- Beranda
- Stories from the Heart
The Lady Emperor
...
TS
Gurikho
The Lady Emperor
Prolog 1
Apakah dunia ini tidak sehebat bentuknya?
Mengapa dunia ini penuh dengan penghianatan?
Atas dasar apa dia berpaling?
Atas alasan apa dia pergi meninggalkan diriku seorang diri?
Dia bukanlah seorang wanita, tetapi monster tidak berperasaan !!
Dia meninggalkan aku hanya untuk harta dan pergi untuk ketidakpastian.
Busuk mulutmu dan tawamu membuatku muak dan geli.
Tetapi itulah kamu.
Sespesial itu dirimu untuk ku.
Walau seperti itu kamu tetap menjadi pujaan hati ku.
Sepanjang hidupku.
-Aldy
Apakah dunia ini tidak sehebat bentuknya?
Mengapa dunia ini penuh dengan penghianatan?
Atas dasar apa dia berpaling?
Atas alasan apa dia pergi meninggalkan diriku seorang diri?
Dia bukanlah seorang wanita, tetapi monster tidak berperasaan !!
Dia meninggalkan aku hanya untuk harta dan pergi untuk ketidakpastian.
Busuk mulutmu dan tawamu membuatku muak dan geli.
Tetapi itulah kamu.
Sespesial itu dirimu untuk ku.
Walau seperti itu kamu tetap menjadi pujaan hati ku.
Sepanjang hidupku.
-Aldy
Spoiler for INDEX:
anasabila memberi reputasi
1
22.6K
183
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Gurikho
#62
Part 2-3
Pada malam itu, malam minggu, malam yang dingin dengan sejuknya udara malam Jakarta, tidak membuat para anak-anak muda di klub itu memejamkan mata dan tertidur di kamarnya. Suasana dingin membuat mereka semakin semangat menghangatkan diri, dengan lantunan musik yang dikomandoi oleh musisi spesialis disc jockey atau dikenal DJ, musik yang diperagakan oleh mereka mampu menghipnotis para anak-anak muda tersebut untuk terus bergoyang hingga pagi tiba di ufuk timur.
Serangan demi serangan power bass yang dikeluarkan oleh sound system yang tergantung di langit-langit klub dan hasil suara bass speaker yang letaknya hampir diseluruh ruangan membuat tempat itu layak menjadi inti pesta kebahagiaan, pesta yang tidak akan berakhir.
Alvin, Reva dan Gerald menelusuri hingar bingar klub itu, dengan luapan hati yang begitu takjub dan merinding bahagia, mereka berharap agar berbaur bersama para PARTY GEEKS, CLUBBERS, PARTY JUNKIES atau sering dikenal juga sebagai PECANDU PESTA di malam gelap Jakarta. Seisi ruangan telah padu dengan tawa, candaan, butiran-butiran keringat yang dihasilkan melalui musik dan tarian, suasana disana begitu dinamis menuju puncak suka cita duniawi. Terkecuali Aldy, ia begitu sunyi dan merapatkan mulutnya, tetapi tatapan matanya terus mengawasi setiap manusia yang hilir mudik bergantian. Sepertinya ia enggan untuk larut dalam kegembiraan malam disana.
Pemuda berkemeja merah, yang dikenal dengan kegaulanya memimpin barisan kaki-kaki yang bergerak menuju meja yang telah dipesan. OPEN TABLE. Pemuda berkemeja merah itu menghantarkan keempat sekawan ke tempat yang dituju. Daru, pemuda berwajah manis yang terlihat gagah dengan perawakanya, membuka jalan lebar disana yang menembus ditengah-tengah auman ombak kemeriahan sperti nabi musa yang membelah lautan menjadi dua. Para pengunjung menghormatinya, seluruh muda-mudi mengenalnya, ia sudah seperti boss disana. Ke-Existan nya tidak dapat diragukan. ABSOLUTE. Daru memang anak gaul.
Cibir mulut para wanita, sapa demi sapaan yang terlontar spontan dari mulut para lelaki penikmat pesta, serta salam hangat dalam pelukan para wanita yang berada disana, membuat Daru pantas disebut bintang.
Mereka berempat akhirnya sampai disebuah meja yang dimana meja itu telah ditempati oleh muda-mudi yang sedang asik berbincang sambil meneguk botol-botol panas yang beralkohol. Tepatnya dua orang wanita dan dua orang pemuda, mereka adalah teman-teman Daru sepertinya. Mereka sepertinya telah akrab lama, perbincangan mereka terdengar sangat dalam dengan raut muka canda yang memerah. Keempat orang tersebut berpakaian sangat rapih dengan setelan kemeja serta gaun yang terlihat sangat modis dan elegan. Tidak lama kemudian teguran Daru memecahkan obrolan mereka.
Daru: Hei brader and sista, sory neh lama ! Gua mo ngenalin temen-temen gua, yang tadi gua bilang sama loe pada. Ni yang namanya Reva, Aldy, Alvin sama Gerald. kenalin dulu temen-temen gua guys !!
Aldy, Reva, Alvin dan Gerald berkenalan dengan teman-teman Alvin. Jabatan tangan pun terlingkar ditangan mereka didalam suasana panas disana. Senyuman salam kenal pun terukir di raut wajah mereka.
Daru: Kenalin, ini namanya Celine, si kecil imut di tongkrongan kita. Biasanya dia dipanggil Lily, Soalnya dia suka banget sama lagu yang judulnya Tiger Lily.
Celine atau dipanggil Lily langsung menebar senyuman ke empat sekawanan itu. Walaupun wajahnya tidak terlalu cantik, ia memiliki nilai plus, kecantikan nya tertutupi oleh wajah dan suaranya yang imut. Ke-imutanya itu membuat Alvin tertegun dan dibalasnya dengan senyuman, tetapi langsung saja Lily merespondnya dengan nada suara dan senyuman khasnya.
Lily: Salam kenal semua, salam kenal Alvin
Nama gw Lily.
Daru: Kalo cewek tinggi dan model ini namanya, Nadia. Klo Nadia ini anaknya super gaul yang suka koleksi tatoo. Liat aja tanganya penuh kan tu sama tatoo. Kenalin ni Nad !!
Kulit mulusnya memang mentereng dari pada yang lain, tetapi saja beberapa gambar cerah yang berwarna warni sepertinya menimbun di kulit-kulit putihnya. Tatoo tersebut terlihat keren yang melekat di diri seorang Nadia. "I'm not a wonder women".
Salah satu kata-kata yang tersingkap di lengan kanan persis di bawah pergelangan. Kata-kata itu sepertinya menimbulkan pesan bahwa Nadia bukanlah seorang wanita yang sempurna dan kuat
Nadia: Hei, salam kenal !! Terserah lu semua mo manggil apa, tapi gw cuman mo nengok klo dipanggil Nadia. Jadi inget itu nama ya !! HEHEHEHE...
(Tampang Nadia memang manis tetapi kalau bicara terkadang suka ketus, nada suaranya berat dan serak jadi ciri khasnya)
Pada malam itu, malam minggu, malam yang dingin dengan sejuknya udara malam Jakarta, tidak membuat para anak-anak muda di klub itu memejamkan mata dan tertidur di kamarnya. Suasana dingin membuat mereka semakin semangat menghangatkan diri, dengan lantunan musik yang dikomandoi oleh musisi spesialis disc jockey atau dikenal DJ, musik yang diperagakan oleh mereka mampu menghipnotis para anak-anak muda tersebut untuk terus bergoyang hingga pagi tiba di ufuk timur.
Serangan demi serangan power bass yang dikeluarkan oleh sound system yang tergantung di langit-langit klub dan hasil suara bass speaker yang letaknya hampir diseluruh ruangan membuat tempat itu layak menjadi inti pesta kebahagiaan, pesta yang tidak akan berakhir.
Alvin, Reva dan Gerald menelusuri hingar bingar klub itu, dengan luapan hati yang begitu takjub dan merinding bahagia, mereka berharap agar berbaur bersama para PARTY GEEKS, CLUBBERS, PARTY JUNKIES atau sering dikenal juga sebagai PECANDU PESTA di malam gelap Jakarta. Seisi ruangan telah padu dengan tawa, candaan, butiran-butiran keringat yang dihasilkan melalui musik dan tarian, suasana disana begitu dinamis menuju puncak suka cita duniawi. Terkecuali Aldy, ia begitu sunyi dan merapatkan mulutnya, tetapi tatapan matanya terus mengawasi setiap manusia yang hilir mudik bergantian. Sepertinya ia enggan untuk larut dalam kegembiraan malam disana.
Pemuda berkemeja merah, yang dikenal dengan kegaulanya memimpin barisan kaki-kaki yang bergerak menuju meja yang telah dipesan. OPEN TABLE. Pemuda berkemeja merah itu menghantarkan keempat sekawan ke tempat yang dituju. Daru, pemuda berwajah manis yang terlihat gagah dengan perawakanya, membuka jalan lebar disana yang menembus ditengah-tengah auman ombak kemeriahan sperti nabi musa yang membelah lautan menjadi dua. Para pengunjung menghormatinya, seluruh muda-mudi mengenalnya, ia sudah seperti boss disana. Ke-Existan nya tidak dapat diragukan. ABSOLUTE. Daru memang anak gaul.
Cibir mulut para wanita, sapa demi sapaan yang terlontar spontan dari mulut para lelaki penikmat pesta, serta salam hangat dalam pelukan para wanita yang berada disana, membuat Daru pantas disebut bintang.
Mereka berempat akhirnya sampai disebuah meja yang dimana meja itu telah ditempati oleh muda-mudi yang sedang asik berbincang sambil meneguk botol-botol panas yang beralkohol. Tepatnya dua orang wanita dan dua orang pemuda, mereka adalah teman-teman Daru sepertinya. Mereka sepertinya telah akrab lama, perbincangan mereka terdengar sangat dalam dengan raut muka canda yang memerah. Keempat orang tersebut berpakaian sangat rapih dengan setelan kemeja serta gaun yang terlihat sangat modis dan elegan. Tidak lama kemudian teguran Daru memecahkan obrolan mereka.
Daru: Hei brader and sista, sory neh lama ! Gua mo ngenalin temen-temen gua, yang tadi gua bilang sama loe pada. Ni yang namanya Reva, Aldy, Alvin sama Gerald. kenalin dulu temen-temen gua guys !!
Aldy, Reva, Alvin dan Gerald berkenalan dengan teman-teman Alvin. Jabatan tangan pun terlingkar ditangan mereka didalam suasana panas disana. Senyuman salam kenal pun terukir di raut wajah mereka.
Daru: Kenalin, ini namanya Celine, si kecil imut di tongkrongan kita. Biasanya dia dipanggil Lily, Soalnya dia suka banget sama lagu yang judulnya Tiger Lily.
Celine atau dipanggil Lily langsung menebar senyuman ke empat sekawanan itu. Walaupun wajahnya tidak terlalu cantik, ia memiliki nilai plus, kecantikan nya tertutupi oleh wajah dan suaranya yang imut. Ke-imutanya itu membuat Alvin tertegun dan dibalasnya dengan senyuman, tetapi langsung saja Lily merespondnya dengan nada suara dan senyuman khasnya.
Lily: Salam kenal semua, salam kenal Alvin
Nama gw Lily.Daru: Kalo cewek tinggi dan model ini namanya, Nadia. Klo Nadia ini anaknya super gaul yang suka koleksi tatoo. Liat aja tanganya penuh kan tu sama tatoo. Kenalin ni Nad !!
Kulit mulusnya memang mentereng dari pada yang lain, tetapi saja beberapa gambar cerah yang berwarna warni sepertinya menimbun di kulit-kulit putihnya. Tatoo tersebut terlihat keren yang melekat di diri seorang Nadia. "I'm not a wonder women".
Salah satu kata-kata yang tersingkap di lengan kanan persis di bawah pergelangan. Kata-kata itu sepertinya menimbulkan pesan bahwa Nadia bukanlah seorang wanita yang sempurna dan kuat
Nadia: Hei, salam kenal !! Terserah lu semua mo manggil apa, tapi gw cuman mo nengok klo dipanggil Nadia. Jadi inget itu nama ya !! HEHEHEHE...
(Tampang Nadia memang manis tetapi kalau bicara terkadang suka ketus, nada suaranya berat dan serak jadi ciri khasnya)
0