didalam hidupnya.
Teriakanya bukanlah sebuah gertakan biasa, teriakan yang sanggup memecahkan kegaduhan dan meriah pesta. Klub itu terdiam membisu beberapa detik dan kembali berisik dengan lantunan musiknya, rasa penasaran orang-orang pun seperti menelanjagi para pemuda yang sedang diambang kekacauan. Klub itu tidak lagi dihidupkan dengan rasa senang, tawa dan kemeriahan, tetapi kondisi yang begitu mencekam, itu terlihat dengan beberapa petugas klub berjubah hitam yang menghampiri masuk kedalam klub untuk berjaga sambil mengawasi.
Reva, Alvin, Gerald, Daru, Lily, Nadia dan Garret pun mengetahui kejadian itu. Suara raungan seorang Jun terdengar jelas di telinga mereka. Para pemuda dan pemudi yang berbeda tongkrongan dengan kompak menghampiri meja asal mereka. Disana mereka terkejut, karena ada dua orang lelaki yang berdiri saling berhadapan, tegang dan tidak bergerak.
Jun: Gua ga tau apa masalah kalian? Gua ga tau apa-apa.. Tapi dengan keadaan ini gua tau, klo lu pada emang didalam masalah berat. Sekarang lagi ulang tahun gua, jangan bikin malu. Ehas, sekarang lu pergi, gua ga mau liat lu begini.. (jun menunjuk arah pintu keluar)
Ehas: Eehhkk.. Arrrgggghhh !! Okey Jun, gua minta maav.. Okey, gua cabut !! Tapi inget lu yang namanya Aldy, gua bakal ngincer lu !! Liat lu !!
Ehas menaruh botol ditanganya ke tempat semula, lalu ia menghampiri Aldy yang beberapa jengkal dari hadapanya. Ia melotot kearah Aldy dan segera pergi. Ia melihat Ruby, tetapi Ruby tetap duduk tanpa melihat mukanya, Ruby seakan tidak peduli dengan keadaan Ehas. Dilain pihak Aldy kembali berbicara sesaat Ehas melangkahkan kaki melewatinya, dan Ehas pun membalasnya.
Aldy: HEHEHE, gua dengan senang hati akan menunggu saat itu. Saat dimana gua bakal makan lu hidup-hidup !! Nama lu Ehas bukan? Bakal gua inget nama itu.
Ehas: Kita akan bertemu lagi ! PASTI !
*Bunyi suara gaduh musik techno menggema diseluruh ruangan
Jun: Ruby, lu tetep disini kan? Ga ada gunanya lagi lu ikutin tu orang. Orang bodoh macam dia, ga pantes masuk kedalam perut kita.
Akhirnya Ehas berlalu, ia melangkahkan kaki menjauh diantara kerumunan. Sepertinya ia telah mendapatkan pukulan keras, bukan dari Aldy tetapi dari seorang muda bernama Jun.
Suasana kembali normal, tensi keadaan menurun drastis hingga titik kesenangan, para penjaga klub pun kembali ditempat biasanya, para pengunjung pun segera menikmati pesta dan Jun kembali duduk di kursinya, Ruby pun begitu. Sahabat-sahabat Aldy yang telah kembali dari dance floor menghampirinya dan teman-teman tongkrongan Jun pun ikut duduk bersama.
Daru: Kenapa Jun? Mabok lu?
Jun: Engga.. ada laler lewat tadi !
Daru: bodoh lu !! HAHAHAHA, itu bukanya si Ehas? Kenapa dia? Ada masalah?
Lily: Iya, tadi kan Ehas Jun? Kenapa dia?
Nadia: Kingkong, donkey kong, si bodoh itu.. Ada apa ribut-ribut sih?
Garret: What happen aya naon atu Jun? Galak bener teh suaranya ! HAHAHAHA.. Jun, Jun, orang-orang ga tau ya klo Jun marah kaya apa? HAHAHAHA
Jun: Tolol lu semua
(Jun tersenyum dan kembali menyalakan rokok filternya) jangan tanya gua, tapi tanya ke Ruby. Dia yang bisa jawab semua itu.Ruby: Mmmmm ..
Sementara itu, pertanyaan demi pertanyaan pun sama dilancarkan ke Aldy oleh sahabat-sahabatnya, terutama Alvin dan Reva. Mereka duduk sedikit berjauhan dari tempat Jun dan Ruby duduk.
Reva: Dy, si Jun kenapa? Kayanya tadi gua liat dia marah-marah? Marah-marah sama siapa? Dan gua liat lu berdiri sambil masang kuda-kuda kaya mau ngehantem orang? Orang gede di depan lu, mau lu hantem emang Dy? (Reva mengambil rokok Dji Sam Soe miliknya dan memberikan kepada Aldy yang saat itu telah kehabisan rokok)
Aldy: Thanx Va ! Nolong bgt nih, rokok gua abis dari tadi. FUUUUUUUUHHHHHH !!!
Alvin: Gua juga liat tuh, mang ada apaan? Masalah Dy?
Aldy: Lu masih inget orang yang gua hantem sehari kemaren ga?
Reva: Wah, lupa gua
Kayanya gua kbanyakan minum neh..Gerald: Inget gua Va, ga kaya lu isi otak lu sampah semua !! KAKAKAKAKA
Reva: Setan lu Rald !
Alvin: Iya gua inget Dy. Orang itu yang tadi berdiri didepan lu?
Aldy: Iya, itu orangnya.
Reva: Shit ! Lu ga bilang-bilang lagi ! Tapi kayanya lu sendiri cukuplah, Aldy gitu ! Siapa yg berani lawan lu dy?
Aldy: Heh

Alvin: Gimana mau bilang, kita aja pada mencar !! Awalnya kan gua dah bilang jangan tinggal Aldy sendirian, jadinya kaya gini deh. Terus janji lu mana Va, mo nemenin Aldy nyari cewe yang namanya Ruby?
Aldy: Ga usah Vin, gua udah ketemu, itu orangnya.. (Aldy mengarahkan telunjuknya kea rah Ruby yang letaknya serong kanan dari keempat kawanan tersebut)
Alvin dan Gerald: Mana? Mmmmmm . Ya cantik !
Reva: Hehehe, ya bener Dy, itu cewek yg gua maksud, sempurna bukan?
Ruby kembali sedikit santai, walaupun ia telah mengalami sebuah moment sarat emosi. Wajahnya tidak lagi panik, tetapi tenang seperti air tawar di sekitar danau. Bibirnya pun dihiasi sebatang rokok Marlboro mentol hijau yang sepertinya baru saja ia bakar. Ia tersenyum disaat tongkrongan Daru dan Jun menanyakan beberapa pertanyaan. Ia tertawa, dan tawa itu membuat semua orang disekitarnya bahagia, polos wajahnya membuat Aldy semakin tertarik padanya. Ia seperti memiliki magnet kuat dalam tubuhnya.
Walaupun beberapa pertanyaan belum dijawab oleh Ruby, tetapi Aldy tetap menunggu dalam sebuah harapan, dimana harapan tersebut dapat mengabulkan permintaanya. Disela-sela hatinya yang hampa kosong akan kepergian ibunya, Aldy berdoa untuk seseorang yang mampu mengisinya. Di moment yang tepat. Yah, di moment yang tepat.
Jauh didasar hatinya, diujung renda-renda misterius tentang dirinya yang akan segera terungkap, sebuah pena tanpa wujud menuliskan di dasar alam bawah sadarnya, ukiran tulisan yang akan segera lengkap akan sebuah nama. Nama itu yang akan mengubah dunia gelapnya menjadi sedikit lebih bercahaya. Walau seorang Ruby yang memperlihatkan senyumanya dihadapan sekawanan teman, tetap saja ia tidak dapat membohongi suara hati kecilnya berbicara.. ALDY dan..
Sosok ALDY telah merasuki alam pikirannya.
........
Serpihan kecil sebuah cerita tentang seekor burung elang dan seekor serigala, yang terpisah dalam terang dan kegelapan, akan terus berlanjut hingga fase klimaks sebuah petualangan yang tidak akan berakhir.
BERSAMBUNG
0