Kaskus

Story

BlackWorkAvatar border
TS
BlackWork
(/)/\(\) Kisah Kasih Di Sekolah ()()
(/˘▽˘)/(˘▼˘) Kisah Kasih Di Sekolah (┌'⌣')┌♥┐('⌣'┐)

emoticon-BedugKisah KasihDi Sekolahemoticon-Bedug

emoticon-heart K2DS emoticon-breakheart

Quote:


Quote:


Hey, perkenalkan nama gue Reza Nur D.. gue biasa dipanggil Rezaama temen-temen gue, gue suka bermain music terutama gitar dan olahraga basket dan sepakbola tapi selain itu gue juga menekuni sebuah latihan karate, perkenankan gue untuk membagi sebuah cerita kepada kalian semua...

emoticon-Bedug

emoticon-Maaf AganMaaf, bila tulisan gue ga rapi atau ada yang menyinggung perasaan... emoticon-Maaf Agan
emoticon-Maaf Aganwati Bukankah semua orang gak akan luput dari kesalahan? emoticon-Smilie... emoticon-Maaf Aganwati

emoticon-Bedug

Happy Reading This Story... emoticon-Salaman


Quote:
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
9.8K
58
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.7KAnggota
Tampilkan semua post
BlackWorkAvatar border
TS
BlackWork
#25
Part 4
Jam menunjukkan pukul 17:00 , waktu gue untuk pulang udah banyak pekerjaan menanti di rumah.. PR.. Nyuci.. bahkan membersihkan rumah..

"Zii .. Gue pulang dulu ya..??", ucap gue ke fauzi sembari gue menstarter si razer... "Ok.. Za jgn lupa besok ya...", balasnya gue pun mengganguk mantap tanda setuju...

Terbesit di pikiran gue buat beli sebuah makanan untuk malam nanti, gue pun kembali mengas razer untuk menuju sebuah tempat makanan dipinggir jalan yang terkenal sambelnya yang enak itu, cuma butuh beberapa detik gue menemukan warung dengan banner "Lamongan Indah" entah kenapa namanya lamongan indah, mungkin penjualnya seorang LA Mania.. Atau cuma numpang nama doang, gue kurang tau...

Karena faktor orang yang rame setelah beberapa menit pun akhirnya gue berhasil membeli 1 bebek plus sambel...

"Its time to go home", gumam gue lirih sambil menstarter razer...

Gue pun lewat jalan bagian raden patah.. Entah kenapa gue gak lewat jalan seperti biasanya, dan feeling gue harus lewat jalan ini.. Selang beberapa menit saat gue melewati daerah tikungan paling gelap.. Sebuah teriakan wanita mengagetkan gue.. Sejenak gue berhenti untuk sekedar memastikan apakah emang suara cewe ataukah hanya ilusi gue belaka...

"Tolonggg.. Tolonggg aaaa..", Suara itu kembali menggema dikuping gue...

"Tolonggg.. Ya allah jangann.. Pliss lepasin gue..", Untuk ke-3 kalinya suara itu terdengar di telinga gue...

"Suara itu, kayanya gue pernah denger.. Suara itu.. Tapi dimana..??", Gumam gue lirih sambil ngetuk-ngetuk helm kyt gue sendiri...

Gue melirik sekitar mungkin ada orang atau sesuatu yang gue kenal agar gue bisa lekas turun dan memeriksa.. Apakah benar itu sebuah teriakan ataukah hanya ilusi gue doang.. Mata gue dengan tajam mulai menelusuri tempat demi tempat sampai terhenti pada suatu benda..

"kayaknya gue pernah melihat tas itu.. Tapi dimana...??", gumam gue lirih sambil menggingat-ingat dimana gue pernah melihat tas ungu bergambar sebuah anime jepang tersebut...

"Vita..", Ucap gue spontan karena keinget. dan melihat tas si vita yang tergeletak di sebuah pos...

Seseorang bila memikirkan hal yang tak pasti pasti gak akan ada ujungnya dan waktu gak akan kerasa lagi, begitupula saat ini.. tau-tau sore meredup dan mulai berganti senja, dan senja merambat bersama gelap.. tanpa pikir panjang gue pun menuruni si razer dan mengambil tas vita, lalu berlari ke arah semak-semak tempat suara itu terdengar oleh kuping gue.. bagai tersambar petir hal yang gak gue inginkan terjadi, itu bener-bener vita.. yang sedang di kerumuni 2 orang pemabuk.. gue begitu takut ama pemabuk karena masa kecil gue yang suram, yang sering disiksa pemabuk..

"Tapi apakah harus gue menambah kamus gue tentang takut? takut! itu emang hal biasa, semua orang pasti ada rasa takut, tapi rasa takut gue ini gak perlu gue manjakan.. apa bila gue manjakan rasa takut itu akan tumbuh subur bila seseorang memupuk rasa takut itu dengan sugesti-sugesti mengerikan dalam setiap pemikirannya jadi bila gue terus mengembang-biakkan rasa takut itu gue akan jadi pengecut, pecundang.. gue harus bisa lawan itu", gue pun memberi semangat diri gue sendiri sambil membatin dalam hati...

Gue pun meletakkan tas Vita di semak-semak, dan gue pun melepas helm gue.. gue pun berlari menuju 2 orang pemabuk itu sambil menghantamkan helm gue ke kepala 2 pemabuk itu, saat 2 pemabuk itu tergeletak tak berdaya gue pun membawa vita yang masih pingsan, entah abis diapain gue ga tau.. gue pun menggotongnya dengan si razer, gak lupa gue juga membawa tasnya...

***

Saat gue sampe rumah, gue menggotongnya ke kamar gue sambil memakaikan jaket punya gue ke badan vita, karena bajunya acak-acakan semua, dari itu gue bisa menyimpulkan si vita mau dirudapaksa ama pemabuk tadi.. gue pun mulai menggelar tikar di lantai bawah dan tidur di lantai bawah sementara vita gue taruh kasur atas, gue berharap vita cepat siuman saat pagi besok tiba...

Quote:
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.