TS
Minibalanar
Kisah Perjalanan Spiritual Para Guru
Thread ini berisi buku-buku Spiritual. Jika ada request buku, silahkan PM. Akan berusaha saya adakan disini

Illuminata (Complete) : Start Post #2, End Post #43
Enlight your Life (Complete) : Start Post #49, End Post #169
Sehelai Daun Pencerahan (Complete) : Start Post #170, End Post #294
Dongeng dan Fabel (Belajar dari Kisah Dongeng) : Start Post #295, End Post #429
333 Goresan Toni Yoyo : Start Post #430, End Post #768
Revolusi Batin : Start Post #772, End Post #1324
Setitik Cahaya di tengah Kabut : Start Post #1325, End Post #1753
108 PERUMPAMAAN DHAMMA : Start Post #1756, End Post #1864
Pesan Para Guru : Start Post #1865, End Post #2416
Heartful Joy : Start Post #2417, End Post #2983
Secangkir Teh Spiritual : Start Post #2984

Illuminata (Complete) : Start Post #2, End Post #43
Enlight your Life (Complete) : Start Post #49, End Post #169
Sehelai Daun Pencerahan (Complete) : Start Post #170, End Post #294
Dongeng dan Fabel (Belajar dari Kisah Dongeng) : Start Post #295, End Post #429
333 Goresan Toni Yoyo : Start Post #430, End Post #768
Revolusi Batin : Start Post #772, End Post #1324
Setitik Cahaya di tengah Kabut : Start Post #1325, End Post #1753
108 PERUMPAMAAN DHAMMA : Start Post #1756, End Post #1864
Pesan Para Guru : Start Post #1865, End Post #2416
Heartful Joy : Start Post #2417, End Post #2983
Secangkir Teh Spiritual : Start Post #2984
tien212700 dan nona212 memberi reputasi
2
68.7K
3.1K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Spiritual
6.4KThread•2.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Minibalanar
#2868
Promosi yang ditunda
Alkisah ada seorang yang akan dipromosikan menjadi manajer di perusahaan, sebutlah si A. Setelah melewati berbagai tahapan penilaian, secara umum si A layak untuk menempati posisi tersebut.
Ia pun dipanggil ke ruang direktur. Dengan hati girang dan penuh percaya diri, dia memasuki ruangan itu. Namun, ceritanya menjadi lain ketika sang direktur memutuskan menunda dulu promosi jabatan si A, dengan alasan SKILL nya masih kurang memadai.
Sontak muka si A pucat pasi, ia terdiam sejenak dan gigi-giginya mulai gemeretak.
Lalu ia bertanya, "skill apa yang kurang Pak, semua orang sudah menilai layak", tanyanya tegas. Pak direktur yang bijak hanya tersenyum dan berkata singkat, "ya..pokoknya kurang lah, nanti kamu juga tahu sendiri".
Dengan wajah muram dan hati kesal, si A meninggalkan ruang direktur.
Setelah keluar, barulah ia mengungkapkan kekesalannya pada orang - orang yang ada di kantor. Hampir seharian yang ia lakukan hanya bercerita sambil bersungut - sungut, dibilangnya direktur tidak adil, tidak mampu menilai prestasi, tidak becus memimpin anak buah, dan segudang makian lainnya.
Akhirnya, sampailah cerita si A itu kepada wakil direktur.
Kemudian wakil direktur tersebut mengajak si A menghadap direkturnya untuk membicarakan masalah ini baik - baik. Setiba di ruang direktur, si A disambut dengan ramah. Dengan santai, sang direktur berkata "Nah, kamu sudah tahu kan skill apa yang kurang?. Padahal saya belum mengatakan kalau kamu tidak layak
dipromosikan. Saya cuma bilang kalau promosi kamu ditunda dulu".
Si A mulai termenung, lantas lambat laun mukanya memerah... Kali ini dengan penuh rasa malu si A mengakui bahwa dirinya belum layak menjadi seorang manajer.
Alkisah ada seorang yang akan dipromosikan menjadi manajer di perusahaan, sebutlah si A. Setelah melewati berbagai tahapan penilaian, secara umum si A layak untuk menempati posisi tersebut.
Ia pun dipanggil ke ruang direktur. Dengan hati girang dan penuh percaya diri, dia memasuki ruangan itu. Namun, ceritanya menjadi lain ketika sang direktur memutuskan menunda dulu promosi jabatan si A, dengan alasan SKILL nya masih kurang memadai.
Sontak muka si A pucat pasi, ia terdiam sejenak dan gigi-giginya mulai gemeretak.
Lalu ia bertanya, "skill apa yang kurang Pak, semua orang sudah menilai layak", tanyanya tegas. Pak direktur yang bijak hanya tersenyum dan berkata singkat, "ya..pokoknya kurang lah, nanti kamu juga tahu sendiri".
Dengan wajah muram dan hati kesal, si A meninggalkan ruang direktur.
Setelah keluar, barulah ia mengungkapkan kekesalannya pada orang - orang yang ada di kantor. Hampir seharian yang ia lakukan hanya bercerita sambil bersungut - sungut, dibilangnya direktur tidak adil, tidak mampu menilai prestasi, tidak becus memimpin anak buah, dan segudang makian lainnya.
Akhirnya, sampailah cerita si A itu kepada wakil direktur.
Kemudian wakil direktur tersebut mengajak si A menghadap direkturnya untuk membicarakan masalah ini baik - baik. Setiba di ruang direktur, si A disambut dengan ramah. Dengan santai, sang direktur berkata "Nah, kamu sudah tahu kan skill apa yang kurang?. Padahal saya belum mengatakan kalau kamu tidak layak
dipromosikan. Saya cuma bilang kalau promosi kamu ditunda dulu".
Si A mulai termenung, lantas lambat laun mukanya memerah... Kali ini dengan penuh rasa malu si A mengakui bahwa dirinya belum layak menjadi seorang manajer.
0