Kaskus

Story

GurikhoAvatar border
TS
Gurikho
The Lady Emperor
Prolog 1

Apakah dunia ini tidak sehebat bentuknya?
Mengapa dunia ini penuh dengan penghianatan?
Atas dasar apa dia berpaling?
Atas alasan apa dia pergi meninggalkan diriku seorang diri?
Dia bukanlah seorang wanita, tetapi monster tidak berperasaan !!
Dia meninggalkan aku hanya untuk harta dan pergi untuk ketidakpastian.

Busuk mulutmu dan tawamu membuatku muak dan geli.

Tetapi itulah kamu.
Sespesial itu dirimu untuk ku.

Walau seperti itu kamu tetap menjadi pujaan hati ku.

Sepanjang hidupku.


-Aldy

Spoiler for INDEX:
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
22.7K
183
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54KAnggota
Tampilkan semua post
GurikhoAvatar border
TS
Gurikho
#11
Wangi itu sanggup membuat para bidadari penghuni langit bersujud dihadapanya, dia layak dipanggil raja. Aldy si mata elang melangkah menuju Reva dan Gerald yang masih asik main Ps3 kepunyaanya, ia berjalan kecil dari kamar mandi, pelan-pelan dan .........

Reva: Seeeeet, bau apaan neh? Sniff, sniff, sniff, ni bau setan apaan yak rald? kok baunya enak begini? emoticon-Nohope

Glepaaaaaaaaaaaak !!!!! Sebuah tamparan mendarat dipipi kiri lelaki pria hidung belang bernama Reva.

Nyeeeeeeeeessss ...... Merah.... pipinya langsung merah !! emoticon-Cape d... (S)

Reva: Woy anjeeeeng !! Ngapain lu gampar gua Dy? Salah apaan sih gua??? Pake digampar segala?? emoticon-Frown

Aldy: Lu jd orang jangan sialan donk, dari tadi gua peratiin lu ngapain ngupil lu peperin di lantai gua?? Paraaaah lu, lantai gua isinya upil lu smua brengsek !! emoticon-Mad: emoticon-fuck3

Reva dan Gerald: ....................... Maav emoticon-Frown emoticon-Cape d... (S)

Aldy: Lu ngapain Rald? Lu juga ikutan meper-meper , HAH?

Gerald: Mmmmmmm, engga...... Tapi...... emoticon-Berduka (S) (Reva menutup dinding kanvas berwarna merah cerah disamping bahunya dengan lenganya)

Lalu Aldy menarik tangan gerald dari dinding kamarnya tersebut dan langsung naik darah. Mukanya merah seakan mau meledak, tanganya mengepal seperti petinju ingin melumat lawanya. Ia memasang kuda-kuda, lalu.......

PAAAAAAOOOOOOOOWWWWWWWWW !!!! Sebuah tamparan yang menurut gua terlalu pedas berlabuh di pipi kiri pemuda gondrong jengkol tersebut.

Gerald: Ampuuuuuun Dy, ampuuuuuuun, gua ga sengaja !! Sumpaaah gua ga sengaja !!

Aldy: Taeeeeee lu !! Taeeee !! Mata lu gemblar !! Maav, maav apanya maav !! Dinding gua upil semua !! Bersiin ga lu? Bersiin ga? Klo ga gua bikin panggangan kriting lu di oven !! emoticon-Bata (S)

Gerald: iyaa Dy, sekarang gua bersiin, gua bersiin.

Reva: HAHAHAHA, Mata empat belalang sembah dimarain, Mampus !! WKWKWKWKWKWK

Aldy dan Gerald: Diam lu BANG-SAT !!!

Lalu tiba-tiba saja pintu kamar Aldy terbuka, seorang Alvin masuk dengan langkah kakinya yang tegas. Ia langsung datang dengan menyuruh mereka bertiga bersiap karena sudah pukul 10 malam. Ayah Aldy pun ternyata ikut kekamar berbarengan dengan Alvin, ayahnya yang tinggi, putih dan cepak dan tattoo disekujur tanganya tersebut yang sudah seperti anak gerombolan motor besar itu berbicara dengan nada suara serak seperti vokalis band Amerika, Motor Head.

Ayah Aldy: Dy, Aldy.. Kamu ga berangkat? Teman-teman banci kaleng kamu ini mau berangkat? Ga kasian sama mereka yg nunggu lama-lama??

Oooooo SH*IIIIITTTTTT !! Bapaknya Paraaaah cuy !! Preman kelas kakap !! Tata bahasanya mencerminkan dialah JAGOAN sebenarnya.

Aldy: Eh, iya pops ! Ini mo berangkat ! Mereka aja nih yg lama. Ayoo jalan yuk, gua udah siap.

Ayah Aldy: Udah berangkat ! Angkat pantat km dari rumah ini segera, malam sudah menanti kalian !! Nikmatilah ya semua. (Ayahnya tersenyum lebar ke empat kawanan itu)

Ayah Aldy memang gaul, ramah dan bersahabat. Berbeda dari ayah lain diluar sana yang kaku dan tidak segaul ayahnya Aldy. Walaupun perangainya yang seram seperti seorang pembunuh, ayah Aldy sangat hangat dan memiliki nilai persahabatan tinggi, itu pun terlihat setelah ibunda Aldy telah mengembuskan nafasnya yang terakhir di rumah sakit.

Reva: Okaay Guys !! Kita berangkat kawan !! Jekardaaah, we will come !!

Aldy, Gerald dan Alvin: Ooooosssssssshhhhh !! emoticon-Blue Guy Cendol (S)

Mereka pun bergegas pergi, melangkahkan kaki mereka menuju parkiran. Disitu sudah terparkir mobil mewah sedan eropa yang menjadi tunggangan anak-anak oran orang kaya. Mobil tersebut pun telah menjadi bahan omongan di kampus sekawanan itu, tidak salah lagi mobil itu adalah Mercy S Class milik dari anak jendral, Alvin. Reva mengambil kursi didepan, sementara Aldy dan Gerald duduk dibelakangnya. Sebelum mereka berangkat, keempat kawanan itu berpamitan dengan ayah Aldy di parkiran rumahnya.

Walau rumah Aldy tidak begitu besar tetapi karena design eksteriornya minimalis menjadikanya mewah dan anggun pada malam hari. Ayah Aldy tersenyum seraya mereka hendak pergi. Ditanganya tergenggam sebuah minuman dingin berwarna kuning didalam gelas kristal yg tinggi, ditangan kirinya ia memegang botol favoritnya yg bertuliskan Angker Beer.

Aldy: Bye pops !! Aldy jalan yah!!

Alvin, Reva dan Gerald: Om Marteeen !! Kita jalan yaaaah !! (sambil melambaikan salam tanda jalan)

Ayah Aldy bernama Marten, dialah Godfather dari Aldy. Dialah raja dirumahnya dan akan selalu jadi raja. Dengan tattoo menumpuk di seluruh tanganya, ia menyimpan kenangan pahit dan kisah masa lalu yg kelam. Aldy tau bahwa ayahnya adalah mantan penjahat kelas tinggi di permukaan jakarta ini.

Om Marten: Hati-hati kalian !! Kabarin om klo ada apa-apa !! Jaga Aldy, klo ga om gampar kalian semua !! HAHAHAHAHA

Sunyi, sunyi dan begitu sunyi.... Kendaraan mewah tersebut sekali lagi menelusuri jalanan jakarta selatan dengan tenang. Didalam mobil tersebut berkumpul pikiran yang penasaran terhadap kasus Aldy yang mencuat 2 hari ini. Mereka akan menuju sebuah Klub malam yang diisi oleh anak-anak malam kota Jakarta. Disanalah sekumpulan pertanyaan akan segera terkuak dan Aldy menunggu saat itu. Pertemuan dengan seorang wanita membuatnya begitu penasaran. Dan akankah ia bertemu? Dadanya yang sesak akan geram mulutnya penasaran akan segera terluap, didalam tautan emosi tingkat baladewa yang mendekati klimaks. Seorang wanita... Wanita cantik sepertinya...

Ruby... Siapakah dia??

BERSAMBUNG
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.