TS
rienoir
[fanfic] RF online - the last human
cerita ori karangan ane gan... berbasis game online yang cukup fenomenal dan terdorong membuat cerita setelah membaca sebuah fanfic karya temen saya di forum sebelah dan saya putuskan untuk iseng membuat juga.
monggo di baca.
JOKE STORY
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx before
monggo di baca.
Spoiler for "index cerita":
chapter 1-5 ada di pekiwan
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
JOKE STORY
Spoiler for JOKE:
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
Spoiler for "story of tamagochi":
chapter 1
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx beforeDiubah oleh rienoir 27-12-2012 03:03
0
35.6K
Kutip
461
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•356Anggota
Tampilkan semua post
TS
rienoir
#353
Pinch!!! (day 3)
"Ugh... silau" itu merupakan kalimat pertama yang terlintas dalam hati gue setelah gue mengaktifkan lensa gue untuk melihat, sepintas gue ngeliat sebuah cahaya putih bunder diatas kepala gue. Gue yang ngerasa kalo diri gue lagi terbaring lemas tak berdaya, apa mungkin ini rasanya mati ya?? Sejenak gue mencoba melihat sekeliling gue, ternyata disekeliling gue banyak peralatan komputer hi-tech yang sebelumnya belom pernah gue liat. Samar - samar gue ngeliat dua unit kaleng accretia sedang berbicara. Melihat posisi mereka berbicara tampaknya salah satu sedang dimarahin oleh yang satunya lagi. Karena gue liat ada yang berdiri dan ada yang berlutut. Sementara yang berlutut kepalanya lagi digetokin pake konci Inggris sampe banyak muncul benjol - benjol.
Gue yang baru bangun dan ngeliat pemandangan kaya gitu, langsung aja ga tega ngeliat tuh kaleng dipukulin sampe benjol - benjol. Langsung aja gue coba bangun dari tempat tidur gue, tapi bukannya bisa bangun yang ada gue malah teriak kesakitan. Yang tentunya teriakan gue menyadarkan kedua kaleng tersebut. Segera salah satu kaleng yang tadinya ngomel - ngomel lari ke arah gue, gue yang udah ketakutan karena enggak tau gue ada dimana, dan itu kaleng siapa langsung menutup mata gue. Setelah sampe di samping tempat tidur gue, tuh kaleng langsung ngomong hal yang bikin gue jadi tenang "Tama.. lu udah sadar?? Gimana keadaan lu?? Otaklu enggak kenapa - kenapa kan?? Kalo si martin gue udeh cek n die masih tetap dalam kondisi prima" ucap tuh kaleng sambil terus meraba bagian tubuh gue untuk memeriksa keadaan seluruh tubuh gue. Sampe akhirnya die mo coba memastikan kesaktian si martin. Langsung gue tepak tangannya sambil berteriak "HAY NO WAY!!". Gue yang tadinya ketakutan langsung aja membuka tangan gue, dan ternyata yang gue temuin di situ adalah si tua RaVN.
Melihat kalo ternyata itu beneran pak tua, gue pun langsung merasa tenang. Dari tampang RaVN gue ngeliat kalo die tuh kuatir bangat sama gue. Dan gue pun mulai bertanya sama die sebenernya gue tuh ada dimana, die pun jawab dengan enteng kalo sebenernya gue tuh ada di bekas fasilitas bengkel accretia empire dalam hal reparasi body armor unit yang sekarang dikuasain sama die. Lagi - lagi gue ajuin pertanyaan lain, kali ini gue tanya ke RaVN kok die bisa gunain fasilitas ini, dan belum selesai die jawab, akhirnya muncul sebuah pertanyaan yang selama ini belom pernah gue tanyain ke RaVN.
Gue tanya ke dia kenapa dia dipanggil Jendral?? siapa itu Chen Jun, dan apa hubungannya sama gue?? Kenapa waktu gue di cora dan hampir mati die bilang kalo gue itu Chen Jun, dan siapa pula itu Leancrot eh Leancraight?? RaVN yang mendengar pertanyaan gue itu langsung diem seribu bahasa. Dan dia mulai mengalihkan perhatiannya ke komputer yang sedang menganalisa kesehatan gue. Tapi karena rasa keingin tahuan gue begitu besar akhirnya gue ucapin kata - kata yang gak bisa ditolak sama RaVN "Pak Tua... di accretia ini, cuma lu doang yang paling gue percaya. Terimakasih lu udah ngerawat gue, dari semenjak gue diciptain di pabrik accretia empire ini. Ini merupakan permohonan seumur hidup gue buat elu, gw mohon jelasin ke gue siapa itu Chen Jun, dan apa hubungan gue sama Leandcraight itu?? Kenapa yang wanita waktu ngeliat gue dibawa elu kok dia bisa ngeluarin air mata??
Jujur aja, selama ini orang yang menatap gue dengan penuh kasih dan kehangatan cuma elu doang, meskipun gue anak kecil gue bisa tau mana yang sayang sama gue dan mana yang enggak. Cuma elu yang sayang sama gue, tapi di kedua mata pasangan Leancraight tersebut, gue juga ngeliat pandangan mata mereka seperti pandangan mata yang selama ini cuma gue dapetin dari elu. Gue mohon jangan berbohong atas pertanyaan gue ini." kelar gue ngomong gitu, gue langsung berusaha bangkit berjalan, tapi gue malah jatoh tanpa keseimbangan. RaVN yang ngeliat gue mao jatoh, langsung nangkep gue supaya luka gue enggak tambah parah.
RaVN yang ngeliat gue susah die makin enggak tega, akhirnya RaVN bersedia jawab segala pertanyaan gue dengan satu catatan kalo gue harus berbaring selama 24jam tanpa bergerak supaya keadaan gue bisa vit 100% seperti semula. Dan gue pun menyanggupi janji tersebut supaya die mao cerita ke gue. Belum sempat RaVN jawab semua pertanyaan gue, Rex langsung memotong pembicaraan "Jangan Jendral, kita udah janji sama..." kembali RaVN memotong omongan rex, "Rex, gue tau kita udah janji. Tapi sekarang gue harus cerita ke die. Karena lambat laun die pasti tau juga. Dan kalo dia harus tau kenyataan ini, gua mao jadi orang pertama yang ngasih tau die. Sekarang gw mohon lu keluar dulu rex ada hal - hal yang harus gue ceritain ke Tama" sambil RaVN mulai mengambil posisi duduk di samping ranjang tempat gue berbaring, sementara Rex ngeloyor keluar dari ruangan.
Dan RaVN pun memulai kisahnya "Sebenernya gue enggak mao ngasih tau lu kejadian paling pahit dan memalukan sepanjang hidup gue sebagai seorang Jendral Besar Accretia Empire. Waktu itu, tepatnya 12 tahun yang lalu."
Twelve Years Ago ( A General, A Sergeant, and A Liutenant)
Terlihat dari radar pos cora, ada sebuah pergerakan benda metal dengan kecepatan yang sangat tinggi menuju area hutan terlarang cora. Dimana area tersebut dilindungi karena di dalam area tersebut terdapat seorang grazier legendaris yang katanya ingin mengasingkan diri dari dunia pertempuran dan ingin menyendiri. Grazier legendaris tersebut dilindungi bukan karena dia butuh perlindungan, tapi karena grazier itu mengancam jika sampai dia merasa terganggu maka seluruh rakyat cora akan ia binasakan. Waktu itu archon cora masih dipegang oleh keluarga bangsawan Ravenheart, keluarga yang memiliki bakat dalam hal pertempuran jarak dekat. Sedangkan Leancraight merupakan bangsawan yang menguasai penggunaan dark arts atau biasa disebut ilmu sihir.
"Lapor tuan Ravenheart, di radar kita terdeteksi sebuah pergerakan benda metal dengan kecepatan yang sangat tinggi menuju hutan terlarang bangsa cora tuan" lapor seorang pengawas radar kepada sang Archon. Ravenheart pun yang mendengar berita itu sedikit kuatir, dia pun segera memerintahkan untuk menampilkan visual tentang benda asing tersebut. Namun ternyata setelah melakukan visual yang didapatkan hanyalah sebuah debu yang berterbangan karena kecepatan pergerakan benda metal tersebut.
Ravenheart dapat melihat ketakutan dari seluruh pasukan pengawas menara kontrol karena kejadian tersebut, walaupun sesungguhnya dia merasa sedikit kuatir tentang hal tersebut, tapi dia dia ingin membuat rakyatnya panik. Dengan tenang Ravenheart memerintahkan untuk menggunakan gerakan slow motion capture. Bahkan dalam gerakan lambat di video tersebut pun, pergerakan benda metal itu masih samar - samar terlihat.
Kadang terlihat wujudnya kadang tak terlihat. Sesaat wujudnya terlihat Ravenheart pun segera memerintahkan anak buahnya untuk mencapture gambarnya. Ternyata dari hasil poto tersebut muncullah gambar satu unit accretia sedang berlari dengan kecepatan yang sangat tinggi tersebut. Ravenheart pun segera memerintahkan pasukannya untuk segera mencari tahu siapa sebenarnya accretia yang memiliki kecepatan yang luar biasa tersebut.
Segera para petugas pengawas cora memeriksa name tag yang tertera di dada accretia tersebut, namun hanya ditemukan sebuah tulisan "My Name Is" yang diakhiri dengan sebuah tanda panah yang menunjuk ke bumi. Melihat kejanggalan itu pun, Ravenheart memerintahkan para pasukannya untuk segera mencoba mengikuti arah panah tersebut. Ternyata arah panah tersebut mengarah kebagian "segitiga pemuda", dan disitu tertulis "VincerRex, HAY ARE YOU???" Melihat nama tersebut Ravenheart hanya berguman "Ow.. jadinya dia toh, robot yang mendapatkan julukan Nimble Machine" sambil tetap memperhatikan gelagat dari VincerRex tersebut.
Melihat pasukannya pada ketakutan dia meminta bantuan kepada keluarga Leancraight untuk menghadang VincerRex. Karena memang di cora ini, yang memiliki kemampuan yang bisa disetarakan dengan satu dari tiga pejuang besar dari accretia hanyalah keluarga Ravenheart dan Leancraight. Tanpa berpikir panjang Ravenheart pun meminta tolong kepada pasangan legendaris Lionel Leancraight dan Joselyn Leancraight. Mereka pun bergegas menuju TKP.
Sesaat VincreRex terus berlari dengan sangat cepat menuju hutan terlarang, namun tiba - tiba dia mendengar sebuah teriakan yang menyuarakan "FIRE ARROW!!" setengah terkejut Rex mampu menghindari panah api tersebut dengan gerakan salto kebelakang. Tapi karena itu gerakannya menjadi terhenti, Sekarang semua pasukan cora yang berada di markas dapat melihat sosok VincerRex dengan seksama, sosok pelari misterius yang melaju dengan cepat menuju hutan terlarang. Bentuk tubuhnya sangat kurus, dibandingkan dengan accretia yang lain, sepasang tangannya memilik cakar yang tajam, namun yang paling mengesankan dari sosok VincerRex adalah pisau lempar yang dimilikinya.
Spoiler for "tama 4a":
"Ugh... silau" itu merupakan kalimat pertama yang terlintas dalam hati gue setelah gue mengaktifkan lensa gue untuk melihat, sepintas gue ngeliat sebuah cahaya putih bunder diatas kepala gue. Gue yang ngerasa kalo diri gue lagi terbaring lemas tak berdaya, apa mungkin ini rasanya mati ya?? Sejenak gue mencoba melihat sekeliling gue, ternyata disekeliling gue banyak peralatan komputer hi-tech yang sebelumnya belom pernah gue liat. Samar - samar gue ngeliat dua unit kaleng accretia sedang berbicara. Melihat posisi mereka berbicara tampaknya salah satu sedang dimarahin oleh yang satunya lagi. Karena gue liat ada yang berdiri dan ada yang berlutut. Sementara yang berlutut kepalanya lagi digetokin pake konci Inggris sampe banyak muncul benjol - benjol.
Gue yang baru bangun dan ngeliat pemandangan kaya gitu, langsung aja ga tega ngeliat tuh kaleng dipukulin sampe benjol - benjol. Langsung aja gue coba bangun dari tempat tidur gue, tapi bukannya bisa bangun yang ada gue malah teriak kesakitan. Yang tentunya teriakan gue menyadarkan kedua kaleng tersebut. Segera salah satu kaleng yang tadinya ngomel - ngomel lari ke arah gue, gue yang udah ketakutan karena enggak tau gue ada dimana, dan itu kaleng siapa langsung menutup mata gue. Setelah sampe di samping tempat tidur gue, tuh kaleng langsung ngomong hal yang bikin gue jadi tenang "Tama.. lu udah sadar?? Gimana keadaan lu?? Otaklu enggak kenapa - kenapa kan?? Kalo si martin gue udeh cek n die masih tetap dalam kondisi prima" ucap tuh kaleng sambil terus meraba bagian tubuh gue untuk memeriksa keadaan seluruh tubuh gue. Sampe akhirnya die mo coba memastikan kesaktian si martin. Langsung gue tepak tangannya sambil berteriak "HAY NO WAY!!". Gue yang tadinya ketakutan langsung aja membuka tangan gue, dan ternyata yang gue temuin di situ adalah si tua RaVN.
Melihat kalo ternyata itu beneran pak tua, gue pun langsung merasa tenang. Dari tampang RaVN gue ngeliat kalo die tuh kuatir bangat sama gue. Dan gue pun mulai bertanya sama die sebenernya gue tuh ada dimana, die pun jawab dengan enteng kalo sebenernya gue tuh ada di bekas fasilitas bengkel accretia empire dalam hal reparasi body armor unit yang sekarang dikuasain sama die. Lagi - lagi gue ajuin pertanyaan lain, kali ini gue tanya ke RaVN kok die bisa gunain fasilitas ini, dan belum selesai die jawab, akhirnya muncul sebuah pertanyaan yang selama ini belom pernah gue tanyain ke RaVN.
Gue tanya ke dia kenapa dia dipanggil Jendral?? siapa itu Chen Jun, dan apa hubungannya sama gue?? Kenapa waktu gue di cora dan hampir mati die bilang kalo gue itu Chen Jun, dan siapa pula itu Leancrot eh Leancraight?? RaVN yang mendengar pertanyaan gue itu langsung diem seribu bahasa. Dan dia mulai mengalihkan perhatiannya ke komputer yang sedang menganalisa kesehatan gue. Tapi karena rasa keingin tahuan gue begitu besar akhirnya gue ucapin kata - kata yang gak bisa ditolak sama RaVN "Pak Tua... di accretia ini, cuma lu doang yang paling gue percaya. Terimakasih lu udah ngerawat gue, dari semenjak gue diciptain di pabrik accretia empire ini. Ini merupakan permohonan seumur hidup gue buat elu, gw mohon jelasin ke gue siapa itu Chen Jun, dan apa hubungan gue sama Leandcraight itu?? Kenapa yang wanita waktu ngeliat gue dibawa elu kok dia bisa ngeluarin air mata??
Jujur aja, selama ini orang yang menatap gue dengan penuh kasih dan kehangatan cuma elu doang, meskipun gue anak kecil gue bisa tau mana yang sayang sama gue dan mana yang enggak. Cuma elu yang sayang sama gue, tapi di kedua mata pasangan Leancraight tersebut, gue juga ngeliat pandangan mata mereka seperti pandangan mata yang selama ini cuma gue dapetin dari elu. Gue mohon jangan berbohong atas pertanyaan gue ini." kelar gue ngomong gitu, gue langsung berusaha bangkit berjalan, tapi gue malah jatoh tanpa keseimbangan. RaVN yang ngeliat gue mao jatoh, langsung nangkep gue supaya luka gue enggak tambah parah.
RaVN yang ngeliat gue susah die makin enggak tega, akhirnya RaVN bersedia jawab segala pertanyaan gue dengan satu catatan kalo gue harus berbaring selama 24jam tanpa bergerak supaya keadaan gue bisa vit 100% seperti semula. Dan gue pun menyanggupi janji tersebut supaya die mao cerita ke gue. Belum sempat RaVN jawab semua pertanyaan gue, Rex langsung memotong pembicaraan "Jangan Jendral, kita udah janji sama..." kembali RaVN memotong omongan rex, "Rex, gue tau kita udah janji. Tapi sekarang gue harus cerita ke die. Karena lambat laun die pasti tau juga. Dan kalo dia harus tau kenyataan ini, gua mao jadi orang pertama yang ngasih tau die. Sekarang gw mohon lu keluar dulu rex ada hal - hal yang harus gue ceritain ke Tama" sambil RaVN mulai mengambil posisi duduk di samping ranjang tempat gue berbaring, sementara Rex ngeloyor keluar dari ruangan.
Dan RaVN pun memulai kisahnya "Sebenernya gue enggak mao ngasih tau lu kejadian paling pahit dan memalukan sepanjang hidup gue sebagai seorang Jendral Besar Accretia Empire. Waktu itu, tepatnya 12 tahun yang lalu."
Twelve Years Ago ( A General, A Sergeant, and A Liutenant)
Terlihat dari radar pos cora, ada sebuah pergerakan benda metal dengan kecepatan yang sangat tinggi menuju area hutan terlarang cora. Dimana area tersebut dilindungi karena di dalam area tersebut terdapat seorang grazier legendaris yang katanya ingin mengasingkan diri dari dunia pertempuran dan ingin menyendiri. Grazier legendaris tersebut dilindungi bukan karena dia butuh perlindungan, tapi karena grazier itu mengancam jika sampai dia merasa terganggu maka seluruh rakyat cora akan ia binasakan. Waktu itu archon cora masih dipegang oleh keluarga bangsawan Ravenheart, keluarga yang memiliki bakat dalam hal pertempuran jarak dekat. Sedangkan Leancraight merupakan bangsawan yang menguasai penggunaan dark arts atau biasa disebut ilmu sihir.
"Lapor tuan Ravenheart, di radar kita terdeteksi sebuah pergerakan benda metal dengan kecepatan yang sangat tinggi menuju hutan terlarang bangsa cora tuan" lapor seorang pengawas radar kepada sang Archon. Ravenheart pun yang mendengar berita itu sedikit kuatir, dia pun segera memerintahkan untuk menampilkan visual tentang benda asing tersebut. Namun ternyata setelah melakukan visual yang didapatkan hanyalah sebuah debu yang berterbangan karena kecepatan pergerakan benda metal tersebut.
Ravenheart dapat melihat ketakutan dari seluruh pasukan pengawas menara kontrol karena kejadian tersebut, walaupun sesungguhnya dia merasa sedikit kuatir tentang hal tersebut, tapi dia dia ingin membuat rakyatnya panik. Dengan tenang Ravenheart memerintahkan untuk menggunakan gerakan slow motion capture. Bahkan dalam gerakan lambat di video tersebut pun, pergerakan benda metal itu masih samar - samar terlihat.
Kadang terlihat wujudnya kadang tak terlihat. Sesaat wujudnya terlihat Ravenheart pun segera memerintahkan anak buahnya untuk mencapture gambarnya. Ternyata dari hasil poto tersebut muncullah gambar satu unit accretia sedang berlari dengan kecepatan yang sangat tinggi tersebut. Ravenheart pun segera memerintahkan pasukannya untuk segera mencari tahu siapa sebenarnya accretia yang memiliki kecepatan yang luar biasa tersebut.
Segera para petugas pengawas cora memeriksa name tag yang tertera di dada accretia tersebut, namun hanya ditemukan sebuah tulisan "My Name Is" yang diakhiri dengan sebuah tanda panah yang menunjuk ke bumi. Melihat kejanggalan itu pun, Ravenheart memerintahkan para pasukannya untuk segera mencoba mengikuti arah panah tersebut. Ternyata arah panah tersebut mengarah kebagian "segitiga pemuda", dan disitu tertulis "VincerRex, HAY ARE YOU???" Melihat nama tersebut Ravenheart hanya berguman "Ow.. jadinya dia toh, robot yang mendapatkan julukan Nimble Machine" sambil tetap memperhatikan gelagat dari VincerRex tersebut.
Melihat pasukannya pada ketakutan dia meminta bantuan kepada keluarga Leancraight untuk menghadang VincerRex. Karena memang di cora ini, yang memiliki kemampuan yang bisa disetarakan dengan satu dari tiga pejuang besar dari accretia hanyalah keluarga Ravenheart dan Leancraight. Tanpa berpikir panjang Ravenheart pun meminta tolong kepada pasangan legendaris Lionel Leancraight dan Joselyn Leancraight. Mereka pun bergegas menuju TKP.
Sesaat VincreRex terus berlari dengan sangat cepat menuju hutan terlarang, namun tiba - tiba dia mendengar sebuah teriakan yang menyuarakan "FIRE ARROW!!" setengah terkejut Rex mampu menghindari panah api tersebut dengan gerakan salto kebelakang. Tapi karena itu gerakannya menjadi terhenti, Sekarang semua pasukan cora yang berada di markas dapat melihat sosok VincerRex dengan seksama, sosok pelari misterius yang melaju dengan cepat menuju hutan terlarang. Bentuk tubuhnya sangat kurus, dibandingkan dengan accretia yang lain, sepasang tangannya memilik cakar yang tajam, namun yang paling mengesankan dari sosok VincerRex adalah pisau lempar yang dimilikinya.
0
Kutip
Balas