- Beranda
- Stories from the Heart
The Lady Emperor
...
TS
Gurikho
The Lady Emperor
Prolog 1
Apakah dunia ini tidak sehebat bentuknya?
Mengapa dunia ini penuh dengan penghianatan?
Atas dasar apa dia berpaling?
Atas alasan apa dia pergi meninggalkan diriku seorang diri?
Dia bukanlah seorang wanita, tetapi monster tidak berperasaan !!
Dia meninggalkan aku hanya untuk harta dan pergi untuk ketidakpastian.
Busuk mulutmu dan tawamu membuatku muak dan geli.
Tetapi itulah kamu.
Sespesial itu dirimu untuk ku.
Walau seperti itu kamu tetap menjadi pujaan hati ku.
Sepanjang hidupku.
-Aldy
Apakah dunia ini tidak sehebat bentuknya?
Mengapa dunia ini penuh dengan penghianatan?
Atas dasar apa dia berpaling?
Atas alasan apa dia pergi meninggalkan diriku seorang diri?
Dia bukanlah seorang wanita, tetapi monster tidak berperasaan !!
Dia meninggalkan aku hanya untuk harta dan pergi untuk ketidakpastian.
Busuk mulutmu dan tawamu membuatku muak dan geli.
Tetapi itulah kamu.
Sespesial itu dirimu untuk ku.
Walau seperti itu kamu tetap menjadi pujaan hati ku.
Sepanjang hidupku.
-Aldy
Spoiler for INDEX:
anasabila memberi reputasi
1
22.9K
183
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Gurikho
#64
Malam semakin panas dan memanas. Lantai dansa semakin bergetar dengan serangan musik dari para pendekar Disc Jockey yang semakin semangat memutar lagu-lagu handal pemecah kesunyian. Hari itu, malam itu, pesta meriah seakan tidak berhenti.
Beberapa menit kemudian klub tersebut akhirnya ramai dengan datangnya teman dan relasi tongkrongan Daru yang ingin memberikan selamat kepada Junior yang sedang berulang tahun. Ramainya tempat itu membuat semua diliputi rasa senang tanpa celah di pikiran mereka. Habisnya beberapa botol yang dipesan menghasilkan suasana sarat akan hiburan tidak terbatas, seluruh sudut ruangan pun berjingkat menuju tangga kenikmatan senja sarat akan muslihat semu didalam campur aduk larutan alkohol. Tarian-tarian dan goyangan menggoda yang berselaras dengan tawa di wajah membuat lantai dance floor begitu meriah.
Reva, Gerald, Alvin, Daru, Lily dan Nadia pun tidak kalah heboh dengan menggerakan tubuh mereka di lantai dance floor yang dipenuhi lautan manusia. Lalu, Garret yang gemar membuat "rusuh" telihat telah berdiri disamping DJ dengan bibir yang mengepul asap nikotin rokok yang dihisapnya. Tanganya pun memegang erat black label, Johny Walker yang memiliki kadar 42% alkohol tersebut.
Sementara itu....
Aldy dan Jun masih terduduk manis di kursi hitam tempat mereka duduk. Di meja tepat didepan tubuh mereka beberapa sisa botol dan minuman-minuman yang masih segar. Mereka berdua dengan tatapan dingin memperhatikan setiap manusia yang berada disana. Jun yang sedang melipat kaki nya terlihat sedang melihat Aldy yang sedang asik menikmati sebotl Sky Vodka. Jun yang merasa penasaran dengan Aldy, dikarenan diantara empat sekawan hanya Aldy yang mengurungkan niat untuk berbicara dan berbaur. Dengan gaya santai Jun akhirnya mengajak bicara dengan permulaan sebuah teguran.
Jun: Hei... Dy... Lu ga bareng mereka turun ke floor?
Aldy: Ah, engga Jun !! Gua males. Gua ga kebiasa kaya mereka. Ini bukan tempat gua.
Tanpa ragu Jun menawarkan sebuah rokok yang bercantum label, Gudang Garam.
Aldy: Ehmmm?? Filter? Lu suka filter?, Jun?
Jun: iya, rokok ini favorit gua.. Nih, ambil... (Sambil menawarkan korek silver Zippo miliknya)
Aldy: Thanx !!
Jun: Terus klo lu ga suka ngapain lu kesini? Kurang kerjaan?
Fuuuuuuuuuuuh !! Suara hendusan nafas rokok yang keluar dari hidung serta mulut Aldy. Dengan spontan Aldy berbicara.
Aldy: Gua nyari cewek disini, Jun.. Dan gua ga ngeliat dari tadi..
Mungkin karena efek dari alkohol, Aldy dengan ringan berbicara niatnya yang sebenernya datang ke klub itu dan berbaur didalam keramaian.
Jun: Oooooh, klasik. Emang lu tau dari mana klo tuh cewe bakal dateng kesini?
Aldy: Reva...Reva, yang kasih tau katanya dia pernah ketemu tuh cewek disini.
Jun: Mmmmmm.. Siapa? Siapa namanya?
Aldy: Emang lu tau klo gua sebut namanya?
Jun: Hehehe, gua kenal semua orang yang sering kesini. Sebut namanya Dy !
Aldy: Ruby.. Ruby namanya..
TERKEJUT. Jun terkejut dengan nama yang keluar dari mulut Aldy. Jun terdiam dan memperhatikan Aldy yang sedang merokok dengan asik dan santai, walau wajahnya sudah merah padam karena alkohol.
Jun: Lu kenal dia? Dari mana?
Aldy: sehari lalu gua ketemu dia, dan gua mo ketemu dia lagi. Ada sesuatu yang ingin gua bicarain ke dia..
......................................
Tiba-tiba saja seorang wanita bergaun merah dengan dandanan sekelas artis tenar negri ini datang sembari menghisap sebatang rokok di tanganya. Wajahnya begitu cantik berkelas, parasnya itu membuat dunia itu bertekuk lutut didahapanya. Lenganya yang mulus tersebut bergerak dan menyentuh leher Jun dari samping, dan berbicara lembut. Bibir nya yang merah dengan gincu memberikan salam pertamanya kepada Jun.
Wanita bergaun merah: Jun, Happy Birthday ya.. Sory telat.. Yang lain mana?
Ciuman pipi tidak terelakan diantara mereka berdua. Jun dengan sumringah memeluk wanita tersebut dan mempersilahkan duduk. Wanita cantik itu duduk bersama seorang berkulit coklat, tinggi besar dan berbulu. Pria tersebut terlihat familiar. Dan ketika itu, waktu berhenti seketika, dan tampang seorang pria bermata elang yang tajam terduduk dan terpaku kaget tercampur penasaran, emosi dan bahagia.
Aldy: RUBY???
Jun: Ya, dialah Ruby yang lu bilang bukan? By, lu kenal sama cowok ini?
BERSAMBUNG
Beberapa menit kemudian klub tersebut akhirnya ramai dengan datangnya teman dan relasi tongkrongan Daru yang ingin memberikan selamat kepada Junior yang sedang berulang tahun. Ramainya tempat itu membuat semua diliputi rasa senang tanpa celah di pikiran mereka. Habisnya beberapa botol yang dipesan menghasilkan suasana sarat akan hiburan tidak terbatas, seluruh sudut ruangan pun berjingkat menuju tangga kenikmatan senja sarat akan muslihat semu didalam campur aduk larutan alkohol. Tarian-tarian dan goyangan menggoda yang berselaras dengan tawa di wajah membuat lantai dance floor begitu meriah.
Reva, Gerald, Alvin, Daru, Lily dan Nadia pun tidak kalah heboh dengan menggerakan tubuh mereka di lantai dance floor yang dipenuhi lautan manusia. Lalu, Garret yang gemar membuat "rusuh" telihat telah berdiri disamping DJ dengan bibir yang mengepul asap nikotin rokok yang dihisapnya. Tanganya pun memegang erat black label, Johny Walker yang memiliki kadar 42% alkohol tersebut.
Sementara itu....
Aldy dan Jun masih terduduk manis di kursi hitam tempat mereka duduk. Di meja tepat didepan tubuh mereka beberapa sisa botol dan minuman-minuman yang masih segar. Mereka berdua dengan tatapan dingin memperhatikan setiap manusia yang berada disana. Jun yang sedang melipat kaki nya terlihat sedang melihat Aldy yang sedang asik menikmati sebotl Sky Vodka. Jun yang merasa penasaran dengan Aldy, dikarenan diantara empat sekawan hanya Aldy yang mengurungkan niat untuk berbicara dan berbaur. Dengan gaya santai Jun akhirnya mengajak bicara dengan permulaan sebuah teguran.
Jun: Hei... Dy... Lu ga bareng mereka turun ke floor?
Aldy: Ah, engga Jun !! Gua males. Gua ga kebiasa kaya mereka. Ini bukan tempat gua.
Tanpa ragu Jun menawarkan sebuah rokok yang bercantum label, Gudang Garam.
Aldy: Ehmmm?? Filter? Lu suka filter?, Jun?
Jun: iya, rokok ini favorit gua.. Nih, ambil... (Sambil menawarkan korek silver Zippo miliknya)
Aldy: Thanx !!
Jun: Terus klo lu ga suka ngapain lu kesini? Kurang kerjaan?
Fuuuuuuuuuuuh !! Suara hendusan nafas rokok yang keluar dari hidung serta mulut Aldy. Dengan spontan Aldy berbicara.
Aldy: Gua nyari cewek disini, Jun.. Dan gua ga ngeliat dari tadi..
Mungkin karena efek dari alkohol, Aldy dengan ringan berbicara niatnya yang sebenernya datang ke klub itu dan berbaur didalam keramaian.
Jun: Oooooh, klasik. Emang lu tau dari mana klo tuh cewe bakal dateng kesini?
Aldy: Reva...Reva, yang kasih tau katanya dia pernah ketemu tuh cewek disini.
Jun: Mmmmmm.. Siapa? Siapa namanya?
Aldy: Emang lu tau klo gua sebut namanya?
Jun: Hehehe, gua kenal semua orang yang sering kesini. Sebut namanya Dy !
Aldy: Ruby.. Ruby namanya..
TERKEJUT. Jun terkejut dengan nama yang keluar dari mulut Aldy. Jun terdiam dan memperhatikan Aldy yang sedang merokok dengan asik dan santai, walau wajahnya sudah merah padam karena alkohol.
Jun: Lu kenal dia? Dari mana?
Aldy: sehari lalu gua ketemu dia, dan gua mo ketemu dia lagi. Ada sesuatu yang ingin gua bicarain ke dia..
......................................
Tiba-tiba saja seorang wanita bergaun merah dengan dandanan sekelas artis tenar negri ini datang sembari menghisap sebatang rokok di tanganya. Wajahnya begitu cantik berkelas, parasnya itu membuat dunia itu bertekuk lutut didahapanya. Lenganya yang mulus tersebut bergerak dan menyentuh leher Jun dari samping, dan berbicara lembut. Bibir nya yang merah dengan gincu memberikan salam pertamanya kepada Jun.
Wanita bergaun merah: Jun, Happy Birthday ya.. Sory telat.. Yang lain mana?
Ciuman pipi tidak terelakan diantara mereka berdua. Jun dengan sumringah memeluk wanita tersebut dan mempersilahkan duduk. Wanita cantik itu duduk bersama seorang berkulit coklat, tinggi besar dan berbulu. Pria tersebut terlihat familiar. Dan ketika itu, waktu berhenti seketika, dan tampang seorang pria bermata elang yang tajam terduduk dan terpaku kaget tercampur penasaran, emosi dan bahagia.
Aldy: RUBY???
Jun: Ya, dialah Ruby yang lu bilang bukan? By, lu kenal sama cowok ini?
BERSAMBUNG
0