- Beranda
- Stories from the Heart
The Lady Emperor
...
TS
Gurikho
The Lady Emperor
Prolog 1
Apakah dunia ini tidak sehebat bentuknya?
Mengapa dunia ini penuh dengan penghianatan?
Atas dasar apa dia berpaling?
Atas alasan apa dia pergi meninggalkan diriku seorang diri?
Dia bukanlah seorang wanita, tetapi monster tidak berperasaan !!
Dia meninggalkan aku hanya untuk harta dan pergi untuk ketidakpastian.
Busuk mulutmu dan tawamu membuatku muak dan geli.
Tetapi itulah kamu.
Sespesial itu dirimu untuk ku.
Walau seperti itu kamu tetap menjadi pujaan hati ku.
Sepanjang hidupku.
-Aldy
Apakah dunia ini tidak sehebat bentuknya?
Mengapa dunia ini penuh dengan penghianatan?
Atas dasar apa dia berpaling?
Atas alasan apa dia pergi meninggalkan diriku seorang diri?
Dia bukanlah seorang wanita, tetapi monster tidak berperasaan !!
Dia meninggalkan aku hanya untuk harta dan pergi untuk ketidakpastian.
Busuk mulutmu dan tawamu membuatku muak dan geli.
Tetapi itulah kamu.
Sespesial itu dirimu untuk ku.
Walau seperti itu kamu tetap menjadi pujaan hati ku.
Sepanjang hidupku.
-Aldy
Spoiler for INDEX:
anasabila memberi reputasi
1
22.7K
183
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
Gurikho
#53
Side story 1 - 2
Dikamar yang penuh dengan basuhan panasnya api didalam hati yang terealisasi kedalam bentuk perbuatan nafsu diluar kontrol, Gerald beserta Rara terus melakukan kegiatan olah badan menguras keringat diatas empuknya sandaran tubuh berupa kumpulan-kumpulan kapuk yang dijadikan satu, membuat dua insan ini merasakan kenikmatan luarbiasa yang seraya mengacuhkan pekiknya udara akibat nafas dari rongga-rongga hidungnya. Mereka seakan puas dan terhanyut masuk didalam sebuah tekanan didalam hati yang membuat mereka sulit untuk berhenti. Keringat bercucuran disetiap kulit-kulit yang bersentuhan, mulai dari kening hingga ujung jemari kaki, jelas itu kenikmatan sejati.
Gerald terus memacu tubuhnya untuk terus berbuat, setiap gesekan yang terjadi didalam palung wanita mungil tersebut membuat ia terus mendesahkan suara-suara membangkitkan gelora hawa nafsu sang lawan tidur. Kegiatan itu menyita banyak energi, setelah melakukan beberapa ereksi, Gerald dan Rara tersender lemas di ujung kasur sambil menghela nafas panjang.
Rara: Haaaaaaaah !!! Sadis lu Rald ! Itu enak banget !! Sueer, itu enak !! Lu emang dah pengalaman soal beginian Rald?
Gerald: Hah? Engga juga, gua tadi kebawa hati aja, jadi gua nikmatin banget, hehehe. Thanx Ra !! (Gerald menjawab dengan nada suara rendah terperangah karena lemas)
Rara: Ga, gw kira lu anaknya polos tapi ternyata permainan lu jago juga, jadi gw cuman bisa bilang, TASTE IS SO GOOD RALD !!
Gerald: Ra, gua boleh nanya ga? Kenapa sih cewek secantik lu mau berbuat begini? Lu bisa nyari kerjaan lain kan?
Sunyi.......... Sekali lagi hanya suara mesin Air Conditioner yang terdengar di kamar itu. Lalu Rara meraih remote kontrol yang letaknya di meja persis disamping kananya. Ia mengambil remote it didalem laci meja lalu menyalakan TV yang letaknya tinggi disudut kiri kamar.
ZzzzzzzzzTrrrrrrr.... Saat itu channel televisi swasta sedang memutar sebuah tembang, tembang yang akan menjadi lagu yg selalu diinget Gerald semasa ia hidup. Tembang itu dinyanyikan oleh band asal Bandung, lagu tersebut menghenyakan perasaan Rara, ia terdiam dengan kaki tertekuk menempel didadanya, lenganya melipat didepan lututnya dan kepalanya ditaruh ditengah-tengah lututnya yang mungil. Dengan tubuh lemas tanpa busana, ia menangis mencucurkan air mata, ketika lirik band itu terdengar sangat menyakitkan.
Bantu aku membencimu
Ku terlalu mencintaimu
Dirimu begitu berarti untukku
Kau telah mencinta
Dan dicintai kekasihmu
Ini tak adil bagiku
Hilanglah damba tinggalah hampa
Ya, Laluna dengan hits nya yang terkenal "selepas kamu pergi", lagu itu sangatlah menyiksa Rara hingga menusuk pikiran dan hatinya. Pikiranya serasa menghilang dari kenyataan. Dimensi berbeda antara fiktif dan realita yang meluapkan titik emosi kesedihan dari dalam hati kecilnya yang halus dalam kesucian. Seorang malaikat kecil yang salah arah menuju tangga merah darah ketamakan para penghuni neraka yang ingin meng-anak tirikan dirinya didalam kerajaan seribu taun kesengsaraan yang akhirnya membuatnya menjelma menjadi salah satu hawa dimensi kegelapan, yang menjadikan dirinya 10% malaikat 90% setan wanita, Malaikat bersayap patah. Rara tertegun sedih hingga lagu hits dari band Bandung mencapai titik penghabisan. Ia terdiam membatu, sementara pertanyaan Gerald yang belum terjawab, ia melihatnya dengan tatapan sedih seraya memanggil meminta bantuan. Dalam hatinya berkata,
"Tolong aku"
Gerald: Lu kenapa Ra? Lu kenapa? Kenapa lu nangis? Apa karena lagu itu? Kenapa Ra?
Gerald yang pada awalnya berniat mencari "teman" untuk have fun akhirnya jatuh didalam lubang dalam yang penuh dengan tekanan. Disitu ia berdiri seorang diri menghadapi suasanya hatinya yang tidak menentu. Hatinya penuh dengan perhatian, hatinya penuh simpati, hatinya penuh belas kasih, ditempat maksiat tempat iblis-iblis permukaan bumi berdiri, Gerald merundukan hati dan menyambut hati seorang dara mungil yang menjerit sakit didalam hatinya. Gerald, sang pangeran berjubah putih datang menjemput sang tuan putri.
Rara: Gw ga apa-apa Rald, ga apa-apa gw. Gw terlalu berlebihan, terlalu berlebihan. Gw terbawa emosi Rald !! Gw ga tau lagi !!
Gerald: Lu kenapa? Lu bisa kok cerita ke gua, gua mau dengerin cerita lu. Ayolah Ra, lu kenapa?
Rara: Ga Rald, mending lu ga usah nanya, gw ga apa-apa, sangat ga apa-apa. Hiks, hiks, hiks. Gw ga apaaaa-apaaaa Raaalddd, HWAAAAAAAAA !!!
Air mata segar Rara jatuh mengalir melalui kulit-kulitnya yang halus. Air mata itu menandakan ketidak kuatan hati wanita itu menahan rasa beban didalam pundaknya yang begitu berat. Ia memang butuh pertolongan. Ucapanya berbohong menutupi kegelisahanya, ia tetap bersikokoh mempertahankan tembok dirinya agar orang lain tidak tahu apa perasaanya. Tetapi Gerald tau, dia tau, bahwa Rara memang butuh pertolongan. Ia kehilangan sebuah cinta. Ya, karena cinta Rara menghilang dari permukaan dunia.
Gerald: Ra, sedikit aja lu cerita, gua bakal seneng dengerin. Gua ga bisa liat cewek cantik seperti lu nangis didepan gua. Ra, lu denger gua kan??
Rara: Iy, iy, iyaaa Rald.. Gw denger.. Apa yg mau lu denger dari gw?? (parau suaranya). Lu mau denger gua? Perempuan najis, kotor dan hina seperti gw? HAH?
Gerald: Jujur Ra, gua mau denger. Gua mau denger semuanya, soal lu, tentang diri lu, apapun itu ! Lu nangis didepan gua seperti ada beban berat. Gua ga ngeliat dari status dan apa pekerjaan lu. Gua ga peduli lu najis, ga peduli juga lu wanita malam, gua peduli kaaa....kare....karee...karena hati gua bilang begitu.. Jadi pliss hargai gua, hargai perasaan gua juga Ra !!
Rara: Lu kenapa sih baik sama gw Rald? Gw bukan siapa-siapa? kita aja baru kenal, dan gw wanita pekerja sex disini, lu ga jijik? Gw aja jijik sama diri gw sendiri !!
....................
Rara: Lu tau kenapa gw nawarin lu obat ecstasy itu? Karena gw stress, gw stress sama kehidupan gw, gw pgn mati !! Gw pgn lari dari kehidupan ini !! Gw pgn hidup bukan sebagai Rara atau Clara, gw pengen hidup sebagai manusia yang bahagia dan ga seperti hidup gw yang F*CK seperti ini !! Gw jahat Rald, karena gua nawarin tablet itu, gw nawarin itu untuk ngajak lu sebagai orang baru untuk masuk kedalam kehidupan gelap sama seperti gw, tapi gw sadar gw salah, gw salah Rald !!
Suara Rara terdengar jelas di pendengaran Gerald, ia pun tertunduk dan menatap kosong dinding diujung pandangannya. Ia seperti menatap dirinya sendiri, sebuah kekosongan setelah ayah kandungnya meninggalkan dirinya serta ibunya seorang diri. Ia menatap wanita itu seperti melihat dirinya sendiri. Ia bukan lagi iba, tetapi merasakan sebuah magnet kuat didalamnya. Ia menjadi seperti Rara, ia merasakan pahit hidupnya di dalam diri Rara.
Dikamar yang penuh dengan basuhan panasnya api didalam hati yang terealisasi kedalam bentuk perbuatan nafsu diluar kontrol, Gerald beserta Rara terus melakukan kegiatan olah badan menguras keringat diatas empuknya sandaran tubuh berupa kumpulan-kumpulan kapuk yang dijadikan satu, membuat dua insan ini merasakan kenikmatan luarbiasa yang seraya mengacuhkan pekiknya udara akibat nafas dari rongga-rongga hidungnya. Mereka seakan puas dan terhanyut masuk didalam sebuah tekanan didalam hati yang membuat mereka sulit untuk berhenti. Keringat bercucuran disetiap kulit-kulit yang bersentuhan, mulai dari kening hingga ujung jemari kaki, jelas itu kenikmatan sejati.
Gerald terus memacu tubuhnya untuk terus berbuat, setiap gesekan yang terjadi didalam palung wanita mungil tersebut membuat ia terus mendesahkan suara-suara membangkitkan gelora hawa nafsu sang lawan tidur. Kegiatan itu menyita banyak energi, setelah melakukan beberapa ereksi, Gerald dan Rara tersender lemas di ujung kasur sambil menghela nafas panjang.
Rara: Haaaaaaaah !!! Sadis lu Rald ! Itu enak banget !! Sueer, itu enak !! Lu emang dah pengalaman soal beginian Rald?
Gerald: Hah? Engga juga, gua tadi kebawa hati aja, jadi gua nikmatin banget, hehehe. Thanx Ra !! (Gerald menjawab dengan nada suara rendah terperangah karena lemas)
Rara: Ga, gw kira lu anaknya polos tapi ternyata permainan lu jago juga, jadi gw cuman bisa bilang, TASTE IS SO GOOD RALD !!
Gerald: Ra, gua boleh nanya ga? Kenapa sih cewek secantik lu mau berbuat begini? Lu bisa nyari kerjaan lain kan?
Sunyi.......... Sekali lagi hanya suara mesin Air Conditioner yang terdengar di kamar itu. Lalu Rara meraih remote kontrol yang letaknya di meja persis disamping kananya. Ia mengambil remote it didalem laci meja lalu menyalakan TV yang letaknya tinggi disudut kiri kamar.
ZzzzzzzzzTrrrrrrr.... Saat itu channel televisi swasta sedang memutar sebuah tembang, tembang yang akan menjadi lagu yg selalu diinget Gerald semasa ia hidup. Tembang itu dinyanyikan oleh band asal Bandung, lagu tersebut menghenyakan perasaan Rara, ia terdiam dengan kaki tertekuk menempel didadanya, lenganya melipat didepan lututnya dan kepalanya ditaruh ditengah-tengah lututnya yang mungil. Dengan tubuh lemas tanpa busana, ia menangis mencucurkan air mata, ketika lirik band itu terdengar sangat menyakitkan.
Bantu aku membencimu
Ku terlalu mencintaimu
Dirimu begitu berarti untukku
Kau telah mencinta
Dan dicintai kekasihmu
Ini tak adil bagiku
Hilanglah damba tinggalah hampa
Ya, Laluna dengan hits nya yang terkenal "selepas kamu pergi", lagu itu sangatlah menyiksa Rara hingga menusuk pikiran dan hatinya. Pikiranya serasa menghilang dari kenyataan. Dimensi berbeda antara fiktif dan realita yang meluapkan titik emosi kesedihan dari dalam hati kecilnya yang halus dalam kesucian. Seorang malaikat kecil yang salah arah menuju tangga merah darah ketamakan para penghuni neraka yang ingin meng-anak tirikan dirinya didalam kerajaan seribu taun kesengsaraan yang akhirnya membuatnya menjelma menjadi salah satu hawa dimensi kegelapan, yang menjadikan dirinya 10% malaikat 90% setan wanita, Malaikat bersayap patah. Rara tertegun sedih hingga lagu hits dari band Bandung mencapai titik penghabisan. Ia terdiam membatu, sementara pertanyaan Gerald yang belum terjawab, ia melihatnya dengan tatapan sedih seraya memanggil meminta bantuan. Dalam hatinya berkata,
"Tolong aku"
Gerald: Lu kenapa Ra? Lu kenapa? Kenapa lu nangis? Apa karena lagu itu? Kenapa Ra?
Gerald yang pada awalnya berniat mencari "teman" untuk have fun akhirnya jatuh didalam lubang dalam yang penuh dengan tekanan. Disitu ia berdiri seorang diri menghadapi suasanya hatinya yang tidak menentu. Hatinya penuh dengan perhatian, hatinya penuh simpati, hatinya penuh belas kasih, ditempat maksiat tempat iblis-iblis permukaan bumi berdiri, Gerald merundukan hati dan menyambut hati seorang dara mungil yang menjerit sakit didalam hatinya. Gerald, sang pangeran berjubah putih datang menjemput sang tuan putri.
Rara: Gw ga apa-apa Rald, ga apa-apa gw. Gw terlalu berlebihan, terlalu berlebihan. Gw terbawa emosi Rald !! Gw ga tau lagi !!
Gerald: Lu kenapa? Lu bisa kok cerita ke gua, gua mau dengerin cerita lu. Ayolah Ra, lu kenapa?
Rara: Ga Rald, mending lu ga usah nanya, gw ga apa-apa, sangat ga apa-apa. Hiks, hiks, hiks. Gw ga apaaaa-apaaaa Raaalddd, HWAAAAAAAAA !!!
Air mata segar Rara jatuh mengalir melalui kulit-kulitnya yang halus. Air mata itu menandakan ketidak kuatan hati wanita itu menahan rasa beban didalam pundaknya yang begitu berat. Ia memang butuh pertolongan. Ucapanya berbohong menutupi kegelisahanya, ia tetap bersikokoh mempertahankan tembok dirinya agar orang lain tidak tahu apa perasaanya. Tetapi Gerald tau, dia tau, bahwa Rara memang butuh pertolongan. Ia kehilangan sebuah cinta. Ya, karena cinta Rara menghilang dari permukaan dunia.
Gerald: Ra, sedikit aja lu cerita, gua bakal seneng dengerin. Gua ga bisa liat cewek cantik seperti lu nangis didepan gua. Ra, lu denger gua kan??
Rara: Iy, iy, iyaaa Rald.. Gw denger.. Apa yg mau lu denger dari gw?? (parau suaranya). Lu mau denger gua? Perempuan najis, kotor dan hina seperti gw? HAH?
Gerald: Jujur Ra, gua mau denger. Gua mau denger semuanya, soal lu, tentang diri lu, apapun itu ! Lu nangis didepan gua seperti ada beban berat. Gua ga ngeliat dari status dan apa pekerjaan lu. Gua ga peduli lu najis, ga peduli juga lu wanita malam, gua peduli kaaa....kare....karee...karena hati gua bilang begitu.. Jadi pliss hargai gua, hargai perasaan gua juga Ra !!
Rara: Lu kenapa sih baik sama gw Rald? Gw bukan siapa-siapa? kita aja baru kenal, dan gw wanita pekerja sex disini, lu ga jijik? Gw aja jijik sama diri gw sendiri !!
....................
Rara: Lu tau kenapa gw nawarin lu obat ecstasy itu? Karena gw stress, gw stress sama kehidupan gw, gw pgn mati !! Gw pgn lari dari kehidupan ini !! Gw pgn hidup bukan sebagai Rara atau Clara, gw pengen hidup sebagai manusia yang bahagia dan ga seperti hidup gw yang F*CK seperti ini !! Gw jahat Rald, karena gua nawarin tablet itu, gw nawarin itu untuk ngajak lu sebagai orang baru untuk masuk kedalam kehidupan gelap sama seperti gw, tapi gw sadar gw salah, gw salah Rald !!
Suara Rara terdengar jelas di pendengaran Gerald, ia pun tertunduk dan menatap kosong dinding diujung pandangannya. Ia seperti menatap dirinya sendiri, sebuah kekosongan setelah ayah kandungnya meninggalkan dirinya serta ibunya seorang diri. Ia menatap wanita itu seperti melihat dirinya sendiri. Ia bukan lagi iba, tetapi merasakan sebuah magnet kuat didalamnya. Ia menjadi seperti Rara, ia merasakan pahit hidupnya di dalam diri Rara.
0