Kaskus

Story

GurikhoAvatar border
TS
Gurikho
The Lady Emperor
Prolog 1

Apakah dunia ini tidak sehebat bentuknya?
Mengapa dunia ini penuh dengan penghianatan?
Atas dasar apa dia berpaling?
Atas alasan apa dia pergi meninggalkan diriku seorang diri?
Dia bukanlah seorang wanita, tetapi monster tidak berperasaan !!
Dia meninggalkan aku hanya untuk harta dan pergi untuk ketidakpastian.

Busuk mulutmu dan tawamu membuatku muak dan geli.

Tetapi itulah kamu.
Sespesial itu dirimu untuk ku.

Walau seperti itu kamu tetap menjadi pujaan hati ku.

Sepanjang hidupku.


-Aldy

Spoiler for INDEX:
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
22.8K
183
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread1Anggota
Tampilkan semua post
GurikhoAvatar border
TS
Gurikho
#54
Gerald: Ra, lu tau ga klo gua ini hampir sama kaya lu?? Rasa pahit yg lu rasa sama seperti apa yg gua rasain selama ini... Gua kehilangan figur bokap yang ninggalin gua dari kecil. Bokap kurangajar yang ga tau namanya kasih dan kesetiaan, dia malah pergi sama wanita muda taee dan pindah keluar negri. Lu tau Ra sakitnya kaya apa? Lu tau sakitnya ga? Tangan gua dibeset atau putus, masih lebih sakit kehilangan orang yang sebenernya penting bagi kehidupan gua. Tapi lihat dimana dia sekarang? Dia ga ada Ra, dia ga ada !! Nyokap gua sakit-sakitan banting tulang, tapi apa? Bokap bajingan itu tetep ga peduli, dia tetep ga peduli.

Amarah Gerald akhirnya meluap bersatu didalam heningnya malam, jeritan hatinya yang terbalutkan tawa serta kehangatan dipaksa mencuat ke permukaan, tumpukan kesedihan, amarah dan dendam pun berbaur menjadi satu sehingga terjadinya sebuah aksi protes terhadap dirinya sendiri yang berakhir emosi dan makian kepada masa lalunya.

Gerald: Ra, gua emang ga bisa lupa sama masa lalu gua yg perih, sakit dan tanpa kasih setia bokap gua. Tapi gua bertahan disini, gua bertahan menjadi orang yg peduli. Karena gua tau Tuhan ga akan tinggal diem tentang keadaan gua. Emang keliatan munafik klo gua bawa-bawa nama Tuhan disini, tapi emang bener Ra, Tuhan yg nguatin gua sampe sekarang. Walo bokap gua pergi, gua tetep punya nyokap yg sangat sayang sama gua, dia adalah Surga buat gua. Selain itu gua punya sahabat-sahabat yg selalu nguatin gua, Aldy, Reva sama Alvin selalu ngebantuin gua, walo kadang sering juga sih gua dikerjain karena gua terlihat cupu. Tapi semua itu gua bersyukur, gua bangga jadi diri gua, gua merasakan kehangatan bersama mereka, karena alesan itu gua bertahan di dunia ini sebagai Gerald. Ra, lu cuma butuh kasih sayang, lu butuh seseorang yang selalu ada bwt lu disaat lu ngebutuhin pertolongan. Cinta. Ya, cinta Ra.. Lu butuh itu..

Rara: Sory Rald, gw minta maav klo nyinggung elu (Rara menghapus titikan air mata disudut matanya) Gw ga tau klo lu juga sama deritanya sama gw. Gw jg ga punya bokap dan ga punya nyokap. Gua sendiri di dunia ini. Gw ngerasa sendiri dan sendiri, kayanya ga ada orang yg mau bantuin gw. Gw, gw seperti sebuah kayu yang gampang patah dan ga kokoh. Gw, hancur Rald. Bokap nyokap gw meninggal dalam kecelakaan di jalan tol menuju puncak, gw selamat dari kecelakaan itu cuma bekas luka ini yg selalu ingetin gw ke mereka (Rara memperlihatkan bekas luka di sekitar paha dan punggung tepat dibawah lehernya). Itu kenang-kenangan dari mereka ke gw rald.

Gerald: Gua jg minta maav soal keluarga lu, ikut belasungkawa gua terhadap keluarga lu. Kita sama ya Ra emoticon-Smilie (Gerald tersenyum sambil menepok kepala Rara dengan lembut)

Rara: Rald, gw begini karena gw kurang kasih sayang dan perhatian, makanya gw jadi kupu-kupu malam klo kata orang-orang. Gw memutuskan bergelut didalamnya karena gw frustasi karena ga ada uang. Awalnya gw punya segalanya, tetapi setelah kematian orangtua gw, gw ga tau mesti bwt apa. Jadilah gw begini, memutuskan semuanya sendiri. Dan gw juga ikut dalam bisnis ecstasy yg gw kasih ke elu tadi, gw emang di instruksikan untuk ngejerat anak-anak muda seperti lu Rald biar masuk kedalam bisnis tai mereka itu. Sory ya Rald. Dan... lagu ituu.. Mmmmm.... Karena seorang cow.....(Rara menarik ucapanya).

Gerald: Lu tau kupu-kupu kan Ra? Bukan kupu-kupu malem tapinya, ini kupu-kupu beneran. Sebelum jadi kupu-kupu, ia adalah ulet yang makanin daun pohon. Setelah lama hidup menjadi ulet akhirnya mereka berubah wujud menjadi kepompong. Putih seperti benang sutra, lalu pada saat nya yg tepat ia keluar dari kulit kepompongnya menjadi seekor kupu-kupu indah bersayap tanpa cacat. Ra, kehidupan lu bisa seperti itu. Jangan liat dari buruk dan sakitnya masa lalu lu, tapi gimana lu bisa jalanin proses perubahan itu. Lu ga mau kan begini terus? Lu mau kan jadi kupu-kupu?

Rara: HEHEHEHE, lu udah kaya profesor aja Rald, tau segalanya gitu.. Brati gw masih jadi ulet donk? Bener ga?

Gerald: Ia Ra, lu masih jadi ulet. Tiba saatnya lu berubah wujud jadi kepompong. Nah, lu mesti melakukan perubahan terlebih dulu untuk menjadi kepompong. Keluar dari sini lakukanlah kegiatan positiv selain ini. Gua bantu lu keluar Ra, gua bantu sebisa gua. Berhenti jadi wanita malam, berhenti bisnis narkoba. Lu bisa Ra !

Rara: Rald, ga bisa segampang itu. Disini peraturanya, kalau udah masuk ga akan bisa keluar. Lu ngerti kan? Ini udah seperti sebuah sindikat, ini mafia Rald. Gw hanya pion disini. Gw ga bisa keluar seenaknya karena gw bagian dari organisasi tai disini.

Gerald: Klo lu mau pasti ada jalan, pasti ada Ra. Gua bantu lu, temen-temen gua jg pasti mau bantu lu. Pliss lu percaya sama gua. Percaya?

Rara: Ga bisa !! Gw ga bisa Rald !!

Gerald: Klo lu ga bisa, gua bakal memaksa !!

Rara: Mo maksa apa? Gw bukan siapa-siapa elu !! Udahlah, Rald buang keinginan lu itu !!

Suasana memanas, perbincangan yang menjadi sebuah perdebatan itu membuat Gerald bingung. Saat itu ia membuat keputusan gila dibenaknya, ia melepas jubah pengecut dari watak plagmatisnya. Ia menyerahkan segala sesuatu terhadap kepercayaan dirinya, bahwa ia mampu membuat Rara berubah menjadi lebih baik. Detik itu, menit itu, ia tidak lagi peduli terhadap kengerian sebuah organisasi yang mengatas namakan mafia atau gangster semacamnya, ia hanya perduli terhadap Rara. Itu saja.

Gerald: Sekarang lu udah jadi siapa-siapa bwt gua !! Gua ga tau ini salah apa engga, gua ga peduli lu pion organisasi, gua ga peduli mafia ditempat ini dan gua ga peduli terhadap semua yg terjadi disini. Gua peduli sama lu. Nih bukti klo gua emang berniat bawa lu pergi !! Lu liat Ra, lu liat !! Ini tindakan care gua untuk lu !!

BODOOOH !! GERALD MEMANG BODOH !! Tentara Surgawi di atas langit ke tujuh menangis melihat Gerald yg tersulut emosi melakukan sesuatu kebodohan seperti melewati para penyair yg mati di medan perang saat melintas mencari jawaban.

Pil yang Rara kasih, ia tegak dengan penuh keyakinan. Matanya tertutup, mencoba merasakan tablet tersebut memasuki wilayah kerongkonganya. Pintu besar panas menunggu di bawah tanah para penghuni neraka bersorak sorai melihat kemenangan mereka atas Gerald yang sudah membuka pintu untuk menuju kesana.

Lalu Gerald secara perlahan membuka mata, ia melihat seorang Rara yang bertubuh mungil dihadapan matanya, Ia melihat buah dadanya yg besar tertempel erat di dadanya, dan lengan kiri Rara menyentuh pipi kanan Gerald yang sudah memerah karena tablet itu telah masuk kedalam lambungnya. Tenggorokanya serat, ia seperti kehilangan nafas Rara yang mengetahui itu langsung lari mencari air dan mengisinya. Ia berikan air tersebut lalu Gerald meminumnya. Jeeeeeezzzzzz, sensasi sebuah tablet magis memutar seluruh otaknya. Ia seperti di alam lain, disitulah kegembiraan semu tanpa realita menunggu didepan matanya. Halusinasi membawa ia terbang menjauh dari
dunia, ia sampai di titik dimana ia tidak bisa berpijak lagi. HANGOVER. Bagi orang indonesia itu berarti MABOK PARAH.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.