TS
rienoir
[fanfic] RF online - the last human
cerita ori karangan ane gan... berbasis game online yang cukup fenomenal dan terdorong membuat cerita setelah membaca sebuah fanfic karya temen saya di forum sebelah dan saya putuskan untuk iseng membuat juga.
monggo di baca.
JOKE STORY
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx before
monggo di baca.
Spoiler for "index cerita":
chapter 1-5 ada di pekiwan
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
JOKE STORY
Spoiler for JOKE:
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
Spoiler for "story of tamagochi":
chapter 1
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx beforeDiubah oleh rienoir 27-12-2012 03:03
0
35.7K
Kutip
461
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•356Anggota
Tampilkan semua post
TS
rienoir
#340
Chapter 19 - lost tribe, last man, new warior
"habisi mereka, dan kalian jangan sampai mati" itulah kata yang gw denger dari mulut shandel sebelum mereka berpencar.
"mati... apakah harus?" tanya gw kepada shandel sambil mendekatinya dengan langkah kecil.
dengan nada berat shandel mengangkat suara dan menatap tajam kearah gw. "yang menolak DECEM HARUS MATI!! HEAAAA" dia mengangkat staffnya keudara dan bersiap melontarkan sejumlah force kearah gw.
"not so fast." BUAAAGHH tinju keras kearah wajah shandel dengan sukses membuatnya terjungkil balik beberapa meter kebelakang.
shandel berusaha bangkit dari jatuhnya "BRENGSE..." BLAAAAKK kembali tendangan dengkul gw kembali menghantam hidungnya yang sudah keluar kecap sebelas membuat darahnya semakin berlinang.
"tanpa anak buah, lo bukan apa2. gw bahkan belom ambil senjata gw." ujar gw menghina fisik shandel yang lemah dan tidak sebanding dengan kemampuan penyerangannya.
shandel kembali berusaha bangkit dan gw sudah mengantisipasi hal itu. gw kembali mencoba menyerangnya dengan tendangan rendah kearah wajahnya.
BRAAAKK tubuh gw terbentuk sebuah mahluk besar dengan perisai dan pedang ditubuhnya, dia terus melayang sambil mendorong gw dan menjatuhkan gw ke lantai.
"Techtonic... might." force elemen tanah dicast shandel untuk menghajar gw yang sedang ditimpa animus miliknya yang bernama paimon.
"ini buruk, gw ga akan bisa menghindar"
BLARRRR benturan batu yang bangkit dari tanah menghantam punggung gw dengan keras. "ARRRGGH." erang gw kesakitan.
"BELUM SELESAI!! METEORR" kembali shandel mengcast force nya dan batu besar dengan nyala api menghujani gw dan paimon miliknya dengan sukses. BAM BAM BLAM
darah menetes dari kepala gw, namun beruntung akibat badan paimon yang besar telah melindungi gw dari batuan api yang lebih besar lagi dan terlihat dari kondisinya, mahluk itu terluka cukup parah dengan baju jirahnya yang sudah hancur sebagian.
"hah hah, dasar hina, lo menggunakan peliharaan lu buat jadi tumbal sekaligus tameng" ujar gw geli melihat tindakan tidak berkepemimpinan dari shandel.
"selama untuk menjaga DECEM, aku akan melakukannya." ujar shandel kembali dan kembali mencoba menghabisi gw dengan forcenya.
nguiiingg BLEGAARRR sebuah peluru misil besar meluncur dengan cepat dan mengenai punggung shandel dengan keras. beruntung armor miliknya yang cukup tebal sehingga membuat tubuhnya tetap utuh.
"arrrggh, brengsek. paimon kembali, inana sembuhkan aku!" dalam waktu singkat shandel memanggil inana dan inananya juga segera menyembuhkannya dalam waktu yang sangat singkat "siapa itu?!" teriaknya kembali kearah puncak gunung yang sangat jauh dimana asal dari peluru itu meluncur.
sebuah bayangan siluet dari sosok penembak misterius tampak dari kejauhan. "mustahil" ujar gw tidak percaya dengan akurasi dan jarak tembak yang sangat jauh itu.
BLAM suara dentuman roket kembali meluncur kearah shandel, namun dia sudah siap dan melindungi dirinya dengan perisai yang terbuat dari es.
gw memanfaatkan kondisi dan langsung lari menghajar shandel dari belakang tepat di ubun2nya dengan sikut gw. BLARRRR DUAGH suara ledakan misil yang disusul dengan sikut pemungkas gw.
"sial, aku lengah." shandel terjelembap ketanah akibat serangan gw tepat mengenai saraf keseimbangan tubuhnya.
TAK gw menendang tongkat shandel jauh2 darinya untuk berjaga-jaga agar dia tidak menggunakan forcenya. gw kembali melihat sekitar dengan mata gw yang sudah rada kabur akibat luka dibadan gw cukup parah dan gw kehilangan banyak darah. "lu harus lari, atau semua anak buah lu akan kalah. liat, cebol2 itu pada menguasai medan pertempuran"
shandel hanya terdiam saja, dan gw kembali melihat kearah penembak misterius itu dan sekarang penampakannya sudah hilang. "kemana dia pergi." ujar gw penasaran. "roket, apa mungkin sekaleng striker dapat menembak dari jarak sejauh itu?.."
terlihat kondisi bellato diatas angin, tapi tidak di tempat alto dan regina yang seperti kucing yang sedang bermain dengan mangsanya.
gw menghampiri alto secepat mungkin dan mencoba menghentikannya, gw ga mao regina sampe mati karena dia banyak nolong gw dulu. anggep2 utang budi lah...
"alto stop" teriak gw, tapi alto tidak mendengar dan terus menembak regina yang berusaha menghindar namun disela tembakan alto ada 1 peluru yang dengan telak melubangi betisnya.
"AAAhhhhhh" teriakan melengking dari seorang gadis cora itu menjadi soundtrack dari pertempuran mereka berdua.
"hahahaha, say goodbye~~" ngiiing, alto mencharge tangan kiri bemonya dengan laser beam yang cukup kuat untuk melenyapkan seekor great kurr menjadi abu gosok.
"STOP GW BILANG" gw mencabut pedang gw dan menghajar ujung dari moncong tangannya dan laser berkaliber besar itu terbang menjadi cahaya ke langit.
"ampla amplaan lo feces ngambang, minggir jangan ganggu acara bales dendam gw" alto menangkap dan melempar gw dengan tangan kanan bemonya dan kembali mencoba.
"lanjot, say good buayyy kampreeti girl" ngiiiingg, lasernya kembali tercharge dan alto kembali siap meludahkan tembakannya. kali ini regina ga akan selamat keluh gw dalam hati.
"ALTO STOP, JANGAN BUNUH DIA!"
"BAWELLLL!!!!" Balas alto sambil melepas charging beamnya.
"REGINAAA!" teriak gw yang keras sehingga mengambil perhatian dari pejuang yang sedang duel lainnya.
goibert yang mendengar teriakan gw juga segera menoleh, dia menendang zael dengan keras dan meninggalkannya mencoba menolong regina meskipun dia tau hal itu tidak mungkin. "NOOOOO" teriak goi sambil terus berlari mencoba untuk mencegah alto.
BLEGGGARRRR ledakan dahsyat terjadi dan kepulan asap menghalangi pandangan gw tapi sibalik kepulan asap dan debu itu, ada sebuah cahaya yang meluncur kearah langit dengan kecepatan tinggi.
"regi...na" ujar gw terbata-bata setelah membayangkan hal buruk yang pasti terjadi akibat dari tembakan alto.
ngeeekkk, blaaaamm suara benda besar jatuh dari kepulan asap itu terdengar begitu jelas dan dorongan angin dari benda itu menerpa semua debu dan asap yang menghalangi.
"KAMPREETOSS, siapa yang barusan ledukin kaki bemo gw!!" kesal alto dengan bemo yang sudah terbaring dengan sebelah kakinya dan gw hanya menganga tidak percaya melihat regina masih utuh dan hidup dengan mata melotot penuh rasa takut.
"sory, ksatria baja karat disini. gw ga akan biarin pertumpahan darah terjadi disini, di makam naga." ujar sebuah suara yang sepertinya adalah pelaku dari kerusakan pada kaki bemo alto.
"heang martoli nyong nyong, jangan ganggu gw!" teriak alto sambil menembak kearah ksatria karat itu.
"eittss~~" ksatria itu menghindar dengan pose2 dansa ala maikel jeksen dan tidak lupa dia membuka dan menutup resleting celananya.
"gw jelasin lagi, no blood spill in this area" ksatria karat itu menarik senjatanya yang berbentuk seperti kepala naga dan membuka pijakan dari senjatanya seperti siege kit accretia.
"ga mungkin!" teriak gw ga percaya dan dalam sesaat pria itu sudah sukses menerbangkan alto dengan serangan yang mirip compund siege kearah tanah disekitar alto dan membuat tubuh bemo itu terbang seperti kertas yang ditiup kipas angin.
"masih ada yang mao rasain kekuatan gw? uuuuuuuiii" ujarnya kembali sambil berputar-putar dan melempar senjatanya kesamping dan membeku dalam posisinya seolah-olah menunggu senjatanya kembali.
ga mungkin balik tuh senjata yang dilempar... ujar gw dalam hati melihat ketololan orang aneh dengan jubah bersisik dan berwarna merah dengan kekuatan yang sangat besar tersebut.
wuing wuing wuing, tiba-tiba saja senjata berbentuk kepala naga itu datang menghampirinya dengan putaran seperti bumerang dan dia segera menangkapnya dan berteriak "WHOOOOOOO"
gw beserta cora dan bellato laen hanya terbengong melihat aksi absurd dari karat-man yang ada dihadapan gw.
"regina, kamu gapapa dik" ujar goibert menghampiri regina dan mencoba mengangkatnya.
"wooo wo woo, not so fast lekong" BLAAAAM karat-man langsung menerbangkan goibert seperti dia menerbangkan alto dengan senjatanya "WAAAAAA~~AAAANJENGGGG!!!" dan goibert pun menghilang dalam seketika.
sepertinya aksi dari karat-man ini telah memancing emosi dari kedua bangsa lain dan membuat dia menjadi pusat perhatian dan sosok yang penuh misteri untuk diungkap.
laotha menatap karat-man dengan matanya yang tajam seksama tapi dia tidak mengarahkan panahnya kearah karat-man. dalam sekejap ekspresi laotha berubah dan dia mencoba untuk berteriak "HAH ELU D" BLAM, laotha kembali diterbangkan ke udara olehnya.
"HEH KAMPRET APE MAO LO! NGAPAIN LO NYERANG KITA SEMUA!" teriak hyejin yang berdiri didepan zael yang sedang terbengong tak percaya dengan kekuatan ksatria aneh yang dengan mudahnya mengalahkan prajurit elite yang sekelas dengan dewan perang.
"sory, no komen" karat-man segera mengarahkan senjatanya dan menerbangkan zael dengan sukses.
BLAAAAARRR "WANJENG KENAPA GW YANG DITEMBAK!!!!" teriak zael yang suaranya semakin mengecil dan akhirnya menghilang.
"lo semua pulang sebelom gw terbangin.. oke? ciaooo~~~" ujar manusia misterius itu sambil berjalan kearah pepohonan.
Tap, ksatria itu berhenti mendadak dan menoleh perlahan kearah shandel yang sebelumnya terbaring. "hooo, masih ada yang ngeyel ternyata..." ujarnya kembali sambil melihat shandel yang berdiri dengan aura berwarna biru meluap-luap ditubuhnya.
Spoiler for "1":
"habisi mereka, dan kalian jangan sampai mati" itulah kata yang gw denger dari mulut shandel sebelum mereka berpencar.
"mati... apakah harus?" tanya gw kepada shandel sambil mendekatinya dengan langkah kecil.
dengan nada berat shandel mengangkat suara dan menatap tajam kearah gw. "yang menolak DECEM HARUS MATI!! HEAAAA" dia mengangkat staffnya keudara dan bersiap melontarkan sejumlah force kearah gw.
"not so fast." BUAAAGHH tinju keras kearah wajah shandel dengan sukses membuatnya terjungkil balik beberapa meter kebelakang.
shandel berusaha bangkit dari jatuhnya "BRENGSE..." BLAAAAKK kembali tendangan dengkul gw kembali menghantam hidungnya yang sudah keluar kecap sebelas membuat darahnya semakin berlinang.
"tanpa anak buah, lo bukan apa2. gw bahkan belom ambil senjata gw." ujar gw menghina fisik shandel yang lemah dan tidak sebanding dengan kemampuan penyerangannya.
shandel kembali berusaha bangkit dan gw sudah mengantisipasi hal itu. gw kembali mencoba menyerangnya dengan tendangan rendah kearah wajahnya.
BRAAAKK tubuh gw terbentuk sebuah mahluk besar dengan perisai dan pedang ditubuhnya, dia terus melayang sambil mendorong gw dan menjatuhkan gw ke lantai.
"Techtonic... might." force elemen tanah dicast shandel untuk menghajar gw yang sedang ditimpa animus miliknya yang bernama paimon.
"ini buruk, gw ga akan bisa menghindar"
BLARRRR benturan batu yang bangkit dari tanah menghantam punggung gw dengan keras. "ARRRGGH." erang gw kesakitan.
"BELUM SELESAI!! METEORR" kembali shandel mengcast force nya dan batu besar dengan nyala api menghujani gw dan paimon miliknya dengan sukses. BAM BAM BLAM
darah menetes dari kepala gw, namun beruntung akibat badan paimon yang besar telah melindungi gw dari batuan api yang lebih besar lagi dan terlihat dari kondisinya, mahluk itu terluka cukup parah dengan baju jirahnya yang sudah hancur sebagian.
"hah hah, dasar hina, lo menggunakan peliharaan lu buat jadi tumbal sekaligus tameng" ujar gw geli melihat tindakan tidak berkepemimpinan dari shandel.
"selama untuk menjaga DECEM, aku akan melakukannya." ujar shandel kembali dan kembali mencoba menghabisi gw dengan forcenya.
nguiiingg BLEGAARRR sebuah peluru misil besar meluncur dengan cepat dan mengenai punggung shandel dengan keras. beruntung armor miliknya yang cukup tebal sehingga membuat tubuhnya tetap utuh.
"arrrggh, brengsek. paimon kembali, inana sembuhkan aku!" dalam waktu singkat shandel memanggil inana dan inananya juga segera menyembuhkannya dalam waktu yang sangat singkat "siapa itu?!" teriaknya kembali kearah puncak gunung yang sangat jauh dimana asal dari peluru itu meluncur.
sebuah bayangan siluet dari sosok penembak misterius tampak dari kejauhan. "mustahil" ujar gw tidak percaya dengan akurasi dan jarak tembak yang sangat jauh itu.
BLAM suara dentuman roket kembali meluncur kearah shandel, namun dia sudah siap dan melindungi dirinya dengan perisai yang terbuat dari es.
gw memanfaatkan kondisi dan langsung lari menghajar shandel dari belakang tepat di ubun2nya dengan sikut gw. BLARRRR DUAGH suara ledakan misil yang disusul dengan sikut pemungkas gw.
"sial, aku lengah." shandel terjelembap ketanah akibat serangan gw tepat mengenai saraf keseimbangan tubuhnya.
TAK gw menendang tongkat shandel jauh2 darinya untuk berjaga-jaga agar dia tidak menggunakan forcenya. gw kembali melihat sekitar dengan mata gw yang sudah rada kabur akibat luka dibadan gw cukup parah dan gw kehilangan banyak darah. "lu harus lari, atau semua anak buah lu akan kalah. liat, cebol2 itu pada menguasai medan pertempuran"
shandel hanya terdiam saja, dan gw kembali melihat kearah penembak misterius itu dan sekarang penampakannya sudah hilang. "kemana dia pergi." ujar gw penasaran. "roket, apa mungkin sekaleng striker dapat menembak dari jarak sejauh itu?.."
terlihat kondisi bellato diatas angin, tapi tidak di tempat alto dan regina yang seperti kucing yang sedang bermain dengan mangsanya.
gw menghampiri alto secepat mungkin dan mencoba menghentikannya, gw ga mao regina sampe mati karena dia banyak nolong gw dulu. anggep2 utang budi lah...
"alto stop" teriak gw, tapi alto tidak mendengar dan terus menembak regina yang berusaha menghindar namun disela tembakan alto ada 1 peluru yang dengan telak melubangi betisnya.
"AAAhhhhhh" teriakan melengking dari seorang gadis cora itu menjadi soundtrack dari pertempuran mereka berdua.
"hahahaha, say goodbye~~" ngiiing, alto mencharge tangan kiri bemonya dengan laser beam yang cukup kuat untuk melenyapkan seekor great kurr menjadi abu gosok.
"STOP GW BILANG" gw mencabut pedang gw dan menghajar ujung dari moncong tangannya dan laser berkaliber besar itu terbang menjadi cahaya ke langit.
"ampla amplaan lo feces ngambang, minggir jangan ganggu acara bales dendam gw" alto menangkap dan melempar gw dengan tangan kanan bemonya dan kembali mencoba.
"lanjot, say good buayyy kampreeti girl" ngiiiingg, lasernya kembali tercharge dan alto kembali siap meludahkan tembakannya. kali ini regina ga akan selamat keluh gw dalam hati.
"ALTO STOP, JANGAN BUNUH DIA!"
"BAWELLLL!!!!" Balas alto sambil melepas charging beamnya.
"REGINAAA!" teriak gw yang keras sehingga mengambil perhatian dari pejuang yang sedang duel lainnya.
goibert yang mendengar teriakan gw juga segera menoleh, dia menendang zael dengan keras dan meninggalkannya mencoba menolong regina meskipun dia tau hal itu tidak mungkin. "NOOOOO" teriak goi sambil terus berlari mencoba untuk mencegah alto.
BLEGGGARRRR ledakan dahsyat terjadi dan kepulan asap menghalangi pandangan gw tapi sibalik kepulan asap dan debu itu, ada sebuah cahaya yang meluncur kearah langit dengan kecepatan tinggi.
"regi...na" ujar gw terbata-bata setelah membayangkan hal buruk yang pasti terjadi akibat dari tembakan alto.
ngeeekkk, blaaaamm suara benda besar jatuh dari kepulan asap itu terdengar begitu jelas dan dorongan angin dari benda itu menerpa semua debu dan asap yang menghalangi.
"KAMPREETOSS, siapa yang barusan ledukin kaki bemo gw!!" kesal alto dengan bemo yang sudah terbaring dengan sebelah kakinya dan gw hanya menganga tidak percaya melihat regina masih utuh dan hidup dengan mata melotot penuh rasa takut.
"sory, ksatria baja karat disini. gw ga akan biarin pertumpahan darah terjadi disini, di makam naga." ujar sebuah suara yang sepertinya adalah pelaku dari kerusakan pada kaki bemo alto.
"heang martoli nyong nyong, jangan ganggu gw!" teriak alto sambil menembak kearah ksatria karat itu.
"eittss~~" ksatria itu menghindar dengan pose2 dansa ala maikel jeksen dan tidak lupa dia membuka dan menutup resleting celananya.
"gw jelasin lagi, no blood spill in this area" ksatria karat itu menarik senjatanya yang berbentuk seperti kepala naga dan membuka pijakan dari senjatanya seperti siege kit accretia.
"ga mungkin!" teriak gw ga percaya dan dalam sesaat pria itu sudah sukses menerbangkan alto dengan serangan yang mirip compund siege kearah tanah disekitar alto dan membuat tubuh bemo itu terbang seperti kertas yang ditiup kipas angin.
"masih ada yang mao rasain kekuatan gw? uuuuuuuiii" ujarnya kembali sambil berputar-putar dan melempar senjatanya kesamping dan membeku dalam posisinya seolah-olah menunggu senjatanya kembali.
ga mungkin balik tuh senjata yang dilempar... ujar gw dalam hati melihat ketololan orang aneh dengan jubah bersisik dan berwarna merah dengan kekuatan yang sangat besar tersebut.
wuing wuing wuing, tiba-tiba saja senjata berbentuk kepala naga itu datang menghampirinya dengan putaran seperti bumerang dan dia segera menangkapnya dan berteriak "WHOOOOOOO"
gw beserta cora dan bellato laen hanya terbengong melihat aksi absurd dari karat-man yang ada dihadapan gw.
"regina, kamu gapapa dik" ujar goibert menghampiri regina dan mencoba mengangkatnya.
"wooo wo woo, not so fast lekong" BLAAAAM karat-man langsung menerbangkan goibert seperti dia menerbangkan alto dengan senjatanya "WAAAAAA~~AAAANJENGGGG!!!" dan goibert pun menghilang dalam seketika.
sepertinya aksi dari karat-man ini telah memancing emosi dari kedua bangsa lain dan membuat dia menjadi pusat perhatian dan sosok yang penuh misteri untuk diungkap.
laotha menatap karat-man dengan matanya yang tajam seksama tapi dia tidak mengarahkan panahnya kearah karat-man. dalam sekejap ekspresi laotha berubah dan dia mencoba untuk berteriak "HAH ELU D" BLAM, laotha kembali diterbangkan ke udara olehnya.
"HEH KAMPRET APE MAO LO! NGAPAIN LO NYERANG KITA SEMUA!" teriak hyejin yang berdiri didepan zael yang sedang terbengong tak percaya dengan kekuatan ksatria aneh yang dengan mudahnya mengalahkan prajurit elite yang sekelas dengan dewan perang.
"sory, no komen" karat-man segera mengarahkan senjatanya dan menerbangkan zael dengan sukses.
BLAAAAARRR "WANJENG KENAPA GW YANG DITEMBAK!!!!" teriak zael yang suaranya semakin mengecil dan akhirnya menghilang.
"lo semua pulang sebelom gw terbangin.. oke? ciaooo~~~" ujar manusia misterius itu sambil berjalan kearah pepohonan.
Tap, ksatria itu berhenti mendadak dan menoleh perlahan kearah shandel yang sebelumnya terbaring. "hooo, masih ada yang ngeyel ternyata..." ujarnya kembali sambil melihat shandel yang berdiri dengan aura berwarna biru meluap-luap ditubuhnya.
0
Kutip
Balas