Kaskus

Story

muha.kotakAvatar border
TS
muha.kotak
Putri kotak
Kisah ini gw persembahkan khusus untuk seorang wanita tomboy

Wanita aneh yg selalu bikin hari hari gw bakal lebih terasa emoticon-Kiss



Index:

Quote:



Spoiler for inspirasi:


Quote:









Ini sebuah kisah nyata TS yg sedikit di bumbui dengan humor dan dramatisasi agar lebih keliatan menarik dan gak terkesan membosankan

maaf apabila ada kata yg kurang baik ataupun kurang pantas untuk gw tulis disini..sebagai TS yg masih manusiawi gw juga punya salah..
jadi mohon kiranya bisa saling intropeksi kesalahn masing masing ya emoticon-Malu

keep enjoy buat semuanya emoticon-Angkat Beer
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
16.4K
252
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.8KAnggota
Tampilkan semua post
muha.kotakAvatar border
TS
muha.kotak
#145
Rinda’s Hometown bagian Akhir



Spoiler for prakata:


Gw pun ikut tertidur diatas sofa sambil memegang tangan rinda, cukup lama sampai akhirnya gw terbangun dan melihat rinda sudah tidak dipangkuan gw lagi. Mana ya ini orang? emoticon-Bingung (S)

Gw liat jam dinding sudah menunjukkan pukul 3 lewat. Mungkin mereka sudah siap siap untuk pergi ke kota sebrang untuk berobat. Ya, sore hari ini kami punya jadwal buat ngantar rinda dan ibunya kesbrang untuk menyelesaikan pengobatan rinda yg terakhir. Gw liat yg lain udah pada selesai mandi dan berdandan rapi. Gw pun langsung ukutan mandi dan berpakaian rapi kemudian gw berkumpul dengan yg lainnya.

Sore hari itu gw menggonakan 4 motor bersama rombongan. Gw sama Rinda, Jejen sama Mamanya Rinda, Sune sama Sarif, dan Yusuf sama Syeh.
Kami start dari rumuh pukup 4 sore dan langsung menuju palabuhan ketinting (perahu mesin)

Ini adalah pengalaman yg ga pernah gw lupakan, bayangkan aja.. dalam satu ketinting kecil diisi dengan 4 motor + 11 orang didalemnya. Mana gw bawa motor rinda lagi, takut banget gw waktu itu jatoh bersama rinda dan motor motornya kedalam sungai emoticon-Hammer (S)
Tapi ini salah satu pengalaman yg pertama buat gw. Jarang jarang loh emoticon-Big Grin

Sesampainya disebrang kami menuju salah satu tukang urut yg terkenal disana. Dan rinda langsung masuk bersama mamahnya. Seperti biasa kami hana menunggu sambil nongkrong diatas motor *amor lu yat -____-
Kenapa yaa orang orang disini dan banyak anak anak muda yg mandang sinis ke arah gw.Apa karena gw ngebawa wanita cantik kali ya emoticon-Big Grin
Ga sampai 5 menitan ehh rinda keluar sama mamanya.

Quote:


Setelah itu gw langsung melewati jalur darat yg lumayan jauh untuk pulang, melewati daerah gunung putih. Maklum banak anggota kru yg ga mau naik ketinting lagi emoticon-Big Grin serem katanya.
Waktu itu sudah agak sorean, mungkin jam setengah enam. Dimana gw mengendarain motor sambil menutupi luka rinda dengan tangan gw.

Quote:


Disini gw ingat banget kalau dia mulai memeluk gw, ya walaupun ga begitu erat. Maklum lah selama pacaran sama rinda jarang banget gw dipeluk peluk emoticon-No Hope*kasian lu yat
Malam harinya kami habiskan dengan membakar ikan yg sudah dibumbui oleh mamahnya rinda. Kami sampai kaget waktu itu. Banyak amat ikannya emoticon-Big Grin . Tante..tanteee bisa bangkrut kalau makin lama kami disini. emoticon-Big Grin pikir gw saat itu.

Skip skip skip………………………………………………… emoticon-Ngacir

Ke esokan harinya kami bersama sama janjian untuk keliling kota bulungan ini. Maklum besok kami sudah harus pulang. Waktu itu rada sorean dan kami sudah siap jalan jalan, tentunya dengan ijin dari mamahnya rinda. Gw waktu itu jalan ke salah satu tempat main billyard, maklumlah kami waktu itu lagi jaman jamannya main billyard.

Namun gw dan rinda memisahkan diri dengan yg lain karena rinda ga suka gw main billyard, ga tau kenapa. emoticon-Bingung (S)
Gw diajak keliling-keliling dari mulai tmpat nongkrong ditepian, rumah temennya, sampai taman disana.
Dan kami sempat melewati tikungan arwah yg dibilang orang orang disana tempat orang orang sering kecelakaan. *Kalau ga percaya boleh dites langsung gan emoticon-Takut

Sampai akhirnya gw dibawa kesebuah tempat.

Quote:


Gw pun ngikutin petunjuk yg diberikan rinda, sampai akhirnya gw disuruh naik ketanjakan dan tiba disalah satu pura disana. Pur tersebut berada diatas bukit yg cukup tinggi dan lo…………… lo semua bisa langsung melihat kota Bulungan dari atas sini. Gw langsung memarkirkan motor.

Quote:


*dia mulai serius menatap kejauhan, sampai sangat focus. Gw cuma bisa ngeliat dia yg seperti itu. Betapa manisnya wajah ini saat rambut panjangnya diterpa angin sore. Namun tiba tiba dia berbicara sama gw.

Quote:


Sepanjang perjalanan kami hanya diam seribu makna. Gw ga berani berbicara saat itu karna gw ga mau menambah rasa sakit yg ada dihati dan perasaannya saat ini. Gw tau kalau sebenarnya gw tadi dibawa ketempat tempat dimana rinda sering bersama dengan mantannya dulu. Ya kota ini adalah seribu kenangan rinda bersama mantannya. Kenangan yg begitu besar dan indah yg gw bisa tangkap dari pandangan mata itu.

Malam harinya orang orang sedang sibuk bercerita dan gw hanya diam menyendiri. Gw memikirkan hal hal yg baru saja terjadi. Dari kejauhan gw ngelihat rinda sedang tertawa bersama yg lainnya karena sune kalah main kartu dan harus terkena pupur. Tapi gw tau kalau dibalik keceriaannya saat ini tersimpan sebuah rasa sedih yg amat dalam. Kau memang wanita yg sangat kuat menyembunyikan hal hal seperti itu.

Quote:


Gw ga tau harus berbuat apa lagi, semuanya terjadi begitu aja tanpa ada yg menyuruhnya. Gw sadar saat itu posisi gw hanya sebagai orang yg menggantikan posisi mantannya terdahulu. Mungkin gw mengingatkan kembali tentang rasa yg sama. Rasa sayang dan peduli yg rinda rasakan dari gw mungkin sama dengan yg diberikan mantannya dulu. Gw ga bisa menyalahkan keadaan seperti ini.
Dan sebuah tarikan napas panjang gw pun mengakhiri malam yg panjang dan melelahkan ini.

Ke esokan harinya gw sudah siap berangkat pulang ke kota asal bersama yg lainnya. Gw berpamitan bersama orang rumah terutama mamahnya rinda yg sudah sangat baik sama gw dan teman teman.
Entah kenapa saat itu gw ga pamit sama rinda. Dan hanya berlalu seperti itu saja. Dengan perasaan berat gw pun berlalu dan rinda menatap gw dengan berkaca kaca.

Maaf, mungkin ini yg terbaik yg dapat aku lakukan sekarang. Gw emang bodoh rin, sangat bodoh!
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.