- Beranda
- The Lounge
[INFO HOT]Teror lagi di solo <pray for solo>
...
TS
Tiobocahseni
[INFO HOT]Teror lagi di solo <pray for solo>
![[INFO HOT]Teror lagi di solo <pray for solo>](https://dl.kaskus.id/i47.tinypic.com/2ajqt6c.jpg)
Quote:
PENEMBAKAN POS POLISI SINGOSAREN SOLO: Pelaku Gunakan Pistol Warna Silver, Korban Tertembak di Dada
SOLOPelaku penembakan pos polisi Singosaren Solo, Kamis (30/8/2012) malam, menggunakan pistol warna silver. Berdasarkan keterangan saksi mata, Helmi, petugas parker di kawasan Pasar (Plaza) Singosaren, mengungkapkan setelah digunakan untuk menembak pistol diselipkan oleh pelaku di pinggang.
Pistol berwarna silver, setelah digunakan, pistol diselipkan di pinggang pelaku, ujar Helmi.
Helmi menjelaskan penembakan terjadi pada pukul 21.00 WIB ketika sebagian pertokoan di Plaza atau Pasar Singosaren mulai tutup. Helmi mengatakan saat itu pelaku yang membonceng sepeda motor Honda Supra X turun dari kendaraan dan langsung menembak pos polisi itu dalam jarak dekat.
Pelaku turun dan terdengar suara ledakan sebanyak tiga kali, ujar Helmi.
Menurut Helmi, setelah melapaskan tembakan, pelaku melaju kencang ke arah barat. Saat itu beberapa warga yang berada di lokasi kejadian sempat meneriaki pelaku dan sempat mengejar. Akan tetapi pelaku kembali melepaskan tembakan ke arah warga sebanyak dua kali yang membuat warga mengurungkan niat untuk mengejar.
Pelaku itu sangat tenang saat melepaskan tembakan, seperti koboi, sambung Helmi.
Helmi menjelaskan pelaku tersebut memiliki ciri-ciri bertubuh relatif pendek, kira-kira 150 cm. Pelaku mengenakan jaket warna gelap dan menggunakan helm standar warna hitam dengan muka tertutup sapu tangan. Helmi tak bisa mengidentifikasi pengendara sepeda motor yang memboncengkan penembak. Sementara itu beredar informasi sepeda motor yang digunakan pelaku bernopol Solo.
Sementara itu, Bripka Dwi Data Subekti, 53, korban tewas dalam aksi penembakan itu kini dibawa ke RS Moewardi, setelah sebelumnya jenazah dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Solo. Bripka Dwi terkena luka tembak di bagian dada. Peluru bersarang di dada sebelah kiri.
sumber
SOLOPelaku penembakan pos polisi Singosaren Solo, Kamis (30/8/2012) malam, menggunakan pistol warna silver. Berdasarkan keterangan saksi mata, Helmi, petugas parker di kawasan Pasar (Plaza) Singosaren, mengungkapkan setelah digunakan untuk menembak pistol diselipkan oleh pelaku di pinggang.
Pistol berwarna silver, setelah digunakan, pistol diselipkan di pinggang pelaku, ujar Helmi.
Helmi menjelaskan penembakan terjadi pada pukul 21.00 WIB ketika sebagian pertokoan di Plaza atau Pasar Singosaren mulai tutup. Helmi mengatakan saat itu pelaku yang membonceng sepeda motor Honda Supra X turun dari kendaraan dan langsung menembak pos polisi itu dalam jarak dekat.
Pelaku turun dan terdengar suara ledakan sebanyak tiga kali, ujar Helmi.
Menurut Helmi, setelah melapaskan tembakan, pelaku melaju kencang ke arah barat. Saat itu beberapa warga yang berada di lokasi kejadian sempat meneriaki pelaku dan sempat mengejar. Akan tetapi pelaku kembali melepaskan tembakan ke arah warga sebanyak dua kali yang membuat warga mengurungkan niat untuk mengejar.
Pelaku itu sangat tenang saat melepaskan tembakan, seperti koboi, sambung Helmi.
Helmi menjelaskan pelaku tersebut memiliki ciri-ciri bertubuh relatif pendek, kira-kira 150 cm. Pelaku mengenakan jaket warna gelap dan menggunakan helm standar warna hitam dengan muka tertutup sapu tangan. Helmi tak bisa mengidentifikasi pengendara sepeda motor yang memboncengkan penembak. Sementara itu beredar informasi sepeda motor yang digunakan pelaku bernopol Solo.
Sementara itu, Bripka Dwi Data Subekti, 53, korban tewas dalam aksi penembakan itu kini dibawa ke RS Moewardi, setelah sebelumnya jenazah dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Solo. Bripka Dwi terkena luka tembak di bagian dada. Peluru bersarang di dada sebelah kiri.
sumber
Quote:
KRONOLOGI PENEMBAKAN POLISI di Singosaren
Kamis (30/8/2012) sekitar pukul 21.15 di Pos Polisi Matahari Singosaren Jl Dr Radjiman telah terjadi penembakan oleh 2 org tidak dikenal. Akibatnya 1 orang anggota Polsekta Serengan Bripka Dwi Data terkena tembakan di bagian dada, selanjutnya korban dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Surkarta. Korban dilaporkan tewas.
Kronologis kejadian :
1. Pelaku yang berjumlah dua orang berboncengan menggunakan SPM berjalan dr arah Timur Jl. Dr. Radjiman, sesampainya di depan Pos Polisi, pembonceng turun dari SPM dan langsung menembakkan Pistol.
2. Setelah melakukan tembakan, kebetulan Matahari Singosaren masih ramai orang karena menjelang tutup sehingga sebagian orang yang melihat kejadian tersebut berusaha mengejar pelaku. Namun pelaku menembakkan tembakan ke udara sehingga masyarakat memilih tiarap dan langsung melarikan diri ke arah Barat melintasi Jl Dr Radjiman.
3. Pukul 21.30, Tim CSI (Crime Scene Identification) dan INAFIS (Indonesian Auto Fingers Identification System) Polresta Surakarta tiba di lokasi dan langsung melakukan olah TKP.
SUMBER
Kamis (30/8/2012) sekitar pukul 21.15 di Pos Polisi Matahari Singosaren Jl Dr Radjiman telah terjadi penembakan oleh 2 org tidak dikenal. Akibatnya 1 orang anggota Polsekta Serengan Bripka Dwi Data terkena tembakan di bagian dada, selanjutnya korban dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Surkarta. Korban dilaporkan tewas.
Kronologis kejadian :
1. Pelaku yang berjumlah dua orang berboncengan menggunakan SPM berjalan dr arah Timur Jl. Dr. Radjiman, sesampainya di depan Pos Polisi, pembonceng turun dari SPM dan langsung menembakkan Pistol.
2. Setelah melakukan tembakan, kebetulan Matahari Singosaren masih ramai orang karena menjelang tutup sehingga sebagian orang yang melihat kejadian tersebut berusaha mengejar pelaku. Namun pelaku menembakkan tembakan ke udara sehingga masyarakat memilih tiarap dan langsung melarikan diri ke arah Barat melintasi Jl Dr Radjiman.
3. Pukul 21.30, Tim CSI (Crime Scene Identification) dan INAFIS (Indonesian Auto Fingers Identification System) Polresta Surakarta tiba di lokasi dan langsung melakukan olah TKP.
SUMBER
Quote:
PENEMBAKAN POS POLISI SINGOSAREN SOLO: Kejar Pelaku, Polisi Siaga di Kadipiro
SOLOSejumlah polisi berjaga ketat di kawasan Kadipiro-Nusukan, menyusul aksi penembakan di pos polisi Singosaren Solo, Kamis (30/8/2012) pukul 21.00 WIB. Sekitar pukul 21.30 WIB, lebih dari 10 petugas polisi berjaga di kawasan itu dengan posisi siap menembak. Berdasarkan pantauan Solopos.com, mereka berjaga di ujung timur Jl Ki Mangunsarkoro yang berbatasan dengan Kadipiro-Nusukan, Banjarsari, Solo.
Lima petugas polisi menenteng pistol laras panjang siap menembak. Informasi yang dihimpun di lapangan para polisi mengejar pelaku penembakan polisi pos polisi Singosaren Solo. Sekitar pukul 22.00 WIB, jumlah polisi yang berjaga di kawasan itu berkurang, sekitar tujuh orang.
Saat Solopos.com memantau kawasan tersebut, petugas polisi yang berjaga mendekati Solopos.com, sambil menodongkan senjata ke Solopos.com. Tak hanya menginterogasi, polisi juga menggeledah tas Solopos.com dan memeriksa kartu tanda penduduk.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih berjaga di kawasan Kadipiro.SUMBER
SOLOSejumlah polisi berjaga ketat di kawasan Kadipiro-Nusukan, menyusul aksi penembakan di pos polisi Singosaren Solo, Kamis (30/8/2012) pukul 21.00 WIB. Sekitar pukul 21.30 WIB, lebih dari 10 petugas polisi berjaga di kawasan itu dengan posisi siap menembak. Berdasarkan pantauan Solopos.com, mereka berjaga di ujung timur Jl Ki Mangunsarkoro yang berbatasan dengan Kadipiro-Nusukan, Banjarsari, Solo.
Lima petugas polisi menenteng pistol laras panjang siap menembak. Informasi yang dihimpun di lapangan para polisi mengejar pelaku penembakan polisi pos polisi Singosaren Solo. Sekitar pukul 22.00 WIB, jumlah polisi yang berjaga di kawasan itu berkurang, sekitar tujuh orang.
Saat Solopos.com memantau kawasan tersebut, petugas polisi yang berjaga mendekati Solopos.com, sambil menodongkan senjata ke Solopos.com. Tak hanya menginterogasi, polisi juga menggeledah tas Solopos.com dan memeriksa kartu tanda penduduk.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih berjaga di kawasan Kadipiro.SUMBER
Quote:
PENEMBAKAN POS POLISI SINGOSAREN SOLO: Pelaku Tembak Polisi dari Jarak Dekat
SOLO Pelaku penembakan terdiri atas dua orang. Dalam peristiwa itu, Aipda Dwi Data Subekti, 53, tewas terkena tertembak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, di lapangan, saat itu sekitar pukul 21.00 WIB toko-toko di Pasar Singosaren mulai tutup.
Beberapa saksi mata menyebutkan pelaku menggunakan sepeda motor Supra X namun ada beberapa saksi yang menyebutkan pelaku mengendarai Suzuki Smash. Helmi, petugas parker di Pasar Singosaren, mengatakan tak mengetahui persis pelaku dating dari arah mana. Namun, jelasnya, begitu sampai di perempatan tugu Singosaren, kendaraan yang dinaiki pelaku berhenti. Kemudian, salah seorang pelaku yakni yang membonceng turun dan menuju pos polisi. Saat itu polisi yang berjaga ada satu orang, jelasnya.
Begitu mendekati pos polisi pelaku kemudian mengeluarkan tembakan sebanyak tiga hingga empat kali dari jarak dekat. Setelah melakukan penembakan, ujarnya, pelaku kembali ke sepeda motor dan melajukan kendaraannya ke arah barat.
Warga yang mendengar dan melihat peristiwa tersebut kontan langsung meneriaki pelaku. Helmi mengaku warga kemudian mengejar pelaku. Saat dikejar itulah, sekitar 100 meter dari tempat kejadian perkara (TKP), jelasnya, pelaku kembali mengeluarkan tembakan sebanyak dua kali.SUMBER
SOLO Pelaku penembakan terdiri atas dua orang. Dalam peristiwa itu, Aipda Dwi Data Subekti, 53, tewas terkena tertembak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, di lapangan, saat itu sekitar pukul 21.00 WIB toko-toko di Pasar Singosaren mulai tutup.
Beberapa saksi mata menyebutkan pelaku menggunakan sepeda motor Supra X namun ada beberapa saksi yang menyebutkan pelaku mengendarai Suzuki Smash. Helmi, petugas parker di Pasar Singosaren, mengatakan tak mengetahui persis pelaku dating dari arah mana. Namun, jelasnya, begitu sampai di perempatan tugu Singosaren, kendaraan yang dinaiki pelaku berhenti. Kemudian, salah seorang pelaku yakni yang membonceng turun dan menuju pos polisi. Saat itu polisi yang berjaga ada satu orang, jelasnya.
Begitu mendekati pos polisi pelaku kemudian mengeluarkan tembakan sebanyak tiga hingga empat kali dari jarak dekat. Setelah melakukan penembakan, ujarnya, pelaku kembali ke sepeda motor dan melajukan kendaraannya ke arah barat.
Warga yang mendengar dan melihat peristiwa tersebut kontan langsung meneriaki pelaku. Helmi mengaku warga kemudian mengejar pelaku. Saat dikejar itulah, sekitar 100 meter dari tempat kejadian perkara (TKP), jelasnya, pelaku kembali mengeluarkan tembakan sebanyak dua kali.SUMBER
Quote:
Pelaku Berani Beraksi Saat Kondisi Ramai
SOLO, KOMPAS.com -- Pelaku aksi teror di Kota Solo, Jawa Tengah, semakin berani. Jika dua peristiwa sebelumnya pelaku beraksi di saat sepi, kali ini pelaku mulai beraksi di tengah keramaian.
Penembakan polisi di kawasan pertokoan Singosaren, Solo, Kamis (30/8/2012) malam, yang menewaskan seorang anggota polisi terjadi saat pertokoan dalam kondisi masih ramai.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, pelaku yang berjumlah dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor datang dari arah Jalan Dr Radjiman. Ketika sampai di depan pos polisi di kawasan pertokoan Singosaren, pelaku yang pembonceng turun dari sepeda motor dan langsung menembakkan pistol ke arah pos polisi.
Setelah menembak, pelaku sempat dikejar sejumlah orang yang kebetulan baru keluar dari kawasan pertokoan Singosaren. Namun karena pelaku melepas tembakan ke udara, orang-orang yang mengejar memilih tiarap, sehingga pelaku leluasa melarikan diri ke arah Barat melintasi Jalan Dr Radjiman.
Sekitar pukul 21.30 WIB, tim CSI (Crime Scene Identification) dan Inafis (Indonesian Auto Fingers Identification System) Polres Kota Surakarta tiba di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Editor :Nasru Alam Aziz
SUMBER
SOLO, KOMPAS.com -- Pelaku aksi teror di Kota Solo, Jawa Tengah, semakin berani. Jika dua peristiwa sebelumnya pelaku beraksi di saat sepi, kali ini pelaku mulai beraksi di tengah keramaian.
Penembakan polisi di kawasan pertokoan Singosaren, Solo, Kamis (30/8/2012) malam, yang menewaskan seorang anggota polisi terjadi saat pertokoan dalam kondisi masih ramai.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, pelaku yang berjumlah dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor datang dari arah Jalan Dr Radjiman. Ketika sampai di depan pos polisi di kawasan pertokoan Singosaren, pelaku yang pembonceng turun dari sepeda motor dan langsung menembakkan pistol ke arah pos polisi.
Setelah menembak, pelaku sempat dikejar sejumlah orang yang kebetulan baru keluar dari kawasan pertokoan Singosaren. Namun karena pelaku melepas tembakan ke udara, orang-orang yang mengejar memilih tiarap, sehingga pelaku leluasa melarikan diri ke arah Barat melintasi Jalan Dr Radjiman.
Sekitar pukul 21.30 WIB, tim CSI (Crime Scene Identification) dan Inafis (Indonesian Auto Fingers Identification System) Polres Kota Surakarta tiba di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Editor :Nasru Alam Aziz
SUMBER
Quote:
Penembak Polisi di Solo Gunakan Penutup Wajah
SOLO,KOMPAS.com Pelaku penembakan di Pos Polisi Singosaren, Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/8/2012) malam, menggunakan penutup wajah saat menembak seorang polisi di pos tersebut. Polisi itu akhirnya tewas akibat tembakan berulang-ulang di dadanya.
Menurut keterangan saksi mata, Luluk, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.15 ketika terdengar suara tembakan yang mengarah ke pos polisi tersebut. Pedagang makanan angkringan tersebut mengatakan, korban langsung tersungkur berlumuran darah. "Saya dengar tembakan tiga kali dan warga di sekitar panik, lalu polisi di pos langsung tersungkur. Pelaku langsung lari ke arah barat," katanya.
Tukang parkir dan warga sekitar sempat mengejar pelaku. Namun, pelaku menakuti warga dengan menembakkan senjata ke udara.
Korban tewas bernama Bripka Kurniawan Data Subakti, warga Jalan Bimasakti, Ngringo Palur, Jaten, Karanganyar. Ia tewas dengan luka di bagian dada.
Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo sebelum dipindah ke RSUD dr Moewardi, Solo.
Editor :Laksono Hari W
sumber
SOLO,KOMPAS.com Pelaku penembakan di Pos Polisi Singosaren, Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/8/2012) malam, menggunakan penutup wajah saat menembak seorang polisi di pos tersebut. Polisi itu akhirnya tewas akibat tembakan berulang-ulang di dadanya.
Menurut keterangan saksi mata, Luluk, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.15 ketika terdengar suara tembakan yang mengarah ke pos polisi tersebut. Pedagang makanan angkringan tersebut mengatakan, korban langsung tersungkur berlumuran darah. "Saya dengar tembakan tiga kali dan warga di sekitar panik, lalu polisi di pos langsung tersungkur. Pelaku langsung lari ke arah barat," katanya.
Tukang parkir dan warga sekitar sempat mengejar pelaku. Namun, pelaku menakuti warga dengan menembakkan senjata ke udara.
Korban tewas bernama Bripka Kurniawan Data Subakti, warga Jalan Bimasakti, Ngringo Palur, Jaten, Karanganyar. Ia tewas dengan luka di bagian dada.
Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo sebelum dipindah ke RSUD dr Moewardi, Solo.
Editor :Laksono Hari W
sumber
Bapak Solo pulang dan Melepas Jenazah Bripka Dwi Data
YANG BAHAYA INI GAN...WARGA SEMPET DITEMBAKI
SIAP2 RAZIA UNTUK WILAYAH SOLO...BAWA SURAT2 LENGKAP
BAKU TEMBAK...APAKAH INI PELAKUNYA?
Densus 88 Tangkap Dua Pelaku Teror Solo, Satu Tewas Ditembak
LANJUTAN
SOLO TETAP BERSATU TIDAK AKAN GUSAR ATAS SEMUA TEROR INI...
SOLO AMAN...
SOLO INDAH...
SOLO NYAMAN
SOLO BERADAB
SOLO BERSERI (Bersih Sehat Rapi Indah)
Quote:
TERIMA KASIH KEPADA SEMUA YANG KASIH 
Link Old : link old
[/URL]
DAN MEMBERI

Link Old : link old
[/URL]
DAN MEMBERI

0
15.8K
Kutip
264
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•107.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Tiobocahseni
#7
Quote:
PENEMBAKAN POS POLISI SINGOSAREN SOLO: Solo Siaga I, Jokowi Batalkan Halalbihalal di Jakarta
AKARTAAcara halalbihalal Cagub DKI Jakarta yang juga Walikota Solo, Jokowi dengan pendukungnya di Condet, Jakarta Timur, Jumat (31/8/2012), terpaksa dibatalkan, menyusu peristiwa penembakan pos polisi di Singosaren, Kamis (30/8/2012) malam yang menewaskan Bripka Dwi Data Subekti.
Meski demikian, warga yang telah menanti sejak pagi tidak menampakkan ekspresi kekecewaan. Jokowi menyampaikan permintaan maaf tidak bisa hadir melalui video. Dalam video itu Jokowi menyebut status Solo Siaga I.
Padahal sebelumnya, Kapolda Jateng Irjen Didiek S Triwidodo menegaskan, kondisi Kota Solo, aman dan kondusif pascapenembakan pos polisi Singosaren, Kamis (30/8) malam. Kota Solo aman dan kondusif, baik-baik saja. Tidak ada penetapan status Siaga 1, tegas Kapolda Jateng kepada wartawan, usai melayat korban penembakan, Bripka Dwi Data Subekti di Perum Ngringo Indah, Jaten, Karanganyar, Jumat.
Berdasarkan pantuan di lokasi halalbihalan Jokowi, sekitar 30 warga telah memenuhi lokasi halal bihalal sejak pukul 08.00 WIB. Namun pengumuman pembatalan kehadiran Jokowi baru diumumkan pukul 09.00 WIB. Acara itu digelar di sebuah halaman warung milik warga di Jalan Batu Ratna Condet, Kelurahan Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kami dari relawan penggerak Jakarta Baru, rencananya hari ini kan ada halal bihalal. Namun sungguh sangat sayang ada peristiwa mendadak, ada peristiwa penembakan di kota Solo yang membuat Pak Jokowi harus pulang lagi ke Solo subuh tadi. Jadi Pak Jokowi tidak bisa hadir karena situasi di Solo memang membutuhkan beliau, ujar anggota relawan penggerak Jakarta Baru, Agung Putri.
Agung lantas memutar video Jokowi berdurasi 3 menit di laptop. Suara video itu diperbesar melalui speaker. Jokowi secara umum menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya kepada warga dan pendukungnya.
Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Yang saya hormati seluruh keluarga di Batu Ampar, Kampung Tengah, Balai Kambang, Kecamatan Kramat Jati. Pertama-tama saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, karena ada peristiwa yang sangat mendadak tadi malam karena Solo sedang diposisikan Siaga I. Karena memang keadaan di Solo tidak memungkinan saya hadir di Batu Ampar dan Balai Kambang dan di Dukuh, kemudian kami berharap seluruh keluarga tetap bekerja tetap bersemangat. Biasa dalam sebuah pekerjaan ada gangguan ada rintangan seperti ini. Dan semangat bekerja untuk perubahan Jakarta baru yang lebih baik, harus terus kita gerakkan, karena memang tidak ada jalan lain kecuali itu. Bekerja dan terus bersemangat. Saya akan tetap datang di Dukuh, di Batu Ampar, dan di Balai Kambang lain waktu sesegera mungkin setelah persoalan dan masalah di kota Solo bisa terselesaikan. Saya kira itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini. Terima kasih. Wassalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Sekali lagi mohon maaf, ujar Jokowi berkemeja putih. Jokowi didampingi seorang pendukungnya yang mengenakan baju kotak-kotak.
Usai mendengarkan pesan Jokowi melalui video tersebut, secara berangsur-angsur warga membubarkan diri. Salah seorang warga, Rohani mengaku tidak kecewa dengan pembatalan acara tersebut. Dia tetap mengaku mendukung Jokowi untuk menjadi gubernur Jakarta.
SUMBER
AKARTAAcara halalbihalal Cagub DKI Jakarta yang juga Walikota Solo, Jokowi dengan pendukungnya di Condet, Jakarta Timur, Jumat (31/8/2012), terpaksa dibatalkan, menyusu peristiwa penembakan pos polisi di Singosaren, Kamis (30/8/2012) malam yang menewaskan Bripka Dwi Data Subekti.
Meski demikian, warga yang telah menanti sejak pagi tidak menampakkan ekspresi kekecewaan. Jokowi menyampaikan permintaan maaf tidak bisa hadir melalui video. Dalam video itu Jokowi menyebut status Solo Siaga I.
Padahal sebelumnya, Kapolda Jateng Irjen Didiek S Triwidodo menegaskan, kondisi Kota Solo, aman dan kondusif pascapenembakan pos polisi Singosaren, Kamis (30/8) malam. Kota Solo aman dan kondusif, baik-baik saja. Tidak ada penetapan status Siaga 1, tegas Kapolda Jateng kepada wartawan, usai melayat korban penembakan, Bripka Dwi Data Subekti di Perum Ngringo Indah, Jaten, Karanganyar, Jumat.
Berdasarkan pantuan di lokasi halalbihalan Jokowi, sekitar 30 warga telah memenuhi lokasi halal bihalal sejak pukul 08.00 WIB. Namun pengumuman pembatalan kehadiran Jokowi baru diumumkan pukul 09.00 WIB. Acara itu digelar di sebuah halaman warung milik warga di Jalan Batu Ratna Condet, Kelurahan Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kami dari relawan penggerak Jakarta Baru, rencananya hari ini kan ada halal bihalal. Namun sungguh sangat sayang ada peristiwa mendadak, ada peristiwa penembakan di kota Solo yang membuat Pak Jokowi harus pulang lagi ke Solo subuh tadi. Jadi Pak Jokowi tidak bisa hadir karena situasi di Solo memang membutuhkan beliau, ujar anggota relawan penggerak Jakarta Baru, Agung Putri.
Agung lantas memutar video Jokowi berdurasi 3 menit di laptop. Suara video itu diperbesar melalui speaker. Jokowi secara umum menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya kepada warga dan pendukungnya.
Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Yang saya hormati seluruh keluarga di Batu Ampar, Kampung Tengah, Balai Kambang, Kecamatan Kramat Jati. Pertama-tama saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, karena ada peristiwa yang sangat mendadak tadi malam karena Solo sedang diposisikan Siaga I. Karena memang keadaan di Solo tidak memungkinan saya hadir di Batu Ampar dan Balai Kambang dan di Dukuh, kemudian kami berharap seluruh keluarga tetap bekerja tetap bersemangat. Biasa dalam sebuah pekerjaan ada gangguan ada rintangan seperti ini. Dan semangat bekerja untuk perubahan Jakarta baru yang lebih baik, harus terus kita gerakkan, karena memang tidak ada jalan lain kecuali itu. Bekerja dan terus bersemangat. Saya akan tetap datang di Dukuh, di Batu Ampar, dan di Balai Kambang lain waktu sesegera mungkin setelah persoalan dan masalah di kota Solo bisa terselesaikan. Saya kira itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini. Terima kasih. Wassalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Sekali lagi mohon maaf, ujar Jokowi berkemeja putih. Jokowi didampingi seorang pendukungnya yang mengenakan baju kotak-kotak.
Usai mendengarkan pesan Jokowi melalui video tersebut, secara berangsur-angsur warga membubarkan diri. Salah seorang warga, Rohani mengaku tidak kecewa dengan pembatalan acara tersebut. Dia tetap mengaku mendukung Jokowi untuk menjadi gubernur Jakarta.
SUMBER
Quote:
PENEMBAKAN POLISI: Jokowi Melepas Jenazah Bripka Dwi Data
KARANGANYAR- Upacara militer dilaksanakan untuk melepas jenazah korban penembakan di pos polisi Plasa Singosaren, Serengan, Solo, Bripka Dwi Data Subekti, Jumat (31/8/2012) siang.
Upacara militer pelepasan jenazah Brpika Dwi Data dipimpin Wakapolresta Solo AKBP Lutfi sekitar pukul 13.00 WIB.
Setelah upacara pelepasan, jenazah disalatkan di Masjid Al Huda di komplek Perum Ngringo Indah, Jaten, Karanganyar.
Ratusan pelayat melepas kepergian Ketua RT 010 RW 022. Walikota Solo Joko Widodo sekaligus Calon Gubernur DKI ikut melepas jenazah.
Pos Polisi Plaza Singosaren, Serengan Solo, ditembaki orang tak dikenal, Kamis (30/8) malam. Bripka Dwi Data Subekti, 53, yang bertugas di pos polisi tersebut, tewas tertembak.
Pelaku menembak empat kali yang mengenai tubuh dan tangan korban. Jenazah Bripka Dwi Data Subekti saat ini masih disemayamkan di rumah duka. Sejumlah warga dan kerabat terus berdatangan melayat ke rumah korban. Bupati Karanganyar Rina Iriani juga tampak melayat ke rumah korban.
SUMBER
KARANGANYAR- Upacara militer dilaksanakan untuk melepas jenazah korban penembakan di pos polisi Plasa Singosaren, Serengan, Solo, Bripka Dwi Data Subekti, Jumat (31/8/2012) siang.
Upacara militer pelepasan jenazah Brpika Dwi Data dipimpin Wakapolresta Solo AKBP Lutfi sekitar pukul 13.00 WIB.
Setelah upacara pelepasan, jenazah disalatkan di Masjid Al Huda di komplek Perum Ngringo Indah, Jaten, Karanganyar.
Ratusan pelayat melepas kepergian Ketua RT 010 RW 022. Walikota Solo Joko Widodo sekaligus Calon Gubernur DKI ikut melepas jenazah.
Pos Polisi Plaza Singosaren, Serengan Solo, ditembaki orang tak dikenal, Kamis (30/8) malam. Bripka Dwi Data Subekti, 53, yang bertugas di pos polisi tersebut, tewas tertembak.
Pelaku menembak empat kali yang mengenai tubuh dan tangan korban. Jenazah Bripka Dwi Data Subekti saat ini masih disemayamkan di rumah duka. Sejumlah warga dan kerabat terus berdatangan melayat ke rumah korban. Bupati Karanganyar Rina Iriani juga tampak melayat ke rumah korban.
SUMBER
0
Kutip
Balas