TS
undesco
[Fanfic] TAKnR: Mercenaries of Southern Island
To Aru Kagaku no Railgun: Mercenaries of Southern Island
Bakal ada sedikit spoiler dari LN Toaru Majutsu no Index.
Iseng bikin fanfic dari Railgun. Fanfic pertama saya, kalau jelek tidak ditanggung.
Summary
Characters
![[Fanfic] TAKnR: Mercenaries of Southern Island](https://dl.kaskus.id/images2.wikia.nocookie.net/__cb20100411053354/to-aru-majutsu-no-index/images/thumb/b/ba/Mikoto_vol_12.jpg/423px-Mikoto_vol_12.jpg)
Mikoto dengan seragam musim dinginSiswi kelas dua SMP Tokiwadai dan kakak kelas Shirai Kuroko. Mikoto adalah siswi dengan level tertinggi di Tokiwadai, dan merupakan #3 dari hanya tujuh Level 5, Level paling tinggi, di Academy City.
Kemampuan Mikoto adalah Electromaster Level 5. Dia mampu menghasilkan listrik, yang biasanya keluar dari rambut coklat sebahunya, dengan output lebih dari satu juta Volt. Dia juga mampu memanipulasi benda magnetis dengan membuat elektromagnet, dan menembakkan koin dengan kecepatan tinggi yang membuatnya dikenal dengan sebutan Railgun.
![[Fanfic] TAKnR: Mercenaries of Southern Island](https://dl.kaskus.id/images2.wikia.nocookie.net/__cb20110303073222/to-aru-majutsu-no-index/images/f/f2/Kuroko61.jpg)
Shirai dengan seragam musim dinginSiswi kelas satu SMP Tokiwadai dengan rambut merah kecoklatan yang dikuncir dua. Seperti semua siswi Tokiwadai, Shirai mempunyai Level yang cukup tinggi. Kekuatan ESP-nya adalah tipe Teleporter, Level 4, dan mampu memindahkan benda, manusia dan dirinya sendiri dengan batas massa 130.7 kg dan jarak sejauh 81.5 meter.
Shirai tampaknya cinta dengan kakak kelasnya di Tokiwadai, Misaka Mikoto, dan memakai sebutan "onee-sama" untuk Mikoto.
Shirai juga salah satu anggota Judgment, bersama Uiharu Kazari sebagai support dan Konori Mii sebagai ketua cabang, di Judgment cabang 177.
![[Fanfic] TAKnR: Mercenaries of Southern Island](https://dl.kaskus.id/images2.wikia.nocookie.net/__cb20110303073630/to-aru-majutsu-no-index/images/3/3f/Ilp61uiharu.png)
Uiharu dengan seragam musim dinginSiswi kelas satu SMP Sakugawa dan partner Shirai Kuroko di Judgment. Uiharu berambut hitam pendek dan sangat mudah dikenali karena dia selalu memakai bando berbentuk rangkaian bunga buatan.
Uiharu mempunyai kemampuan ESP, Thermal Hand Level 1, yang membuatnya mampu menjaga temperatur benda yang disentuhnya tidak berubah. Walaupun seorang esper, kemampuannya yang paling menonjol adalah hacking. Dia mampu membobol sistem keamanan komputer dengan mudah, dan mendapat julukan "Goalkeeper" di komunitas hacker.
Saten Ruiko dengan seragam musim panas(Dia ga punya character design buatan Haimura yang berwarna atau yang make seragam musim dingin.
)
Siswi kelas satu SMP Sakugawa dan teman sekelas Uiharu Kazari. Rambutnya hitam dan panjang sampai ke punggung dan dihiasi oleh sebuah hiasan bunga warna putih.
Seorang Level 0, yang berarti tidak mempunyai kekuatan ESP. Sangat tertarik dengan urban legend dan suka mengangkat rok Uiharu.
Chapter 1 Part 0
Bakal ada sedikit spoiler dari LN Toaru Majutsu no Index.
Iseng bikin fanfic dari Railgun. Fanfic pertama saya, kalau jelek tidak ditanggung.

Summary
Quote:
Minggu keempat bulan Oktober, Perang Dunia Ketiga sudah selama berlangsung beberapa hari.
Ratusan esper yang juga merupakan pelajar di Academy City, tempat pengembangan kemampuan ESP dengan populasi 2.3 juta, merusak tempat umum dan menyerang esper lainnya. Karena sebagian besar Anti-Skill bertugas di luar Academy City untuk menahan serangan Rusia, hanya Judgment, kumpulan pelajar yang menjadi komisi disiplin di Academy City, dan sebagian kecil Anti-Skill yang ada di dalam Academy City yang bisa melumpuhkan serangan dari dalam dan mencari penyebab dari serangan ini.
Ratusan esper yang juga merupakan pelajar di Academy City, tempat pengembangan kemampuan ESP dengan populasi 2.3 juta, merusak tempat umum dan menyerang esper lainnya. Karena sebagian besar Anti-Skill bertugas di luar Academy City untuk menahan serangan Rusia, hanya Judgment, kumpulan pelajar yang menjadi komisi disiplin di Academy City, dan sebagian kecil Anti-Skill yang ada di dalam Academy City yang bisa melumpuhkan serangan dari dalam dan mencari penyebab dari serangan ini.
Characters
Spoiler for :
Spoiler for Misaka Mikoto:
Spoiler for Character design:
Mikoto dengan seragam musim dingin
Kemampuan Mikoto adalah Electromaster Level 5. Dia mampu menghasilkan listrik, yang biasanya keluar dari rambut coklat sebahunya, dengan output lebih dari satu juta Volt. Dia juga mampu memanipulasi benda magnetis dengan membuat elektromagnet, dan menembakkan koin dengan kecepatan tinggi yang membuatnya dikenal dengan sebutan Railgun.
Spoiler for Shirai Kuroko:
Spoiler for Character design:
![[Fanfic] TAKnR: Mercenaries of Southern Island](https://dl.kaskus.id/images2.wikia.nocookie.net/__cb20110303073222/to-aru-majutsu-no-index/images/f/f2/Kuroko61.jpg)
Shirai dengan seragam musim dingin
Shirai tampaknya cinta dengan kakak kelasnya di Tokiwadai, Misaka Mikoto, dan memakai sebutan "onee-sama" untuk Mikoto.
Shirai juga salah satu anggota Judgment, bersama Uiharu Kazari sebagai support dan Konori Mii sebagai ketua cabang, di Judgment cabang 177.
Spoiler for Uiharu Kazari:
Spoiler for Character design:
![[Fanfic] TAKnR: Mercenaries of Southern Island](https://dl.kaskus.id/images2.wikia.nocookie.net/__cb20110303073630/to-aru-majutsu-no-index/images/3/3f/Ilp61uiharu.png)
Uiharu dengan seragam musim dingin
Uiharu mempunyai kemampuan ESP, Thermal Hand Level 1, yang membuatnya mampu menjaga temperatur benda yang disentuhnya tidak berubah. Walaupun seorang esper, kemampuannya yang paling menonjol adalah hacking. Dia mampu membobol sistem keamanan komputer dengan mudah, dan mendapat julukan "Goalkeeper" di komunitas hacker.
Spoiler for Saten Ruiko:
Spoiler for Character design:
Saten Ruiko dengan seragam musim panas(Dia ga punya character design buatan Haimura yang berwarna atau yang make seragam musim dingin.
)
Siswi kelas satu SMP Sakugawa dan teman sekelas Uiharu Kazari. Rambutnya hitam dan panjang sampai ke punggung dan dihiasi oleh sebuah hiasan bunga warna putih.
Seorang Level 0, yang berarti tidak mempunyai kekuatan ESP. Sangat tertarik dengan urban legend dan suka mengangkat rok Uiharu.
Chapter 1 Part 0
Spoiler for Part 0:
Hah.. hah..ha..
Pemuda itu akhirnya berhenti dan mengatur nafasnya. Dia telah berlari dari kejaran seorang siswi SMP berkuncir dua selama lima menit. Siswi yang telah melumpuhkan dua orang temannya dalam waktu kurang dari tiga puluh detik.
Uiharu, di mana posisi pelaku? Shirai Kuroko bertanya melalui handfree sambil terus berlari di labirin lorong di belakang gedung-gedung tinggi Academy City.
Belok kiri di ujung, Uiharu Kazari, supportdari Shirai memberitahu, lalu sekitar sepuluh meter setelahnya belok kanan.
Dimengerti.
Shirai Kuroko, dengan menggunakan teori hubungan dimensi kesebelas dan dimensi ketiga, menghilang dari tempatnya semula dan muncul di ujung lorong. Kuroko, ESPer tipe Teleporter Level 4, mampu berpindah tempat dalam sekejap dalam jarak 81.5 meter, selama dia berkonsentrasi penuh dan mengetahui dengan tepat koordinat tempat tujuan. Dalam dua kali teleportasi, Kuroko telah berada di depan pemuda itu.
Saya dari Judgment, sambil menunjukkan armband berlambang Judgment, komisi disiplin yang terdiri dari pelajar di Academy City, di tangan kirinya, Kuroko menghadapi pemuda itu dan berkata, Kau akan ditahan dengan tuduhan vandalisme.
Pemuda yang berumur sekitar delapan belas tidak berkata apa-apa. Dia hanya memandang Shirai dengan tatapan kosong.
"Ini sedikit aneh. Dua orang sebelumnya juga tidak berkata apa-apa dan mata semuanya seperti tak bernyawa," pikir Shirai. Namun pemuda di hadapannya tidak memberikan waktu untuk bersantai.
Pemuda itu mengulurkan tangan kanannya. Dia mengeluarkan bola api dari telapak tangannya, lalu melemparkannya ke arah Kuroko.
Ledakan besar terjadi di tempat Kuroko tadinya berdiri, tapi Kuroko telah berpindah ke atas orang itu, dan memanfaatkan bantuan gravitasi, mengayunkan tasnya ke kepala pemuda itu. Pukulan keras, ditambah berat tasnya yang berisi paku-paku besi, cukup untuk membuat pelaku tak sadarkan diri. Dengan sigap Kuroko mengeluarkan borgolnya dan setelah memborgol kedua tangan pemuda itu dan menahannya di pipa talang, Kuroko berlari untuk mengejar satu orang target terakhir.
Shirai-san, suara Uiharu terdengar melalui handsfree, pelaku terakhir ada di taman Distrik ke-7, dan sepertinya Shirai-san harus cepat ke sana, kalau tidak...
Shirai memindahkan dirinya ke taman, hanya untuk melihat seorang siswa SMA tersungkur di tanah dengan sedikit luka bakar dan kaki yang bergetar seperti tersetrum, dan seorang siswi SMP Tokiwadai yang menyibak poninya dan mengeluarkan percikan listrik dari rambutnya.
Onee-sama, suara Shirai terdengar kecewa.
... Misaka-san yang akan menyerangnya, Uiharu menyelesaikan kalimatnya.
Pemuda itu akhirnya berhenti dan mengatur nafasnya. Dia telah berlari dari kejaran seorang siswi SMP berkuncir dua selama lima menit. Siswi yang telah melumpuhkan dua orang temannya dalam waktu kurang dari tiga puluh detik.
Uiharu, di mana posisi pelaku? Shirai Kuroko bertanya melalui handfree sambil terus berlari di labirin lorong di belakang gedung-gedung tinggi Academy City.
Belok kiri di ujung, Uiharu Kazari, supportdari Shirai memberitahu, lalu sekitar sepuluh meter setelahnya belok kanan.
Dimengerti.
Shirai Kuroko, dengan menggunakan teori hubungan dimensi kesebelas dan dimensi ketiga, menghilang dari tempatnya semula dan muncul di ujung lorong. Kuroko, ESPer tipe Teleporter Level 4, mampu berpindah tempat dalam sekejap dalam jarak 81.5 meter, selama dia berkonsentrasi penuh dan mengetahui dengan tepat koordinat tempat tujuan. Dalam dua kali teleportasi, Kuroko telah berada di depan pemuda itu.
Saya dari Judgment, sambil menunjukkan armband berlambang Judgment, komisi disiplin yang terdiri dari pelajar di Academy City, di tangan kirinya, Kuroko menghadapi pemuda itu dan berkata, Kau akan ditahan dengan tuduhan vandalisme.
Pemuda yang berumur sekitar delapan belas tidak berkata apa-apa. Dia hanya memandang Shirai dengan tatapan kosong.
"Ini sedikit aneh. Dua orang sebelumnya juga tidak berkata apa-apa dan mata semuanya seperti tak bernyawa," pikir Shirai. Namun pemuda di hadapannya tidak memberikan waktu untuk bersantai.
Pemuda itu mengulurkan tangan kanannya. Dia mengeluarkan bola api dari telapak tangannya, lalu melemparkannya ke arah Kuroko.
Ledakan besar terjadi di tempat Kuroko tadinya berdiri, tapi Kuroko telah berpindah ke atas orang itu, dan memanfaatkan bantuan gravitasi, mengayunkan tasnya ke kepala pemuda itu. Pukulan keras, ditambah berat tasnya yang berisi paku-paku besi, cukup untuk membuat pelaku tak sadarkan diri. Dengan sigap Kuroko mengeluarkan borgolnya dan setelah memborgol kedua tangan pemuda itu dan menahannya di pipa talang, Kuroko berlari untuk mengejar satu orang target terakhir.
Shirai-san, suara Uiharu terdengar melalui handsfree, pelaku terakhir ada di taman Distrik ke-7, dan sepertinya Shirai-san harus cepat ke sana, kalau tidak...
Shirai memindahkan dirinya ke taman, hanya untuk melihat seorang siswa SMA tersungkur di tanah dengan sedikit luka bakar dan kaki yang bergetar seperti tersetrum, dan seorang siswi SMP Tokiwadai yang menyibak poninya dan mengeluarkan percikan listrik dari rambutnya.
Onee-sama, suara Shirai terdengar kecewa.
... Misaka-san yang akan menyerangnya, Uiharu menyelesaikan kalimatnya.
0
2.3K
Kutip
9
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
undesco
#1
Chapter 1 Part 1
Spoiler for :
Part 1
Mikoto dan Shirai sedang berdiri mengawasi para pelaku vandalisme itu dimasukkan ke dalam van milik Anti-Skill, polisi penjaga kedamaian di Academy City yang terdiri dari guru-guru dan orang dewasa lainnya yang ada di Academy City.
Misaka Mikoto dan Shirai Kuroko adalah pelajar di Academy City. Seperti namanya, kota ini adalah tempat berkumpulnya sekolah dan universitas dan ditinggali oleh 2.3 juta penduduk yang 80 persennya adalah pelajar.
Karena jumlah pelajar yang melebihi jumlah orang dewasa, ditambah lagi sebagian pelajar mempunyai kemampuan psikis yang dikembangkan dalam Academy City, maka pelajar juga menjadi kekuatan tempur dalam menjaga perdamaian. Karena itulah sebagian dari pelajar itu tergabung dalam Judgment, komisi disiplin pembantu penjaga perdamaian. Shirai Kuroko adalah salah satu di antaranya.
Onee-sama, kau adalah warga sipil, jadi sebaiknya kau tidak menyerangnya dan menunggu Anti-Skill atau Judgment datang, kata Shirai.
Dan mengisap jempolku ketika dia mencoba menyerangku? Aku sedang pergi kembali ke asrama dan lewat taman ini dengan baik-baik dan tiba-tiba dia menyerangku dengan pipa besi.
Shirai baru saja akan menjawab ketika seorang Anti-Skill berbicara padanya.
Kerja bagus, tapi jangan memaksakan diri kalau ada kejadian yang tidak bisa kalian tangani, kata Anti-Skill itu sambil menutup pintu belakang van. Kami akan kembali ke markas dan menginterogasi mereka, kalian juga kembalilah ke asrama kalian dan jangan sampai lewat jam malam.
Anti-Skill itu naik ke bangku pengemudi dan satu orang rekannya naik ke sebelahnya. Van milik Anti-Skill itu kemudian pergi dari taman itu.
Shirai dan Mikoto memperhatikan van milik Ant-Skill itu berbelok dan menghilang dari pandangan mereka sebelum mereka memutuskan untuk kembali ke asrama.
Saat itu sedang musim gugur, jadi walaupun waktu masih menunjukkan pukul 18.30, matahari sudah cukup lama tenggelam. Jalanan diterangi oleh lampu-lampu yang ada di sepanjang jalan.
Mikoto dan Shirai sedang berjalan menelusuri sebuah jalan raya yang sepi kendaraan. Academy City adalah kota yang sebagian besar berisi pelajar, jadi wajar saja setelah waktu sekolah usai jalanan yang biasanya diisi oleh bus-bus yang dipakai pelajar menjadi kosong.
Tapi akhir-akhir ini banyak sekali kejadian kriminal seperti itu, kata Shirai menghela napas. Perang Dunia membuat Anti-Skill harus menyerahkan keamanan kota ini pada Judgment. Memang masih ada beberapa grup Anti-Skill yang tinggal, tapi sebagian besar kekuatan Anti-Skill dikerahkan untuk menahan serangan dari luar. Dan kejadian ini dimulai ketika Perang Dunia mulai meningkat skalanya.
Hmm... gumam Mikoto.
Onee-sama, kau kedengaran tidak peduli sedikit pun. Apa kau tidak khawatir dengan keadaan Kuroko? tanya Kuroko dengan nada sedikit memelas, berusaha menempelkan wajahnya ke dada Mikoto, tapi hanya mencium tas milik Mikoto.
Aku tahu kemampuanmu sebagai Teleporter Level 4, kau juga anggota Judgment yang berpengalaman dalam menangani kejadian besar, jadi aku yakin kalau cuma menghadapi kriminal kelas bawah seperti ini, kau tidak akan kenapa-kenapa.
Jadi onee-sama percaya pada kemampuan Kuroko? Kuroko sangat bahagia!!
Shirai melompat mencoba memeluk Mikoto, tapi dia menghindar.
Tapi sebenarnya aku juga sedikit merasa aneh... Apa mungkin ada seorang musuh besar yang menarik tali dari belakang? kata Mikoto dengan mata bersinar.
Shirai membersihkan debu di roknya setelah jatuh ketika mencoba memeluk Mikoto.
Onee-sama, sekali lagi kuperingatkan, serahkan ini pada Judgment dan Anti-Skill. Jangan bertindak yang tidak perlu. Dan tidak mungkin ada musuh besar seperti itu.
Dia mengulurkan tangannya dan membuka telapak tangannya seperti yang dilakukan pengatur lalu lintas untuk menghentikan arus kendaraan ke depan wajah Mikoto.
Angin dingin musim gugur berhembus dan merontokkan beberapa helai daun yang masih tersisa.
Suara dering ponsel Shirai memutuskan pembicaraan mereka. Dia mengeluarkan ponselnya yang berbentuk seperti tongkat kecil dari kantung roknya. Kemudian dia menarik salah satu sisinya dan sebuah lembaran tipis transparan keluar, mirip seperti pada gulungan di suatu serial ninja. Nama penelepon yang tertera di atas lembaran itu adalah Uiharu Kazari.
Halo, Uiharu? Ada apa?
Ada kejadian lagi, kata Uiharu dari ujung lain. Kali ini terjadi di ujung Timur Distrik ke-7. Apa kau bisa kesana, Shirai-san?
Merepotkan. Baiklah Uiharu, aku akan pasang handsfreedan menuju ke sana, beritahu aku apa yang kau tahu.
Shirai menutup teleponnya dan memasang handsfree yang terhubung dengan Uiharu di telinganya.
Onee-sama, aku harus pergi.
Hati-hati, ya~. Dan jangan sampai lewat jam malam! teriak Mikoto riang tanpa rasa khawatir sedikit pun.
Mikoto dan Shirai sedang berdiri mengawasi para pelaku vandalisme itu dimasukkan ke dalam van milik Anti-Skill, polisi penjaga kedamaian di Academy City yang terdiri dari guru-guru dan orang dewasa lainnya yang ada di Academy City.
Misaka Mikoto dan Shirai Kuroko adalah pelajar di Academy City. Seperti namanya, kota ini adalah tempat berkumpulnya sekolah dan universitas dan ditinggali oleh 2.3 juta penduduk yang 80 persennya adalah pelajar.
Karena jumlah pelajar yang melebihi jumlah orang dewasa, ditambah lagi sebagian pelajar mempunyai kemampuan psikis yang dikembangkan dalam Academy City, maka pelajar juga menjadi kekuatan tempur dalam menjaga perdamaian. Karena itulah sebagian dari pelajar itu tergabung dalam Judgment, komisi disiplin pembantu penjaga perdamaian. Shirai Kuroko adalah salah satu di antaranya.
Onee-sama, kau adalah warga sipil, jadi sebaiknya kau tidak menyerangnya dan menunggu Anti-Skill atau Judgment datang, kata Shirai.
Dan mengisap jempolku ketika dia mencoba menyerangku? Aku sedang pergi kembali ke asrama dan lewat taman ini dengan baik-baik dan tiba-tiba dia menyerangku dengan pipa besi.
Shirai baru saja akan menjawab ketika seorang Anti-Skill berbicara padanya.
Kerja bagus, tapi jangan memaksakan diri kalau ada kejadian yang tidak bisa kalian tangani, kata Anti-Skill itu sambil menutup pintu belakang van. Kami akan kembali ke markas dan menginterogasi mereka, kalian juga kembalilah ke asrama kalian dan jangan sampai lewat jam malam.
Anti-Skill itu naik ke bangku pengemudi dan satu orang rekannya naik ke sebelahnya. Van milik Anti-Skill itu kemudian pergi dari taman itu.
Shirai dan Mikoto memperhatikan van milik Ant-Skill itu berbelok dan menghilang dari pandangan mereka sebelum mereka memutuskan untuk kembali ke asrama.
Saat itu sedang musim gugur, jadi walaupun waktu masih menunjukkan pukul 18.30, matahari sudah cukup lama tenggelam. Jalanan diterangi oleh lampu-lampu yang ada di sepanjang jalan.
Mikoto dan Shirai sedang berjalan menelusuri sebuah jalan raya yang sepi kendaraan. Academy City adalah kota yang sebagian besar berisi pelajar, jadi wajar saja setelah waktu sekolah usai jalanan yang biasanya diisi oleh bus-bus yang dipakai pelajar menjadi kosong.
Tapi akhir-akhir ini banyak sekali kejadian kriminal seperti itu, kata Shirai menghela napas. Perang Dunia membuat Anti-Skill harus menyerahkan keamanan kota ini pada Judgment. Memang masih ada beberapa grup Anti-Skill yang tinggal, tapi sebagian besar kekuatan Anti-Skill dikerahkan untuk menahan serangan dari luar. Dan kejadian ini dimulai ketika Perang Dunia mulai meningkat skalanya.
Hmm... gumam Mikoto.
Onee-sama, kau kedengaran tidak peduli sedikit pun. Apa kau tidak khawatir dengan keadaan Kuroko? tanya Kuroko dengan nada sedikit memelas, berusaha menempelkan wajahnya ke dada Mikoto, tapi hanya mencium tas milik Mikoto.
Aku tahu kemampuanmu sebagai Teleporter Level 4, kau juga anggota Judgment yang berpengalaman dalam menangani kejadian besar, jadi aku yakin kalau cuma menghadapi kriminal kelas bawah seperti ini, kau tidak akan kenapa-kenapa.
Jadi onee-sama percaya pada kemampuan Kuroko? Kuroko sangat bahagia!!
Shirai melompat mencoba memeluk Mikoto, tapi dia menghindar.
Tapi sebenarnya aku juga sedikit merasa aneh... Apa mungkin ada seorang musuh besar yang menarik tali dari belakang? kata Mikoto dengan mata bersinar.
Shirai membersihkan debu di roknya setelah jatuh ketika mencoba memeluk Mikoto.
Onee-sama, sekali lagi kuperingatkan, serahkan ini pada Judgment dan Anti-Skill. Jangan bertindak yang tidak perlu. Dan tidak mungkin ada musuh besar seperti itu.
Dia mengulurkan tangannya dan membuka telapak tangannya seperti yang dilakukan pengatur lalu lintas untuk menghentikan arus kendaraan ke depan wajah Mikoto.
Angin dingin musim gugur berhembus dan merontokkan beberapa helai daun yang masih tersisa.
Suara dering ponsel Shirai memutuskan pembicaraan mereka. Dia mengeluarkan ponselnya yang berbentuk seperti tongkat kecil dari kantung roknya. Kemudian dia menarik salah satu sisinya dan sebuah lembaran tipis transparan keluar, mirip seperti pada gulungan di suatu serial ninja. Nama penelepon yang tertera di atas lembaran itu adalah Uiharu Kazari.
Halo, Uiharu? Ada apa?
Ada kejadian lagi, kata Uiharu dari ujung lain. Kali ini terjadi di ujung Timur Distrik ke-7. Apa kau bisa kesana, Shirai-san?
Merepotkan. Baiklah Uiharu, aku akan pasang handsfreedan menuju ke sana, beritahu aku apa yang kau tahu.
Shirai menutup teleponnya dan memasang handsfree yang terhubung dengan Uiharu di telinganya.
Onee-sama, aku harus pergi.
Hati-hati, ya~. Dan jangan sampai lewat jam malam! teriak Mikoto riang tanpa rasa khawatir sedikit pun.

Update-nya kecil-kecil setiap abis nulis part.
0
Kutip
Balas