- Beranda
- The Lounge
[INFO HOT]Teror lagi di solo <pray for solo>
...
TS
Tiobocahseni
[INFO HOT]Teror lagi di solo <pray for solo>
![[INFO HOT]Teror lagi di solo <pray for solo>](https://dl.kaskus.id/i47.tinypic.com/2ajqt6c.jpg)
Quote:
PENEMBAKAN POS POLISI SINGOSAREN SOLO: Pelaku Gunakan Pistol Warna Silver, Korban Tertembak di Dada
SOLOPelaku penembakan pos polisi Singosaren Solo, Kamis (30/8/2012) malam, menggunakan pistol warna silver. Berdasarkan keterangan saksi mata, Helmi, petugas parker di kawasan Pasar (Plaza) Singosaren, mengungkapkan setelah digunakan untuk menembak pistol diselipkan oleh pelaku di pinggang.
Pistol berwarna silver, setelah digunakan, pistol diselipkan di pinggang pelaku, ujar Helmi.
Helmi menjelaskan penembakan terjadi pada pukul 21.00 WIB ketika sebagian pertokoan di Plaza atau Pasar Singosaren mulai tutup. Helmi mengatakan saat itu pelaku yang membonceng sepeda motor Honda Supra X turun dari kendaraan dan langsung menembak pos polisi itu dalam jarak dekat.
Pelaku turun dan terdengar suara ledakan sebanyak tiga kali, ujar Helmi.
Menurut Helmi, setelah melapaskan tembakan, pelaku melaju kencang ke arah barat. Saat itu beberapa warga yang berada di lokasi kejadian sempat meneriaki pelaku dan sempat mengejar. Akan tetapi pelaku kembali melepaskan tembakan ke arah warga sebanyak dua kali yang membuat warga mengurungkan niat untuk mengejar.
Pelaku itu sangat tenang saat melepaskan tembakan, seperti koboi, sambung Helmi.
Helmi menjelaskan pelaku tersebut memiliki ciri-ciri bertubuh relatif pendek, kira-kira 150 cm. Pelaku mengenakan jaket warna gelap dan menggunakan helm standar warna hitam dengan muka tertutup sapu tangan. Helmi tak bisa mengidentifikasi pengendara sepeda motor yang memboncengkan penembak. Sementara itu beredar informasi sepeda motor yang digunakan pelaku bernopol Solo.
Sementara itu, Bripka Dwi Data Subekti, 53, korban tewas dalam aksi penembakan itu kini dibawa ke RS Moewardi, setelah sebelumnya jenazah dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Solo. Bripka Dwi terkena luka tembak di bagian dada. Peluru bersarang di dada sebelah kiri.
sumber
SOLOPelaku penembakan pos polisi Singosaren Solo, Kamis (30/8/2012) malam, menggunakan pistol warna silver. Berdasarkan keterangan saksi mata, Helmi, petugas parker di kawasan Pasar (Plaza) Singosaren, mengungkapkan setelah digunakan untuk menembak pistol diselipkan oleh pelaku di pinggang.
Pistol berwarna silver, setelah digunakan, pistol diselipkan di pinggang pelaku, ujar Helmi.
Helmi menjelaskan penembakan terjadi pada pukul 21.00 WIB ketika sebagian pertokoan di Plaza atau Pasar Singosaren mulai tutup. Helmi mengatakan saat itu pelaku yang membonceng sepeda motor Honda Supra X turun dari kendaraan dan langsung menembak pos polisi itu dalam jarak dekat.
Pelaku turun dan terdengar suara ledakan sebanyak tiga kali, ujar Helmi.
Menurut Helmi, setelah melapaskan tembakan, pelaku melaju kencang ke arah barat. Saat itu beberapa warga yang berada di lokasi kejadian sempat meneriaki pelaku dan sempat mengejar. Akan tetapi pelaku kembali melepaskan tembakan ke arah warga sebanyak dua kali yang membuat warga mengurungkan niat untuk mengejar.
Pelaku itu sangat tenang saat melepaskan tembakan, seperti koboi, sambung Helmi.
Helmi menjelaskan pelaku tersebut memiliki ciri-ciri bertubuh relatif pendek, kira-kira 150 cm. Pelaku mengenakan jaket warna gelap dan menggunakan helm standar warna hitam dengan muka tertutup sapu tangan. Helmi tak bisa mengidentifikasi pengendara sepeda motor yang memboncengkan penembak. Sementara itu beredar informasi sepeda motor yang digunakan pelaku bernopol Solo.
Sementara itu, Bripka Dwi Data Subekti, 53, korban tewas dalam aksi penembakan itu kini dibawa ke RS Moewardi, setelah sebelumnya jenazah dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Solo. Bripka Dwi terkena luka tembak di bagian dada. Peluru bersarang di dada sebelah kiri.
sumber
Quote:
KRONOLOGI PENEMBAKAN POLISI di Singosaren
Kamis (30/8/2012) sekitar pukul 21.15 di Pos Polisi Matahari Singosaren Jl Dr Radjiman telah terjadi penembakan oleh 2 org tidak dikenal. Akibatnya 1 orang anggota Polsekta Serengan Bripka Dwi Data terkena tembakan di bagian dada, selanjutnya korban dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Surkarta. Korban dilaporkan tewas.
Kronologis kejadian :
1. Pelaku yang berjumlah dua orang berboncengan menggunakan SPM berjalan dr arah Timur Jl. Dr. Radjiman, sesampainya di depan Pos Polisi, pembonceng turun dari SPM dan langsung menembakkan Pistol.
2. Setelah melakukan tembakan, kebetulan Matahari Singosaren masih ramai orang karena menjelang tutup sehingga sebagian orang yang melihat kejadian tersebut berusaha mengejar pelaku. Namun pelaku menembakkan tembakan ke udara sehingga masyarakat memilih tiarap dan langsung melarikan diri ke arah Barat melintasi Jl Dr Radjiman.
3. Pukul 21.30, Tim CSI (Crime Scene Identification) dan INAFIS (Indonesian Auto Fingers Identification System) Polresta Surakarta tiba di lokasi dan langsung melakukan olah TKP.
SUMBER
Kamis (30/8/2012) sekitar pukul 21.15 di Pos Polisi Matahari Singosaren Jl Dr Radjiman telah terjadi penembakan oleh 2 org tidak dikenal. Akibatnya 1 orang anggota Polsekta Serengan Bripka Dwi Data terkena tembakan di bagian dada, selanjutnya korban dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Surkarta. Korban dilaporkan tewas.
Kronologis kejadian :
1. Pelaku yang berjumlah dua orang berboncengan menggunakan SPM berjalan dr arah Timur Jl. Dr. Radjiman, sesampainya di depan Pos Polisi, pembonceng turun dari SPM dan langsung menembakkan Pistol.
2. Setelah melakukan tembakan, kebetulan Matahari Singosaren masih ramai orang karena menjelang tutup sehingga sebagian orang yang melihat kejadian tersebut berusaha mengejar pelaku. Namun pelaku menembakkan tembakan ke udara sehingga masyarakat memilih tiarap dan langsung melarikan diri ke arah Barat melintasi Jl Dr Radjiman.
3. Pukul 21.30, Tim CSI (Crime Scene Identification) dan INAFIS (Indonesian Auto Fingers Identification System) Polresta Surakarta tiba di lokasi dan langsung melakukan olah TKP.
SUMBER
Quote:
PENEMBAKAN POS POLISI SINGOSAREN SOLO: Kejar Pelaku, Polisi Siaga di Kadipiro
SOLOSejumlah polisi berjaga ketat di kawasan Kadipiro-Nusukan, menyusul aksi penembakan di pos polisi Singosaren Solo, Kamis (30/8/2012) pukul 21.00 WIB. Sekitar pukul 21.30 WIB, lebih dari 10 petugas polisi berjaga di kawasan itu dengan posisi siap menembak. Berdasarkan pantauan Solopos.com, mereka berjaga di ujung timur Jl Ki Mangunsarkoro yang berbatasan dengan Kadipiro-Nusukan, Banjarsari, Solo.
Lima petugas polisi menenteng pistol laras panjang siap menembak. Informasi yang dihimpun di lapangan para polisi mengejar pelaku penembakan polisi pos polisi Singosaren Solo. Sekitar pukul 22.00 WIB, jumlah polisi yang berjaga di kawasan itu berkurang, sekitar tujuh orang.
Saat Solopos.com memantau kawasan tersebut, petugas polisi yang berjaga mendekati Solopos.com, sambil menodongkan senjata ke Solopos.com. Tak hanya menginterogasi, polisi juga menggeledah tas Solopos.com dan memeriksa kartu tanda penduduk.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih berjaga di kawasan Kadipiro.SUMBER
SOLOSejumlah polisi berjaga ketat di kawasan Kadipiro-Nusukan, menyusul aksi penembakan di pos polisi Singosaren Solo, Kamis (30/8/2012) pukul 21.00 WIB. Sekitar pukul 21.30 WIB, lebih dari 10 petugas polisi berjaga di kawasan itu dengan posisi siap menembak. Berdasarkan pantauan Solopos.com, mereka berjaga di ujung timur Jl Ki Mangunsarkoro yang berbatasan dengan Kadipiro-Nusukan, Banjarsari, Solo.
Lima petugas polisi menenteng pistol laras panjang siap menembak. Informasi yang dihimpun di lapangan para polisi mengejar pelaku penembakan polisi pos polisi Singosaren Solo. Sekitar pukul 22.00 WIB, jumlah polisi yang berjaga di kawasan itu berkurang, sekitar tujuh orang.
Saat Solopos.com memantau kawasan tersebut, petugas polisi yang berjaga mendekati Solopos.com, sambil menodongkan senjata ke Solopos.com. Tak hanya menginterogasi, polisi juga menggeledah tas Solopos.com dan memeriksa kartu tanda penduduk.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih berjaga di kawasan Kadipiro.SUMBER
Quote:
PENEMBAKAN POS POLISI SINGOSAREN SOLO: Pelaku Tembak Polisi dari Jarak Dekat
SOLO Pelaku penembakan terdiri atas dua orang. Dalam peristiwa itu, Aipda Dwi Data Subekti, 53, tewas terkena tertembak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, di lapangan, saat itu sekitar pukul 21.00 WIB toko-toko di Pasar Singosaren mulai tutup.
Beberapa saksi mata menyebutkan pelaku menggunakan sepeda motor Supra X namun ada beberapa saksi yang menyebutkan pelaku mengendarai Suzuki Smash. Helmi, petugas parker di Pasar Singosaren, mengatakan tak mengetahui persis pelaku dating dari arah mana. Namun, jelasnya, begitu sampai di perempatan tugu Singosaren, kendaraan yang dinaiki pelaku berhenti. Kemudian, salah seorang pelaku yakni yang membonceng turun dan menuju pos polisi. Saat itu polisi yang berjaga ada satu orang, jelasnya.
Begitu mendekati pos polisi pelaku kemudian mengeluarkan tembakan sebanyak tiga hingga empat kali dari jarak dekat. Setelah melakukan penembakan, ujarnya, pelaku kembali ke sepeda motor dan melajukan kendaraannya ke arah barat.
Warga yang mendengar dan melihat peristiwa tersebut kontan langsung meneriaki pelaku. Helmi mengaku warga kemudian mengejar pelaku. Saat dikejar itulah, sekitar 100 meter dari tempat kejadian perkara (TKP), jelasnya, pelaku kembali mengeluarkan tembakan sebanyak dua kali.SUMBER
SOLO Pelaku penembakan terdiri atas dua orang. Dalam peristiwa itu, Aipda Dwi Data Subekti, 53, tewas terkena tertembak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, di lapangan, saat itu sekitar pukul 21.00 WIB toko-toko di Pasar Singosaren mulai tutup.
Beberapa saksi mata menyebutkan pelaku menggunakan sepeda motor Supra X namun ada beberapa saksi yang menyebutkan pelaku mengendarai Suzuki Smash. Helmi, petugas parker di Pasar Singosaren, mengatakan tak mengetahui persis pelaku dating dari arah mana. Namun, jelasnya, begitu sampai di perempatan tugu Singosaren, kendaraan yang dinaiki pelaku berhenti. Kemudian, salah seorang pelaku yakni yang membonceng turun dan menuju pos polisi. Saat itu polisi yang berjaga ada satu orang, jelasnya.
Begitu mendekati pos polisi pelaku kemudian mengeluarkan tembakan sebanyak tiga hingga empat kali dari jarak dekat. Setelah melakukan penembakan, ujarnya, pelaku kembali ke sepeda motor dan melajukan kendaraannya ke arah barat.
Warga yang mendengar dan melihat peristiwa tersebut kontan langsung meneriaki pelaku. Helmi mengaku warga kemudian mengejar pelaku. Saat dikejar itulah, sekitar 100 meter dari tempat kejadian perkara (TKP), jelasnya, pelaku kembali mengeluarkan tembakan sebanyak dua kali.SUMBER
Quote:
Pelaku Berani Beraksi Saat Kondisi Ramai
SOLO, KOMPAS.com -- Pelaku aksi teror di Kota Solo, Jawa Tengah, semakin berani. Jika dua peristiwa sebelumnya pelaku beraksi di saat sepi, kali ini pelaku mulai beraksi di tengah keramaian.
Penembakan polisi di kawasan pertokoan Singosaren, Solo, Kamis (30/8/2012) malam, yang menewaskan seorang anggota polisi terjadi saat pertokoan dalam kondisi masih ramai.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, pelaku yang berjumlah dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor datang dari arah Jalan Dr Radjiman. Ketika sampai di depan pos polisi di kawasan pertokoan Singosaren, pelaku yang pembonceng turun dari sepeda motor dan langsung menembakkan pistol ke arah pos polisi.
Setelah menembak, pelaku sempat dikejar sejumlah orang yang kebetulan baru keluar dari kawasan pertokoan Singosaren. Namun karena pelaku melepas tembakan ke udara, orang-orang yang mengejar memilih tiarap, sehingga pelaku leluasa melarikan diri ke arah Barat melintasi Jalan Dr Radjiman.
Sekitar pukul 21.30 WIB, tim CSI (Crime Scene Identification) dan Inafis (Indonesian Auto Fingers Identification System) Polres Kota Surakarta tiba di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Editor :Nasru Alam Aziz
SUMBER
SOLO, KOMPAS.com -- Pelaku aksi teror di Kota Solo, Jawa Tengah, semakin berani. Jika dua peristiwa sebelumnya pelaku beraksi di saat sepi, kali ini pelaku mulai beraksi di tengah keramaian.
Penembakan polisi di kawasan pertokoan Singosaren, Solo, Kamis (30/8/2012) malam, yang menewaskan seorang anggota polisi terjadi saat pertokoan dalam kondisi masih ramai.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, pelaku yang berjumlah dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor datang dari arah Jalan Dr Radjiman. Ketika sampai di depan pos polisi di kawasan pertokoan Singosaren, pelaku yang pembonceng turun dari sepeda motor dan langsung menembakkan pistol ke arah pos polisi.
Setelah menembak, pelaku sempat dikejar sejumlah orang yang kebetulan baru keluar dari kawasan pertokoan Singosaren. Namun karena pelaku melepas tembakan ke udara, orang-orang yang mengejar memilih tiarap, sehingga pelaku leluasa melarikan diri ke arah Barat melintasi Jalan Dr Radjiman.
Sekitar pukul 21.30 WIB, tim CSI (Crime Scene Identification) dan Inafis (Indonesian Auto Fingers Identification System) Polres Kota Surakarta tiba di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Editor :Nasru Alam Aziz
SUMBER
Quote:
Penembak Polisi di Solo Gunakan Penutup Wajah
SOLO,KOMPAS.com Pelaku penembakan di Pos Polisi Singosaren, Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/8/2012) malam, menggunakan penutup wajah saat menembak seorang polisi di pos tersebut. Polisi itu akhirnya tewas akibat tembakan berulang-ulang di dadanya.
Menurut keterangan saksi mata, Luluk, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.15 ketika terdengar suara tembakan yang mengarah ke pos polisi tersebut. Pedagang makanan angkringan tersebut mengatakan, korban langsung tersungkur berlumuran darah. "Saya dengar tembakan tiga kali dan warga di sekitar panik, lalu polisi di pos langsung tersungkur. Pelaku langsung lari ke arah barat," katanya.
Tukang parkir dan warga sekitar sempat mengejar pelaku. Namun, pelaku menakuti warga dengan menembakkan senjata ke udara.
Korban tewas bernama Bripka Kurniawan Data Subakti, warga Jalan Bimasakti, Ngringo Palur, Jaten, Karanganyar. Ia tewas dengan luka di bagian dada.
Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo sebelum dipindah ke RSUD dr Moewardi, Solo.
Editor :Laksono Hari W
sumber
SOLO,KOMPAS.com Pelaku penembakan di Pos Polisi Singosaren, Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/8/2012) malam, menggunakan penutup wajah saat menembak seorang polisi di pos tersebut. Polisi itu akhirnya tewas akibat tembakan berulang-ulang di dadanya.
Menurut keterangan saksi mata, Luluk, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.15 ketika terdengar suara tembakan yang mengarah ke pos polisi tersebut. Pedagang makanan angkringan tersebut mengatakan, korban langsung tersungkur berlumuran darah. "Saya dengar tembakan tiga kali dan warga di sekitar panik, lalu polisi di pos langsung tersungkur. Pelaku langsung lari ke arah barat," katanya.
Tukang parkir dan warga sekitar sempat mengejar pelaku. Namun, pelaku menakuti warga dengan menembakkan senjata ke udara.
Korban tewas bernama Bripka Kurniawan Data Subakti, warga Jalan Bimasakti, Ngringo Palur, Jaten, Karanganyar. Ia tewas dengan luka di bagian dada.
Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo sebelum dipindah ke RSUD dr Moewardi, Solo.
Editor :Laksono Hari W
sumber
Bapak Solo pulang dan Melepas Jenazah Bripka Dwi Data
YANG BAHAYA INI GAN...WARGA SEMPET DITEMBAKI
SIAP2 RAZIA UNTUK WILAYAH SOLO...BAWA SURAT2 LENGKAP
BAKU TEMBAK...APAKAH INI PELAKUNYA?
Densus 88 Tangkap Dua Pelaku Teror Solo, Satu Tewas Ditembak
LANJUTAN
SOLO TETAP BERSATU TIDAK AKAN GUSAR ATAS SEMUA TEROR INI...
SOLO AMAN...
SOLO INDAH...
SOLO NYAMAN
SOLO BERADAB
SOLO BERSERI (Bersih Sehat Rapi Indah)
Quote:
TERIMA KASIH KEPADA SEMUA YANG KASIH 
Link Old : link old
[/URL]
DAN MEMBERI

Link Old : link old
[/URL]
DAN MEMBERI

0
15.7K
Kutip
264
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•106.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Tiobocahseni
#9
Quote:
Alami Luka Tembak Terduga Teror Solo Dibawa ke RS Brayat Minulyo
REPUBLIKA.CO.ID,SOLO--Seorang terduga pelaku teror yang berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian dengan cara ditembak, Jumat malam, dibawa ke Rumah Sakit Brayat Minulyo Kota Surakarta.
Keterangan yang dihimpun, seorang pelaku yang diduga terlibat teror di Kota Solo itu hingga sekitar pukul 22.30 WIB masih di Ruang Instalasi Gawat Darurat RS Brayat Minulyo.
Belum diperoleh informasi tentang kondisi orang yang diduga pelaku teror itu.
Namun, diperkirakan orang itu mengalami luka cukup parah, setelah ditembak petugas yang diduga dari Densus 88 Antiteror Polri, di Jalan Veteran, Tipes, Kecamatan Serengan, Kota Solo, sekitar pukul 21.00 WIB. Identitas orang itu juga belum diketahui.
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Pol Didiek S. Triwidodo dengan didampingi Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta Kombes Pol Asdjima'in dan Panglima Kodam IV Diponegoro Mayjen TNI Hardiono Saroso telah tiba di rumah sakit setempat dan melihat orang itu di ruang IGD.
Ratusan masyarakat setempat berkerumun baik di jalan raya maupun halaman rumah sakit itu.
Aparat kepolisian dalam jumlah cukup banyak dengan bersenjata lengkap juga tiba di RS tersebut untuk pengamanan lokasi.
Pintu depan terutama di ruang IGD RS Brayat Minulyo dalam kondisi tertutup dan dijaga ketat oleh petugas.
Redaktur: Taufik Rachman
Sumber: antara
SUMBER
REPUBLIKA.CO.ID,SOLO--Seorang terduga pelaku teror yang berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian dengan cara ditembak, Jumat malam, dibawa ke Rumah Sakit Brayat Minulyo Kota Surakarta.
Keterangan yang dihimpun, seorang pelaku yang diduga terlibat teror di Kota Solo itu hingga sekitar pukul 22.30 WIB masih di Ruang Instalasi Gawat Darurat RS Brayat Minulyo.
Belum diperoleh informasi tentang kondisi orang yang diduga pelaku teror itu.
Namun, diperkirakan orang itu mengalami luka cukup parah, setelah ditembak petugas yang diduga dari Densus 88 Antiteror Polri, di Jalan Veteran, Tipes, Kecamatan Serengan, Kota Solo, sekitar pukul 21.00 WIB. Identitas orang itu juga belum diketahui.
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Pol Didiek S. Triwidodo dengan didampingi Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta Kombes Pol Asdjima'in dan Panglima Kodam IV Diponegoro Mayjen TNI Hardiono Saroso telah tiba di rumah sakit setempat dan melihat orang itu di ruang IGD.
Ratusan masyarakat setempat berkerumun baik di jalan raya maupun halaman rumah sakit itu.
Aparat kepolisian dalam jumlah cukup banyak dengan bersenjata lengkap juga tiba di RS tersebut untuk pengamanan lokasi.
Pintu depan terutama di ruang IGD RS Brayat Minulyo dalam kondisi tertutup dan dijaga ketat oleh petugas.
Redaktur: Taufik Rachman
Sumber: antara
SUMBER
Quote:
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teror Solo?
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Dua orang berboncengan sepeda motor yang diduga terkait dengan teror di Solo, ditembak oleh aparat di Jalan Veteran, Tipes, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jumat sekitar pukul 21.00 WIB.
Keterangan yang diperoleh di lokasi kejadian, dua pengendara sepeda motor itu terkapar di lokasi setempat, di dekat gedung Lotte Mart Kota Solo. Seorang bersimbah darah, sedangkan seorang lainnya helmnya pecah.
Dua orang yang berboncengan sepeda motor tersebut, telah diikuti sejak Terminal Kota Solo oleh petugas yang diduga anggota Densus 88 Antiteror Polri.
Petugas kemudian membawa dua orang itu menggunakan mobil menuju RS Panti Waluyo Solo untuk penanganan lebih lanjut.
Situasi di sekitar rumah sakit tersebut hingga sekitar pukul 22.25 WIB dijaga ketat oleh aparat. Seorang saksi mata yang juga warga Purwosari, Kota Solo, Saryanto (55), mengaku mendengar suara tembakan cukup banyak di lokasi kejadian saat dirinya sedang mengantar cucunya ke Tipes.
"Tadi saya lihat satu orang tergeletak mengeluarkan darah dan satu orang lagi helmnya pecah. Petugas berpakaian preman kemudian membawa masuk ke mobil dan meninggalkan tempat ini," katanya.
Sekitar pukul 22.40 WIB, pasukan Brimob telah berada lokasi tersebut untuk pengamanan dan memasang garis polisi. Ratusan masyarakat juga mendatangi tempat itu untuk menyaksikan lokasi setempat.
Redaktur: Taufik Rachman
Sumber: antara
SUMBER
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Dua orang berboncengan sepeda motor yang diduga terkait dengan teror di Solo, ditembak oleh aparat di Jalan Veteran, Tipes, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jumat sekitar pukul 21.00 WIB.
Keterangan yang diperoleh di lokasi kejadian, dua pengendara sepeda motor itu terkapar di lokasi setempat, di dekat gedung Lotte Mart Kota Solo. Seorang bersimbah darah, sedangkan seorang lainnya helmnya pecah.
Dua orang yang berboncengan sepeda motor tersebut, telah diikuti sejak Terminal Kota Solo oleh petugas yang diduga anggota Densus 88 Antiteror Polri.
Petugas kemudian membawa dua orang itu menggunakan mobil menuju RS Panti Waluyo Solo untuk penanganan lebih lanjut.
Situasi di sekitar rumah sakit tersebut hingga sekitar pukul 22.25 WIB dijaga ketat oleh aparat. Seorang saksi mata yang juga warga Purwosari, Kota Solo, Saryanto (55), mengaku mendengar suara tembakan cukup banyak di lokasi kejadian saat dirinya sedang mengantar cucunya ke Tipes.
"Tadi saya lihat satu orang tergeletak mengeluarkan darah dan satu orang lagi helmnya pecah. Petugas berpakaian preman kemudian membawa masuk ke mobil dan meninggalkan tempat ini," katanya.
Sekitar pukul 22.40 WIB, pasukan Brimob telah berada lokasi tersebut untuk pengamanan dan memasang garis polisi. Ratusan masyarakat juga mendatangi tempat itu untuk menyaksikan lokasi setempat.
Redaktur: Taufik Rachman
Sumber: antara
SUMBER
Quote:
Seorang Pelaku Teror yang Tewas Diduga "Jebolan" Abu Sayyaf
SUMBER
SUMBER
Quote:
BAKU TEMBAK DI SOLO:Seorang Anggota Densus 88 & 2 Orang Teroris Tewas
SOLO:Anggota Densus Bripda Suherman tewas karena tertembak diduga di perut dan terduga teroris diduga tewas, Jumat (31/8/2012) malam dalam aksi baku tembak di Tipes, Serengan, Solo.
Sumber Solopos.com di kepolisian, Bripda Suherman tewas setelah mengalami luka tembak di perut. Sementara itu, belasan polisi berjaga di RS Brayat Minulya Solo, tempat dilakukannya autopsi Bripda Suherman.
Satu anggota Densus 88 Bripda Suherman gugur, dua terduga teroris tewas di lokasi dan seorang terluka, ujar sumber Solopos.com di kepolisian.
Warga memadati kawasan Tipes, Serengan Solo, Jumat (31/8/2012) malam, menyusul aksi penyergapan Densus 88 terhadap beberapa warga di kawasan tersebut.
Informasi yang dihimpun Solopos.com, peristiwa tersebut terjadi di belakang Lotter Mart atau sekitar 200 meter barat Lotte Mart, Tipes, Serengan Solo. Tepatnya di depan toko kayu Kartika, Begalon, Tipes. Baku tembak terjadi sekitar pukul 21.30 WIB.
Anjar salah seorang warga yang tinggal di sebelah timur Lotter Mart, Tipes, Serengan, mengatakan ratusan warga memadati kawasan Tipes. Jl Bhayangkara dan Jl Veteran yang merupakan jalan utama di kawasan itu ditutup. Jl Bhayangkara merupakan jalan penghubung kawasan Solo bagian selatan dan jalan protokol Jl Slamet Riyadi Solo. Kawasan Tipes berjarak sekitar dua kilometer dari Cemani, Grogol, Sukoharjo.
Ini jalan ditutup sudah dipenuhi warga yang mau menonton. Banyak petugas polisi yang berjaga-jaga, ujarnya kepada Solopos.com.
Informasi yang dihimpun Solopos.com, dalam aksi penyergapan tersebut, dua orang diduga tewas dan satu orang mengalami luka-luka. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apakah baku tembak itu terkait dengan kasus penembakan polisi di pos polisi Singosaren Kamis (30/8/2012) yang menyebabkan Bripka Dwi Data Subekti tewas. (JIBI/bas)
sumber
SOLO:Anggota Densus Bripda Suherman tewas karena tertembak diduga di perut dan terduga teroris diduga tewas, Jumat (31/8/2012) malam dalam aksi baku tembak di Tipes, Serengan, Solo.
Sumber Solopos.com di kepolisian, Bripda Suherman tewas setelah mengalami luka tembak di perut. Sementara itu, belasan polisi berjaga di RS Brayat Minulya Solo, tempat dilakukannya autopsi Bripda Suherman.
Satu anggota Densus 88 Bripda Suherman gugur, dua terduga teroris tewas di lokasi dan seorang terluka, ujar sumber Solopos.com di kepolisian.
Warga memadati kawasan Tipes, Serengan Solo, Jumat (31/8/2012) malam, menyusul aksi penyergapan Densus 88 terhadap beberapa warga di kawasan tersebut.
Informasi yang dihimpun Solopos.com, peristiwa tersebut terjadi di belakang Lotter Mart atau sekitar 200 meter barat Lotte Mart, Tipes, Serengan Solo. Tepatnya di depan toko kayu Kartika, Begalon, Tipes. Baku tembak terjadi sekitar pukul 21.30 WIB.
Anjar salah seorang warga yang tinggal di sebelah timur Lotter Mart, Tipes, Serengan, mengatakan ratusan warga memadati kawasan Tipes. Jl Bhayangkara dan Jl Veteran yang merupakan jalan utama di kawasan itu ditutup. Jl Bhayangkara merupakan jalan penghubung kawasan Solo bagian selatan dan jalan protokol Jl Slamet Riyadi Solo. Kawasan Tipes berjarak sekitar dua kilometer dari Cemani, Grogol, Sukoharjo.
Ini jalan ditutup sudah dipenuhi warga yang mau menonton. Banyak petugas polisi yang berjaga-jaga, ujarnya kepada Solopos.com.
Informasi yang dihimpun Solopos.com, dalam aksi penyergapan tersebut, dua orang diduga tewas dan satu orang mengalami luka-luka. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apakah baku tembak itu terkait dengan kasus penembakan polisi di pos polisi Singosaren Kamis (30/8/2012) yang menyebabkan Bripka Dwi Data Subekti tewas. (JIBI/bas)
sumber
Quote:
Kronologi Penyergapan Densus 88 di Solo
SOLO, KOMPAS.com - Detasemen Khusus 88 Antiteror menembak dua orang yang diduga terlibat dalam kasus penembakan Pos Polisi Mall Singosaren, Serengan, Solo, Jawa Tengah. Penyergapan itu diwarnai kontak senjata hingga menyebabkan dua pelaku dan seorang anggota Densus 88 tewas.
Penembakan oleh pasukan elite tersebut dilakukan pada Jumat (31/8/2012) sekitar pukul 21.00. Saat itu kedua terduga teroris sedang mengendarai motor dari arah timur ke barat di Jalan Veteran 1, Kelurahan Tipes.
Saat tiba di sebelah selatan Lotte Mart, kedua terduga lantas dipepet oleh mobil yang dikendarai oleh rombongan Densus 88. Saat akan ditangkap, kedua terduga teroris itu melakukan perlawanan. Kedua belah pihak akhirnya terlibat baku tembakk di depan warung makan Pak Slamet.
"Suara letusan terdengar beruntun. Banyak sekali, mungkin ada belasan kali. Warga sekitar ketakutan," kata seorang warga sekitar yang tak mau menyebutkan namanya, Jumat malam.
Tembakan Densus mengenai pelaku hingga keduanya tersungkur di tepi jalan. Di bekas lokasi, terlihat berceceran darah dan pecahan kaca helm. Dua terduga teroris dikabarkan tewas dan satu anggota Densus 88 bernama Bripda Suherman juga tewas tertembak. Satu orang pelaku diketahui bernama Farhan.
Saksi mata bernama Suryadi mengatakan, kondisi korban tewas itu sangat mengerikan. Pelaku mengalami luka parah di bagian kepala. Adapun Suherman tertembak di bagian dada.
Jenasah kedua terduga teroris itu langsung diangkut menggunakan mobil ke arah barat. Proses pengangkutan itu berlangsung sangat cepat. Warga sekitar termasuk para pedagang langsung diminta pergi.
"Semua diminta pergi. Dua orang pedagang yang ada di sekitar lokasi penembakan, yakni Slamet dan istrinya, dibawa polisi. Sepertinya mau dijadikan saksi karena melihat penembakan," kata Suryadi.
Polisi langsung mensterilkan lokasi. Garis polisi dipasang dari pertigaan Lotte Mart ke barat hingga sejauh sekitar 200-an meter. Di sekitar lokasi dijaga ketat oleh polisi bersenjata lengkap. Warga yang mencoba mendekat ke lokasi diminta pergi. Di lokasi kejadian, tim laboratorium forensik terlihat mencari selongsong peluru. Bercak darah yang berceceran di jalan juga dibersihkan. Polisi juga menyita senjata api yang digunakan pelaku.
Sumber :Tribunnews.com
Editor :Laksono Hari W
sumber
SOLO, KOMPAS.com - Detasemen Khusus 88 Antiteror menembak dua orang yang diduga terlibat dalam kasus penembakan Pos Polisi Mall Singosaren, Serengan, Solo, Jawa Tengah. Penyergapan itu diwarnai kontak senjata hingga menyebabkan dua pelaku dan seorang anggota Densus 88 tewas.
Penembakan oleh pasukan elite tersebut dilakukan pada Jumat (31/8/2012) sekitar pukul 21.00. Saat itu kedua terduga teroris sedang mengendarai motor dari arah timur ke barat di Jalan Veteran 1, Kelurahan Tipes.
Saat tiba di sebelah selatan Lotte Mart, kedua terduga lantas dipepet oleh mobil yang dikendarai oleh rombongan Densus 88. Saat akan ditangkap, kedua terduga teroris itu melakukan perlawanan. Kedua belah pihak akhirnya terlibat baku tembakk di depan warung makan Pak Slamet.
"Suara letusan terdengar beruntun. Banyak sekali, mungkin ada belasan kali. Warga sekitar ketakutan," kata seorang warga sekitar yang tak mau menyebutkan namanya, Jumat malam.
Tembakan Densus mengenai pelaku hingga keduanya tersungkur di tepi jalan. Di bekas lokasi, terlihat berceceran darah dan pecahan kaca helm. Dua terduga teroris dikabarkan tewas dan satu anggota Densus 88 bernama Bripda Suherman juga tewas tertembak. Satu orang pelaku diketahui bernama Farhan.
Saksi mata bernama Suryadi mengatakan, kondisi korban tewas itu sangat mengerikan. Pelaku mengalami luka parah di bagian kepala. Adapun Suherman tertembak di bagian dada.
Jenasah kedua terduga teroris itu langsung diangkut menggunakan mobil ke arah barat. Proses pengangkutan itu berlangsung sangat cepat. Warga sekitar termasuk para pedagang langsung diminta pergi.
"Semua diminta pergi. Dua orang pedagang yang ada di sekitar lokasi penembakan, yakni Slamet dan istrinya, dibawa polisi. Sepertinya mau dijadikan saksi karena melihat penembakan," kata Suryadi.
Polisi langsung mensterilkan lokasi. Garis polisi dipasang dari pertigaan Lotte Mart ke barat hingga sejauh sekitar 200-an meter. Di sekitar lokasi dijaga ketat oleh polisi bersenjata lengkap. Warga yang mencoba mendekat ke lokasi diminta pergi. Di lokasi kejadian, tim laboratorium forensik terlihat mencari selongsong peluru. Bercak darah yang berceceran di jalan juga dibersihkan. Polisi juga menyita senjata api yang digunakan pelaku.
Sumber :Tribunnews.com
Editor :Laksono Hari W
sumber
0
Kutip
Balas