Kaskus

Entertainment

sofanfitriAvatar border
TS
sofanfitri
10 alasan wajar penembakan polisi
1. Mau masuk polisi bayarnya mahal > silahkan di cek
Spoiler for mahal:

2. Lapor kehilangan tunggu 24 jam
Spoiler for contoh:

3. Polisi mudah di suap (silahkan cek kasus-kasus tahanan bebas berkeliaran), dan cek yang ada di jalan raya.
Spoiler for contoh:

4. Kalau mau menyeleseikan kasus ga ada uangnya kasusnya di tunda.
5. masalah keadilan, bagaimana perlakuan saat menangkap penjahat kelas teri dan menangkap pelaku korupsi
Spoiler for contoh:

6. Mau jadi polisi harus sekolah mahal dulu di akademi kepolisian
Spoiler for contoh:

7. Polisi sudah tak punya taring lagi ketika harus menghadapi mafia hukum
Spoiler for contoh:

8. kalau ada kesalahan dalam birokrasi kata-kata Oknum jadi tameng
9. Meremehkan kasus bila yang lapor Orang yang tak berduit
Spoiler for contoh:

10. Birokrasi yang sudah terlalu kacau yang butuh perbaikan segera


Pak SBY sampe Tepok Jidat emoticon-Cape d...=
10 alasan wajar penembakan polisi


Saran saya sebagai penulis

1. Pak tolong di mulai untuk mereformasi birokrasi sedalam-dalamnya
2. contohlah pendahulu anda Bapak Hoegeng Imam Santoso jangan turuti nafsu.
3. jangan sembaragan menggunakan posisi anda untuk kesewenang2ngan gunakan untuk yang semestinya
4. kalau masuk polisi jangan mahal-mahal, sudah jadi rahasia umum pak
5. jadilah polisi pengayom untuk semua rakyat jangan cuma yang kaya

Kalau 5 poin di atas terpenuhi, kasus penembakan Polisi pasti akan menurun.
terima kasih



kritik saran di terima >>> @jalalsangar
Spoiler for nitip vidio koplak gan:
0
4.9K
97
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread108.4KAnggota
Tampilkan semua post
sofanfitriAvatar border
TS
sofanfitri
#6
Di “Negeri yang Lucu” ini seakan-akan para pejabatnya wajib untuk korupsi. Apa sebab? Karena sistem yang menghendaki demikian. Itulah tak heran perkorupsian merajalela. Bahkan sudah hampir menjadi budaya baru.

Ini fakta. Bukan pepesan kosong. Bukan dalam kisah sinetron. Hidup di negeri ini kalau jadi pejabat tidak korupsi, justru akan dianggap lucu. Menjadi bahan tertawaan. Disindir sok alim.

Jangan heran bila imannya pas-pasan akan segera turut ambil bagian dalam berkorupsi. Suatu perbuatan yang sebelumnya dibenci. Apa boleh buat. Terpaksa dan terdesak kebutuhan. Uang tidak berdosa ini.

Kalau bicara dosa, maka betapa berdosanya sang pelopor pencipta sistem percaloan dalam merekrut pegawai atau politik uang untuk menjadi pejabat.

Bukan rahasia lagi di negeri ini untuk menjadi pegawai negeri atau pejabat wajib mengeluarkan modal besar-besaran.

Dikatakan wajib, kalau semuanya ingin lancar. Bila tidak mau keluar modal, maka adanya pasti kesulitan.

Khususnya untuk menjadi polisi. Tentu kita paham. Selain biaya resmi yang tertulis. Ada biaya resmi yang tidak tertulis. Tapi wajib disetor.

Satuan keamanan tempat saya bekerja saat ini. Begitu ngototnya agar anaknya bisa jadi polisi. Tapi karena modal pas-pasan, akibatnya gagal lagi gagal. Padahal katanya punya koneksi.

Penyebabnya cuma satu. Ia belum bisa memenuhi persyaratan untuk menyetor uang Rp 80 juta sebagai jaminan lulus tes dan biaya selama pendidikan.

Sebaliknya anak temannya bisa langsung lulus. Selain uang setoran wajibnya cukup. Koneksi atau orang dalamnya juga kuat.

Walaupun untuk mendapatkan uang wajib setor itu harus menjual harta benda berupa tanah, rumah atau mobil.

Mengapa sampai begitu relanya? Apakah semata-mata karena ingin mengabdi pada negara? Tentu Perlu dipertanyakan.

Secara logika seharusnya kita tidak perlu begitu menyalakan. Bila kebanyakan _artinya tidak semua_ polisi kita harus korupsi. Melakukan pungli sana-sini.

Karena itu memang kewajibannya untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkan. Jadi anggap halal-halal saja dalam hal ini. Tak perlu dicibir.

Walaupun polisi banyak yang korupsinya semakin menjadi-jadi. Tetapi apa jadinya negeri ini tanpa polisi.

Jadi?

sumber http://sosbud.kompasiana.com/2012/08...wajib-korupsi/
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.